Thursday, November 9, 2017

Tolak Radikalisme, Masyarakat Pamekasan Deklarasikan KPS

Pamekasan – Pasti Aswaja – Ratusan masyarakat dari berbagai kalangan melakukan longmarch sambil membawa obor dari Pendopo Ronggosukowati, Jl. Kabupaten menuju Monumen Arek Lancor Pamekasan, Kamis (09/11/2017) malam.

Di monumen yang menjadi simbol perlawanan terhadap penjajah itu mereka menggelar istighatsah untuk para pahlawan dan mendoakan keselamatan bangsa. Hal itu digelar dalam rangka merefleksi Hari Pahlawan tepat tanggal 10 November besok.

Tidak hanya itu, di sana mereka juga mendeklarasikan berdirinya komunitas yang dinamakan Kompolan Pojok Surau (KPS).

Kompolan (bahasa Indonesia: Perkumpulan) itu menurut RPA. Wazirul Jihad, Koordinator KPS, lahir dari hasil pembacaan masyarakat Pamekasan terhadap kondisi Indonesia saat ini.

Mantan aktivis PMII Surabaya yang akrab disapa Ra Wazir itu melanjutkan, tujuan utama lahirnya KPS adalah untuk menangkal radikalisme dengan langkah menyebarkan ajaran Islam yang damai.

"Kita juga ingin mengembalikan citra yang sudah dilekatkan kepada Islam bahwa Islam itu radikal," imbuhnya.

Berbagai elemen masyarakat di Kota Gerbangsalam itu banyak yang bergabung dengan perkumpulan ini mulai dari guru, aktivis, wartawan, akademisi, pelajar, santri, tokoh masyarakat dan lainnya.

"Bahkan ada Doktor yang bergabung dengan kami, dan Insya Allah akan ada juga profesor yang mau bergabung dengan kami," pungkasnya. (ahn/uki)
Share:

0 comments:

Post a Comment

Home Style

Contact Form

Name

Email *

Message *

Ads

Ads

Latest News

Popular Posts