Thursday, June 1, 2017

Pancasila dan Islam

Pancasila dan Islam

Oleh: Robikin Emhas (Ketua PBNU)

Pasti Aswaja – Keputusan Musyawarah Nasional Alim Ulama di Sukarejo, Situbondo, 16 Rabiul Awwal 1404 H (21 Desember 1983) yang lebih lanjut dikukuhkan dalam Muktamar ke-27 Nahdlatul Ulama di Situbondo tahun 1984 tentang hubungan Pancasila dengan Islam:
  1. Pancasila sebagai dasar dan falsafah Negara Republik Indonesia bukanlah agama, tidak dapat menggantikan agama dan tidak dapat dipergunakan untuk menggantikan kedudukan agama;
  2. Sila Ketuhanan Yang Maha Esa sebagai dasar Negara Republik Indonesia menurut pasal 29 ayat (1) Undang-Undang Dasar 1945, yang menjiwai sila-sila yang lain, mencerminkan tauhid menurut pengertian keimanan dalam Islam;
  3. Bagi Nahdlatul Ulama, Islam adalah akidah dan syari’ah, meliputi aspek hubungan manusia dengan Allah dan hubungan antar manusia;
  4. Penerimaan dan pengamalan Pancasila merupakan perwujudan dari upaya umat Islam Indonesia untuk menjalankan syari’at agamanya;
  5. Sebagai konsekuensi dari sikap di atas, Nahdlatul Ulama berkewajiban mengamankan pengertian yang benar tentang Pancasila dan pengamalannya yang murni dan konsekuen oleh semua pihak.
Source: Robikin Emhas
Share:

0 comments:

Post a Comment

Home Style

Contact Form

Name

Email *

Message *

Ads

Ads

Latest News

Popular Posts