• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Theme Support

Contact Form

Name

Email *

Message *

Latest News

Recent Posts

Popular Posts

Pasti Aswaja's Content

Rendah Hati. Itulah Ketua PCNU Pamekasan

 on Sunday, August 5, 2018  

Oleh : Muhammad Abror*

KH. Taufik Hasyim. Nama tersebut tidak asing di teling nahdliyin (warga NU) Pamekasan. Kiai muda kelahiran 8 Juli 1982 tersebut merupakan Ketua Tanfidziah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Pamekasan yang terpilih sejak 2016 lalu. Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kediri, Jawa Timur tersebut terpilih menjadi Ketua Tanfidziah menggantikan KH. Abd. Ghaffar.

Penulis terinspirasi untuk menulis sikap rendah hati Pengasuh Pondok Pesantren Bustanul Ulum Sumber Anom, Angsanah Palengaan, Pamekasan, Madura tersebut setelah beberapa kali kesempatan 'menemani' dalam momentum acara NU, baik di Pamekasan maupun di luar.

Penulis (dua dari kiri) bersama Ketua PCNU Pamekasan (baju koko putih)
Di antara beberapa sikap rendah hati yang ditunjukkan oleh Kiai Taufik adalah saat menghadiri Konferensi Wilayah (Konferwil) PWNU Jawa Timur yang digelar di tempat beliau nyantri dan menimba ilmu, Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur. Pertama, saat rombongan yang penulis ikuti tiba di 'basecamp' rombongan PCNU Pamekasan, dengan senyuman yang khas beliau menyambut dengan tanpa ada rasa sungkan sedikitpun menghaturkan kami untuk masuk dan istirahat setelah perjalanan jauh dari Pamekasan ke Kediri.

Kedua, sikap rendah hati yang ditunjukkan oleh beliau adalah saat penulis bersama Direktur Aswaja NU Center dan Kepala Badan Ansor Anti Narkoba (BAANAR) Pamekasan diajak untuk mendatangi rumah makan favorit beliau saat masih aktif sebagai mahasiswa di Institut Agama Islam (IAI) Tri Bhakti, Kediri. Di rumah makan yang biasa buka pukul 01.00 dini hari, beliau bersua dengan 3 orang sahabatnya saat nyantri di Lirboyo mengenakan jaket khas Banser. Meski sudah menjabat Ketua Tanfidziyah PCNU Pamekasan, namun sapaan akrab beliau kepada teman-temannya sedikitpun tidak berubah. Saat bernostalgia, berbagi canda dan tawa dengan sahabat lamanya membuat penulispun ikut tertawa. Di sana, penulis melihat sosok Ketua Tanfidziyah PCNU Pamekasan yang sangat rendah hati.

Masih di area konferwil PWNU Jawa Timur. Kerendahan hati lainnya yang beliau tunjukkan adalah saat dipilih oleh KH. Marzuki Mustamar, Ketua Tanfidziah PWNU Jawa Timur terpilih untuk menjadi tim formatur, guna menyusun kepengurusan PWNU Jawa Timur periode 2018-2023. Dengan nada dan cara yang halus beliau menolak keinginan Kiai Marzuki dan memberikan kepercayaan kepada Ketua Tanfidziah PCNU Bangkalan yang notabene lebih senior dari beliau. Penulis yang ada di depan ruang sidang Konferwil ke-17 bersama dengan beberapa rombongan dari PCNU Pamekasan kaget setelah mendengar pernyataan sikap beliau.

Sungguh luar biasa bisa mengenal sosok Kiai muda yang mengajari kader-kader penerus perjuangan NU untuk menjadi pribadi yang rendah hati. Bangga bisa menjadi bagian dari warga NU Pamekasan di bawah kepemimpinan Kiai Taufik. Mudah-mudahan beliau terus diberi kesehatan, sehingga bisa tetap istikamah dalam memperjuangkan akidah Islam Ahlu Sunnah Wal Jamaah An-Nahdliyah di bumi nusantara ini.
*Penulis merupakan Reporter NU Online Pamekasan yang ditugaskan untuk meliput kegiatan Konferwil PWNU Jawa Timur di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri.

Rendah Hati. Itulah Ketua PCNU Pamekasan 4.5 5 Pasti Aswaja Sunday, August 5, 2018 Oleh : Muhammad Abror* KH. Taufik Hasyim. Nama tersebut tidak asing di teling nahdliyin (warga NU) Pamekasan. Kiai muda kelahiran 8 ...


No comments:

Post a Comment

Pasti Aswaja. Powered by Blogger.
J-Theme