• This is default featured slide 1 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 2 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 3 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 4 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 5 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Saturday, December 30, 2017

Tahun Baru, PCNU Pamekasan Ajak Masyarakat Introspeksi Diri

Pamekasan – Pasti Aswaja – Pergantian tahun merupakan momentum yang seharusnya dimanfaatka untuk muhasabah atau introspeksi diri. Pernyataan ini disampaikan oleh KH. Taufik Hasyim, Ketua PCNU Pamekasan, kepada Pasti Aswaja melalui layanan pesan WahatsApp, Sabtu (30/12/17) pagi.

"Tahun baru adalah momen muhasabah atau interospeksi diri tentang apakah selama ini kita sudah sungguh-sungguh melaksanakan perintah Allah atau tidak? Apakah selama ini kita sudah membahagiakan Rasulullah atau justru sebaliknya," ungkapnya.

Pergantian tahun, lanjut kiai muda yang akrab disapa Ra Taufik ini, berarti umur seseorang semakin bertambah, "itu artinya semakin dekat dengan ajal," imbuh Ra Taufik.

Oleh karena itu, alumni Ma'had Riyadlul Jannah, Rosefah, Makkah, Arab Saudi, ini mengajak umat Islam untuk memanfaatkan masuknya tahun baru untuk beribadah ibadah.

"Isi malam tahun baru ini dengan banyak berdzikir dan tafakur serta istighatsah. Jangan kita isi dengan hura-hura, pesta dan perbuatan yang dilarang oleh syari'at Islam," lanjutnya.

Ra Taufik juga mengajak seluruh orang tua, untuk lebih meningkatkan pengawasan terhadap anak-anaknya.

"Jangan sampai anak-anak kita melakukan hal-hal yang merusak dan melanggar norma-norma, baik norma agama maupun norma sosial," pungkas alumni PMII Kediri, Jawa Timur ini. (bor/ahn)
Share:

Tuesday, December 26, 2017

KH. Nur Chatim Zaini: Kiai Logis dan Profesional

Oleh: KH. M. Musleh Adnan*

Beliau adalah KH. Nur Chatim Zaini, sebuah nama indah yang punya arti cahaya penutup putera zaini. Nama ini sangat pas sekali seakan abah beliau (KH. Zaini Mun'im) mengisyaratkan bahwa puteranya ini akan menjadi putera bungsu (penutup).

Photo source: Times
Indonesia
Beliau dalam mendidik santri lebih mengedepankan hal-hal yang rasional malah hampir tak tertarik kepada sesuatu yang bersifat metafisis, seperti petuah hikmah beliau yang tertulis di capture tersebut "Walaupun putera kiai kalau tidak belajar ya tidak tahu". Kalimat singkat tapi sangat mencambuk para pencari ilmu untuk giat belajar tanpa memandang status sosial karena ilmu itu sangat sulit untuk meraihnya:
الْعِلْمُ شَيْءٌ لا يُعْطِيكَ بَعْضَهُ حَتَّى تُعْطِيَهُ كُلَّكَ
"Ilmu itu adalah sesuatu yang tidak akan memberi separuh dirinya kepadamu bila dirimu tidak memberikan semua hidupmu untuk mencari ilmu." (Qadhi al-Qudhat Abu Yusuf).

Apa yang disampaikan oleh beliau (KH. Nur Chatim Zaini) sangat benar dan masuk akal, karena ada sebagian putera tokoh agama ketika mencari ilmu lebih meyakini faktor hereditas (pewarisan watak dari induk ke keturunannya baik secara biologis melalui gen [DNA] atau secara sosial melalui pewarisan gelar, atau status sosial.) Sehingga berakibat malas belajar.

Salah satu bukti juga bahwa hampir semua kebijakan beliau harus masuk akal, ketika beliau menjabat sebagai Dekan Fakultas Tarbiyah di Institut Agama Islam Nurul Jadid (sekarang sudah berubah status menjadi Universitas Nurul Jadid) seringkali masuk kelas menanyakan kepada mahasiswa-mahasiswi "Siapa saja dosen yang rajin mengajar dan siapa saja dosen yang jarang masuk ?" Dan "kira-kira dosen yang perlu ditegur karena cara mengajarnya kurang bagus?"

Beliau di hadapan mahasiswa menjelaskan bahwa sekolah atau kampus itu bisa maju bila pengajar dan peserta didiknya rajin juga profesional bukan hanya mengandalkan doa saja, tapi usaha dan doa harus berjalan berdampingan.

Selain menjadi Dekan, beliau juga Dosen yang memegang mata kuliah Tafsir (dengan kitab Tafsir Maraghi) yang sangat rajin masuk kelas, dari saking hati-hatinya (jika khawatir ada udzur hingga tidak bisa mengajar) beliau mengangkat asisten (penulis sendiri yang dipercaya menjadi asisten). Begitu besarnya tanggung jawab beliau.

KH Nur Chotim Zaini dikenal sebagai sosok yang menjunjung tinggi profesionalisme. “Pada suatu saat al-marhum pernah marah kepada pengurus Nurja Muamalah karena memberikan pinjaman kepada nasabah tidak sesuai prosedur. Al-marhum berkata, 'Meskipun yang meminjam adalah orang dalam pesantren, prosedur tetap harus dijalankan',” kata KH Najiburrahman.

Dari kegigihan, kedisiplinan dan taat aturan akhirnya beliau sempat menjabat posisi strategis di lingkungan Kantor Kementerian Agama yaitu menjadi Kepala Kantor Departemen Agama Probolinggo (sekarang berubah Kantor Kementerian Agama Probolinggo), namun jabatan beliau tidak selesai karena beliau diberi ujian sakit stroke pada tahun 2003.

Ketika kami mendengar kabar sakitnya beliau, merasa prihatin dan menangis. Namun, apa daya karena takdir Allah sudah menentukan demikian, tapi kami yakin ketika Allah memberi ujian penyakit pasti ada anugerah dibalik ujian tersebut:
مَا يُصِيبُ الْمُؤْمِنَ مِنْ شَوْكَةٍ فَمَا فَوْقَهَا إِلَّا رَفَعَهُ اللَّهُ بِهَا دَرَجَةً، أَوْ حَطَّ عَنْهُ بِهَا خَطِيئَةً. رواه البخاري (5641)، ومسلم (2573)
"Orang mukmin Tidak tertusuk duri atau lebih dari itu kecuali Allah akan mengangkat satu derajat dan menghapus satu kesalahan." (HR. Bukhari Muslim).

Rupanya Allah lebih menyanyangi beliau dan pada usia kurang dari 60 tahun menghadap ke Hadlratillah.

Semoga husnul khotimah dan mendapat tempat di surga firdaus. Aamiin.
*Lembaga Dakwah PCNU Pamekasan
Share:

Madura Sebagai Pulau NU

Oleh: Taufiqurrahman Khafi*

Gerakan dan organisasi radikal di pulau Madura sudah sangat kasat mata. Mereka terang-terangan melakukan provokasi dan gerakan yang menjurus kepada kekerasan fisik dan psikologis. Mereka tidak segan-segan menghujat, mengkafirkan, menyesatkan, bahkan menyamakan status kiai dan ulama seperti binatang. Kekejian ini terus disebarkan melalui berbagai varian sosial media. Ada juga publikasi melalui baleho-baleo berukuran raksasa dipasang di beberapa tempat. Ada pula ceramah-ceramah yang direkam secara audio visual dan disebarkan melalui jaringan internet. 

Gerakan radikalisme lainnya, seperti aksi demonstrasi menolak ideologi Pancasila, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Undang-undang Dasar Republik Indonesia 1945. Gerakan ini terus menghujat pemerintah sebagai toghut, Pancasila dan demokrasi produk kafir dan haram. Mereka menawarkan sistem pemerintahan baru bernama Khilafah yang transnasional di bawah satu orang pemimpin Islam. Iming-iming gerakan ini, yang mati karena membela dan berjihad demi Khilafah akan masuk surga dan dikumpulkan bersama dengan para bidadari surga. 

Dua macam gerakan ini, bersatu padu dalam satu tiang bendera. Dikibar-kibarkan dalam aksi demontrasi yang berjilid-jilid. 

Bagi kita orang Madura, harus melakukan perlawanan atas gerakan ini. Status mereka sudah "Lawan" bukan "Kawan" lagi. Mereka ingin melakukan upaya pembaharuan agama, sosial, politik dengan cara-cara instan, drastis dan ekstrem. Pondasi yang sudah kokoh dibangun oleh para ulama dan pendiri bangsa, akan dibongkar dan dimusnahkan. Siapa yang akan melawan mereka? Hanya Nahdlatul Ulama, bukan yang lainnya yang sudah terkontaminasi ideologi yang memiliki kemiripan dan kesamaan baik pola fikir ataupun pola gerakannya. 

Mengapa harus NU yang melawannya? Perlawanan terhadap gerakan radikalisme itu sudah digariskan oleh Syaikhona Cholil Bangkalan ketika menjelang berdirinya NU. Syaikhona Cholil memberikan sinyal kepada santrinya, KH Hasyim As'ari, melalui KH As'ad Syamsul Arifin untuk mendirikan organisasi Nahdlatul Ulama. 

KH As'ad Syamsul Arifin diutus oleh KH Cholil Bangkalan pada tahun 1925 untuk datang ke KH Hasyim Asyari di Tebuireng Jombang, dengan mengantarkan sebuat tongkat, diiringi pembacaan surat Thoha ayat 17-23 yang berisi tentang cerita Nabi Musa AS. berikut tongkat "sakti" dan keajaiban mukjizat lainnya. 

Setahun kemudian, KH As'ad Syamsul Arifin diberi tugas lagi oleh Syaikhona Cholil untuk mengantarkan tasbih kepada KH Hasyim Asyari yang dikalungkan di leher Kiai As'ad, disertai pesan agar Kiai Hasyim Asyari mengamalkan bacaan Ya Jabbar ya Qohhar setiap waktu. Pesan itu ditangkap oleh KH Hasyim Asyari sebagai restu dari gurunya untuk segera mendirikan organisasi NU pada 16 Rajab 1344 H / 31 Januari 1926. 

Sebelum kejadian ini, Kiai Hasyim Asyari bersama dengan KH Abdul Wahab Hasbullah, tengah kencang melakukan gerakan anti radikalisme dan puritanisme yang dibawa oleh tokoh-tokoh reformis Islam di abad XIX. Segala bentuk amalan warga NU dinilai salah dan tidak berdasarkan ajaran Islam yang orisinal. Di tahun ini, wahabisme sedang ekspansi besar-besaran pasca runtuhnya dinasti Turki Utsmani. Oleh sebab itu, adat istiadat, amalan-amalan kaum Ahlussunnah wal Jamaah, dinilai melenceng dan tidak sama dengan ajaran Islam secara "lebih benar" seperti yang dilakukan di Tanah Hijaz, Makkah yang sudah dikuasai oleh rezim Wahabi, Raja Su'ud. 

Beberapa organisasi yang berbeda haluan dan keras menentang NU seperti Muhammadiyah (1912) Al-Irsyad (1915) Persis (1923).

Jadi, jelas bagi orang Madura jika harus berhadap-hadapan dengan musuh yang terus melakukan gerakan radikalisme, merongrong aqidah NU, merongrong ideologi Pancasila dan NKRI serta UUD 1945 harus dilawan. Mau tidak mau, Madura sebagai pulau NU harus terus digerakkan. Madura sebagai pulau NU harus dideklarasikan. Tidak bisa dibantahkan lagi kalau Madura sebagai pulau NU. Syaikhona Cholil Bangkalan sudah meletakkan pondasinya.
*Ketua Lakpesdam PCNU Pamekasan
Share:

Thursday, December 21, 2017

HTI Jaman Now Lebih Berbahaya

Oleh: Abd. Syakur*

Beberapa manusia di Indonesia mengatakan "HTI sudah bubar. Sudahlah." Rata-rata yang mengatakan begini adalah saudara tua HTI yakni IM (Ikhwanul Muslimin). Lalu saya jawab dalam hati "iya, namanya saja yang bubar, pergerakannya tetap, malah tambah masif, menyebar di masyarakat."

Beberapa hari yang lalu, Felix menulis status yang narasinya menggiring pembaca untuk membenci pemerintah dan sistem sekaligus. Hal ini tentu saja ditujukan untuk membuat rakyat Indonesia menipis sikap nasionalismenya (terbukti dari tulisannya: "Talak 3 Nasionalisme Now"), hingga akhirnya mereka akan menuntut penggantian sistem demokrasi menjadi khilafah yang tentu saja akan dimotori (hantu) HTI.

Ini sebenarnya bentuk harakah bughat (pergerakan dalam rangka memberontak) kepada negara, hanya berbeda bentuk saja, dimana coraknya bughat ini bersifat psikologis. Dan dampaknya kurang lebih sama dari bughat secara fisik, mengingat ini bisa disejajarkan dengan perekrutan pasukan, hanya tempatnya saja yang di dunia maya. Narasi-narasi berbentuk kalimat provokasi sudah jelas real dan absolut sempurna.

Padahal sudah jelas, dalam banyak buku khilafah ini masalah ijtihadiyah yang tidak mungkin untuk dipaksakan. Sebab banyak sekali ulama yang memandang sistem demokrasi dengan berdasarkan Pancasila ini telah mewakili banyak sekali nilai-nilai keislaman, sehingga pantas disebut sistem keperintahan atau khilafah. Selain itu jika mereka merasa benar, kenapa tidak dimanfaatkan ajakan debat dan diskusi ilmiah dari ulama NU, biar jelas, sebenarnya yang mereka pertahankan itu apakah sistem khilafah yang sebenarnya bersifat khilafiyah (tafsir ulama berbeda-beda, sehingga bagi umat islam yang awam boleh menganut pendapat yang mana saja) atau malah mereka memang ingin menjadi penguasa negeri ini seperti beberapa sejarah raja-raja yang mendapatkan kekuasaannya karna mencari kedudukan semata, bahkan ayah anakpun saling bunuh.

"Hantu" HTI ini jika dibiarkan malah menjadi virus AIDS yang menggerogoti negeri ini dari dalam. Atau jangan-jangan itu memang agenda Blok Barat untuk melemahkan Indonesia lewat "tangan-tangan kotor" HTI, toh nyatanya mereka dipelihara di AS, England dan AUS. Bahkan pusat HTI di England. Why??? Selain itu HTI memang punya banyak napak tilas sejarah sebagai pemberontak, misal di Libiya, Suriyah, Mesir dan negara-negara yang lain. Terbukti mereka dilarang di negara-negara tersebut. Karena memang secara manfaat 'tak ada, malah hanya menimbulkan mafsadat yang diperluas dengan menghasut masyarakat untuk berkubu-kubu. Ini berbahaya.

Saya harap negara bukan hanya memberangus namanya, tetapi juga pentolannya. Tentu saja bukan lewat kekerasan, tetapi lewat jalur hukum yang ada, toh hukum kita sudah memfasilitasi. Hal ini juga tidak akan mudah, mengingat kesibukan pemerintah karena membangun dan membenahi daerah pinggiran. Oleh karena itu, saya harap NU dan Muhammadiyah bersatu mengikis paham-paham mereka yang terjangkiti virus khilafah, dan ikut andil mengingatkan pemerintah tentang bahaya pergerakan mereka (walaupuan sebenarnya ini sudah banyak dilakukan, tinggal kalangan grass root saja yang belum).

Apakah dengan menulis ini saya tidak setuju dengan ide khilafah? Bukan tidak setuju. Khilafah itu hukumnya wajib, hanya saja jika kita menggali sistem khilafah secara mendalam, maka demokrasilah sistem yang paling tepat. Bukankah dalam sistem kepemerintahan Islam itu wajib ada "minimalnya" 5 hal? pertama; kesetaraan (المساواة) dimana maksudnya adalah anak-anak dan orang dewasa, laki-laki dan perempuan adalah sama dalam haknya, hal ini sesuai dengan hadist nabi:
والناس سواء كاءسنان المشط
Artinya: manusia itu sama rata seperti gigi sisir; kedua; keadilan (العدالة) ini selaras dengan QS. an-Nisaa' 58; ketiga; musyawarah (الشورى) hal ini sesuai dengan QS. asy-Syuura 38; keempat; kebebasan (الحرية) dimana maksud dari kemerdekaan seseorang dia memiliki kemuliaan, hal ini sesuai dengan QS. al-Israa' 70; kelima; adanya pengawasan rakyat (رقابة الامة). Bukankah Sayyidina Umar berkata:
من رأى منكم في اعوجاجا فليقومه
Artinya: barangsiapa melihat sesuatu yang bengkok pada diriku, maka lurskanlah.

Maka jelaslah demokrasi memberikan peluang seluas-luasnya terhadap 5 poin tersebut. Sebab jika kita kaji lebih dalam khilafah itukan sebatas washilah dalam artian sistem kepemerintahan (khilafah) hanya sebatas sarana, bukan tujuan (ghayah). Sedangkan tujuannya adalah berjalannya Maqashidus Syari'ah. Maka sekali, lagi demokrasi sudah sangat cukup untuk menerapkan syariat Islam. Jikapun ada hukum yang belum diterapkan, toh seperti pak Mahfud bilang, kita bisa usahakan di DPR. Nah ini saya anggap "Islam yang saya anut". Lalu Islam seperti apa yang anda anut? Yang suka mencaci? Atau yang suka menyebar hoax? Atau yang bawaannya pengen perang tok? Atau malah yang melihat patung di Eropa langsung ngaceng, dan kemudian langsung memahat muka dan bagian intimnya? Keputusan di tangan anda.
*Kader kultural NU
Share:

Friday, December 8, 2017

37 Anggota Baru PMII STAI-MU Dikukuhkan

Pamekasan – Pasti Aswaja – Sebanyak 37 Mahasiswa STAI Miftahul Ulum (STAI-MU) Pamekasan ikuti Masa Penerimaan Anggota Baru (MAPABA) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) XII yang dilaksanakan oleh Pengurus Komisariat (PK) PMII STAI-MU Cabang Pamekasan masa khidmat 2017-2018.

Peserta kegiatan proses kaderisasi formal tingkat dasar di lingkungan organisasi kemahasiswaan berhaluan Ahlussunnah wal Jamaah itu kemudian dikukuhkan menjadi anggota baru PMII, Kamis dini hari (07/12/17) di Balai Desa Potoan Daja, Palengaan, Pamekasan. Mereka dikukuhkan setelah mengikuti 7 materi selama 3 hari sebelumnya dan dinyatakan lulus.

Khoirul Umam selaku Ketua Komisariat PMII STAI-MU sangat bersyukur karena masih banyak mahasiswa yang mau menerima PMII.

"Selain itu, menjadi persyaratan wajib bagi Komisariat PMII adanya jumlah anggota setiap periodenya minimal 25," ungkap pemuda asal Sampang, Madura tersebut, sesaat setelah prosesi pengukuhan yang dipimpin oleh Pengurus Cabang PMII Pamekasan.

Sementara itu, Imam Syafi'i, Koordinator Bidang Kaderisasi PMII STAI-MU, berharap agar peserta yang sudah lulus MAPABA ini nantinya bisa menjadi teladan bagi Mahasiswa lain, saat kembali ke kampus.

"Karena Insya Allah, jika direstui oleh Pengasuh Pondok Pesantren Miftahul Ulum Panyeppen, setelah ini kami akan menggelar MAPABA khusus untuk santri," ujarnya.

Sekedar untuk diketahui, bahwa STAI Miftahul Ulum merupakan salah satu PerguruanTinggi di Pamekasan yang berada di bawah naungan Yayasan Al-Miftah, Pondok Pesantren Miftahul Ulum Panyeppen, Palengaan, Pamekasan. (ahn/bor)
Share:

Monday, December 4, 2017

70 Kader Baru Ansor Sampang Dibaiat

Sampang – Pasti Aswaja – Sebanyak 70 peserta Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) yang diselenggarakan pengurus Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda Ansor (GP. Ansor) dibaiat dan dinyatakan sah sebagai anggota organisasi kepemudaan NU itu, Minggu (03/12/17) malam.

Peserta yang merupakan delegasi dari 14 Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ansor se-Sampang mengikuti prosesi pengukuhan itu setelah mereka dinyatakan lulus setelah 3 hari mengikuti kegiatan yang digelar di Kantor PCNU, Jl. Diponegoro No. 51 tersebut.

Melihat animo dan antusiasme peserta, pengurus PC. Ansor Sampang merasa terharu sekaligus bangga, "karena ternyata di kabupaten Sampang ini masih banyak pemuda yang siap berjuang bersama kami untuk mengawal para ulama, menjaga marwah NU dan ulama yang juga siap berada di garda terdepan dalam mempertahankan NKRI di bumi pertiwi tercinta ini," kata Ketua PC. GP Ansor Sampang, KH. Khoiron Zaini.

Dari kegiatan tersebut, lanjut alumni PP. Lirboyo Kediri ini, diharapkan dapat melahirkan kader-kader Ansor yang militan agamis-nasionalis.

"Ke depan kami bersama sahabat-sahabat PC. GP Ansor Sampang akan terus berjuang berkhidmah sepenuh hati untuk NU, Ansor dan para alim-ulama kami," pungkasnya. (ahn/uki)
Share:

Friday, December 1, 2017

Sikapi PKPS, PMII Pamekasan Datangi DPKP

Pamekasan – Pasti Aswaja – Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC. PMII) Pamekasan, Kamis pagi (30/11/17) datangi Kantor Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPKP) di Jl. Jokotole No. 143 Barurambat Kota, Pamekasan.

Kedatangan organisasi kemahasiswaan tersebut adalah untuk mempertanyakan realisasi program Peningkatan Kualitas Perumahan Swadaya (PKPS) yang dinilai lemah.

Fadil, Ketua Umum PC. PMII Pamekasan menuturkan, bahwa pihaknya melakukan audiensi setelah menemukan beberapa kejanggalan di lapangan.

"Karena kami (PC. PMII Pamekasan. Red.) sudah melakukan observasi langsung setelah menerima keluhan dari masyarakat," tuturnya, sesaat setelah keluar dari Kantor DPKP Pamekasan.

Hasil dari audiensi ini akan ditindaklanjuti langsung oleh dinas terkait dengan meninjau langsung beberapa titik yang dinilai belum maksimal bersama dengan beberapa perwakilan Pengurus Cabang PMII Pamekasan pada hari Senin (04/12/17) mendatang. (bor/ahn)
Share:

Home Style

Contact Form

Name

Email *

Message *

Ads

Ads

Latest News

Popular Posts