• This is default featured slide 1 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 2 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 3 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 4 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 5 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Monday, May 20, 2019

Teladani Gus Dur, Masyarakat Lintas Iman di Pamekasan Bagi-Bagi Takjil

Pamekasan — Pasti Aswaja — Komunitas Gus Durian Ataretan Santre Gus Dur bersama masyarakat dengan berbagai latar belakang keimanan membagikan takjil kepada para pengguna jalan yang melintas di depan Kantor PCNU Pamekasan Jl. R. Abd. Aziz, No. 95, Pamekasan, Senin sore (20/05/19).

Sebelumnya, mereka menggelar diskusi tentang pemikiran KH. Abdurrahman Wahid atau Gus Dur di bidang kemanusiaan bertajuk "Tor Catoran Pemikiran Gus Dur" bersama para tokoh agama: K Mukhlis Nasir (Ketua MWCNU Palengaan), Romo Fransiskus Borgias Deddy Sulistya (Pastor Paroki Gereja Katolik Maria Ratu Para Rasul) dan Koshala Mahinda (pimpinan Vihara Avalokitesvara).

Muhammad Abror selaku Ketua Komunitas Ataretan Santre Gus Dur mengatakan, agenda itu merupakan bentuk pengimplementasian sembilan nilai utama Gus Dur, khususnya di bidang kemanusiaan, yang mengajarkan supaya saling menghormati dan menghargai antar sesama manusia.

Selain itu, lanjut pemuda yang akrab disapa Abonk ini, kegiatan yang digelarnya bertujuan mempererat persaudaraan antar sesama anak bangsa di tengah hiruk-pikuk politik pasca pemilihan umum (Pemilu).

"Kita bangun kembali ukhuwah wathaniyah (persaudaraan kebangsaan. Red.) dan ukhuwah basyariah (persaudaraan sesama manusia. Red.) antar sesama anak bangsa, apalagi beberapa waktu lalu kita melalui pesta demokrasi. Yang jelas, setiap kita ini kan memiliki pandangan yang berbeda dalam hal dukungan. Nah, kita di sini ini sedang mengajak semua masyarakat untuk kembali berangkulan," jelas Abonk, sapaan akrabnya. (dur/ahn)
Share:

Wednesday, May 15, 2019

Situasi Politik Memanas, Ketua NU Palengaan Minta Semua Pihak Menahan Diri

Pamekasan — Pasti Aswaja — Situasi politik pasca Pemilu 2019 April lalu dirasa semakin memanas. Meski Pemilu usai, berbagai isu dan propaganda tetapkan disebarkan melalui berbagai media oleh kelompok-kelompok tertentu demi mencapai tujuan politiknya.

Situasi ini kemudian disikapi oleh K. Mukhlis Nasir, Ketua Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Palengaan, Rabu malam (15/05/19), saat ditemui Pasti Aswaja di kediamannya, Dusun Kembang II, Desa Palengaan Daja, Kecamatan Palengaan.

Kiai muda yang dikenal energik itu mengimbau kepada semua pihak agar bisa menahan diri agar situasi tidak semakin memanas, demi tetap terjaga persatuan dan kondusifitas terlebih di bulan suci Ramadhan.

Lebih lanjut, Kiai Mukhlis meminta agar masyarakat, khususnya warga NU, tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh propaganda dan isu apapun sampai penetapan hasil Pemilu Serentak 2019 usai.

"Hendaknya semua pihak menjaga ketenteraman bersama sebagai warga negara yang baik dengan mengikuti prosedural atau aturan yang berlaku, dalam hal ini aturan KPU (Komisi Pemilihan Umum. Red.)," jelas mantan aktivis PMII Surabaya ini.

Tidak hanya itu, alumni Pondok Pesantren Sidogiri ini juga meminta agar setiap temuan-temuan ataupun hal yang membuat tidak puas dalam proses Pemilu Serentak 2019, agar menempuh jalur yang sudah ada.

"Kalau ada ketidakpuasan atas keputusan KPU, Bawaslu dan perangkat lainnya, silakan laporkan sesuai aturan undang-undang. Semua kan sudah ada jalur hukumnya," tangkas Kiai Mukhlis. (bor/ahn)
Share:

Khofifah Ajak Petani Melon Tanam Melon Prima

Sidoarjo — Pasti Aswaja — Gubernur Jawa Timur,  Khofifah Indar Parawansa, mengajak petani melon mulai menanam melon prima. Ajakan ini disampaikannya saat panen melon prima di UPT Pengembangan Agrobisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura, Desa Lebo, Sidoarjo, Rabu (15/5/19).

Melon prima berbeda dengan melon pada umumnya yang berbentuk bulat dan oval. Melon prima memiliki bentuk yang terbilang unik, yakni berbentuk kotak atau kubus dan hati.

Melon ini merupakan produksi inovasi UPT Pengembangan Agrobisnis Tanaman Pangan dan Holtikultura Dinas Pertanian Provinsi Jawa Timur di Desa Lebo, Kecamatan Sidoarjo, Kabupaten Sidoarjo.

Diversifikasi produk ini bertujuan meningkatkan nilai jual melon, karena bisa terjual lima kali lipat dibandingkan harga melon biasa.

Tidak ada rekayasa genetik dalam pengembangannya alias alami, sehingga aman dikonsumsi.

Sementara, menurut Khofifah, melon ini baru bisa memenuhi pasar domestik. Ke depan Pemerintah Provinsi Jawa Timur akan mengembangkan produksinya agar lebih luas dan bisa di ekspor ke luar negeri.

"Sangat cocok bagi petani milenial. Mohon doanya ya. Oh ya, bagi yang ingin melihat proses budidayanya silahkan datang berkunjung karena sudah jadi destinasi wisata agro," ujarnya. (dur/uki)
Share:

Tuesday, May 14, 2019

Khofifah Ingin Jadikan Madura Destinasi Wisata Unggulan

Pamekasan — Pasti Aswaja — Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, memiliki keinginan menjadikan Pulau Madura sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Jawa Timur. Karena, menurutnya, di Pulau Garam ini terdapat banyak keanekaragaman budaya dan panorama alam eksotik yang tidak kalah dengan daerah lain.

Hal diungkapkan Khofifah melalui akun instagramnya, @khofifah.ip, Senin malam (13/05/19).

"Salah satu spot wisata keren di Madura adalah Gili Labak dan Gili Iyang Sumenep, pulau awet muda dengan kadar oksigen terbaik kedua di dunia. Dengan tetap menjaga karakter religiusitas yang tinggi di Madura," ungkap mantan Ketua PMII Surabaya ini.

Tahun ini Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur menggelontorkan dana sebeaar Rp. 60 Miliar untuk pembangunan Pelabuhan Dungkek - Gili Iyang. Ini bagian dari akselerasi pembangunan sektor wisata di Jawa Timur, juga akses mobilitas masyarakat, barang dan jasa guna mendongkrak perekonomian warga.

"Untuk daerah lain, InsyaAllah segera menyusul disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan anggaran Pemprov. Saya berharap semakin banyak spot-spot wisata baru yang tumbuh dan berkembang di wilayah Jawa Timur. Mohon do'a," pungkasnya.

Sampai berita ini diturunkan, unggahan tersebut disukai oleh 2.651 pengguna instagram, dan 86 komentar. (ahn/uki)
Share:

Berbagi Takjil Cara Pelajar NU Batang Rayakan Kelulusan

Batang — Pasti Aswaja — Kelulusan biasanya dirayakan dengan konvoi dan coret-coret baju. Tapi, kebiasaan negatif itu tidak berlaku bagi pelajar NU yang bersekolah di SMK NU Bandar, MA Sunan Kalijaga (SUKA) Bawang, dan SMA Negeri 1 Bandar Kabupaten Batang, Jawa Tengah. Mereka merayakan kelulusan sekolah dengan membagikan makanan takjil di beberapa titik yang ramai pengguna jalan, Senin sore (13/04/19).

Margaretha mengatakan, kegiatan ini selain bentuk syukur atas kelulusan yang telah diraihnya, juga bertujuan menanamkan rasa peduli terhadap sesama.

"Kami memilih merayakan kelulusan dengan kegiatan yang positif, apalagi kebetulan pengumuman tahun ini bertepatan dengan bulan Ramadhan. Maka kami memilih bagi takjil gratis," ucap dara 17 tahun itu, seperti dilansir NU Online, Selasa (14/05/19).

Menurutnya, merayakan kelulusan dengan cara konvoi hanya menimbulkan keresahan masyarakat. Selain itu, ekspresi perayaan dengan kegiatan positif menjadi pembeda antara pribadi yang berpendidikan dan yang tidak.

Margaretha juga mengajak pelajar di sekolah lain supaya bersama-sama merayakan kelulusannya dengan kegiatan yang positif. Ia juga berharap, kegiatan seperti ini bisa dipertahankan pada tahun-tahun berikutnya.

Kepala Madrasah Aliyah (MA) SUKA, A Munir Malik menjelaskan, kegiatan berbagi takjil ini merupakan inisiatif para siswa sebagai wujud bersyukur atas keberhasilan melalui proses ujian yang dilakukan oleh para siswa di tahun ini.

Tidak hanya kali ini saja, angkatan sebelumnya, lanjut Munir, juga selalu mengisi kegiatan kelulusan dengan hal-hal positif. Atas kegiatan tersebut, para guru memberikan apresiasi kepada pelajar yang merayakan kelulusan dengan berbagi, bukan dengan cara hura-hura atau hal yang kurang manfaat lainnya.

Pihak sekolah, tutur munir, selalu berpesan kepada anak didiknya agar mensyukuri kelulusan dengan hal-hal positif. Karena di luar sana masih banyak yang belum bisa merasakan pendidikan. Jadi, bersyukur itu juga harus berempati dan menjaga perasaan teman-teman lainnya yang kurang beruntung. (ahn/dur)
Share:

Pagar Nusa Pamekasan Minta Masyarakat Abaikan Seruan People Power

Pamekasan — Pasti Aswaja — Pasca Pelaksanaan Pemilu, seruan people power dimunculkan. Kecurangan dan penyelenggara Pemilu 2019 yang tak profesional digaungkan sebagai landasan people power itu.

Seruan people power itu marak di media massa dan bertambah ramai di media sosial. Dikhawatirkan, masyarakat yang tidak memahami prosedur penyelesaian sengketa Pemilu secara konstitusional terpengaruh dan turut ambil bagian.

Salman selaku Ketua Pimpinan Cabang Pencak Silat Nahdlatul Ulama (PSNU) Pagar Nusa Pamekasan menilai, people power sarat kepentingan politik kelompok tertentu. Sehingga ia meminta masyarakat agar hati-hati dan tidak terpengaruh dengan seruan tersebut.

"(People power. Red.) Ini dapat mengganggu stabilitas negara," tegasnya Salman, Selasa siang (14/05/19), di kompleks Kantor PCNU Pamekasan, Jl. R. Abd. Aziz, No. 95.

Oleh karenanya, Jumat mendatang, Pagar Nusa Pamekasan akan melakukan konsolidasi dan buka puasa bersama. Dalam agenda ini, jelas Salman, akan dibahas semua hal terkait kondisi terkini bangsa, people power dan bela negara bagi Pagar Nusa. (bor/ahn)
Share:

Monday, May 13, 2019

Khofifah Harap Peresmian Tol Pandaan-Malang Dongkrak Ekonomi Jawa Timur

Malang — Pasti Aswaja — Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan pengoperasian jalan tol Pandaan-Malang Seksi 1 - 3, Senin (13/05/19). Peresmian dipusatkan di pintu gerbang Singosari, Kabupaten Malang.

Peresmian ini akan memangkas jarak tempuh perjalanan Surabaya-Malang yang awalnya empat jam.

Hal ini diungkapkan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, melalui unggahan di halaman Facebooknya yang bercentang biru, Senin (13/05/19) sore.

"Tol sepanjang 30,6 kilometer ini mampu mengikis waktu perjalanan hingga 3 jam, sehingga Surabaya-Malang cukup ditempuh 1,5 jam saja. Arus mudik Kera-Kera Ngalam (arek-arek Malang) dan Arek Suroboyo InsyaAllah berjalan mulus," lanjut unggahan itu.

Ketua Umum Muslimat NU ini yakin jika seksi empat dan lima bisa diselesaikan November 2019 mendatang, mobilitas orang dan barang akan semakin lancar. Dengan demikian, hal tersebut dapat mengerek pertumbuhan ekonomi dan pariwisata di kawasan Malang Raya yang mencakup Kabupaten Malang, Kota Malang, serta Kota Batu.

"Oh ya, hingga lebaran nanti tol ini gratis... tis... tis..." pungkasnya.

Sampai berita ini diturunkan, unggahan tersebut mendapatkan 1.402 respon, 123 komentar dan sudah dibagikan sebanyak 184 kali. (ahn/uki)
Share:

Sunday, May 12, 2019

Ansor Proppo Satukan Persepsi Dengan Bupati Pamekasan

Pamekasan — Pasti Aswaja — Pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kecamatan Proppo, Ahad malam (12/05/19) bersilaturrahim dengan Bupati Pamekasan, H. Badrut Tamam, di Pendopo Ronggosukowati, Jl. Kabupaten, Kelurahan Bugih.

Menurut Subhan Maulana, Ketua PAC GP Ansor Proppo, agenda tersebut selain silaturrahim juha bertujuan menyamakan persepsi dan bersinergi dengan pemerintah kabupaten demi mewujudkan visi dan misi Pamekasan Hebat yang diusung bupati.

"Di samping itu juga supaya terbangun ukhuwah wathaniyah, ukhuwah insaniyah dan ukhuwah islamiyyah yang kokoh demi menyatukan persepsi yang susuai dengan paham Ahlussunah wal Jamaah yang dianut GP Ansor," lanjut alumni Pondok Pesantren Miftahul Ulum Bettet Pamekasan itu.

Dalam kesempatan itu Badrut Tamam yang juga Wakil Ketua GP Ansor Jawa Timur memberikan arahan dan motivasi kepada kader-kader Ansor supaya senantiasa menjadi kader yang militan dan memberikan manfaat kepada umat khususnya masyarakat Pamekasan.

Tidak hanya itu, Badrut juga berkeinginan agar kader-kader Ansor lebih mengedepankan kerja dan bukti nyata, bukan hanya retorika belaka. (ahn/fiq)
Share:

Thursday, May 9, 2019

Ibadah Rahasia

Oleh: Musannan Abdul Hadi Al-Mankoni*

Sudah merasa banyak amal, lalu menuntut surga kepada Tuhan. Ayo, kita coba berhitung berapa banyak nikmat yang Tuhan berikan dan berapa banyak ibadah yang kita lakukan, belum dipotong dengan kedurhakaan yang kita lakukan. Sejak kita lahir, berapa lama kita sehat dan berapa banyak kita beribadah kepada Tuhan sampai saat ini.

Dengan jumlah nikmat yang kita dapatkan, rasanya surga yang kita inginkan sudah Tuhan berikan di dunia ini. Mau surga seperti apalagi untuk ibadah dan nikmat Tuhan yang sudah kita rasakan. Jika seumur hidup tanpa henti beribadah, tetapi jantung kita masih berdetak; telinga masih mendengar; mata masih bisa melihat; lidah masih nikmat merasa; rasanya balasan Tuhan sudah cukup di dunia ini. 

Dengan tanda di jidat yang menghitam dan kapalan kita sudah merasa berhak mendapatkan surga. Tunggu dulu. Sementara, selama di dunia tanda sujud yang kita agungkan sudah sering kita banggakan, dan kebanggaan itu sudah kita terima dengan perasaan senang dan puas di dunia. Cukuplah di dunia ini balasannya untuk hal yang dibanggakan di hadapan orang lain itu. 

Dengan tanda ibadah, kita merasa bahwa orang sedang berasumsi tentang diri kita adalah ahli ibadah. Dan hati kita mengiyakan tentang asumsi itu. Tanda-tanda lain kita tunjukkan kepada orang lain bahwa kita adalah ahli ibadah, seperti pakaian yang kita kenakan atau akseaoris lainnya. Lalu, jadilah urusan Tuhan dengan kita menjadi kulit luarnya saja. Tuhan menjadi nomor dua setelah kita merasa puas dengan pujian manusia. 

Jejak ibadah itu kadang menjadi hal yang membahayakan bagi manusia minim ilmu, dan minim akhlak kepada Tuhan. Sebab orang yang minim ilmu lebih mengedapankan kuantitas ibadah, bukan kualitas ibadah. Apakah hal itu bermasalah? Jawabannya, "Tidak". Yang bermasalah ketika tidak mampu mengelola hati dengan baik dan benar. Yang semula ibadah urusan hamba dengan Tuhan, melebar menjadi urusan stratifikasi kemanusiaan. Menjadi urusan saya lebih banyak ibadah dengan yang lain.

Surga disiapkan oleh Allah untuk manusia dengan ibadah yang berkualitas. Kualitas ibadah tidak bisa diukur dengan berapa jumlah ibadah yang telah dilakukan, tetapi dinilai dari kesungguhannya dalam beribadah dan betul-betul mempersembahkan seluruh ibadahnya kepada Tuhan. Jika terasa hampa di dunia karena tidak ada jejak yang dapat orang lain lihat tentang ibadah kita, tidak berarti ibadah yang kita lakukan tidak berkualitas. Justru kehampaan di dunia ini akan berbanding terbalik dengan apa yang akan kita terima di akhirat. 

Ibadah kita yang rahasia dan berkualitas akan dibalas dengan sesuatu yang rahasia dan berkualitas juga. Ibadah yang disandarkan pada pengakuan manusia secara lahir, maka juga akan diterima secara lahir saat ini melalui kepuasan sesaat di dunia ini.

Ibadah puasa adalah ibadah rahasia, dalam arti tidak seorangpun dapat mengetahui kecuali Allah. Ketika orang mengaku puasa, dia benar puasa atau tidak, tidak ada yang mengetahuinya kecuali hanya Allah. Orang mengaku puasa, lalu masuk kamar, di dalam kamar itu ia makan dan minum, ketika keluar dari kamarnya ia mengaku masih berpuasa. Tidak ada orang yang mengetahuinya kecuali Allah. Berbeda dengan ibadah yang lain, seperti shalat, haji, dan shadaqah, ibadah-ibadah itu di samping ibadah batin yakni dalam aspek niatnya, juga ibadah lahir dalam arti dapat dilihat oleh orang lain.

Oleh sebab itu, pada bulan Ramadan ini adalah kesempatan bagi kita ibadah dengan sungguh-sungguh. Semoga kerahasiaan ibadah puasa ini yang mampu membawa kita ke surga Allah kelak. 

Wallahu a'lam.

Pamekasan, 09 Mei 2019
*Sekretaris LESBUMI (Lembaga Seniman Budayawan Muslimin Indonesia) PCNU Pamekasan.
Share:

Sunday, May 5, 2019

PBNU Ikhbarkan Besok Awal Ramadhan 1440 H

Jakarta — Pasti Aswaja — Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH. Said Aqil Siroj, mengeluarkan ikhbar resmi hasil pantauan Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama (LFNU) berkenaan awal Ramadhan 1440 H, Ahad sore (05/05/19), di Gedung PBNU, Jl. Kramat Raya, No. 164, Jakarta Pusat.

Ikhbar ini didasarkan hasil pantauan LFNU yang tersebar di seluruh Indonesia. Empat titik di Indonesia bagian barat menyatakan melihat hilal dan sudah disumpah oleh pengadilan agama setempat.

Hilal di empat titik tersebut, semuanya berada di ketinggian lima derajat. Posisi ini sesuai dengan hasil hisab Lembaga Falakiyah PBNU.

"Indonesia timur sama sekali tidak melihat hilal, karena mendung yang sangat tebal. Indonesia tengah juga sama (tidak melihat hilal. Red.)," tutur Kiai Said.

Hasil pantauan tim rukyatul hilal LFNU di Indonesia bagian barat ialah sebagai berikut: Pantai Condrodipo Gresik melihat hilal pada jam 17:24. Tanjung Kodok Lamongan melihat hilal pada pukul 17:29, Pelabuhan Ratu Sukabumi 17:58, juga Pantai Gebang Bangkalan mengaku melihat hilal.

"Oleh karena itu, kita bisa menyimpulkan bahwa berdasarkan rukyatul hilal yang berhasil dilakukan oleh empat titik Lembaga Falakiyah NU, kita bisa menyimpulkan bahwa, satu Ramadhan, awal Ramadhan tahun 1440 H. jatuh pada besok hari Senin tanggal 06 Mei tahun 2019 M," tegasnya. (mad/ahn)
Share:

Saturday, May 4, 2019

Ulama se-Nusantara Sepakat Ciptakan Kedamaian Pasca Pemilu

Jakarta — Pasti Aswaja — Seribu lebih ulama, kiai dan habaib dari seluruh daerah di Indonesia menghadiri Multaqo (pertemuan) Ulama, Habaib dan Cendikiawan Muslim di Hotel Kartika Chandra Jakarta, Jumat malam (03/05/19). Mereka berkumpul dan bersepakat menyebarkan kedamaian dan persatuan pasca Pemilu 2019.

Saat memberikan sambutan pada acara yang digagas oleh KH Maimoen Zubair ini, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH. Said Aqil Siroj, mengajak seluruh elemen kembali merajut persatuan dan memercayakan penghitungan hasil Pemilu 2019 kepada KPU.

Profesor Ilmu Tasawuf ini berharap, semua ulama, kiai dan habaib bergandengan tangan demi menciptakan persatuan umat, sehingga pertemuan tersebut dapat melahirkan kedamaian. Karena, lanjut Kiai Said, ulama harus menjadi contoh dan memiliki sifat-sifat rahmat, pengasih. Apa lagi menjelang Ramadhan yang harus disambut dengan penuh kedamaian.

KH Ahmad Fahrur Rozi selaku Ketua Ikatan Gus Gus Indonesia (IGGI) berharap, acara seperti ini dapat dilaksanakan di setiap daerah guna menebar kedamaian dan mencegah provokasi menjelang pengumuman KPU 22 Mei mendatang.

Kiai yang akrab disapa Gus Fahrur ini menilai, para ulama, kiai, maupun habaib yang hadir sangat antusias. Apalagi dalam forum tersebut terdapat sesi diskusi panel para ulama berbagai daerah yang menjelaskan kondisi daerah masing-masing serta keinginan mereka menjaga kedamaian.

Acara tersebut, lanjut Gus Fahrur, merupakan tindak lanjut gerakan yang telah di gagas KH Saifullah Yusuf atau Gus Ipul dengan mempertemukan beragam ulama baik pendukung pasangan 01 maupun 02 beberapa saat yang lalu. Karenanya, Gus Fahrur mengusulkan agar ada yang menjadi penghubung antar ulama, kiai dan habaib sehingga kedamaian bisa terjaga dengan baik.

Pengasuh pesantren An Nur I, Bululawang, Malang ini juga berharap, forum tersebut menjadi awal dalam mengakhiri segala perbedaan. Ia mengajak seluruh masyarakat, khususnya umat Islam agar menyambut Ramadhan dengan hati damai. (dur/uki)
Share:

Wednesday, May 1, 2019

Pernyataan Sikap Politik Cipayung Plus Jawa Timur

Surabaya — Pasti Aswaja — Sebanyak tujuh Organisasi kemahasiswaan yang tergabung dalam Cipayung Plus Jawa Timur mengeluarkan pernyataan sikap terkait kondisi politik tanah air usai Pemilihan Umum (Pemilu) serentak 2019, Selasa malam (30/04/2019) di Resto Agis, Surabaya.

Ketujuh organisasi tersebut ialah: Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI), Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI), Persatuan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI), Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) dan Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI).

Berikut pernyataan sikap Cipayung Plus Jawa Timur:
  1. Kami mengucapkan terima kasih kepada KPU, BAWASLU, TNI, POLRI dan semua elemen bangsa yang menyukseskan agenda Pemilu serentak 2019
  2. Kami mendukung dan mengharapkan kepada KPU tetap menjaga integritas dan profesionalismenya dalam menyelesaikan tugas-tugasnya dengan mengedepankan asas transparansi dan akuntabilitas kepada masyarakat.
  3. Kami menghimbau kepada semua pihak, terutama yang berkontestasi dalam politik untuk menempuh jalur hukum yang ada, apabila menemukan dugaan kecurangan atau pelanggaran dalam proses Pemilu yang sedang berlangsung.
  4. Kami menghimbau kepada elit-elit politik untuk memberikan suri tauladan kepada rakyat dengan menjunjung tinggi kaidah-kaidah demokrasi yang berkemanusiaan, beradab dan bermartabat.
  5. Kami menghimbau kepada semua pihak untuk bersabar menunggu hasil rekapitulasi resmi dari KPU dan berhenti saling klaim kemenangan demi menjaga kondusifitas di tengah-tengah masyarakat.
  6. Menyampaikan empati dan duka mendalam kepada penyelenggara Pemilu di tingkat TPS, Kecamatan maupun Kelurahan yang telah gugur dalam menjalankan tugas memastikan Pemilu berjalan dengan baik, aman dan lancar.
  7. Meminta kepada Pemerintah dan DPR untuk meninjau ulang UUndang-undang no. 7 tentang Pemilih Umum berkaitan dengan efektivitas dan efisiensi penyelenggaraan Pemilu. (bor/ahn)
Share:

MIF dan PMII STAI-MU Pamekasan Santuni Kaum Dhuafa

Pamekasan — Pasti Aswaja — Madura Idea Foundation (MIF) menggandeng Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Sekolah Tinggi Agama Islam Miftahul Ulum (STAI-MU) Pamekasan nenyantuni kaum dhuafa di Desa Potoan Daja, Kacok dan Rek Kerrek Kecamatan Palengaan, Rabu (01/05/19).

Fudoli, salah satu pendiri MIF mengatakan, kerja sama ini merupakan wujud terjalidnya hubungan yang solid antara PMII STAI-MU dengan MIF. Dalam hal ini, PMII bertindak sebagai penyalur, sedangkan MIF menyediakan logistik yang akan diberikan kepada kaum dhuafa.

"Saya sengaja undang semua sahabat-sahabat PMII STAI-MU, agar nama PMII juga terbaca di kalangan masyarakat, agar nama PMII tercatat baik di hati masyarakat, maka dengan ini saya mengundang sahabat-sahabat PMII,” ujar alumni PMII IAIN Sunan Ampel Surabaya ini.

Agenda rutin tersebut, lanjut Dosen Filsafat di STAI-MU ini, akan menjadi kegiatan rutin yang akan dilaksanakan setiap bulan guna membantu meringankan beban kaum dhuafa yang ada di Kabupaten Pamekasan.

"Apa lagi, sebentar lagi akan menghadapi bulan Ramadhan, kita membantu meringankan beban kau dhuafa,” imbuh Ketua Lembaga Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPTNU) Pamekasan ini.

Saat dikonfirmasi sumber dana kegiatan itu, Fudholi mengatakan, MIF merupakan yayasan sosial yang dananya bersumber dari hasil patungan anggotanya. MIF sudah terbentuk di seluruh kabupaten di Madura, bahkan sampai ke luar pulau. (ari/ahn)
Share:

62 Orang Ikuti UKT PSNU Pagar Nusa Pamekasan

Pamekasan — Pasti Aswaja — Sebanyak 62 orang mengikuti Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) Persatuan Pencak Silat Nahdlatul Ulama (PSNU) Pagar Nusa Pamekasan, Rabu (01/05/19), di Pantai Jumiang Pademawu Pamekasan.

Hadiriyanto selaku Guru Besar (Gubes) Pagar NU Pamekasan mengatakan, kegiatan ini merupakan tahapan bagi anggota baru yang sudah mengikuti pelatihan secara rutin. Dalam tahapan ini, materi latihan yang sudah diterima anggota ditest guna mengukur kemampuan murid dalam menyerap materi latihan.

Peserta yang lulus ujian, mereka akan mendapatkan sabuk dan sah sebagai anggota Pagar Nusa. 

Agenda ini diikuti oleh delegasi Rayon Pondok Pesantren (Pon. Pes.) Nurul Hikmah Blumbungan, Pon. Pes. Miftahul Ulum Kebun Baru dan Pon. Pes. Bustanul Ulum Sumber Anom Palengaan.

Ketua Cabang Pagar Nusa Pamekasan, Salman Al Farisi menjelaskan, rekrutmen anggota baru tetep akan selalu dilakukan guna menjaga kelestarian tradisi warisan asli Indonesia yakni Pencak Silat.

"Juga untuk menyiapkan kader-kader militan NU untuk sepuluh tahun ke depan, karena merekalah yang nantinya akan menjadi benteng dan Pagar bagi NU dan bangsa. Mohon doanya, semoga kami istikamah mendampingi kader-kader yang masih belia ini," pungkas Salman. (ahn/fiq)
Share:

Tuesday, April 30, 2019

Pesan Ketua PCNU Pamekasan di Harlah PMII ke-59

Pamekasan — Pasti Aswaja — 59 tahun yang silam, tepatnya 17 April 1960, para mahasiswa Nahdlatul Ulama (NU) dari beberapa daerah di Indonesia berkumpul di Surabaya dan mendeklarasikan berdirinya Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII).

Di usianya yang ke-59 ini, Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pamekasan, KH. Taufik Hasyim, berharap besar terhadap PMII.

PMII, menurut Kiai Taufik, memiliki tanggung jawab besar membentengi paham Ahlussunnah wal Jama'ah (Aswaja) An-Nahdliyah dari rongrongan paham-paham lainnya, khususnya di kalangan mahasiswa.

"PMII juga harus berada di garda depan dalam membentengi NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia. Red.) di lingkungan kampus. Karena, NU juga punya andil besar dalam mendirikan negeri ini. Menjaga NKRI, berarti menjaga warisan ulama-ulama NU," tegas alumni PMII Kediri, Jawa Timur ini, Selasa pagi (30/04/19), di kediamannya, Pondok Pesantren Bustanul Ulum Sumber Anom, Angsanah, Palengaan, Pamekasan.

Tidak hanya itu, sebagai organisasi kemahasiswaan yang lahir dari jam'iyah NU , Kiai Taufik berharap, PMII tidak melupakan organisasi yang melahirkannya. NU, lanjut Kiai Taufik, merupakan wadah bagi alumni PMII dalam melanjutkan khidmatnya kepada agama, nusa dan bangsa.

"Jangan lupakan NU, karena PMII lahir dari NU," pungkasnya. (uki/ahn)
Share:

Harlah PMII ke-59, Lian Berharap PMII Tetap Solid dan Kompak

Pamekasan — Pasti Aswaja — Lian Fawahan, Ketua Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Pamekasan, mengajak semua anggota, kader, dan alumni PMII Pamekasan menjaga soliditas dan kekompakompakan.

Ajakan ini disampaikannya pada acara Tasyakkuran Harlah PMII ke-5 dan Pembukaan Muspimcab PMII Pamekasan, Senin malam (29/04/19), di Aula Kantor PCNU Pamekasan, Jl. R. Abd. Aziz, No. 95, Pamekasan.

Menurut Lian, soliditas dan kekompakan semua elemen PMII sangat berpengaruh dalam memajukan organisasi yang dipimpinnya.

Sebelumnya, pemuda kelahiran Sumenep ini menyampaikan, pihaknya sudah berusaha semaksimal mungkin mengawal proses pengaderan di PMII Pamekasan.

"Pada bulan april ini, kami telah mengawal 14 kegiatan Mapaba (Masa Penerimaan Anggota Baru. Red.) dan proses PKD (Pelatihan Kader Dasar. Red.) di semua tingkatan, baik rmRayon dan zkomisariat di Pamekasan. Hal itu membuktikan kaderisasi tetap dikawal dan menjadi perioritas," paparnya.

Tidak hanya itu, ia juga mengapresiasi para kader yang telah berhasil mengharumkan PMII Pamekasan melalui prestasi. Menurutnya, tidak sedikit kader PMII yang meraih prestasi di berbagai bidang.

"Kemaren saja kader KOPRI (Korps PMII Putri. Red.) Pamekasan sudah bisa menulis buku. Itu menunjukkan literasi kader kita sudah semakin meningkat dan harus diapresiasi," imbuhnya.

Lian juga mengapresiasi para alumni yang telah berhasil menduduki parlemen di Pamekasan.

"Kami ucapkan selamat kepada kader dan alumni PMII yang telah dinyatakan lolos di parlemen, ada Kak Ismail, Kak Syaifi' dan masih banyak lainnya," ungkapnya.

Ia berharap, ke depan PMII Pamekasan terus memberikan sumbangsih kepada masyarakat Pamekasan melalui bidanya masing-masing.

Di akhir sambutannya, Lian meminta para senior dan alumni agar tetap memberikan bimbingan dan arahan agar PMII Pamekasan menjadi organisasi yang berkontribusi besar dalam pembangunan dan kemajuan Pamekasan. (ahn/dur)
Share:

Harlah PMII ke-59, PMII Pamekasan Gelar Tasyakuran dan Muspimcab

Pamekasan — Pasti Aswaja — Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Pamekasan, Senin malam (29/04/19), menggelar tasyakuran memperingati hari lahir (Harlah) PMII ke-59 di Aula Kantor PCNU Pamekasan, Jl. R. Abd. Aziz, No. 95 Pamekasan.

Selain itu, kegiatan bertema "Mempertegas Eka Citra Diri PMII Pamekasan" tersebut juga merupakan rangkaian agenda Musyawarah Pimpinan Cabang (Muspimcab) yang akam diikuti oleh selurun perwakilan Pengurus Komisariat PMII se-Pamekasan.

Lian Fawahan selaku Ketua PC PMII Pamekasan dalam sambutannya menyampaikan, PMII pamekasan sudah melaksanakan berbagai hal guna mencetak kualitas kader yang baik. Ia juga mengajak seluruh kader supaya bersinergi dalam memberikan sumbangsih terhadap kemajuan Pamekasan.

"Untuk acara Muspimcab PMII Pamekasan ini diharapkan bisa menghasilkan terobosan baru yang membawa PMII Pamekasan ke depan semakin maju dan besar," imbuhnya.

Lian juga mengajak seluruh elemen PMII agar tetap menjaga soliditas demi kemjuan organisasi yang dipimpinnya.

"Semua kader PMII Harus tetap solid, dari Rayon ke Komisariat hingga ke Pengurus Cabang. Dan tak lupa pula juga kepada alumni jika ingin mencetak kader yang hebat dan menjadikan PMII lebih maju," tegasnya.

Turut hadir dalam kegiata tersebut Sekretaris Ikatan Keluarga Alumni PMII (IKA-PMII) Jawa Timur yang sedang menjabat sebagai Bupati Pamekasan, Badrut Tamam.

Dalam sambutanya Bupati Pamekasan mengajak kader PMII agar bersinergi bersama Pemerintah dan menjadi bagian terpenting dalam mengabdi kepada masyarakat. Karena, menurutnya, jabatan merupakan bagian perjuangan pengabdian. "Tentukanlah masa depan kalian dengan berproses di PMII, kalian mau menjadi apa tentukan hari ini, karna jika tidak di tentukan dari sekarang kalian akan ketinggalan," ujarnya.

"Jangan berparadigma kita itu untuk mencari kejelekan orang lain. Jika itu masih kita lakukan, maka jangan harap kita akan menjadi orang yang hebat. Yang harus kita lakukan sekarang adalah kita harus sinerjik untuk membangun Islam yang ramah, Islam yang tidak marah yang sekiranya menjadi maslahah untuk bangsa, negara dan agama," lanjutnya.

Turut hadir juga Atiqullah (Ketua IKA PMII Pamekasan), KH. Taufik Hasyim Ketua PCNU Pamekasan), Ketua Muhammadiyah Pamekasan, Muhammad Kosim (Rektor IAIN Madura), Fadil (Sekertaris PKC PMII Jawa Timur), Pengurus Komisariat, kader, anggota rayon se-Pamekasan.

Sebelum diakhiri, acara diisi dengan pemotongan tumpeng oleh Lian Fawahan. (nal/ari/ahn)
Share:

Saturday, April 27, 2019

Pendiri PMII: "Saya Masih Semangat Bersama PMII"

Nganjuk — Pasti Aswaja — KH. Moensif Nachrowi, salah satu pendiri Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) yang masih hidup, mengajak selurus Kader PMII supaya tetap memiliki semangat berproses di PMII.

Ajakan itu disampaikan saat ia mengisi orasi pada acara Memperingati Hari Lahir (Harlah) PMII ke-59 dan Pembukaan Pelatihan Kader Lanjut (PKL) Perdana PC. PMII Nganjuk, Sabtu (27/04/2019) di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Nganjuk.

"Di usia yang sudah 84 ini saya masih semangat bersama PMII, jadi saya mohon untuk diimbangi oleh yang muda-muda seperti kalian ini," ungkap Mbah Moensif, sapaannya.

Kiai sepuh asal Kota Malang itu juga mewanti-wanti kader PMII agar tetap komitmen dan berpegang teguh pada ideologi, sesuai ajaran Nahdlatul Ulama (NU)

"Meskipun nanti kalian sudah mencapai kesukaran, jangan sampai kalian melupakan ideologi yang sesuai dengan ajaran Nahdlatul Ulama," ucapnya.

Diakhir orasinya, Mbah Moensif mendoakan eksistensi PMII dan kesuksesan kader yang berproses di dalamnya. (bor/ahn)
Share:

Perdana, PMII Nganjuk Gelar PKL

Nganjuk — Pasti Aswaja — Untuk pertama kalinya, Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC. PMII) Nganjuk menggelar Pelatihan Kader Lanjut (PKL). Kaderisasi PMII tingkat tiga itu diagendakan akan berlangsung selama lima hari, Sabtu-Rabu (27/04-01/05), di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Nganjuk.

Pada acara pembukaan, kegiatan yang diikuti kader PMII se-Jawa Timur itu sekaligus memperingati hari lahir (Harlah) PMII ke-59.

Novi, Ketua Cabang PMII Nganjuk saat memberikan sambutan sampai meneteskan air mata. Menurutnya, perjuangan Pengurus Cabang PMII Nganjuk, sehingga bisa melaksanakan PKL perdana ini sangat luar biasa.

"Saya terharu melihat perjuangan sahabat-sahabat demi menyukseskan acara ini (Harlah PMII dan PKL perdana. Red.). Bahkan, ada yang sampai kecelekaan selama persiapan," ungkap Novi.

Sekretaris Pengurus Koordinator Cabang (PKC) PMII Jawa Timur, Fadil, mewakili Ketuanya menyampaikan apresiasi kepada PC. PMII Nganjuk.

"Perjuangan sahabat-sahabat tidak cukup sampai di sini saja. Ke depan, sahabat-sahabat peserta PKL memiliki tanggung jawab yang lebih besar, daripada sekedar mengikuti materi selama pelatihan," tegas Mantan Ketua Cabang PMII Pamekasan itu.

Hadir pada acara tersebut KH. Moensif Nachrowi, salah satu pendiri PMII yang menyampaikan orasi pergerakan di hadapan kader-kader PMII. (bor/ahn)
Share:

Thursday, April 25, 2019

Innalillahi, Ketua NU Arab Saudi Meninggal Dunia

Yogyakarta — Pasti Aswaja — Ketua Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Arab Saudi, KH. Fuad Abdul Wahan, kembali ke rahmatullah, Rabu (24/04/19), sekitar pukul 22:40 di salah satu RSUD di Yogyakarta. Berita duka ini mulai tersebar di kalangan warga NU Kamis pagi (25/04/19).

Melalui akun facebooknya, Aguk Irawan MN menggunggah sebuah foto dirinya dengan almarhum bersama beberapa teman lainnya.

"Mengenang almarhum Pak Fuad, ketua PCINU Jeddah, mengenang pula masa-masa menjadi mahasiswa dan haji backpacker. Bangga pernah menjadi bagian dr perusahaannya, Ameer Cargo dan Munief Cargo," penulis buku "Penakluk Badai" itu memberikan caption pada foto yang ia unggah.

Mahrus Em Al'Ab, warga NU lainnya menuliskan, almarhum merupakan lurah kampung Indonesia di Syarafiyah Jeddah, pengelola masjid dan sekolah Indonesia di Jeddah dan Makkah, penyokong mahasiswa-mahasiswa dan pendatang-pendatang yang baru tiba serta pegiat organisasi kemasyarakatan yang ulet.

Lebih lanjut, Mahrus juga mengaku dirinya sering mampir ke kediaman almarhum di Jeddah, berkali-kali juga ditemani dan dibantu.

"Pemilik Ameer Cargo ini semoga mendapatkan maghfirah dan rahmat Allah, raahil ila rahmatillah. Kami dan ratusan mahasiswa Indonesia dari berbagai negara yang pernah datang ke Jeddah menyaksikan amal shaleh almarhum, semoga husnulkhatimah. Ila ruuhihi alfaatihah," tulisnya. (bor/uki)
Share:

Sandi Akan Sowan Kepada Kiai Ma'ruf

Jakarta — Pasti Aswaja — Sandiaga Uno, calon wakil presiden nomor urut 02, berencana menemui calon wakil presiden nomor urut 01, KH Ma’ruf Amin. Namun, saat ini Sandi masih fokus mengawal proses penghitungan dan rekapitulasi perolehan suaranya pada pelaksanaan Pilpres 2019.

“Saya sekarang fokusnya ada di pengawalan proses C1 dan program-program kita yang sudah jalan. Kalau silaturahmi itu kan kapan saja bisa. Saya sudah ingin ketemu dari sebelumnya tapi kan Allah belum membukakan jalan,” ujar Sandi, seperti dikutip Santri News, Rabu (24/04/19).

Sebelumnya, Kiai Ma’ruf mengungkapkan keinginannya bertemu Sandi. Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) ini berharap pertemuan itu menjadi langkah awal rekonsiliasi antara dua kubu pasca-Pilpres 2019. Bahkan, ia memastikan dirinya dan Sandi akan segera bertemu dalam waktu dekat.

Rekonsiliasi, menurut Kiai Ma'ruf, merupakan momentum tepat dalam mengembalikan keutuhan persatuan dan kesatuan Bangsa Indonesia, karena kepentingan bangsa dan negara harus didahulukan ketimbang membela kepentingan kelompoknya masing-masing usai Pilpres 2019.

Sejak Agustus 2018, Sandi memang ingin bertemu dengan Kiai Ma’ruf. Ia pun sempat menghubungi sejumlah kenalan yang dapat memfasilitasi pertemuannya dengan Kiai Ma’ruf.

“Buat saya ya sebagai murid, saya kan murid dari Pak KH Ma’ruf Amin yang sangat kita muliakan ya, tentunya ingin mendengar nasihat-nasihat, pandangan-pandangan beliau,” ujarnya. (ahn/fiq)
Share:

Wednesday, April 24, 2019

Harlah 85, Ansor Sampang Potong Tumpeng dan Santuni Anak Yatim

Sampang — Pasti Aswaja — Pengurus Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Sampang menyantuni puluhan anak yatim. Agenda tersebut merupakan bagian refleksi peringatan hari lahir (Harlah) GP Ansor ke-85.

Sebelum itu, acara diawali dengan tahlil bersama bagi para pejuang Ansor dan pendiri Nahdlatul Ulama (NU).

KH. Khoiron Zaini atau yang akrab disapa Gus Khoiron selaku Ketua GP Ansor Sampang berharap, acara yang digelarnya menjadi wasilah turunnya keberkahan dan kekuatan lahir batin dalam mengabdi kepada negara, bangsa, ulama dan para pendiri jam'iyah NU.

"Dan juga dengan berkahnya anak yatim, semoga Allah memberikan kedamaian, ketenteraman, kemakmuran kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia ini," lanjutnya, Rabu (24/04/19), di sekretariatnya, Jl. Diponegoro, No. 51, Banyuanyar, Sampang.

Tidak hanya itu, pasca pelaksanaan pesta demokrasi 17 April lalu, Gus Khoiron berharap seluruh masyarakat Indonesia kembali memperkokoh ukhuwah islamiyah, ukhuwah wathaniyah, ukhuwah basyariyah.

"Karena sekarang sudah tidak ada lagi istilah pendukung 01, pendukung 02. Kita sekarang berada dalam satu barisan, satu bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia. Ayo kita jaga kerukunan, ayo kita jaga kebersamaan. Apalagi menjelang bulan Ramadhan. Ayo kita sucikan diri, ayo kita semakin memperbaiki diri, agar kita diridhai Allah SWT," imbuhnya.

Yang paling penting, lanjut Gus Khoiron, seluruh pihak tidak gegabah dalam merespon hasil Pilpres dan menunggu hasil real count resmi KPU.

"Dan Ansor, Banser Sampang akan selalu bersama KPU, mendukung penuh KPU, mendukung hasil dari pada keputusan KPU, karena memang kita ini hidup di negara yang diatur konstitusi. Sehingga kita harus menaati peraturan yang ada di Negara Kesatuan Republik Indonesia ini," tegasnya. (fiq/ahn)
Share:

Tuesday, April 23, 2019

Ramadhan 1440, Tim Dakwah PCNU Pamekasan Jalin Kerja Sama Dengan Media Massa

Pamekasan — Pasti Aswaja — Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, Tim Dakwah Ramadhan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Pamekasan melakukan kerja sama dengan beberapa media massa elektronik. Kerja sama ini akan berlangsung selama Ramadhan 1440.

Hal ini, menurut Farid Mawardi, sebagai bentuk kegembiraan menyambut bulan Ramadhan dan mengisi bulan mulia ini dengan kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat selama satu bulan.

"Sekaligus bersama-sama mewujudkan tayangan-tayangan edukatif mendidik bagi masyarakat luas," ujar Ketua Tim Dakwah Ramadhan ini sesaat setelah menjalin kesepakatan dengan Karimata FM, Selasa sore (23/04/2019).

Kerja sama tersebut, lanjut Dosen Ilmu Falak IAIN Madura itu, berupa talkshow bersama para dai yang kompeten baik unsur pengurus NU maupun intelektual pesantren, sebagai kaderisasi di bidang dakwah.

"Para dai yang sudah mendapatkan mandat dari PCNU (Pamekasan. Red.) nanti akan bergantian mengisi acara di media-media itu," pungkasnya. (ahn/dur)
Share:

Harlah PMII 59, Komisariat STAI-MU Gelar Movement Motivation Training

Pamekasan — Pasti Aswaja — Pengurus Komisariat (PK) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Sekolah Tinggi Agama Islam Miftahul Ulum (STAI-MU) Pamekasan, Selasa siang (23/04/19), menggelar Movement Motivatiom Training di Cafe Reza, Jl. Raya Palengaan, Pamekasan.

Agenda yang digelar sebagai refleksi hari lahir (Harlah) PMII ke-95 tersebut mendatangkan Mohammad Abror, salah satu pengurus Lembaga Semi Otonom (LSO) Pengembangan Kaderisasi Pengurus Koordinator Cabang (PKC) PMII Jawa Timur.

Mengangkat tema "PMII-ku, PMII-mu, PMII Kita Semua", kegiatan tersebut diikuti seluruh anggota, kader, dan pengurus komisariat.

Imam Syafii selaku Ketua Komisariat dalam sambutanya mengapresiasi kegiatan yang digagas oleh pengurusnya. Ia berharap, momentum ini dapat membangkitkan semangat seluruh elemen organisasi yang dipimpinnya dalam memberikan kontribusi demi kemajuan PMII.

"Kita harus berupaya untuk memberikan yang terbaik terhadap PMII. Melalui refleksi Harlah ini, mari kita sama-sama berupaya untuk tetap berjalan seirama demi satu tujuan, yaitu PMII," tegasnya.

Dalam penyampaiannya, Abror banyak menyinggung sejarah perjalanan PMII STAI-MU yang banyak melahirkan kader luar biasa. Meski demikian, ia meminta agar hadirin tidak terlena dengan capaian tersebut, "karena sahabat-sahabat yang sedang berproses saat ini harus mampu melampaui capain yang telah ditorehkan itu," lanjut Reporter Pasti Aswaja ini.

Acara kemudian diakhiri dengan pemotongan tumpeng dan tiup lilin oleh Imam Syafii dan Istiyanah selaku Ketua Korps PMII Puyri (KOPRI), didampingi Abror. (nal/uki)
Share:

Monday, April 22, 2019

Kejuaraan Minak Sopal I, Pagar Nusa Pati Borong Lima Medali

Trenggalek — Pasti Aswaja — Pencak Silat Nahdlatul Ulama (PSNU) Pagar Nusa Pati berhasil menggondol empat emas dan satu perak dalam Kejuaraan Minak Sopal I yang diselenggarakan oleh Pengurus Cabang PSNU Pagar Nusa Trenggalek Sabtu-Senin,  20-22 April di GOR Padepokan Pagar Nusa Trenggalek. Capaian ini mengantarkan Pagar Nusa pati meraih Juara Umum III 

“Kami berhasil meraih empat emas dan satu Perak yang berasal dari tujuh kategori yang kami ikuti, sedangkan yang dua belum memperoleh juara." terang M. Khoirul Fatihin, Manager Kontingen Pagar Nusa Pati.

Fatih menerangkan, Kejuaraan Minak Sopal I diikuti oleh 30 kontingen yang berasal dari berbagai daerah, di antaranya kontingen Pagar Nusa Pati.

"Juara Umum pertama diraih oleh Padepokan Pagar Nusa Trenggalek dan Juara Umum kedua berhasil digapai oleh Kontingen Pagar Nusa PAC Gandusari," ujarnya.

Pendekar asal Kota Pati Bumi Mina Tani ini juga menambahkan, hasil yang diraihnya itu bukanlah sebatas keberuntungan, tapi juga merupakan hasil latihan keras para pesilat yang didelegasikan pada kejuaraan tersebut.

Berikut perolehan medali PSNU Pagar Nusa Pati:
  • Pra Remaja B putri: Salsabila Addin Nurhaya (Juara 1)
  • Remaja Putri C: Tri Nur Alfiani (Juara 1)
  • Pra Remaja putri C: Puji lestari (Juara 1)
  • Pra Remaja Putri B: Wisnu Widianto (Juara 1)
  • Remaja Putra D: Dandi Nugroho (Juara 2). (lis/ahn)
Share:

UKM PSNU Pagar Nusa STAI-MU Turut Meriahkan Milad 192 PPMU Panyeppen

Pamekasan — Pasti Aswaja — Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pencak Silat Nahdlatul Ulama (PSNU) Pagar Nusa Sekolah Tinggi Agama Islam Miftahul Ulum (STAI-MU) Pamekasan turut memeriahkan acara Milad ke-192 Pondok Pesantren Miftahul Ulum (PPMU) Panyeppen, Potoan Laok, Palengaan, Pamekasan, Ahad malam (21/04/19).

Ketua UKM Pagar Nusa, Sabri, mengatakan, pihaknya merasa perlu ambil bagian dalam acara tersebut, karena STAI-MU merupakan bagian tak terpisahkan pesantren yang diasuh oleh Mustasyar PWNU Jawa Timur, KH. Mohammad Muddatstsir Badruddin, itu.

"STAI-MU ini lahir dari (PPMU. Red.) Panyeppen. Artinya, STAI-MU bagian dari pesantren ini. Dan Pagar Nusa ini bagian dari STAI-MU. Jadi, kita (Pagar Nusa. Red.) ini juga bagian tak terpisahkan dari pesantren ini," ujar mahasiswa kelahiran Kalimantan Tengah ini sesaat sebelum teman-temannya mendapat giliran tampil.

Selain itu, aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat STAI-MU ini berharap, ia dan teman-temannya kelak di akhirat diakui sebagai santri para masyayikh PPMU Panyeppen dan mendapatkan aliran berkahnya.

"Tidak ada lain, hanya itu yang kami harapkan. Satu lagi, semoga kita tampil ini menjadi wasilah mendapatkan ilmu yang berkah dan bermanfaat bagi kampus, Nahdlatul Ulama, agama, nusa, bangsa, khususnya bagi pesantren ini," pungkas Sabri yang juga alumni pesantren setempat. (ahn/uki)
Share:

Meriah, Ribuan Santri dan Alumni Hadiri Puncak Milad 192 PPMU Panyeppen

Pamekasan — Pasti Aswaja — Pondok Pesantren Miftahul Ulum (PPMU) Panyeppen, Palengaan, Pamekasan, Madura sudah berusia 192 tahun. Pada perayaan miladnya, pesantren yang diasuh KH. Mohammad Muddatstsir Badruddin, Musytasyar PWNU Jawa Timur tersebut mengusung jargon "Santun, Penuntun, Inovatif".

Berbagai kegiatan, mulai lomba antar santri, Haul Masyayikh, Ngaji Ahlussunnah Wal Jamaah (Aswaja), Ngaji Kebangsaan bersama Prof. Dr. Ali Machsan Moesa (Mantan Ketua PWNU Jawa Timur), dan Wisuda Tarbiyah, meliputi: Hafidz Hadits, Hafidz Quran, Hafidz Nazham 'Imrithi dan Hafidz Nazham Maqshud.

Puncaknya, kegiatan bertema "Menjaga Amanah, Merawat Tradisi dan Merespon Modernisasi" itu ditutup Ahad malam (21/04/2019) dengan dihadiri ribuan santri, alumni dan simpatisan di halaman Ma'had Tibyan Li Al-Shibyan PPMU Panyeppen.

KH. Rahbini Abd. Latif dalam sambutannya atas nama Pengurus Yayasan Al-Miftah PPMU Panyeppen pada acara puncak mengungkapkan rasa syukur atas suksesnya pelaksanaan milad ke-192 tersebut.

"Alhamdulillah, dalam rangkaian milad (PPMU Panyeppen. Red.) ke-192 ini banyak sekali proses wisuda yang dilaksanakan. Itu artinya, sudah banyak anak didik yang sudah menuntaskan proses pendidikannya," ungkap Kiai yang juga Pengurus NU Pamekasan itu.

Parade sholawat dan beberapa penampilan persembahan oleh santri PPMU Panyeppen turut meramaikan acara puncak tersebut. (nal/bor)
Share:

Sunday, April 21, 2019

01 Menang Versi Hitung Cepat, GASPER Potong Tumpeng

Pamekasan — Pasti Aswaja — Gerakan Santri dan Pemuda Rahmatan Lil 'Alamin (GASPER) menggelar tasyakuran atas kemenangan pasangan 01, Joko Widodo-KH. Ma'ruf Amin, yang dinyatakan unggul versi quick count atau hitung cepat yang dilakukan oleh lembaga-lembaga kridibel, di Aula Pondok Pesantren Bustanul Ulum Sumber Anom, Angsanah, Palengaan, Pamekasan, Ahad siang (21/04/19).

M. Ahnu Idris mengatakan, acara yang digelarnya tidak hanya mensyukuri kemenangan pasangan 01, tapi juga mensyukuri pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) 17 April lalu yang berjalan lancar, aman, dan damai, yang menurutnya hal ini tidak lepas dari kinerja pihak-pihak terkait.

"Terimakasih kepada penyelenggara (KPU, DKPP, Bawaslu) dan aparat keamanan (TNI, Polri) yang telah mengorbankan tenaga demi menjaga keamanan masyarakat dalam menyalurkan haknya memilih pemimpin negara ini untuk lima tahun ke depan," ujar Ketua GASPER itu.

Ia juga menghimbau, agar masyarakat merajut kembali persaudaraan yang mungkin sempat renggang akibat pelaksanaan Pemilu. Menurutnya, Pemilu hanya bagian demokrasi. Yang lebih penting ialah menjaga persatuan dan kesatuan yang menjadi syarat utama dalam menjaga keberlangsungan demokrasi.

Sebelum diakhiri, acara diisi orasi kebangsaan oleh K. Mukhlis. Dalam penyampaiannya, K. Mukhlis banyak menyampaikan tentang perjuangan ulama pesantren dan santri dalam memperjuangkan dan merebut kemerdekaan.

Acara kemudian dilanjutkan pemotongan tumpeng oleh KH. Taufik yang diberikan kepada para pembina dan juru bicara.

Kegiatan yang diikuti ratusan peserta itu, tampak hadir juga KH. Abdul Wasi' Hamzah (Dewan Pertimbangan GASPER), KH. Taufik, K. Abd. Kholiq Ilyas, K. Mukhlis Nasir, ketiganya selaku Pembina GASPER dan Maltuful Anam (juru bicara GASPER) dan beberapa tokoh masyarakat. (bor/dur)
Share:

Friday, April 19, 2019

NU dan Sebelas Ormas Islam Ajak Masyarakat Sabar Tunggu Real Count

Jakarta — Pasti Aswaja — Berkenaan perkembangan pasca Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 yang menimbulkan concern banyak pihak, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) bersama sebelas organisasi kemasyarakatan (Ormas) Islam yang tergabung dalam Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI) menggelar konfrensi pers, Jumat sore (19/04/19), di Kantor PBNU, Jl. Kramat Raya, No. 164, Jakarta Pisat.

Dalam konfrensi pers ini, PBNU bersama Ormas lainnya menyampaikan pernyataan sikap dan himbauan dengan harapan dapat membantu dan mendorong ke arah yang lebih konstruktif demi menjaga harkat, martabat bangsa dan Negara Kesatuan Repiblik Indonesia (NKRI) yang mayoritas berpenduduk muslim.

KH. Said Aqil Siroj selaku Ketua Umum PBNU menilai, Pemilu 2019 menjadi bukti kedewasaan dan kematangan bangsa Indonesia dalam konteks bernegara. Maka dari itu, atas nama LPOI, ia mengapresiasi kepada seluruh elemen yang terlibat dalam pesta demokrasi lima tahunan ini.

Pemilu kali ini, menurut Kiai Said, merupakan bukti nyata komitmen bangsa Indonesia dalam menjaga persatuan dan kesatuan dalam bingkai NKRI sebagai wujud mu'ahadah wathaniyah (kesepakatan nasional).

Atas dasar itu, PBNU bersama LPOI menyerukan agar seluruh warga Indonesia bersabar menunggu hasil real count Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagi satu-satunya lembaga yang diberi kewenangan oleh perundang-undangan yang berlaku.

LPOI juga meminta supaya semua pihak dapat menahan diri dan tidak melakukan tindakan yang bertentangan dengan hukum, apalagi bersikap inkonstitusional

"Apabila merasa keberatan terhadap hasil Pemilu, maka memggunakan saluran yang disediakan konstitusi dalam penyelesaiannya," ujar Kiai Said saat membacakan pernyataan sikap tersebut.

Demi menjaga kondusifitas pasca Pemilu, LPOI mengajak seluruh komponen bangsa segera melakukan rekonsiliasi pasca pemungutan suara Pemilu 2019.

"Terutama kepada para ulama, para kiai, tokoh agama, para asatidz, di manapun berada, mari kita lakukan upaya-upaya rekonsiliasi secepat mungkin agar kita (bangsa Indonesia) kembali menjadi tenang, penuh dengan persaudaraan: ukhuwah wathaniyah dan ukhuwah islamiyah," lanjut Kiai Said.

Terakhir, LPOI mengajak seluruh umat Islam memperbanyak doa, zikir, selawat, agar bangsa Indonesia mendapat berkah dari Allah SWT.

Sebelas Ormas Islam yang turut serta menyatakan sikap bersama PBNU ialah: Syarikat Islam Indonesia (SII), Persatuan Islam (Persis), Al-Irsyad Al-Islamiyah, Matla'ul Anwar, Al-Ittihadiyah, Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI), Ikatan Dai Indonesia (IKADI), Azzikra, Al-Wasliyah, Persatuan Tarbiyah Islamiyah (Perti), Persatuan Umat Islam (PUI) dan Himpunan Bina Mualaf.

LPOI merupakan forum Ormas-ormas Islam yang mayoritas berdiri sebelum proklamasi kemerdekaan republik ini, kecuali Himpunan Bina Mualaf dan IKADI. (ahn/uki)
Share:

Pantauan LFNU Pamekasan, Nishfu Sya'ban 1440 H Jatuh Malam Ahad

Pamekasan — Pasti Aswaja — Hasil pantauan Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama (LFNU) Pamekasan, malam Nishfu Sya'ban bertepatan dengan hari Sabtu (malam Ahad). Hal itu diungkapkan oleh Mohammad Hosen selaku Ketua LFNU Pamekasan, Jumat (19/04/19).

Hosen mengatakan, ijtimak akhir Rajab di wilayah Pamekasan terjadi pada hari Jumat kliwon (05/04/19) dengan ketinggian hilal mencapai dua derajat selama 15 menit 11 detik.

"Menurut kriteria imkan rukyah, tanggal 1 Sya'ban 1440 Hijiryah jatuh pada malam Sabtu. Demikian pula dengan kriteria wujudul hilal Muhammadiyah," papar Hosen seperti dikutip laman resmi PCNU Pamekasan.

NU yang menganut rukyatul hilal, lanjut Hosen, pada Jumat sore tidak ada satupun perukyat yang melihat hilal, sehingga jalan yang ditempuh adalah istikmal.

"Dengan demikian, tanggal 1 Sya'ban jatuh pada hari Sabtu, malam Ahad, bertepatan dengan tanggal 6 April 2019. Oleh karena itu, Nishfu Sya'ban jatuh pada hari Sabtu, malam Ahad tanggal 20 April 2019," pungkasnya. (bor/ahn)
Share:

Wednesday, April 17, 2019

Sambut Harlah dan Pemilu 2019, PKC PMII Jawa Timur Gelar Doa Bersama

Surabaya — Pasti Aswaja — Tepat pada tanggal 17 April 2019, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) genap berusia 59 tahun. Sebagai bentuk syukur sekaligus menyambut momentum pemilihan umum (Pemilu) serentak 2019, Pengurus Koordinator Cabang (PKC) PMII Jawa Timur menggelar doa bersama, Selasa (16/04/2019), di Sekretariatnya, Jl. Kebonsari, Perum Elveka III, No. 23, Surabaya

Acara yang diikuti seluruh pengurus tersebut diawali dengan pembacaan surat al-Fatihah bersama, dilanjutkan Khatmil Quran dan pembacaan Shalawat Nariyah. Pemotongam tumpeng dan doa bersama menjadi pamungkas pada acara itu.

Abdul Ghoni, Ketua PKC PMII Jawa Timur mengungkapkan, kegiatan itu dimaksudkan mendoakan keselamatan bangsa dan negara dalam menghadapi momentum politik tahun ini.  

"Harapannya, pelaksanaan pemilihan umum serentak tahun 2019 ini berjalan lancar dan sukses. Begitu juga, sahabat-sahabat alumni dan senioritas PMII yang sedang berikhtiar dan berjuang sebagai peserta Pemilu turut kami doakan," ungkapnya

Hadir pada kesempatan itu, Dhini Adhiyati, Ketua Korps PMII Putri (KOPRI) PKC PMII Jawa Timur, yang turut menerima potongan tumpeng dari Ghoni. (bor/ahn)
Share:

Sunday, April 14, 2019

Harlah dan Pemilu, PKC PMII Jawa Timur Imbau Cabang Gelar Doa Bersama

Surabaya — Pasti Aswaja — Guna memperingati hari lahir (Harlah) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) ke-59 dan suksesnya pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) serentak 2019, Pengurus Koordinator Cabang (PKC)  Jawa Timur mengimbau Cabang-cabang PMII di bawah koordinasinya menggelar doa bersama.

Imbauan itu disampaikan melalui surat edaran yang ditandatangani Abdul Ghoni, Ketua dan Fadil, Sekretaris PKC PMII Jawa Timur bernomor 011.PKC-XXIII.V-04.01.004.A-1.04.2019 tertanggal 13 April 2019.

Berikut isi imbauan PKC PMII Jawa Timur berkenaan dengan Peringatan Harlah PMII ke-59 dan Pemilu serentak 2019:

"Sehubungan dengan hari lahir PMII ke-59 dan bertepan dengan PEMILU 2019, kami mengimbau kepada Cabang PMII se-Jawa Timur untuk melaksanakan gerakan serentak Khotmil Quran, Pembacaan Sholawat Nariyah dan Doa Bersama, pada:

Hari, Tanggal: Selasa, 16 April 2019
Tempat: Sekretariat Kantor Cabang masing-masing PMII se-Jawa Timur.
Jam: 18.30 WIB-selesai. (bor/ahn)
Share:

Saturday, April 13, 2019

PCNU Pamekasan: "Umat Jangan Terpengaruh Isu PKI"

Pamekasan — Pasti Aswaja — Beredar foto baliho di media sosial (Medsos) berisi penolakan mengatasnamakan ulama dan umat Islam Palengaan Pamekasan terhadap paham Komunisme dan Partai Komunis Indonesia (PKI).

Mengetahui hal itu, KH. Taufik Hasyim, Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Pamekasan, langsung berkoordinasi dengan pihak kepolisian. Berdasarkan informasi pihak aparat, baliho tersebut tidak ada.
 mengajak masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh isu bohonh yang tidak jelas asalnya itu.

"Umat jangan terpengaruh isu PKI, yang kemarin sempat tersebar di Medsos, karena itu bohong dan tidak jelas. Bahkan kami sempat koordinasi dengan pihak aparat, bahwa itu tidak ada," tegasnya, Sabtu pagi (13/04/19).

Ditemui Pasti Aswaja di kediamannya, Kiai Taufik meminta kepada tokoh agama maupun tokoh mayarakat, agar tidak memberikan pernyataan yang membigungkan apalagi memprovokasi umat.

"Biarkan umat melaksanakan pemilu dengan suka cita dan damai," imbuh mantan aktivis PMII Kediri, Jawa Timur itu.

Selain itu, Pengasuh Pondok Pesantren Bustanul Ulum Sumber Anom, Angsanah, Palengaan ini juga mengimbau agar masyarakat melaksanakan aktivitas seperti biasa.

"Yang menjadi guru, yang menjadi pedagang, yang menjadi petani, laksanakan aktivitas seperti biasanya dan jangan terpengaruh terhadap siapapun yang membuat propaganda dan fitnah-fitnah serta jangan terpengaruh pada  berita hoax," lanjutnya.

Kiai Taufik mengajak seluruh elemen masyarakat bersama-sama menjaga persatuan dan persamaan sekalipun berbeda pandangan politik.

"Mugkin masing-masing dari kita beda pilihan dan calon kita menang itu penting. Tapi, persatuan dan keutuhan bangsa jauh lebih penting," pungkasnya. (ahn/uki)
Share:

Ijtihad Politik Ulama Menurut Rais NU Australia-Selandia Baru

Australia — Pasti Aswaja — Di antara ciri-ciri orang nertakwa ialah mengimani hal-hal ghaib. Ada sejumlah kekasih Allah yang diberikan anugerah mendapatkan pemahaman mengenai rahasia suatu peristiwa yang akan terjadi di masa mendatang. Yang demikian, termasuk kategori ghaib yang harus diakui oleh umat Islam.

Berkenaan hal ini, KH. Nadirsyah Hosen mengatakan, ada beberapa poin penting yang harus dipahami oleh masyarakat: pertama, hanya Rasulullah SAW yang ma'shum atau bebas dari kekeliruan, sedangkan para ulama tidak; kedua, boleh jadi isyarat yang dipahami oleh ulama itu benar, tapi ketika diceritakan kepada pihak ketiga, bisa saja pihak ini menafsirkan dan memahami dengan kepentingan masing-masing.

"Ketiga, sebagaimana ayat nasikh dan mansukh (ayat yang menganulir dan ayat yang dianulir. Red.), ketetapan yang Allah berikan pada momen tertentu bisa dirubah pada momen lainnya. Ini bagian dari hak prerogatif Allah," lanjut Rais Syuriah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Australia-Selandia Baru itu.

Di samping itu, lanjut dosen tetap di Universitas Monash Australia yang akrab disapa Gus Nadir ini, ada adab atau etika bagi para murid ketika mendapatkan berita ghaib dari seorang mursyid (guru spritual). Tanpa izin mursyid, seorang murid tidak boleh menceritakan berita tersebut kepada orang lain. Jika tidak, murid ini termasuk kategori su' al-adab (beretika buruk) kepada mursyid.

Yang terakhir, semua hal itu termasuk bagian ijtihad para ulama. Ulama dalam menetapkan pilihan-pilihan politik, tentu berijtihad. Termasuk dalam memahami, menangkap isyarat dari Allah SWT. Dan isyarat itu, imbuh Gus Nadir, bisa dipahami berbeda-beda antara satu ulama dengan ulama yang lain. Itu semua sebagai informasi bagi masyarakat; bukan sebuah konfirmasi.

"Tentu kita harus meyakini bahwa kebenaran itu semata-mata datangnya dari Allah SWT. al-haq min Allah. Karena itu, wajar-wajar saja kalau terjadi perbedaan antara satu ulama dengan ulama lainnya. Semuanya adalah kekasih Allah, semuanya harus kita hormati," pungkasnya.

Hal ini disampaikan oleh Gus Nadir, melalui sebuah video berdurasi 2:15 yang diunggah di akun Twitter pribadinya, Jumat malam (12/04/19). Video ini sebagai jawaban atas banyaknyanpertanyaan warganet kepada dirinya tentang kasyaf dan politik.

Saat berita ini ditulis, video tersebut disukai sebanyak 2.963 akun, 1.014 twit ulang, 3.147 komentar dan ditonton oleh 1,6 juta pengguna Twitter. (ahn/fiq)
Share:

Friday, April 12, 2019

Perkuat Jejaring Ekonomi dan Budaya, PBNU Konsolidasikan Alumni MKNU


Jakarta – Pasti Aswaja – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Jumat siang (12/04/19), menggelar pertemuan bersama sekitar 1500 alumni Madrasah Kader Nahdlatul Ulama (MKNU) se-DKI Jakarta di Hotel Kartika Chandra. Pada forum ini para alumni akan menerima arahan berkenaan tanggung jawab dan peran kemasyarakatan mereka.

Dikutip dari NU Online, laman resmi PBNU, forum ini akan dihadiri oleh KH Said Aqil Siroj (Ketua Umum PBNU), H Robikin Emhas (Ketua PBNU), H Ulil Abshar (Wakil Sekretaris Jenderal PBNU), Endin AJ Sofihara (Kordinator MKNU), pengurus harian Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jakarta dan pengurus harian Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) se-DKI Jakarta.

Forum yang didahului dengan pembacaan tahlil dan doa bersama ini, menurut H Ulil Abshar, selain mempererat tali silaturahim dan menguatkan kepengurusan NU tingkat wilayah dan tingkat cabang, forum ini juga bertujuan menguatkan jejaring ekonomi, budaya, politik kader NU serta mengonsolidasi pengurus struktural NU se-DKI Jakarta.

MKNU merupakan salah satu kegiatan kaderisasi di lingkungan NU. Di Jakarta kaderisasi ini sudah diadakan beberapa angkatan yang diinisiasi oleh PBNU dan PWNU DKI Jakarta. Di Jakarta, MKNU diikuti oleh sebanyak 4400 kader.

MKNU di Jakarta pernah diadakan di Pondok Pesantren At-Tsaqafah, Ciganjur, Jakarta Selatan, Pondok Pesantren As-Shiddiqiyyah Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Wisma Tanah Air Jakarta Selatan, dan di kompleks Jakarta Islamic Center (JIC), Koja, Jakarta Utara.

Adapun MKNU di kompleks Jakarta Islamic Center (JIC), Koja, Jakarta Utara, setiap akhir pekan bulan Januari hingga awal Februari 2019 lalu diadakan sebanyak lima gelombang yang diikuti oleh kader di masing-masing kecamatan se-DKI Jakarta. (dur/ahn)
Share:

Monday, April 8, 2019

Menyesal Edit Video, Zainal Sowan ke Gus Mus

Rembang — Pasti Aswaja — Zainal, pemilik akun Instagram @shenall.ap, mendatangi kediaman KH. Mustofa Bisri atau yang akrab disala Gus Mus di kediamannya, kompleks Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin Leteh, Rembang, Jawa Tengah, Senin siang (08/04/19), sekira pukul 12:00 WIB.

Kedatangan pria asal Batam itu bertujuan meminta maaf atas tindakannya beberapa hari lalu mengedit video yang mengesankan Gus Mus menanggapi pernyataan KH. Ma'ruf Amin. Padahal, terdapat dua video dengan tema dan waktu yang sangat berbeda.

Zainal mengaku menyesal dengan perbuatannya yang tidak hati-hati, sehingga mangakibatkan kerugian pada pihak lain. Dirinya menyatakan, video tersebut dibuat murni karena iseng dan tidak ada yang menyuruh.

“Saya datang ke sini ingin meminta maaf kepada Mbah (Gus Mus. Red.) atas perbuatan saya mengedit video beliau, dengan ini saya menyesal dan menjadi pelajaran serta pengalaman bagi saya di kemudian hari,” sesalnya, seperti dikutip mataairradio.com.

Atas saran Gus Mus, pria yang berprofesi sebagai pedagang sembako ini juga berniat meminta maaf kepada KH Ma’ruf Amin, meski belum menentukan caranya: secara langsung atau via media sosial.

Gus Mus dalam kesempatan itu mengatakan sudah memaafkan Zainal bahkan sebelum ia meminta maaf. Gus Mus merasa tidak dirinya tidak dirugikan atas tindakan Zainal. Hanya saja merasa tidak enak hati kepada Kiai Ma’ruf, sehingga perlu klarifikasi melalui beberapa akun media sosial pribadinya.

Gus Mus juga menasehati Zainal agar berhati-hati dalam bertindak sehingga tidak menyesal di kemudian hari. Apalagi melihat potensi Zainal mengedit video. Gus Mus menyarankan agar Zainal membuat video yang sifatnya menyejukkan. Jika mempunyai pilihan dalam kontestasi Pilpres maka gunakan kemampuan editing video untuk memperkenalkan keunggulan tanpa menjatuhkan lawan. (fiq/ahn)
Foto source: mataairradio.com
Share:

Home Style

Contact Form

Name

Email *

Message *

Ads

Ads

Latest News

Popular Posts

Blog Archive