• This is default featured slide 1 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 2 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 3 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 4 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 5 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Friday, July 28, 2017

Hormati Kiai-Kiai Muda Madura, PP. GP Ansor Gelar PKL Lora se-Madura

Sampang – Pasti Aswaja – Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor (PP. GP Ansor) akan menggelar Pelatihan Kepemimpinan Lanjutan (PKL) khusus untuk para kiai muda (bahasa Madura: Lora) se-Madura Jumat 28 Juli 2017 besok di PP. Karang Durin, Karangpenang, Sampang.

"Lora ini sebetulnya suatu penghargaan dari Ketum (Ketua Umum. Red.) terhadap kiai muda. Selama ini kan yang ada di NU itu seakan-akan cuma 'gus'. 'Lora' ini tidak pernah muncul," tutur Penanggung Jawab Kegiatan, H. Ahmad Ghufron Siroj, Kamis (27/07/2017) malam, sesaat setelah mempersiapkan kebutuhan acara bersama panitia lainnya.

Kegiatan tersebut, menurut pemuda yang akrab disapa Gopong ini, diharapkan bisa menjadi sarana silaturrahim lora-lora se-Madura dalam melawan radikalisme dan terorisme di Indonesia, khususnya di Pulau Garam. Untuk itu, pengurus PP. GP Ansor akan mendatangkan kiai-kiai muda (gus. Bahasa Jawa) dari Jawa Timur, Jawa Tengah dan Jawa Barat.

"Nanti pematerinya ada Gus Ghafur Zubair (Sarang), Gus Lutfi Tomafi (Lasem), Gus Aunallah A'la (Pati), Gus Abid (Ploso) dan gus-gus lainnya," lanjutnya.

Gopong, yang juga menjabat sebagai pengurus PP. GP Ansor ini, yakin kegiatan yang digagas oleh Ketum GP Ansor ini akan mengulang sejarah kebangkitan NU yang dimulai dari KH. Cholil Abdul Latif Bangkalan ke KH. Muhammad Hasyim Asy'ari di Jombang.

"Karena ini Ansor, maka agak geser sedikit di Sampang ke Rembang, Gus Yaqut," Gopong memungkasi.

Untuk diketahui, kegiatan yang dimulai jam 14:00 WIB. ini akan dihadiri oleh Ketum PP. GP Ansor, KH. Yaqut Cholil Qoumas atau yang akrab dipanggail Gus Yaqut dan rencananya akan dibuka secara resmi oleh Wakil Rais 'Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH. Miftahul Akhyar. (ahn/bor)
Share:

Saturday, July 22, 2017

Para Pahlawan Nasional dan Dana Rp. 1.5 Triliun

Oleh: Sulthan Fatoni*

Setelah PERPPU tentang keormasan disahkan dan Pemerintah membubarkan HTI, Saya dibanjiri bully tentang PBNU yang menerima dana Rp. 1,5 Triliun. Apalagi bully terhadap PBNU itu juga datang dari Emha Ainun Nadjib yang populer dipanggil "Nun".

Negara telah menghormati perjuangan kiai-santri hingga mewujudkannya dalam simbol Pahlawan Nasional:
  1. Pangeran Diponegoro
  2. KH Hasyim Asyari Jombang
  3. KH Abdul Wahab Chasbullah Jombang
  4. KH Zainul Arifin Tapanuli Selatan
  5. KH Zainal Mustofa Tasikmalaya
  6. KH Asad Syamsul Arifin Situbondo
  7. KH Wahid Hasyim Jombang
  8. KH. Idham Cholid Banjarmasin
8 Pahlawan dari para kiai di atas telah menghadiahkan negara dalam bentuk sekarang ini. Bahkan mereka juga berjuang mempertahankan dan mengisi kemerdekaan. 8 kiai di atas hanya simbol kehadiran kiai dalam perjuangan, di luar itu terdapat ribuan kiai terlibat dalam perjuangan. Kiai saya, Abdul Djalil, Sa'doellah Nawawi, Hasani Nawawi, dari Sidogiri, pun ikut berjuang dan berkorban.

Kiai-kiai generasi berikutnya menghormati kiai kiai sebelumnya. Saat Muktamar NU di Situbondo, Pahlawan Nasional KH Asad Syamsul Arifin jadi tuan rumah penegasan bahwa Pancasila dan Islam itu tidak perlu dipertentangkan. Indonesia saat ini adalah final.

Saat Muktamar Nahdlatul Ulama 1999 di Lirboyo para kiai menentang gerakan trans nasional yg mulai berani muncul dengan aksinya yang tidak mensahkan ibadah muslim Indonesia (saat itu sudah mulai banyak muncul orang yang secara demonstratif menunjukkan bahwa ibadah muslim Indonesia harus ikut negara di Arab sana).

Para kiai kembali itba' kepada kiai kiai pejuang saat Munas Alim Ulama NU 2015 yang tidak setuju terhadap gerakan kelompok atau perorangan di Indonesia yang mengusung khilafah (HTI). "Itu mau merobohkan Indonesia negeri kita." Kata para kiai.

Suara suara para kiai di sepanjang tahun itu sebagai salah satu bentuk penghormatan dan penghargaan kepada para kiai dan santri yang telah berjuang dengan jiwa harta merebut mempertahankan dan mengisi kemerdekaan.

Lalu, sudah kewajiban NU untuk mendukung Pemerintah yang membubarkan kelompok manapun--termasuk HTI--yang nyata mau merobohkan Indonesia, negeri warisan para kiai. Bagi NU, menjaga NKRI itu panggilan jiwa. Tak peduli dibully, dipojokkan, dicacimaki, dihina karena sesungguhnya dari masa ke masa pengurus NU itu tak sepi dari hinaan dan cercaan, ancaman fisik dan usaha pembunuhan. Ya, sampai kini.

Uang Rp. 1, 5 Triliun saat ini jadi mars membully NU. Penciptanya para aktivis perusak negeri, penyanyinya para pembenci NU dan pengurus NU, baik mereka yang genetiknya memang benci NU maupun orang orang yang ngaku Nahdliyin namun tidak paham NU.

Selalu sejarahlah yang membuktikan ijtihad para kiai NU. Sejarahlah yang membuktikan bahwa para pencaci dan pengancam NU selalu mengalami kenistaan.
*Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama
Share:

Sunday, July 16, 2017

Bencana Nusantara

Wafatnya Ulama Bencana Bagi Alam Semesta

Cahaya akan menghilangkan kegelapan, dan ketika cahaya telah padam maka kondisinya akan kembali gelap. Ulama ibarat cahaya yang menerangi gelapnya kebodohan. Dan ketika ulama diwafatkan oleh Allah satu persatu, itu menunjukkan bahwa terangnya cahaya akan meredup. Dan seiring berjalannya waktu, cahaya akan benar-benar redup, hingga kehidupan akan menjadi gelap dari ilmu.

Dalam kitab Tanqih al-Qaul, al-Imam al-Hafidz Jalaluddin bin Abdurrahman bin Abubakar as-Suyuthi menuliskan dalam kitabnya sebuah hadits bahwa Rasulullah Saw. bersabda:

وقال عليه الصلاة والسلام: {مَنْ لَمْ يَحْزَنْ لِمَوْتِ العَالِمِ، فَهُوَ مُنَافِقٌ مُنَافِقٌ مُنَافِقٌ} قالها ثلاث مرات

“Barangsiapa yang tidak sedih dengan kematian ulama maka dia adalah munafik.”

Menangislah! Karena meninggalnya seorang ulama adalah sebuah perkara yang besar di sisi Allah. Sebuah perkara yang akan mendatangkan konsekuensi bagi kita yang ditinggalkan jika kita ternyata bukan orang-orang yang senantisa mendengar petuah mereka. Menangislah, jika kita ternyata selama ini belum ada rasa cinta di hati kita kepada para ulama.

عن ابن عباس ، في قوله تعالى : أَوَلَمْ يَرَوْا أَنَّا نَأْتِي الأَرْضَ نَنْقُصُهَا مِنْ أَطْرَافِهَا سورة الرعد آية 41 قال : موت علمائها . وللبيهقي من حديث معروف بن خربوذ ، عن أبي جعفر ، أنه قال : موت عالم أحب إلى إبليس من موت سبعين عابدا .

Ibnu Abbas Ra. berkata tentang firman Allah: “Dan apakah mereka tidak melihat bahwa sesungguhnya Kami mendatangi daerah-daerah, lalu Kami kurangi daerah-daerah itu (sedikit demi sedikit) dari tepi-tepinya?” (QS. ar-Ra’d ayat 41). Beliau mengatakan tentang (مِنْ أَطْرَافِهَا = dari tepi-tepinya) adalah wafatnya para ulama.”

Dan menurut Imam Baihaqi dari hadits Ma’ruf bin Kharbudz dari Abu Ja’far Ra. berkata: “Kematian ulama lebih dicintai Iblis dari pada kematian 70 orang ahli Ibadah.”

Al-Quran secara implisit mengisyaratkan wafatnya ulama sebagai sebuah penyebab kehancuran dunia, yaitu firman Allah Swt. yang berbunyi:

أَوَلَمْ يَرَوْا أَنَّا نَأْتِي الأرْضَ نَنْقُصُهَا مِنْ أَطْرَافِهَا وَاللَّهُ يَحْكُمُ لا مُعَقِّبَ لِحُكْمِهِ وَهُوَ سَرِيعُ الْحِسَابِ

“Dan apakah mereka tidak melihat bahwa sesungguhnya Kami mendatangi daerah-daerah, lalu Kami kurangi daerah-daerah itu (sedikit demi sedikit) dari tepi-tepinya?” (QS. ar-Ra’d ayat 41).

Menurut beberapa ahli tafsir seperti Ibnu Abbas dan Mujahid, ayat ini berkaitan dengan kehancuran bumi (kharab ad-dunya). Sedangkan kehancuran bumi dalam ayat ini adalah dengan meninggalnya para ulama. (Tafsir Ibnu Katsir juz 4 halaman 472).

Rasulullah Saw. yang menegaskan ulama sebagai penerusnya, juga menegaskan wafatnya para ulama sebagai musibah. Rasulullah Saw. bersabda:

مَوْتُ الْعَالِمِ مُصِيبَةٌ لا تُجْبَرُ ، وَثُلْمَةٌ لا تُسَدُّ , وَنَجْمٌ طُمِسَ ، مَوْتُ قَبِيلَةٍ أَيْسَرُ مِنْ مَوْتِ عَالِمٍ

“Meninggalnya ulama adalah musibah yang tak tergantikan, dan sebuah kebocoran yang tak bisa ditambal. Wafatnya ulama laksana bintang yang padam. Meninggalnya satu suku lebih mudah bagi saya daripada meninggalnya satu orang ulama.” (HR. ath-Thabarani dalam Mu’jam al-Kabir dan al-Baihaqi dalam Syu’ab al-Iman dari Abu Darda).

Do'a kami semoga Kyaiku, Rais Syuriah PCNU Pamekasan, KH. Abduk Mannan Fadhali (Pengasuh Pon-Pes Miftahul Qulub) husnul khatimah, amal ibadahnya, perjuangan serta pangabdiannya menjadi penebus dosanya sehingga menjadi tiket menuju surgaNya. Amin.

Semoga Para Ulama' seNUsantara selalu diberkahi kesehatan oleh Allah SWT, bisa melanjutkan perjuangannya agar kami selalu menerima pancaran hidayah ilmunya. Amin ya Rabb.

Wallahul Muwaffiq Ilaa Aqwamit Thariq.

Musholla al-Harokah, 15 Juli 2017
Akh. Faqih, S.Ag. M.Pd. (Mabincab PC. PMII Pamejasan
Share:

Saturday, July 15, 2017

Warga Madura Pagi Ini Kehilangan Dua Sosok Ulama NU

Pamekasan – Pasti Aswaja – Masyarakat Madura, khususnya warga Nahdliyin Sumenep dan Pamekasan pagi ini diselimuti duka. Dua pimpinan tertinggi di lingkungan Pengurus Cabang Nahdlatu Ulama (PCNU) Sumenep dan PCNU Pamekasan kembali ke Rahmatullah, Sabtu (15/07/2017).

Kedua ulama kharismatik tersebut adalah KH. Ahmad Basyir Abdullah Sajjad (Rais Syuriah PCNU Sumenep) dan KH. Abdul Mannan Fadhali (Rais Syuriah PCNU Pamekasan).

Kiai Ahmad Basyir yang juga pengasuh PP. An-Nuqoyah, Late, Guluk-Guluk, Sumenep menghadap kepada Sang Khaliq sekitar jam 05:00 WIB. di salah satu rumah sakit di Surabaya.

“Saat ini posisi janazah sudah melewati Suramadu,” ujar KH Muhammad Mushthafa salaj satu anggota keluarga besar Annuqayah, seperti dilansir portal online mediajatim.com.

Selang beberapa menit kemudian, Rais Syuriah PCNU Pamekasan yang juga sebagai pengasuh PP. Miftahul Qulub, Polagan, Galis, Pamekasan kembali ke rahmatullah di RSUD Dr. H. Slamet Martodirdjo.

“Jenazah beliau akan dikebumikan ba'da dzuhur sekitar jam 02:00 siang,” tutur Ketua Tanfidziah PCNU Pamekasan, KH. Taufik Hasyim, kepada Pasti Aswaja. (ahn/uki)
Share:

Thursday, July 13, 2017

Nikmat Tuhan Yang Engkau Dustakan

Tulisan singkat ini sebenarnya bermula dari keresahan saya setelah membaca sebuah berita di detik.com. Melalui rubrik DetikHealth, detik memposting sebuah hasil penelitian Sekelompok peneliti dari Stanford University, Amerika Serikat tentang "Negara Paling Malas Jalan Kaki". Hasilnya cukup mencengangkan, terlebih bagi kalangan aktivis kesehatan, karena Indonesia menempati urutan pertama.

Melalui tulisan -opini- singkat ini, saya hanya sekedar ingin mengungkapkan suatu hal yang selama ini "menghantui" kehidupan seluruh warga Indonesia, yaitu adu domba. Melalui cara seperti ini -bagi yang tidak menyadari- akan dengan mudahnya terprofokasi, sehingga bukan tidak mungkin Indonesia akan terpecah belah.

Lho?! Apa hubungannya adu domba dengan kesehatan? Sederhana saja, yaitu kita -warga Indonesia- terlalu "sok penting" di hadapan tuhan, sehingga hal kecil seperti jalan kaki diabaikan begiti saja, justru tidak ada bosan-bosannya memperhatikan, bahkan menghina dan menghakimi pola kehidupan orang lain. Ini nikmat yang didustakan, bukan?!

Indonesia saat ini didominasi oleh generasi X, yaitu keturunan yang menurut Gus Rosyid Murtadlo bertrasmigrasi dari generasi klasik menuju generasi modern melalui pesatnya perkembangam teknologi. Sehingga, tidak sedikit ditemukan penyalahgunaan teknologi yang justru membantu mereka yang mengingknkan Indonesia terpecah belah. Lagi-lagi kita -warga Indonesia- mendustakan nikmat Tuhan.

Selanjutnya, Indonesia -sudah menjadi rahasia umum- merupakan megara yang kaya akan keanekaragaman hayati. Namun demikian, Sumber Daya Alam (SDA) yang melimpah tidak didukung dengan Sumber Daya Manusia (SDM) yang mumpuni. Yang terjadi saat ini, warga Indonesia sendiri justru menyalahkan pihak tertentu, terlebih pemerintah yang saat ini berupaya membenahi Indonesia, agar lebih progres. Mereka yang rajin menyalahkan seolah paling besar kontribusinya untuk Indonesia. Namun nyatanya, mereka hanya membuat semangat pengabdian untun negeri ini semakin menurun. Semakin gila saja kita -warga Indonesia- dalam mendustakan nikmat Tuhan.

Semoga tulisan singkat ini bisa diterima dengan sangat baik oleh pembaca yang budiman. Silahkan, jika mau share, posting atau lainnya, asal jangan sampai diklaim, karena tindakan semacam ini semakin menambahkan dusta terhadap nikmat Tuhan.
Oleh: Muhammad Abror (Sekretaris III PC. PMII Pamekasan)
Share:

Wednesday, July 12, 2017

Menkopolhukam Umumkan Perppu Ormas Anti Pancasila

Jakarta – Pasti Aswaja – Pemerintah Republik Indonesia melalui Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam), Wiranto, terbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu) Nomor 2 Tahun 2017 tertanggal 10 Juli 2017 untuk mengatur organisasi kemasyarakatan (Ormas) di Indonesia, Rabu (12/07/2017).

Penerbitan Perppu ini menggantikan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2013. Melalui perubahan ini, mantinya pemerintah mempunyai kewenangan untuk memastikan setiap ormas yang tidak melaksanakan kegiatan sesuai dengan asas Pancasila.

"Undang-undang Nomor 17 Tahun 2013 telah tidak lagi memadai sebagai sarana untuk mencegah meluasnya ideologi yang bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945, baik dari segi aspek substantif terkait dengan norma, larangan, dan sanksi serta prosedur hukum yang ada.” jelasnya, seperti dikutip dari laman resmi Divisi Humas POLRI.

Beberapa point yang disampaikan Menkopolhukam dasar pemerintah melakukan perubahan:
  1. UU Nomor 17 Tahun 2013 tidak mewadahi asas hukum administrasi 'contrario actus’. Hal itu diartikan sebagai hukum yang mengatur bahwa lembaga yang mengeluarkan izin atau memberikan pengesahan adalah lembaga yang seharusnya memiliki wewenang pula untuk mencabut dan membatalkan.
  2. Ketentuan juga diubah karena UU Nomor 17 Tahun 2013 dinilai tidak mengatur secara luas terkait ideologi yang tidak diperkenankan dalam pembentukan suatu ormas di Indonesia
  3. Pemerintah ingin memperluas jenis ideologi yang tegas dilarang untuk menjadi dasar pembentukan suatu ORMAS. Pengertian tentang ajaran dan tindakan yang bertentangam dengan Pancasila dirumuskan secara sempit, yaitu hanya terbatas pada ajaran Atheisme, Marxisme dan Leninisme. Padahal sejarah Indonesia membuktikan, bahwa ajaran-ajaran lain juga bisa menggantikan dan bertentangan dengan Pancasila. (bor/ahn)
Photo source: Divisi Humas Polri
Share:

Thursday, July 6, 2017

Wahabi Sekte Berbahaya

Oleh: Abd. Syakur*

Wahabi didirikan oleh Muhammad bin Abdul Wahab, seorang ulama yang diragukan kredibilitasnya oleh Syaikh Muhammad Ramadhan Al-Bouthi.

Sebenarnya saya salut dengan jaringan Wahabi ini, sebab operasi dakwahnya bagus dengan dana yang melimpah. Tetapi sayang sekali sekte ini sering kali memfatwakan hukum-hukum yang intoleransi dan terkesan semau dewe.

Maksud intoleransi di sini adalah keengganan sekte ini menerima pendapat dari kelompok lain yang berseberangan dengan mereka, padahal perbedaan-perbedaan itu masih dalam ranah khilafiyah atau ranah dimana suatu perbedaan diperbolehkan.

Terlebih lagi Wahabi ini merasa benar sendiri sehingga kelompok yang lain dianggap keluar dari jalur agama. Banyak juga di antara mereka yang berijtihad tentang hukum dengan pengetahuan yang minim. Boro-boro masuk dalam ranah mujtahid, ranah mufassir saja masih jauh. Padahal syarat dan kapasitas seorang mujtahid itu benar-benar 'tak bisa terjangkau oleh manusia jaman ini, dikarenakan tingginya syarat pengetahuan minimum dari seorang mujtahid yang benar-benar di luar jangkauan.

Tuduhan-tuduhan Wahabi terhadap kelompok lain –yang mereka anggap keluar dari jalur agama– inilah yang menandakan mereka tidak bisa hidup berdampingan dengan orang lain baik dalam perbedaan serta masyarakat yang plural.

Mereka tidak bisa berdiskusi dengan orang lain walau sekedar mencari titik temu. Tentu anda setuju jika saya berkata demikian, bagaimana tidak jika orang yang kita ajak bertukar pendapat merasa dirinyalah yang paling benar dan orang lain tanpa kebenaran sama sekali.

Jargon mereka adalah "Kembali ke Al-Qur'an dan Hadits", "Kajian sunnah", "Kembali ke tauhid" dan lain lain. Padahal Sumber hukum itu empat, yaitu Al-Qur'an, Hadist, Ijma' dan Qiyas.

Ustadz-ustadz mereka pun rada-rada beda dengan yang lain, nama-namanya identik dengan awalan "Abu" dan akhiran "Al-bla bla bla".

Pelebelan-pelebelan kepada kelompok lainpun identik bervariasi, misalkan "Ahlu Bid'ah", "Syi'ah", "Liberal", "Kuburiyyun", "Thoghut", "Kafir", "Sesat" dan lain-lain.

Bagi banyak golongan yang bertentangan dengan Wahabi, mereka cenderung akan men-defence kelompok mereka yang lebih menghargai perbedaan pendapat, selama tidak keluar dari koridor agama dan kemanusiaan. Di mana amanah Islam itu adalah amanah keberagamaan dan kemanusiaan.

Kelompok yang meniadakan suatu perbedaan di suatu komunitas masyarakat adalah kelompok berbahaya, karena itulah mereka pantas diberi lebel "radikal". Saya tidak mengatakan "Islam Radikal", sebab Islam yang benar itu adalah Islam yang ramah dan Islam yang toleran. Hanya saja mereka selalu merasa mengakomodir Islam, sehingga keluarlah istilah "Islam radikal".

Jika anda tahu Wahabi ini adalah salah satu sekte terkecil dalam sekte-sekte Islam, tetapi pergerakannya sungguh mengagumkan, selain dananya yang besar. Itulah sebabnya saya katakan "Wahabi adalah sekte berbahaya".

Tidak usah jauh-jauh, ISIS - Al-Qaeda adalah kelompok yang ajarannya sama dengan mereka. Para pengebom-pengebom baik yang bunuh diri ataupun yang tidak adalah kelompok-kelompok mereka. Penebar-penebar teror adalah kelompok-kelompok mereka.
Sekarang di Philipina mereka sudah menguasai beberapa daerah, di Indonesia sendiri mereka sudah merencanakan sesuatu untuk meneror dengan nama agama. Maka tidak berlebihan jika saya mengatakan mereka adalah "sekte berbahaya".

Mari tugas kita membawa orang-orang yang belum sadar kepada jalan yang benar, bukan malah membunuh mereka yang belum benar, hal yang seperti itu malah membuat kita sama dengan syaithan. Kenapa? Bukankah tugas syaithan memasukkan manusia sebanyak-banyaknya ke neraka?! Bukankah mereka yang bertuhankan iblis yang membawa teror dan kerusakan di bumi?!
*Mahasiswa semester akhir STAI Miftahul Ulum Pamekasan asal Kumai, Kalimantan Tengah.
Share:

Home Style

Contact Form

Name

Email *

Message *

Ads

Ads

Latest News

Popular Posts