Saturday, December 29, 2018

Biaya Tak Halangi Kader PMII Ini Raih Predikat Cum Laude

Biaya Tak Halangi Kader PMII Ini Raih Predikat Cum Laude

Baca Juga

Pamekasan — Pasti Aswaja — Kekurangan biaya kuliah hampir menjadi penghalang bagi Habibah dalam menyelesaikan studinya. Menginjak semester 4, mantan pengurus Korps PMII Putri (KOPRI) Pamekasan ini merasa putus asa dan ingin melepas statusnya sebagai mahasiswa di Sekolah Tinggi Agama Islam Miftahul Ulum (STAIMU) Pamekasan.

Meski demikian, ia bisa melalui kondisi tersebut, bahkan tidak menghalangi dara asal Desa Palengaan Laok, Pamekasan ini meraih predikat cum laude dalam Wisuda Sarjana S1 ke XII STAIMU Pamekasan di kompleks Pondok Pesantren (Pon. Pes.) Putri Miftahul Ulum Kebun Baru, Kacok, Palengaan, Pamekasan, Sabtu pagi (29/12/2018). Habibah mendapatkan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,88.

Atas capaian itu, Habibah berterima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dirinya menyelesaikan studi. Habibah mengakui, ada beberapa orang di balik prestasi yang dicapainya. Orang-orang tersebut adalah kedua orang tuanya, Moh. Said (Kepala Desa Palengaan Laok), serta beberapa seniornya di PMII: Anwar (PMII Unira), Miftahul Munir dan Muhammad Ahnu Idris (PMII STAIMU). Tanpa orang-orang tersebut, lanjut alumni Pon. Pes. Miftahul Ulum Sumur Tengah, Palengaan Laok ini, dirinya tidak mungkin bisa menyandang gelar Sarjana Pendidikan.

"Saya berterima kasih kepada Kepala Desa Palengaan Laok, Kak Anwar, Kak Miftah dan Kak Ahnu Idris. Beliaulah orang-orang yang mendukung saya kuliah di STAI Miftahul ini. Tanpa dukungan penuh dari beliau, saya tidak mungkin menyandang gelar mahasiswa dan hari ini menyandang gelar sarjana S1," kata Habibah saat memberikan sambutan mewakili wisudawan lainnya.

Habibah merupakan gadis kelahiran 23 tahun lalu. Sejak di bangku sekolah Habibah sering mengharumkan nama almamaternya melalui segudang prestasi yang ia raih, baik di tingkat lokal maupun nasional. Tahun 2014 ia dinyatakan lulus oleh SMA Miftahul Ulum Sumur Tengah. Selepas SMA dirinya memiliki keinginan besar melanjutkan studi ke perguruan tinggi. Akan tetapi, keterbatasan ekonomi menjadikan orang tuanya berat memberikan restu.

Melihat potensi dan semangat gadis yang lahir tanggal 16 Juni 1995 ini, para aktivis PMII STAIMU berkonsultasi kepada Kepala Desa (Kades) Palengaan Laok dan alumni-alumni PMII se-Kecamatan Palengaan guna mencari donasi supaya Habibah bisa mewujudkan keinginan besarnya, melanjutkan studi ke perguruan tinggi. Gayung bersambut. Keinginan para pengurus PMII itu mendapatkan respon positif dari kepala desa dan alumni-alumni PMII, hingga kemudian Habibah bisa mendaftarkan dirinya di STAIMU Pamekasan.

Waktu kuliah, habibah bergabung bersama PMII Komisariat STAIMU. Setiap liburan kampus, ketika mahasiswa lain bersenang-senang, ia mengisi liburannya dengan mencari tambahan biaya hidup. Hampir semua jenis pekerjaan dia lakukan. Bahkan, dia sempat bekerja sebagai pembantu rumah tangga di Sampang, Madura. (bor/ahn)
Share:

2 comments:

  1. Masya allah. Mudamudahan di beri kelancaran kedepan x dan mudah 2 han. Nurah rezeki amin 🙏

    ReplyDelete

Home Style

Contact Form

Name

Email *

Message *

Ads

Ads

Latest News

Popular Posts

Blog Archive