• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Theme Support

Contact Form

Name

Email *

Message *

Latest News

Recent Posts

Popular Posts

Pasti Aswaja's Content

KH. Nur Chatim Zaini: Kiai Logis dan Profesional

 on Tuesday, December 26, 2017  

Oleh: KH. M. Musleh Adnan*

Beliau adalah KH. Nur Chatim Zaini, sebuah nama indah yang punya arti cahaya penutup putera zaini. Nama ini sangat pas sekali seakan abah beliau (KH. Zaini Mun'im) mengisyaratkan bahwa puteranya ini akan menjadi putera bungsu (penutup).

Photo source: Times
Indonesia
Beliau dalam mendidik santri lebih mengedepankan hal-hal yang rasional malah hampir tak tertarik kepada sesuatu yang bersifat metafisis, seperti petuah hikmah beliau yang tertulis di capture tersebut "Walaupun putera kiai kalau tidak belajar ya tidak tahu". Kalimat singkat tapi sangat mencambuk para pencari ilmu untuk giat belajar tanpa memandang status sosial karena ilmu itu sangat sulit untuk meraihnya:
الْعِلْمُ شَيْءٌ لا يُعْطِيكَ بَعْضَهُ حَتَّى تُعْطِيَهُ كُلَّكَ
"Ilmu itu adalah sesuatu yang tidak akan memberi separuh dirinya kepadamu bila dirimu tidak memberikan semua hidupmu untuk mencari ilmu." (Qadhi al-Qudhat Abu Yusuf).

Apa yang disampaikan oleh beliau (KH. Nur Chatim Zaini) sangat benar dan masuk akal, karena ada sebagian putera tokoh agama ketika mencari ilmu lebih meyakini faktor hereditas (pewarisan watak dari induk ke keturunannya baik secara biologis melalui gen [DNA] atau secara sosial melalui pewarisan gelar, atau status sosial.) Sehingga berakibat malas belajar.

Salah satu bukti juga bahwa hampir semua kebijakan beliau harus masuk akal, ketika beliau menjabat sebagai Dekan Fakultas Tarbiyah di Institut Agama Islam Nurul Jadid (sekarang sudah berubah status menjadi Universitas Nurul Jadid) seringkali masuk kelas menanyakan kepada mahasiswa-mahasiswi "Siapa saja dosen yang rajin mengajar dan siapa saja dosen yang jarang masuk ?" Dan "kira-kira dosen yang perlu ditegur karena cara mengajarnya kurang bagus?"

Beliau di hadapan mahasiswa menjelaskan bahwa sekolah atau kampus itu bisa maju bila pengajar dan peserta didiknya rajin juga profesional bukan hanya mengandalkan doa saja, tapi usaha dan doa harus berjalan berdampingan.

Selain menjadi Dekan, beliau juga Dosen yang memegang mata kuliah Tafsir (dengan kitab Tafsir Maraghi) yang sangat rajin masuk kelas, dari saking hati-hatinya (jika khawatir ada udzur hingga tidak bisa mengajar) beliau mengangkat asisten (penulis sendiri yang dipercaya menjadi asisten). Begitu besarnya tanggung jawab beliau.

KH Nur Chotim Zaini dikenal sebagai sosok yang menjunjung tinggi profesionalisme. “Pada suatu saat al-marhum pernah marah kepada pengurus Nurja Muamalah karena memberikan pinjaman kepada nasabah tidak sesuai prosedur. Al-marhum berkata, 'Meskipun yang meminjam adalah orang dalam pesantren, prosedur tetap harus dijalankan',” kata KH Najiburrahman.

Dari kegigihan, kedisiplinan dan taat aturan akhirnya beliau sempat menjabat posisi strategis di lingkungan Kantor Kementerian Agama yaitu menjadi Kepala Kantor Departemen Agama Probolinggo (sekarang berubah Kantor Kementerian Agama Probolinggo), namun jabatan beliau tidak selesai karena beliau diberi ujian sakit stroke pada tahun 2003.

Ketika kami mendengar kabar sakitnya beliau, merasa prihatin dan menangis. Namun, apa daya karena takdir Allah sudah menentukan demikian, tapi kami yakin ketika Allah memberi ujian penyakit pasti ada anugerah dibalik ujian tersebut:
مَا يُصِيبُ الْمُؤْمِنَ مِنْ شَوْكَةٍ فَمَا فَوْقَهَا إِلَّا رَفَعَهُ اللَّهُ بِهَا دَرَجَةً، أَوْ حَطَّ عَنْهُ بِهَا خَطِيئَةً. رواه البخاري (5641)، ومسلم (2573)
"Orang mukmin Tidak tertusuk duri atau lebih dari itu kecuali Allah akan mengangkat satu derajat dan menghapus satu kesalahan." (HR. Bukhari Muslim).

Rupanya Allah lebih menyanyangi beliau dan pada usia kurang dari 60 tahun menghadap ke Hadlratillah.

Semoga husnul khotimah dan mendapat tempat di surga firdaus. Aamiin.
*Lembaga Dakwah PCNU Pamekasan

KH. Nur Chatim Zaini: Kiai Logis dan Profesional 4.5 5 Pasti Aswaja Tuesday, December 26, 2017 Oleh: KH. M. Musleh Adnan* Beliau adalah KH. Nur Chatim Zaini, sebuah nama indah yang punya arti cahaya penutup putera zaini. Nama ini...


No comments:

Post a Comment

Pasti Aswaja. Powered by Blogger.
J-Theme