• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Pasti Aswaja's Content

Janda: Kembali Menjemput Jodoh

 on Saturday, May 20, 2017  

Oleh: Mamang M Haerudin

Entah kenapa istilah atau predikat 'janda' mempunyai konotasi miring dalam masyarakat. Seolah-olah janda itu sepenuhnya pelaku amoral. Kalau terjadi kisruh dalam rumah tangga, lalu istri dan suami memutuskan berpisah, beban berat yang berlipat akan ditanggung pihak perempuan. Tidak urus siapa yang bersalah, bagaimana pun istri selalu menjadi pihak yang salah dan disalahkan.

Lepas dari kenyataan itu, kita memang perlu mengupayakan agar anggapan soal ini: soal anggapan masyarakat terhadap istri yang telah menyandang predikat janda, dapat diperbaharui. Tidak ada jaminan bagi kita, bahwa secara otomatis seorang janda akan lebih hina dari siapapun. Berikut salah satu upaya untuk meredam predikat miring janda adalah dengan kembali menjemput jodoh dunia-akhiratnya.

Lalu apakah salah seorang istri yang telah berpisah atau ditinggal wafat oleh suaminya kemudian menikah lagi? Sama sekali tidak. Hanya saja memang perlu langkah yang hati-hati. Bermunajatlah kepada Allah dengan misalnya shalat istikharah. Yakinkan diri untuk bisa belajar dari pengalaman yang sudah-sudah. Jangan asal pilih suami. Jangan mudah termakan rayuan. Dan ini yang paling penting, telusuri dan pastikan bahwa calon pendamping kali ini mempunyai latar belakang dan komitmen yang baik.

Ada sedikitnya 3 (tiga) komitmen yang harus dipegang-teguh menuju ikhtiar kembali menjemput jodoh: pertama, komitmen untuk saling memuliakan. Bahwa kelak setelah menikah lagi, istri dan suami berkedudukan sama, keduanya mesti saling memuliakan; kedua, komitmen untuk tidak mudah melarang-larang. Perempuan setelah menikah tetap punya hak untuk mengabdikan hidupnya untuk kepentingan karir dan sosialnya. Tidak boleh ada pelarangan berkarir dan kemudian memenjarakan istri di rumah; ketiga, komitmen untuk tidak poligami. Pastikan agar calon suami berikutnya agar mampu memenuhi komitmen setia apapun risikonya.

Perlu juga mendapatkan pendapat dari anak-anak. Bagi istri yang ketika berpisah telah mempunyai buah hati. Ajak anak-anak untuk berpikir dewasa. Kelak betapapun punya ayah tiri yang penting sosok ayah tirinya adalah sosok yang baik dan memuliakan. Sebab anak-anak biasanya akan menolak jika ibunya menikah lagi, mereka takut kalau pengalaman pahit itu terulang lagi.

Memutuskan kembali menjemput jodoh memang tidak mudah. Rasa kehilangan dan trauma memang mudah menghantui. Apalagi ditambah dengan beratnya menghadapi cemoohan dan rasa gengsi. Tetapi yakinlah bahwa kebaikan hidup kita berada dalam genggaman tangan kita asalkan kita bergantung hanya kepada-Nya.

Selebihnya teruslah memperbaiki kualitas ibadah dan akhlak diri. Jaga penampilan, ucapan dan perbuatan. Berpenampilan menarik itu sah saja tapi jangan berlebihan dan serba mencolok. Jangan ganjen, memancing-mancing banyak perhatian dan tetap jaga image. Berinteraksi sosial dengan siapa saja tanpa membedakan. Berkomunikasilah dengan santun dan berakhlakul karimah.

Akhirnya berserah dirilah hanya kepada Allah. Sampaikan semua keluh kesah kita hanya kepada-Nya. Insya Allah, kalau kita memasrahkan segala sesuatunya kepada Allah, maka Allah akan memasrahkan segala kebaikan untuk kita. Buktikan bahwa perempuan juga mampu mandiri dan hidup terhormat.

Wallaahu a'lam.
Source: Facebook

Janda: Kembali Menjemput Jodoh 4.5 5 Pasti Aswaja Saturday, May 20, 2017 Oleh: Mamang M Haerudin Entah kenapa istilah atau predikat 'janda' mempunyai konotasi miring dalam masyarakat. Seolah-olah j...


No comments:

Post a Comment

Pasti Aswaja. Powered by Blogger.
J-Theme