Saturday, June 10, 2017

Surat Dari Pelajar NU Untuk Ustadz Khalid Basalamah

Assalamu ’alaikum Wa rohmatullahi Wa barokatuhu, yaa Ustadz.

Yang saya Hormati Ustadz Khalid Basalamah, Sang Ustadz yang cerdas, arif nan bijak. Salam hangat saya untuk Ustadz Khalid Basalamah yang insya Allah selalu diridhoi dan dirahmati Allah SWT, serta senantiasa selalu berada dalam lindungan Allah SWT.

Mohon maaf sebesar-besarnya atas ketidak sopanan saya yang telah menuliskan surat ini kepada Ustadz Khalid. Saya hanya ingin menyampaikan suatu hal kepada Ustadz Khalid. Yakni terkait dengan Video unggahan ustadz yang selalu memojokkan amaliyah rutinan jami’ah Nahdlatul Ulama. Mohon maaf ustadz, dengan sangat rendah hati dan rendah diri, saya memohon kepada ustadz agar jangan lagi memojokkan amaliyah-amaliah jami’ah lain yang 'tak sejalan dengan njenengan.

Biarkan kami berdakwah dengan kemampuan kami, anda berdakwah dengan kemampuan anda dengan kepercayaan anda. Jangan lagi memojokan kami, kami pun juga 'tak akan memojokan anda. Jangan lagi mencela kami, kami juga 'tak akan mencela anda. Jangan lagi menyerang amaliyah kami, karena kami pun juga 'tak akan menyerang amaliyah anda. Biarkan kami dan jami’ah kami dengan amaliyah kami, sedangkan Anda dan jami’ah anda silahkan berpegang teguhlah pada amaliyah anda. Kami 'tak akan menyalahkan anda, asal anda 'tak menyalahkan kami. Semua orang di dunia ini tiada yang sempurna, jadi jangan anda tuding nantinya jami’ah kami akan masuk neraka sedangkan Jami’ah anda masuk surga. Karena, hanya Allah lah yang maha tahu di mana letak Jami’ah kita nantinya.

Kami 'tak akan mencela ulama anda asalkan anda juga 'tak mencela ulama kami. Mari kita sama-sama berpegang teguh dengan amaliyah Jami’ah kita masing-masing. "Jangan mencubit kalau tidak mau dicubit". Berdakwah, silahkan boleh saja. Namun, berdakwahlah dengan santun, dengan akhlak, dengan hati dengan cinta. 'Tak usahlah saling menebar kebencian dan provokasi yang sama sekali 'tak mendidik dan 'tak ada gunanya. Sekali lagi, jangan mengusik kami, kami pun 'tak akan lagi mengusik anda.

Maaf ustadz, saya tidak akan menggunakan ayat Al-Qur’an maupun dalil, karena saya baru duduk di kelas 1 SMA, saya pun masih sangat awam dan masih begitu labil. Saya hanya tidak ingin ada apa-apa dengan bangsa Indonesia. Saya tidak ingin bangsa Indonesia porak-poranda seperti negara lain. Jadi, dengan sangat rendah hati dan rendah diri, saya mohon kepada ustadz Khalid Basalamah yang saya hormati dan sangat saya cintai. Marilah kita sama-sama menebarkan, mendakwahkan Islam dengan cara yang halus dan santun, dengan penuh cinta dan kasih sayang. Karena setahu saya Islam mengajarkan kita untuk saling mencintai dan memaafkan. Jadi, untuk apa kita terus bermusuhan bukankah damai itu indah?

Sekali lagi, dengan sangat rendah hati dan rendah diri, saya memohon kepada Ustad Khalid Basalamah dan juga ustadz-ustadz lainnya yang 'tak bisa saya sebutkan satu persatu. Marilah kita bersama-sama menebarkan kesejukan agama Islam. Menyebarkan agama Islam yang penuh cinta, kasih sayang serta penuh toleran. 'Tak usah ada lagi permusuhan di antara kita. 'Tak usah ada lagi pertentangan diam antara kita. 'Tak usah ada lagi caci dan maki, apalagi fitnah di antara kita. Mari sama-sama kita hidup rukun, berdampingan dan selalu gotong-royong dalam mendakwahkan Islam yang santun ini. Biarlah kami, dengan ulama kami, dengan Jami’ah kami. Silahkan anda, dengan ulama anda dan juga Jami’ah anda. 'Tak usah lagi saling cela. Mari kita bulatkan tekad untuk dapat menyatu dan berkumpul kembali di Surga nantinya. Wa insya Allah.

Sekian yang dapat saya sampaikan. Dengan penuh hormat, rendah hati dan rendah diri, saya mohon maaf sebesar-besarnya kepada Ustadz Khalid atas segala kekhilafan saya dalam menuliskan kata-kata. Mohon maaf apabila ada kata yang sekiranya telah menyinggung hati dan perasaan Ustadz.

Sekian dari saya, semoga Ustadz selalu diberikan rizki yang barokah dan lancar, dipanjangkan umurnya yang bermanfaat, semoga ustadz sehat selalu di sana. Salam hangat saya, dari Borobudur untuk ustadz beserta ulama dan juga Jami’ah ustadz di sana.

Wassalamu ’alaikum Wa rohmatullahi Wa barokatuhu.

Borobudur, 08 Juni 2017.
Vinanda Febriani
Share:

0 comments:

Post a Comment

Home Style

Contact Form

Name

Email *

Message *

Ads

Ads

Latest News

Popular Posts