Monday, November 18, 2019

Khofifah Pastikan Telur yang Beredar di Jawa Timur Aman Dikonsumsi

Pamekasan — Pasti Aswaja — Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menepis isu tentang telur yang beredar di Jawa Timur mengandung racun dan tidak aman dikonsumsi.

Khofifah menjamin seluruh telur yang beredar di Jawa Timur berasal dari peternakan ayam yang telah menerapkan pola good farming practices alias benar-benar terjaga dalam perawatannya sehingga memiliki kualitas telur yang tinggi dan baik.

Hal ini disampaikan Khofifah melalui fans page miliknya, Senin (18/11/2019) siang.

Melalui unggahannya itu, Ketua Umum Muslimat NU itu meminta masyarakat agar tidak khawatir dan kembali mengkonsumsi telur. Karena isu yang beredar hanyalah kasus di salah satu daerah di Sidoarjo.

"Jadi, plis jangan khawatir berlebihan dan tiba-tiba enggan menyantap telur ayam hanya karena berita yang menyebut telur ayam dari Jatim beracun. Itu adalah case di satu daerah di Tropodo, Sidoarjo dan bukan ayam ternakan, melainkan ayam kampung yang dilepas dan dipelihara secara umbaran," tulisnya.

Khofifah melanjutkan, pihaknya meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo dan lainnya supaya mengandangkan semua ayam piaraan agar terjaga dan terhindar dari polusi yang membahayakan kesehatan.

Sampai berita ini diturunkan, status tersebut mendapatkan 600 lebih tanggapan, 27 komentar dan 19 kali dibahikan. (ahn/uki)
Share:

Sunday, November 17, 2019

Perdalam Aswaja, PMII Abu Hanifah Unira Datangkan Reporter Pasti Aswaja

Sampang — Pasti Aswaja — Menindak lanjuti Masa Penerimaan Anggota Baru (MAPABA) benerapa waktu lalu, Pengurus Rayon (PR) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Abu Hanifah Komisariat Universitas Madura (Unira) Pamekasan menggelar Follow Up, Ahad pagi (17/11/2019) di Pantai Wisata Camplong, Sampang, Jawa Timur.

Diikuti anggota baru PR PMII Abu Hanifah, follow up kedua ini memdatangkan reporter Pasti Aswaja, Muhammad Abror, guna memperdalan pembahasan materi Ahlussunnah Wal Jamaah (Aswaja) waktu MAPABA.

Sebelumnya, kata Habibi selaku Ketua PR PMII Abu Hanifah, Follow Up pertama difokuskan pada materi Ke-PMII-an. Pertemuan kedua dan ketiga difokuskan pada materi Aswaja.

Bibi, sapaan akrabnya menambahkan, penting bagi anggota baru mendalami materi-materi ideologis yang ada dalam organisasi PMII.

Aswaja sebagai salah satu aspek dominan yang ada dalam PMII, kata Bibi, harus diperkuat di kalangan anggota dan kader.

"Hal itu sesuai dengan amanah yang tertuang dalam peraturan organisasi PMII," jelasnya. (fiq/ahn)
Share:

PAC GP Ansor Palengaan Akan Gelar DTD Bulan Depan

Pamekasan — Pasti Aswaja — Pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Palengan, Sabtu (16/11/2019) malam, menggelar rapat persiapan Diklat Terpadu Dasar (DTD) di Dusun Nagasari, Desa Palengaan Laok, Palengaan, Pamekasan, tepatnya di kediaman Burawi, salah satu pengurus PAC GP Ansor Palengaan.

DTD meruapakan perpaduan antara Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) sebagai syarat menjadi anggota GP Ansor dan Pendidikan dan Pelatihan Dasar (Diklatsar) sebagai syarat menjadi anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser). Lulusan DTD bisa memilih antara menjadi kader GP Ansor atau anggota Banser.

"DTD ini terdiri dari 50 persen materi Ansor dan 50 persen materi Banser. Jadi, pasca mengikuti DTD peserta tinggal pilih mau jadi Ansor apa mau jadi Banser. Anggota Ansor itu belum tentu Banser, tapi Banser sudah pasti Ansor. Tinggal dipilih," jelas Sudarsono, Ketua PAC GP Ansor Kecamatan Palengaan usai rapat.

DTD ini, menurut mantan aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) ini, digelar guna membentengi para pemuda di kecamatan setempat agar tidak mudah terpengarus gerakan kelompok-kelompok radikal yang saat ini gencar menyasar kalangan pemuda.

"Sebagai calon pemimpin di masa mendatang, para pemuda harus memiliki wawasan kebangsaan yang luas dan memiliki pemahaman agama yang komprehensif. Dengan demikian, maka ruang gerak kelompok radikal ini akan sempit," lanjut Darso, sapaan akrabnya.

Darso mengaku, akan berkoordinasi dengan tokoh-tokoh masyarakat di 12 desa yang ada di Kecamatan Palengaan agar mendorong para pemuda di desanya mendaftarkan diri pada kegiatan yang akan ia digelar.

"Kami juga akan sowan kepada para kiai di pesantren-pesantren agar turut serta mendelegasikan santrinya menjadi peserta DTD," imbuhnya.

Lebih lanjut, pemuda kelahiran Sumenep ini mengatakan, DTD akan dilaksanakan bulan depan di Pondok Pesantren Sumber Kuning, Larangan Badung, Palengaan, Pamekasan, mulai tanggal enam sampai tanggal delapan. (bor/ahn)
Share:

Saturday, November 16, 2019

Kader PMII Jatim Torehkan Prestasi Internasional

Malang — Pasti Aswaja — Novita Kristiani dan Andhika Nur Afandi, dua kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jawa Timur (Jatim) berhasil menorehkan prestasi Internasional pada ajang The Chinese Innovation and Invention Society organized "International Innovation and Invention Competition", Kamis (14/11/2019) di Taipei Ambassador Hotel, Taiwan.

Sebagai koordinator tim, Novita Kristiani mengaku senang atas prestasi yang dicapai bersama teman-temannya. Ia tergabung dalam tim penelitian Universitas Brawijaya Malang yang berjumlah enam orang, dan tiga di antaranya dipercaya berangkat ke Taiwan.

Dara kelahiran Purworejo, Jawa Tengah tersebut menuturkan, motivasi ikut lomba ke luar negeri, karena ingin melihat peluang wirausaha, beasiswa, dan saling bertukar ide dan gagasan dengan mahasiswa negara lain, serta berbagi masalah yang tengah dihadapi negaranya.

"Alhamdulillah, senang sekali. Bagi saya, mengikuti lomba tidak sekedar kompetisi untuk mengembangkan diri, tapi juga mencari pengalaman dalam berbagai bidang lain," ungkapnya, saat dihubungi via Whatsapp, Jumat (15/11/2019).

Lebih lanjut, mahasiswi Ilmu Pemerintahan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politim (FISIP) Universitas Brawijaya Malang, Jawa Timur tersebut menjelaskan, proses mengikuti lomba diawali dengan mengirimkan abstrak, dilanjutkan presentasi dan dinilai juri dari berbagai negara.

"Ada 418 penemuan luar biasa dari tiga belas negara yang berpartisipasi dalam acara ini. Mereka dari Taiwan, Jepang, China, Korea, Indonesia, Malaysia, Thailand, Kroasia, Russia, Ukraina, Kazakhstan, Macedonia dan Canada," papar Mantan Ketua Korp PMII Putri (KOPRI) Pengurua Rayon (PR) PMII Pancasila Komisariat Brawijaya Cabang Kota Malang tersebut.

Selama di Taiwan, Novita bersama Sahabat-sahabatnya dijamu oleh Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Taiwan. Ia juga berterima kasih atas support penuh Pengurus Koordinator Cabang (PKC) PMII Jawa Timur.

"Semoga PMII terus berjaya, tumbuh subur dan terus berkibar, baik di kancah nasional maupun internasional. Jangan takut mencoba, sahabat kita ada dimana saja. Mari bersinergi," harapnya. (bor/ahn)
Share:

Wednesday, November 13, 2019

Ataretan 'Santri Gus Dur' Pamekasan Kutuk Pengeboman Polresta Medan

Pamekasan — Pasti Aswaja — Ledakan yang diduga bom bunuh diri di Markas Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Medan, Jalan HM Said, Medan, Sumatera Utara, Rabu pagi (13/11/2019), menghebohkan masyarakat.

Tidak hanya itu, peristiwa ini juga membuat beberapa elemen masyarakat geram dan mengecam, salah satunya Komunitas Ataretan Santri Gus Dur Pamekasan.

Muhammad Abror, Koordinator Komunitas Ataretan Santri Gus Dur mengungkapkan, tindakan semacam itu tidak bisa dibenarkan dalam konteks apapun.

"Bisa dibilang, itu tindakan yang biadab dan tidak bisa dibenarkan dalam konteks apapun, apalagi yang jadi target operasi di sini adalah pihak kepolisian," ungkap pria yang akrab disapa Abong itu, Rabu siang (13/11/2019), di Cafe 9, Jl. Jungcangcang Pamekasan.

Lebih lanjut, Abong mendorong pemerintah agar bertindak tegas mengusut tuntas jaringan pelaku pengeboman tersebut.

"Mudah-mudahan pelaku segera teridentifikasi jaringannya, sehingga semua komplotannya ditangkap," pungkasnya.

Dari data yang dikumpulkan Pasti Aswaja, saat ini kepolisian daerah (Polda) Sumatera Barat sedang melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). (ahn/uki)
Share:

Monday, November 4, 2019

Ribuan Peserta Ikuti Kursus MIQ PPMU Panyeppen

Pamekasan — Pasti Aswaja — Madrasah Ilmu Al-Qur'an (MIQ) Pondok Pesantren Miftahul ulum (PPMU) Panyeppen, Desa Potoan Laok, Kecamatan Palengaan, Pamekasan, menggelar kursus se- Madura. Rutinan yang dilaksanakan setiap dua tahun ini dibuka Sabtu (02/11/2019) malam dan diagendakan berakhir Selasa (05/11/2019).

Ada beragam kursus dalam kegiatan tersebut; Tahsin al-Khath (kaligrafi Alquran), Tartil Al-Qur’anQiro’at bi al-Ghina, Dekorasi Mushaf dan Metode Cepat Baca Kitab Kuning Al-Miftah Lil Ulum.

Lebih dari 2.000 peserta, dari lembaga pendidikan dan pesantren yang berafiliasi kepada PPMU Panyeppen, terdaftar dalam kegiatan tersebut.

Pantau Pasti Aswaja, santri dan peserta tampak sangat antusias saat Ustaz Abdullah, tutor Tartil Al-Qur'an dari Pondok Pesantren Pendidikan Ilmu Al-Qur'an (PIQ) Singosari Malang, saat menyampaikan materi metode dan praktek membaca Al-Qur'an.

Tayyibul Umam, salah satu panitia dan pendamping kursur tarltil Al-Qur'an mengatakan, materi tersebut bertujuan mencetak generasi qur'ani.

Lebih lanjut, Tayyib mengatakan, materi itu juga bertujuan meningkatkan pemahaman, penghayatan dan pengamalan isi Al-Qur'an.

"Yang tidak kalah pentingnya adalah meningkatkan ukhuwwah islamiyah antara madrasah-madrasah ranting Pondok Pesantren Miftahul Ulum Panyeppen, khususnya dan umat Islam se-Indonesia pada umumnya. Serta melestarikan seni dan budaya Qur'ani bangsa Indonesia," tangkasnya. (rohim/uki)
Share:

Friday, November 1, 2019

NU Perjuangkan Berlakunya Aswaja di NKRI

Pamekasan — Pasti Aswaja — Tujuan para ukama mendirikan Nahdlatul Ulama (NU) ialah memperjuangkan berlakunya paham Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) dan menerapkan syariah Islam di Indonesia secara konstitusi yang tidak bertabrakan dengan wadahnya, yakni NKRI.

Hal ini disampaikan oleh KH. Abdullah Syamsul Arifin atau Gus Aab saat menyampaikan ceramah agama pada kegiatan pelantikan Pengurus Ranting (PR) NU Branta Pesisir, Tlanakan, Pamekasan, Kamis (31/10/2019) malam di Dermaga kelas 3 Branta.

"Yang ditolak NU bukan penerapan syariatnya, tapi penerapan syariat Islam dalam bingkai khilafah islamiyah atau di luar konstitusional dalam wadah NKRI," jelas Ketua PCNU Jember.

Penerapan syariat Islam, lanjut Dosen IAIN Jember itu, merupakan cita-cita KH. Hasyim Asy'ari, ketika mendirikan NU.

Akhir-akhir ini banyak upaya pelemahan terhadap NU. Di antaranya, kelompok yang mengatakan tidak perlu lagi ikut NU, karena sudah tahlilan, selawatan dan semacamnya. Padahal, menurut Gus Aab, NU tidak hanya sekedar amaliah. Lebih dari itu, pentingnya bersama-sama ada di dalam jam'iyah, yakni menyatukan langkah umat Islam mencapai tujuan bersama yang ada di Indonesia.

"Sejak KH. Hasyim Asy'ari, tahlilan sudah ada, selawatan sudah ada. Kenapa NU masih didirikan, karena penting , sehingga ada yang ngurus, khawatir ada yang keluar dari prinsip Aswaja," tangkasnya. (bor/ahn)
Share:

Pelantikan PRNU Branta Pesisir, Dermaga Jadi Lautan Manusia

Pamekasan — Pasti Aswaja — Dermaga kelas 3 Branta Pesisir menjadi lautan manusia. Mulai anak-anak, remaja dan dewasa dengan berbagai profesi berkumpul dalam satu majelis. Mereka ialah warga Nahdlatul Ulama (NU) Branta Pesisir, Tlanakan, Pamekasan bersama jemaah Majelis Pemuda Bersholawat (MPB) At-Taufiq yang datang dari berbagai daerah se-Madura.

Mereka berkumpul di lokasi acara guna mengikuti prosesi pelantikan Pengurus Ranting (PR) NU Branta Pesisir yang dikemas dengan Ranting NU Branta Lesisir Bersholawat bersama MPB At-Taufiq. Acara itu dihadiri KH. Taufik Hasyim, aelaku Ketua PCNU Pamekasan.

Turut hadir juga KH. Abdullah Syamsul Arifin atau yang akrab disapa Gus Aab, Ketua PCNU Jember, yang bertindak sebagai penceramah.

Dalam ceramahnya, Gus Aab berpesan kepada seluruh pengurus yang baru dilantik agar tidak ada niatan membesarkan NU, karena NU sudah besar.

"Yang ingin saya sampaikan kepada semua pengurus yang baru saja di lantik ini, agar tidak berfikir untuk membesarkan NU, karena NU sendiri sudah besar. Maka kalian semua harus merawat NU yang sudah besar ini," tutur Dosen di IAIN Jember itu.

Selain Gus Aab, hadir juga KH. Hariri Abdul Adhim, Komandan Dakwah Banser, yang juga bertindak sebagai penceramah. (Bibur/ahn)
Share:

Pengajian dan At-Taufiq Meriahkan Pelantikan PRNU Branta Pesisir

Pamekasan — Pasti Aswaja — Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Desa Branta Pesisir periode 2019/2024 secara resmi dilantik oleh Ketua PCNU Pamekasan, KH. Taufik Hasyim, Kamis (31/10/2019) malam di Dermaga Pantai Pesisir Branta, Tlanakan, Pamekasan. Pelantikan tersebut dikemas dengan pengajian umum dan dimeriahkan oleh Majelis Pemuda Bersholawat At-Taufiq dari Sampang.

Sekitar 5000 jemaah dari bernagai daerah hadir memadati lokasi acara.

Ustaz Nurul Hamdalah menyampaikan komitmennya supaya nahdliyin betul-betul merasakan kehadiran NU di tengah-tengah masyarakat, sehingga NU diterima di tengah masyarakat dan memberikan dampak positif kepada mereka.

"Sehingga kecintaan masyarakat terhada NU begitu besar seiring pengabdian dari pengurus Ranting untuk kemaslahatan masyarakat," ucap Ketua PRNU Branta Pesisir itu.

Ia berharap kepengurusan yang baru bisa lebih baik dibanding kepengurusan sebelumnya, serta lebih giat dan fokus melayani keinginan dan kebutuhan masyarakat.

"Program kami selain melanjutkan program yang lama, yaitu santunan anak yatim, santunan kematian, dan bantuan subsidi pada kegiatan Banom (Badan Otonom. Red.). Untuk lima tahun ke depan, selain menekankan di bidang keagamaan, dan pendidkan, terlebih juga bisa memberi bantuan bidang kesehatan. Dan juga sumbangan dan dukungan kepada kegiatan-kegiatan masyarakat sesuai kemampuan dan kapasitas kami," lanjutnya.

Ustaz Nurul menjelaskan, program di bindang kesehatan kepengurusannya akan memberikan pelayanan kesehatan gratis bagi masyarakat, khususnya nahdliyin.

"Kami akan membeli mobil pelayanan warga Nahdlatul Ulama, untuk bisa digunakan berobat ke rumah sakit dan lain sebagainya, yang bisa digunakan oleh masyarakat untuk berobat secara gratis dan itu dananya melalui koin NU," paparnya.

Sementara itu, KH. Taufik Hasyim mengatakan, PRNU Branta Pesisir merupakan ranting yang paling aktif programnya, baik program ekonomi, pendidikan, majelis taklim dan memiliki pebgurus Banom lengkap. Terbukti, lanjut Kiai Taufik, PCNU Pamekasan belum mencetak kalender, PRNU Branta Pesisir lebih dulu mencetak.

"Mudah-mudahan di bawah Duet Kiai Zuhri sebagai Rais Syuriah dan Ustaz Nurul Hamdlah sebagai Ketua Tanfidziah, NU Branta Pesisir semakin maju, manfaat dan barokah," harapnya.

Hadir dalam acara tersebut Perwakilan Bupati Pamekasan, Camat Tlanakan, Danramil , Kapolsek Branta. Muslimat NU, Kepala Pelabuhan kelas 3 Branta Peisisir, Kepala desa setempat, PCNU, MWCNU Tlanakan. Uturut hadir juga KH. Hariri selaku Komandan Dakwah Banser, dan KH. Abdullah Samsul Arifin ketua PCNU Jember. Keduanya bertindak sebagai penceramah. (iis/ahn)
Share:

Tuesday, October 29, 2019

Masyarakat Pamekasan Tasyakuran Pelantikan Jokowi - KH. Ma'ruf Amin

Pamekasan — Pasti Aswaja — Masyarakat Pamekasan, Madura yang tergabung dalam Relawan Muda Islam Moderat dan Nasionalis menggelar tasyakuran atas pelantikan Joko Widodo dan KH. Ma'ruf Amin sebagai Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia yang berjalan lancar dan aman, Senin malam (28/10/2019) di Cafe 9, Jungcangcang, Pamekasan.

K. Modarris, Ketua Relawan Muda Islam Moderat dan Nasionalis mengungkapkan, kegiatan ini sebagai bentuk dukungan moral kepada pemerintah Republik Indonesia.

"Karena ini realitas politik. Kemenangan bapak Jokowi dan KH. Ma'ruf Amin harus disyukuri bersama dan diterima dengan lapang dada oleh seluruh masyarakat," jelas pria yang akrab disapa Gus Darr itu.

Gus Darr menambahkan, keberadaan KH. Ma'ruf Amin sebagai Wakil Presiden Republik Indonesia perlu diapresiasi oleh kalangan muslim moderat Indonesia.

"Secara, beliau itu alumni pesantren dan tokoh muslim Indonesia yang selalu menyuarakan persatuan Indonesia, melalui dakwahnya yang santun dan ramah," pungkasnya.

Kegiatan yang diawali istigasah bersama dan dilanjutkan pemotongan tumpeng itu mendatangkan grup musik islami Dari Jalan Tol Langit Pamekasan. (bor/ahn)
Share:

Ketua PCNU Pamekasan Harap Tidak Ada Lagi Jualan Agama Dalam Kepentingan Politik

Pamekasan — Pasti Aswaja — Maraknya isu agama dalam momentum politik beberapa tahun terakhir harus dihentikan. Hal itu disampaikan KH. Taufik Hasyim, Ketua PCNU Pamekasan usai menghadiri tasyakuran pelantikan Presiden dan Wakil Presiden Indonesia 2019-2024 yang dilaksanakan Relawan Muda Islam Moderat dan Nasionalis, Senin malam (28/10/2019) di Cafe 9, Jungcangcang, Pamekasan.

Kiai Taufik mengungkapkan, pihaknya prihatin atas isu yang pernah disebar oleh tokoh agama Madura saat menyampaikan ceramah kepada masyarakat.

"Dulu ada seorang agamawan yang berceramah kemana-mana, bahwa KH. Ma'ruf Amin umurnya kurang dua bulan, katanya. Namun, dengan kuasa Allah KH. Ma'ruf masih sehat walafiat sampai dilantik menjadi Wakil Presiden," ungkapnya.

Lebih lanjut, Kiai Taufik menuturkan, banyak masyarakat Madura yang terpengaruh dengan isu-isu agama pada momentum politik, sehingga banyak hujatan kepada Ulama yang tidak sepemikiran.

"Tapi Alhamdulillah, meskipun di Madura banyak hujatan, makian, bahkan menggunakan isu agama untuk menjatuhkan bapak Jokowi, sampai penghadangan terhadap KH. Ma'ruf Amin semua bisa kami lalui," paparnya.

Terlepas dari banyaknya masyarakat Madura yang terpengaruh dengan isu agama, Kiai Taufik menyebutkan lebih banyak masyarakat Madura yang tidak terpengaruh, khususnya warga NU.

"Alhamdulillah, berkat semua itu telah membuka tabir, sehingga masyarakat menjadi tahu, mana agamawan yang ikhlas dan perlu diikuti, serta mana agamawan yang membawa nafsu dengan mengatasnamakan agama," terangnya.

Kiai Taufik berharap, ke depan tidak ada lagi jualan agama dalam setiap momentum politik.

"Kami mohon kepada ahli agama, ke depan jangan menggunakan agama untuk kepentingan politik. kasihan umat, karena ini politik, toh ujung-ujungnya Prabowo juga menjadi menterinya Pak Jokowi," pungkasnya, penuh harap. (bor/ahn)
Share:

Sunday, October 27, 2019

FKMSB Sampang Resmi Deklarasi dan Dilantik

Sampang — Pasti Aswaja — Salah satu bukti berkembangnya sebuah organisasi di bawah naungan Pondok Pesantren (Pon. Pes.) Darul Ulum Banyuanyar ( DUBA) yakni dengan digelarnya Deklarasi Forum Komunikasi Mahasiswa Santri Banyuanyar(FKMSB) Sampang, salah satu organisasi alumni Pon. Pes. DUBA yang fokus keanggotaannya mahasiswa.

Hal itu diungkapkan oleh Suryadi selaku Koordinator Wilayah FKMSB Sampang.

"Bagaimana FKMSB wilayah Sampang dapat memberikan kontribusi yang jelas, bagi Pondok Pesantren Banyuanyar," ungkapnya saat sambutan, Sabtu (26/10/19), di Aula Gedung Dinas Sosial Sampang.

Ketua FKMSB Pusat, Kapolres Sampang, Ketua Karang Taruna Sampang, PMII dan Ikatan Alumni Nazhatut Thullab (IMAN) Juga ikut menghadiri dan meriahkan acara tersebut.

"FKMSB ini sudah melahirkan kader-kadernya menjadi orang sukses baik eksekutif, legislatif, maupun yudikatif, baik tingkat Madaura maupun nasional, dan itu bukti nyata bahwasanya itu bagian barokah dari Pondok Pesantren Banyuanyar," ungkap Sakroni selaku Ketua FKMSB Pusat. (Dahlan/Abror)
Share:

Monday, October 21, 2019

Gus Mus Akan Hadiri Puncak Peringatan HSN 2019 PCNU Pamekasan

Pamekasan — Pasti Aswaja — Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2019 yang digelar oleh Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pamekasan nampaknya akan lebih meriah dibanding tahun-tahun sebelumnya. Pasalnya, pada puncak peringatan HSN tahun ini  yang akan berlangsung 26 Oktober mendatang akan dihadiri oleh Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH. Mustofa Bisri atau yang akrab disapa Gus Mus.

Hal itu disampaikan oleh Ketua PCNU Pamekasan, KH. Taufik Hasyim, saat memberikan sambutan pada acara istigasah menyambut HSN 2019, Ahad malam (20/10/2019) di Aula Kantor PCNU Pamekasan, Jl. R. Abd. Aziz, No. 95, Kelurahan Jungcangcang.

Menurut Kiai Taufik, peringatan HSN di Pamekasan setiap tahun berlangsung meriah. Dan tahun ini, lanjut Kiai Taufik, tidak akan kalah meriah, karena akan dihadiri oleh Gus Mus.

"Alhamdulillah, di Pamekasan peringatan Hari Santri Nasional sangat meriah. Tahun ini, puncak peringatannya menghadirkan Gus Mus. Harapan besar, agar semua lembaga, Banom dan MWC-MWCNU (Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU. Red.) se-Kabupaten Pamekasan mengajak Nahdliyin turut serta meramaikan," ungkap Kiai Taufik, seperti dikutip laman resmi PCNU Pamekasan.

Sebelumnya, Kiai Taufik menyampaikan, keterlibatan NU bersama pemerintah dalam setiap pelaksanaan peringatan HSN merupakan hal yang harus disyukuri bersama.

Sejak tanggal 22 Oktober ditetapkan sebagai HSN oleh pemerintah hingga saat ini, semua agenda peringatannya selalu dipercayakan kepada NU. Menurut Kiai Taufik, hal itu karena adanya Resolusi Jihad yang dikeluarkan oleh KH. Hasyim Asy'ari, pendiri NU.

Kegiatan yang dimulai jam 20:30 WIB itu diikuti oleh seluruh Lembaga dan Badan Otonom di lingkungan PCNU Pamekasan serta Ketua dan Sekretaris MWCNU se-Kabupaten Pamekasan.

Setelah melaksanakan istigasah dan doa bersama, kegiatan dilanjutkan dengan tausiah keagamaan yang disampaikan KH. Kholilurrahman, Musytasyar PCNU Pamekasan. (dur/uki)
Share:

Sunday, October 20, 2019

MIF Bagi-bagi Sembako Kepada Kaum Dhuafa di Desa Durbuk

Pamekasan — Pasti Aswaja — Yayasan Madura Idea Foundation (MIF) kembali menyalurkan bantuan sembako kepada masyarakat dhuafa, dan lansia yang tidak mampu di Desa Durbuk, Pademawu, Pamekasan, Ahad (20/10/2019).

Gerakan ATAS (Alengleng Trebung Abhento Staretanan) itu merupaka agenda wajib bulanan yang dilaksanakan setiap Minggu ketiga. Agenda ini disambut antusias dan senyum bahagia oleh warga. Sebanyak 15 paket sembako diberikan kepada kaum dhuafa dan lansia di desa tersebut.

“Alhamdulillah bulan ini para pengurus kembali memberikan bantuan di Kecamatan Pademawu, tepatnya Desa Durbuk. Masyarakat yang menerima bantuan sangat berterima kasih dan mendoakan MIF ke depan bisa tambah maju," ucap Teguh Setiawan Putra, Koordinator Gerakan Atas.

Senyum sumringah terpancar dari raut wajah warga.

Agung yang juga menjabar Sekretaris Pusat MIF menyampaikan, sembako yang dibagikannya murni sedekah teman-temannya di MIF.

"Ini sedekah dari teman-teman MIF, yang setiap bulan kami mencoba menyalurkan bantuan-bantuan kepada masyarakat yang tidak mampu dan lansia," ungkapnya 

Kegiatan serupa tidak hanya di gelar MIF di Pamekasan, MIF di tiga kabupaten lain di Madura juga melaksanakan kegiatan serupa. Bedanya, di Babupaten Bangkalan dan Sampang memberikan bantuan berupa air bersih kepada masyarakat yang terdampak kekeringan, Pamekasan dan Sumenep memberikan bantuan berupa sembako.

Dalam setiap bakti sosial yang digelarnya, MIF menyasar kaum dhuaga yang tidak pernah menerima bantuan dari pemerintah. (nal/ahn)
Share:

Saturday, October 19, 2019

PC PMII Pamekasan Gelar Sekolah Riset

Pamekasan — Pasti Aswaja — Guna mengembangkan minat dan bakat kader dalam bidang penelitian, Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Pamekasan periode 2018-2019 menggelar Sekolah Riset di Yayasan Taufiqus Shibyan, Talangoh, Proppo, Pamekasan, Jumat malam (18/10/2019).

Kegiatan yang dijadwalkan berakhir Ahad (20/10/2019) itu diikuti perwakilan Rayon dan Komisariat se-Pamekasan.

Lian Fawahan mengungkapkan, agenda yang digagas oleh Bidang Internal PC PMII Pamekasan tersebut dimaksudkan melahirkan peneliti andal dalam membangun Pamekasan.

Menurut Ketua PC PMII Pamekasan itu, kader PMII Pamekasan harus terlibat aktif dalam dunia penelitian, sehingga organisasi yang dipimpinnya menjadi sumber data dan informasi yang dibutuhkan masyarakat.

Dalam sambutannya, Muhammad Abror, Sekretaris Lembaga Semi Otonom (LSO) Pengembangan Kaderisasi, mewakili Abdul Ghoni, Ketua PKC PMII Jawa Timur, mengapresi terlaksanya Sekolah Riset tersebut.

Atas nama PKC PMII Jawa Timur ia berharap agar kegiatan tersebut tidak hanya selesai dalam forum saja. Menurutnya, pasca pelatihan itu, peserta harus benar-benar bisa menerapkan ilmu yang akan diperoleh. (ahn/uki)
Share:

Tuesday, October 15, 2019

Kiai Misbah, Orang yang Memiliki Jiwa Seni Lembut Perangainya

Pamekasan — Pasti Aswaja — Alquran yang menjadi mukjizat terbesar Nabi Muhammad menyiratkan nilai seni yang agung nan anggun. Bahkan, Walid bin Mughirah, musuh besar Islam pada masa itu, mengakui keindahan kandungan seni Firman Allah yang terdapat di dalamnya.

Hal ini diungkapkan oleh KH. Misbahul Munir, Wakil Rais Syuriah PCNU Pamekasan, Selasa dini hari (15/10/2019), melalui akun Facebook pribadinya.

Kiai Misbah, dalam statusnya itu, mengutip pujian Walid terhadap keindahan seni Alquran.

إن له لحلاوة، وإن عليه لطلاوة، وإن أعلاه لمثمر، وإن أسفله لمغدق، وما هو بقول بشر

"Sungguh Ia (Alquran) mengandung kelezatan, Ia membawa keindahan, puncaknya lebat berbuah, akarnya berderai subur. Dan semua itu bukanlah ucapan manusia."

Bahkan, lanjut Pengasuh Pondok Pesantren Miftahul Ulum Kebun Baru, Kacok, Palengaan, Pamekasan, ini, manusia merupakan salah satu karya seni dengan nilai seni tertinggi, sebagaimana difirmankan oleh Allah dalam surah al-Tin ayat empat.

"Maka, orang yang memiliki jiwa seni akan halus perasaannya, lembut perangainya, serta tidak mudah mengumbar caci-maki," tulisnya diakhiri hashtag #MariBerseni. (ahn/uki)
Share:

Monday, October 14, 2019

Hadrah Al-Banjari Jadi Pembuka Parade Lomba HSN Pamekasan 2019

Pamekasan — Pasti Aswaja — Sebanyak 38 grup delegasi Pesantren se-Kabupaten Pamekasan mengikuti lomba Hadrah Al-Banjari sebagai rangkaian kegiatan memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2019 yang dilaksanakan PCNU Pamekasan bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat.

Menjadi pembuka parade lomba HSN 2019, lomba Hadrah Al-Banjari tersebut dilaksanakan di halaman Kantor PCNU Pamekasan, Senin malam (14/10/2019) dan diperkirakan berakhir Selasa (14/10/2019).

Taufikurrahman Khafi, Koordinator Lomba dalam sambutannya menyampaikan, berbagai agenda lomba, termasuk hadrah al-Banjari, dimaksudkan merajut silaturahmi antar pesantren se-Kabupaten Pamekasan.

Pihaknya mengimbau, jika ada hal yang kurang berkenan, lebih baik berkoordinasi dengan panitia, tanpa harus teriak-teriak, apa lagi sampai mengumpat.

“Kegiatan ini merupakan peringatan hari santri, maka perlu mengedepankan nilai-nilai kesantrian," ungkap Ketua Lembaga Kajian, dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (LAKPESDAM) PCNU Pamekasan itu.

Dalam kesempatan yang sama, RPA. KH. Najibul Khoir selaku Wakil Rais PCNU Pamekasan, sesaat sebelum membuka acara, mengajak semua hadirin agar tetap menjaga ukhuwah dan tali silaturrahim. Karena, menurutnya, silaturrahim dapat menjadi penyambung antara Khaliq dan makhluq.

“Aku Maha Rahman. Dan kalimat rahim (dalam kata silaturrahim. Red.), Allah menyejajarkan kalimat rahim dengan salah satu namaNya. Oleh karena itu, siapa yang menyambung silaturrahim, maka Allah akan bersambung dengannyab barang siapa memutus silaturrahim, maka Allah akan memutuskan diri darinya,” ucapnya, usai mengutip hadis qudsi.

Sampai berita ini diturunkan masih berlangsung lomba Hadrah Al-Banjari. (bor/ahn)
Share:

Saturday, October 12, 2019

Pagelaran Seni-Budaya Lesbumi Sambut HSN 2019

Pamekasan — Pasti Aswaja — Lembaga Seniman Budayawan Muslimin Indonesia (Lesbumi) PCNU Pamekasan, Sabtu malam (12/10/2019), melaksanakan Pagelaran dan Bincang Seni-Budaya, di Kafe 9, Kompleks Kantor PCNU Pamekasan, Jl. R. Abd. Aziz, No. 95, Kelurahan Jungcangcang.

RPA. Wazirul Jihad selaku Ketua Lesbumi PCNU Pamekasan mengatakan, agenda tersebut merupakan rangkaian perayaan Hari Santri Nasional (HSN) 2019. Melalui momentum ini, ia mengajak kaum santri agar senantiasa mendoakan dan mengenang jasa para ulama yang berjuang merebut kemerdekaan.

"Karena dengan semangat jihad meperjuangkan kemerdekaan yang digelorakan oleh para masyaikh kita terdahulu, tanggal 22 Oktober kemudian ditetapkan sebagai Hari Santri Nasional," lanjut Ra Wazir, sapaan akrabnya.

KH. Zainul Hasan, Wakil Ketua PCNU Pamekasan, dalam sambutannya menyampaikan, di antara metode dakwah Wali Songo ialah melalui pendekatan seni dan kultur. Oleh karena itu, lanjut Desen IAIN Madura itu, NU sebagai penerus dakwah ulama Nusantara, membentuk lembaga yang khusus membidangi kesenian dan kebudayaan.

Meski dikonsep secara sederhana, tidak sedikit komunitas serta pemerhati seni dan budaya yang turut hadir memeriahkan acara tersebut. Pantauan Pasti Aswaja, tampak turut serta dalam kegiatan itu: Teater Kaged IAI Al-Khairat, Teater Rato Bhangsa STIEBA, Teater Fataria IAIN Madura, Teater Akura Unira, Teater Pangestu UIM, Musik Daul SMAN 1 Pademawu, Komunitas Ataretan: Santre Gus Dur, Komunitas Seni dan Budaya Paddhang Bulan. Tidak hanya itu, beberapa warga dan kader NU juga turut ambil bagian.

Sedangkan sebagai pembicara, KH. Zainul Hasan, KH. Ja'far Shodiq Fauzi, Fadhoil, Novi Chamelia.

Sampai berita ini diturunkan, kegiatan bertema "Senyum Untuk Indomesia dari Santri" tersebut masih berlangsung. (ahn/uki)
Share:

LPM Revolusi STAI-MU Gelar Pelatihan Karya Tulis Ilmiah

Pamekasan — Pasti Aswaja — Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Revolusi Sekolah tinggi agama islam Miftahul Ulum (STAI-MU) Pamekasan menggelar pelatihan kepenulisan karya ilmiah terhadap calon anggotanya, Sabtu (12/10/2019) di Aula STAI-MU lantai 1.

Pelatihan kepenulisan karya ilmiah tersebut merupakan hal pertama yang harus dikuasai oleh calon anggota sebelum memasuki dunia jurnalistik.

"Sebelum calon anggota ini kami berikan materi terkait dengan jurnalistik, inisiasi kepengurusan untuk terlebih dahulu memberikan materi kepenulisan karya ilmiah agar bisa langsung diaplikasikan di lingkup kampus," ungkap Mahrus selaku Pimpinan Umum (PU) LPM Revolusi.

Pengurus PMII STAI-MU ini berharap kegiatan tersebut menjadi stimulus bagi sahabat-sahabatnya agar kelak aktif di UKM yang dipimpinnya.

"Saya berharap untuk sahabat-sahabat yang hadir bisa tetap aktif ke depanya untuk mengembangkan ilmu pengetahuan melalui LPM ini, sehingga dapat menjadi insan pers yang handal," imbuhnya.

Kegiatan tersebut diikuti oleh puluhan mahasiswa dari enam Program Studi (Prodi) yang ada di STAI-MU Pamekasan. Mereka tampak fokis mendengarkan materi yang disampaikan oleh Muhammad Ahnu Idris, Sekretaris Redaksi Pasti Aswaja, yang juga dosen di kampus tersebut. (nal/uki)
Share:

Thursday, October 10, 2019

Sambut HSN 2019, Himaprodi BPI STAI-MU Gelar Da'wa Lecturing Series

Pamekasan — Pasti Aswaja — Himpunan Mahasiswa Program Studi (Himaprodi) Bimbingan dan Penyuluhan Islam (BPI) Sekolah Tinggi Agama Islam Miftahul Ulum (ATAI-MU) Pamekasan menggelar Da'wa Lecturing Series, Kamis pagi (10/10/2019) di Aula Kampus lantai 1.

Acara yang digelar guna menyambut Hari Santri Nasional (HSN) 2019 itu diikuti oleh 88 mahasiswa Jurusan Dakwah, Program Studi (Prodi) BPI dan Manajemen Dakwah.

Abd. Rohim selaku Ketua Himaprodi BPI mengatakan, selain menyambut HSN 2019, acara bertajuk "Tantangan Dai di Era Post-Truth" itu bertujuan mencetak calon dai handal yang siap menghadapi semua tantangan yang semakin kompleks.

"Setelah mengetahui roadmap dakwah di era Post-Truth ini, diharapkan sahabat-sahabat mahasiswa bisa memilih dan menentukan strategi dakwah kelak ketika terjun di masyarakat," lanjut aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) STAI-MU itu.

KH. Musleh Adnan, Wakil Ketua Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Pamekasan, bertindak sebagai pembicara dalam kuliah tersebut. (ahn/uki)
Share:

Wednesday, October 9, 2019

Sambut HSN 2019, Gang Dolly Akan Ngaji Bareng Gus Miftah

Surabaya — Pasti Aswaja — Menyambut Hari Santri Nasional (HSN) 2019, Lembaga Kesejahteraan Keluarga Nahdlatul Ulama (LKKNU) Jawa Timur menggelar acara “Gang Dolly Ngaji dan Bershalawat” namti malam Rabu, (09/10/2019) pukul 19.00 WIB, di kawasan Putat Jaya Surabaya.

Mohammad Hidayatullah, Selasa (08/09/2019), selaku Sekretaris Panitia mengatakan, acara yang digelarnya akan mendatangkan Gus Miftah Maulana Habiburrahman dari Jogjakarta.

Ia berharap, kedatangan Gus Miftah dapat meningkatkan kesadaran beragama dan bermasyarakat warga bekas kompleks lokalisasi tersebut.

Hidayatullah melanjutkan, pihaknya sedang melakukan kontak dengan Wali Kota Surabaya, Tri Rismahari, agar turut hadir di lokasi pengajian.

Menurut Hidayatullah, dr. Ivan Rofian, Ketua LKK NU Jatim, mengatakan, Wali Kota Surabaya memiliki peran besar membangun citra kawasan Dolly yang dulu dikenal sebagai pusat lokalisasi pelacuran, hingga akhirnya praktik prostitusi itu ditutup oleh Risma.

Dikutip dari wbsite resmi PWNU Jawa Timur, panitia tidak hanya mendatangkan Gus Miftah, acara itu juga akan dihadiri olej Gus Wahid dari Jogjakarta, yang terkenal dengan komunitas Shalawat Ahbabul Musthofa.

Didatangkannya Gus Wahid, lanjut Hidayatullah, karena ia merupakan idola para Syekhermania setelah Al Habib Syekh Abdul Qodir Assegaf dari Solo. Setiap shalawat yang dibawakannya, pasti membuat trenyuh setiap jamaah yang hadir. Hal ini terbukti saat lagu Turi Putih dilantunkan. Gus Wahid mampu membawakannya dengan irama langgam. Karena, Gus Wahid sebelumnya dikenal pernah berkecimpung di campursari.

Tidak hanya itu, Gus Wahid juga dikenal sangat fasih membawakan Shalawat Al Madad. Suluknya, lanjut Hidayatullah, bisa membuat bulu kuduk merinding.

Vokalis Ahbabul Musthofa idola para Syekhermania Muslimah ini memang dikenal dengan suaranya yang menawan, paras tampan. Sehingga, Gus Wahid menarik perhatian kaum hawa. (fiq/uki)
Share:

Tuesday, October 8, 2019

Pemprov Jatim Luncurkan 80 Samsat Keliling "Cettar"

Surabaya — Pasti Aswaja — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) meluncurkan 80 Samsat Keliling (Samling) Cettar, Senin (07/10/2019), di Surabaya, bertepatan dengan HUT ke-57 Badan Pendapatan Daerah (Bapeda) Jatim.

Melalui fanspage Facebook miliknya, Khofifah Indar Parawansa selaku Gubernur Jatim mengatakan, program tersebut guna menghemat energi dan memudahkan masyarakat membayar pajak kendaraan bermotor.

"Buat yang mager (malas gerak. Red.) ke Kantor Samsat untuk bayar pajak kendaraan bermotor dengan alasan hemat energi, mulai sekarang Pemprov Jawa Timur menyiapkan samling alias Samsat Keliling. Ada 80 unit Samling yang akan muter-muter nyamperin kamu di sejumlah titik yang sudah ditentukan. Cukup kamu dan dia yang berjauhan dan menumpuk rindu, jangan dengan Samsat," candanya, Selasa (08/10/2019).

Ketua Umum Muslimat NU itu juha mengajak warganya agara memanfaatkan program lainnya, yakni pembebasan biaya denda pajak kendaraan bermotor dan bea balik nama yang masih berlangsung sampai 14 Desember mendatang.

"Oh ya, mumpung pembebasan biaya denda pajak kendaraan bermotor dan bea balik nama kendaraan bermotor masih berlangsung sampai 14 Desember 2019 mendatang, jangan sampai tidak dimanfaatkan. Lumayan kan uangnya bisa buat nyicil beli seserahan dan mahar untuk dia. Semoga lancar semuanya, tulisnya diikuti tagar #jatimcettar. (dur/ahn)
Share:

Saturday, October 5, 2019

Jelang Satu Abad NU, NU Madura Gelar Konsolidasi dan Dialog Kebangsaan

Bangkalan — Pasti Aswaja — Pengurus Nahdlatul Ulama (NU) Koordinasi Daerah (Korda) Madura menggelar Konsolidasi dan Dialog Kebangsaan, Sabtu (05/10/2019) siang, di Pendopo R. Pratanu, Jl. Soekarno-Hatta, Bangkalan.

Dalam sambutannya, KH. Makki Nasir selaku Ketua PCNU Bangkalan yang juga menjabat sebagai Ketua NU Korda Madura mengatakan, digelarnya kegiatan tersebut bertujuan membahas hal aktual dan faktual guna meningkat berkhidmat warga NU Madura.

"Meski kegiatan ini tanpa pemberitahuan secara resmi, dan (pemberitahuannya. Red.) hanya melalui grup WA, tapi alhamdulillah semua pengurus NU Madura kompak dan solid," lanjut Kiai Makki.

Lebih lanjut, Kiai Makki mengatakan, kegiatan bertema "Mempersatukan Potensi Untuk NU dan NKRI" juga bertujuan merevitalisasi menjelang satu abad usia NU. Acara itu, jelas Kiai Makki, merupakan hal yang sangat penting dilakukan dilaksanakan. Karena antara NU dan Madura, khususnya Bangkalan, tidak bisa dilepaskan.

"NU menjadi organisasi terbesar di dunia, karena AD-ART (Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga. Red.) NU menjabarkan Qanun Asasi KH. Hasyim Asyari. Dan Qanun Asasi KH. Hasyim Asyari menjabarkan isyarat Syaikhana Kholil Bangkalan. Isyarat tongkat dari Syaikhana Kholil itu artinya NU diciptakan untuk menyatukan potensi," paparnya.

Hadir dalam kesempatan yang diikuti oleh seluruh delegasi PCNU se-Madura itu: Bupati dan Kapolres Bangkalan, KH. Marsudi Syuhud (Ketua PBNU), KH. Nuruddin Ar-Rahman (Syuriah PWNU Jawa Timur), KH. Jazuli Nur (Wakil Ketua PWNU Jawa Timur). (ahn/uki)
Share:

Friday, October 4, 2019

Koloman Malem Sabto Wadah Kader PMII STAI-MU Belajar Jurnalistik

Pamekasan — Pasti Aswaja — Pengurus Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PK PMII) Sekolah Tinggi Agama Islam Miftahul Ulum (STAI-MU) Pamekasan membentuk forum diskusi jurnalistik yang diberi nama Koloman Malem Sabto (Bahasa Madura: forum malam Sabtu). Sesuai namanya, forum diskusi tersebut dilaksanakan setiap malam Sabtu.

Moh Zainal selaku Sekretaris PK PMII STAI-MU Pamekasan mengatakan, forum tersebut dibentuk sebagai wadah bagi kader-kader PMII STAI-MU yang memiliki minat dan mengembangkan bakatnya di dunia jurnalistik.

Lebih lanjut, Zainal mengatakan, dibentuknya forum tersebut guna mencetak calon-calon jurnalis berhaluan Ahlus Sunnah wal Jamaah (Aswaja) an-Nahdliyah. Karena, menurutnya, saat ini tidak sedikit media massa yang kontennya menyudutkan Aswaja.

"Kalau kita searching di Google dan memasukkan kata kunci yang berkaitan dengan keislaman atau keagamaan, maka yang akan muncul di bagian atas (di Google. Red.) itu media-media milik Salafi-Wahabi yang isinya banyak bertentangan dengan paham Aswaja, dan tidak jarang isinya provokatif," papar mahasiswa Ekonomi Syariah itu, Jumat (04/10/2019) malam, di kediaman Wasil, salah satu anggota Koloman Malem Sabto.

Guna menyampaikan materi-materi jurnalistik, Koloman Malem Sabto menggandeng Muhammad Ahnu Idris, Sekretaris Redaksi Pasti Aswaja.

"Kebetulan Kak Ahnu itu dosen di STAI-MU. Beliau juga senior kita di PMII. Dan ketika kita sowan pertama kali, Kak Ahnu mintanya setiap malam Sabtu, karena biasanya tidak ada agenda. Ya, akhirnya kita sepakati supaya koloman ini dilaksanakan setiap malam Sabtu," tangkas Zainal.

Di tempat yang sama, Mahrus, Ketua Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Revolusi STAI-MU Pamekasan, mengaku dirinya sangat terbantu dengan keberadaan Koloman Malem Sabto.

"Di LPM kita biasanya cuma mempelajari teori dan kaidah-kaidah seputar jurnalistik. Nah, di forum (Koloman Malem Sabto. Red.) ini kita bisa memperdalam ilmu yang kita dapat di LPM," ujar mahasiswa Pendidikan Agama Islam yang juga aktivis PMII itu, usai mengikuti forum. (bor/uki)
Share:

Monday, September 30, 2019

PMII Jatim Minta Polri Usut Tuntas Kematian Randi

Surabaya — Pasti Aswaja — Puluhan Pengurus Koordinator Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PKC PMII) Jawa Timur (Jatim) datangi Markas Kepolisian Daerah (Mapolda) Jatim, Senin siang (30/09/2019) di Jl. Ahmad Yani No. 116 Surabaya.

Kedatangan organisasi kemahasiswaan yang identik dengan simbol bintang sembilan tersebut guna menyampaikan tuntutan kepada Kepolisian Republik Indonesia (Polri) berkenaan dengan meninggalnya Imawan Randi, salah satu Aktivitas PMII, saat mengikuti aksi demonstrasi di Kendari.

Hal itu diungkapkan Abdul Ghoni, Ketua PKC PMII Jawa Timur, usai keluar dari Mapolda Jatim. Menurutnya, pertemuan yang dilakukan dengan Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Jatim merupakan bentuk solidaritas atas sesama kader PMII. 

"Kami meminta kepada bapak Kapolda untuk menyampaikan aspirasi kepada Polri berkenaan dengan meninggalnya Sahabat Randi. Jadi, Kapolri harus ambil langkah tegas untuk mengusut tuntas pelaku penembakan yang merenggut nyawa sahabat kami," ungkap Abdul Ghoni.

Sementara itu, Irjel Pol. Drs. Lucky Hermawan, Kapolda Jatim menyambut baik kedatangan PKC PMII Jatim dan mengamini tuntutan yang disampaikan.

"Saya juga tidak ingin kejadian seperti di Kendari itu justru terjadi di Jawa Timur. Saya akan perintahkan seluruh Kapolres di Jawa Timur untuk memperlakukan massa aksi dengan baik, selama aksi itu tidak melampaui batas," ungkap Lucky.

Pasca pertemuan ini, ke depannya PKC PMII Jatim berkomitmen akan terus mengawasi setiap pengamanan yang dilakukan pihak kepolisian dalam mengawal gerakan aksi mahasiswa. (bor/ahn)
Share:

Sunday, September 29, 2019

Hadiri Pelantikan PMII Tulungagung, Gubernur Jatim Ajak Komitmen Intelektual

Tulungagung — Pasti Aswaja — Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Jawa Timur (Jatim) mengajak seluruh kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) berpegang teguh kepada pengembangan intelektual dalam membangun kebangsaan.

Hal itu diungkapkannya saat memberikan sambutan dalam acara pelantikan Pengurus Cabang PMII Tulungagung, Ahad (29/09/2019), di Balai Rakyat Tulungagung.

Mantan Ketua Korp PMII Putri (KOPRI) Pengurus Besar (PB) PMII itu menjelaskan, keberadaan PMII sebagai organisasi kemahasiswaan bisa memberikan sumbangsih besar terhadap kemajuan Indonesia.

"Selama masih ada pergerakan, di situ ada progresifitas. Selama ada mahasiswa, di situ ada intelektualitas. Sehingga keberadaan PMII selama ini bisa memberikan arti untuk kemajuan Indonesia," tegasnya. 

Sementara itu, Abdul Ghoni, Ketua Pengurus Koordinator Cabang (PKC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jawa Timur menegaskan, salah satu tugas penting kader PMII di kampus ialah membumikan Ahlussunnah Wal Jamaah (Aswaja). 

"Sebagai Speaker of Nahdlatul Ulama (NU. Red.) di kalangan mahasiswa, membumikan Aswaja di kampus-kampus menjadi tugas kader PMII," ungkap pria kelahiran Madura tersebut. (bor/ahn)
Share:

Wednesday, September 25, 2019

Ngaji Aswaja, GP Ansor Palengaan Hadirkan Sekretaris Redaksi Pasti Aswaja

Pamekasan — Pasti Aswaja — Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kecamatan Palengaan, Selasa malam (24/09/2019), menggelar Ngaji Aswaja di Aula Pondok Pesantren (Pon. Pes.) Miftahul Ulum Sekar Anyar, Rombuh, Palengaan, Pamekasan.

Kegiatan bertema "Aswaja Ala NU di Era Milenial" itu merupakan Rencana Tindak Lanjut (RTL) anggota baru GP Ansor Palengaan yang beberapa waktu lalu mengikuti Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) yang diselenggarakan oleh PAC GP Ansor Kecamatan Pamekasan.

Saat memberikan sambutan, KH. Afifurrahman selaku pengasuh pesantren setempat, mengapresiasi kegiatan tersebut. Alumni Pon. Pes. Miftahul Ulum Bettet, Pamekasan itu merasa terhormat karena pesantren yang diasuhnya dipercaya menjadi tempat pelaksanaan kegiatan itu.

"Sebagai pengasuh pesantren, saya merasa terhormat kedatangan tamu-tamu agung yang terhormat ini. Makanya, semampu saya, saya memberikan penghormatan meskipun ala kadarnya seperti ini," ucap pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Palengaan itu.

Ra Afif, sapaan akrabnya, berharap kegiatan serupa terus dilanjutkan.

"Apa lagi, sekarang ini NU dengan pahamnya di media sosial diserang habis-habisan oleh para pembenci NU. Makanya, kegiatan seperti ini perlu diteruskan untuk menguatkan paham Ahlussunnah wal Jama'ah," lanjutnya.

Dalam acara yang juga diikuti oleh Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Komisariat SMP dan SMA yang ada di pesantren tersebut, panitia menghadirkan Sekretaris Redaksi Pasti Aswaja, Muhammad Ahnu Idris, yang juga menjabat sebagai Wakil Sekretaris di MWCNU setempat. (dur/uki)
Share:

Tuesday, September 24, 2019

Santai, Ketua PCNU Pamekasan Ajak Nahdliyin Nonton Film "The Santri"

Pamekasan — Pasti Aswaja — KH. Taufik Hasyim, Ketua Tanfidziah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Pamekasan sikapi berbagai macam komentar netizen terkait film "The Santri" dengan santai. Bahkan, Pengasuh Pondok Pesantren Bustanul Ulum Sumber Anom, Angsanah, Palengaan, itu mengajak seluruh warga NU atau Nahdliyin bersama-sama menonton film yang akan tayang pada Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2019 ini.

"Ayo, ramai-ramai nonton. Yang suka silakan nonton, yang tidak suka ya tidak usah nonton. Gitu aja kok repot," ungkapnya, Selasa (24/09/2019) di Kantor PCNU Pamekasan, Jl. R. Abd. Aziz no. 95 Jungcangcang, Pamekasan, Madura.

Terkait komentar penolakan dan boikot oleh netizen, mantan aktivis PMII ini mengimbau agar Nahdliyin tidak terpengaruh sedikitpun.

"Paling yang menolak itu orangnya ya itu-itu saja. KH. Ma'ruf Amin yang alim allamah saja mereka tolak. Jadi, tidak usah kaget, jika cuma film karya NU ini ditolak, karena semua yang berbau NU pasti mereka tolak," imbuhnya.

Lebih lanjut, Alumni Pondok Pesantren Lirboyo Kediri Jawa Timur itu menjelaskan, di dalam struktural NU ada Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia Nahdlatul Ulama (LESBUMI NU) yang bergerak di bidang kesenian.

"Film itu kan bagian dari karya seni, jadi serahkan saja kepada LESBUMI NU. Lagipula, Film 'The Santri' ini kado untuk Hari Santri tahun ini (2019. Red.)," tangkasnya.

Film "The Santri" merupakan film yang dimotori PBNU, diproduseri Livi Zheng yang bekerja sama dengan NU Channel. (bor/ahn)
Share:

Sambut HSN, Pergunu Pamekasan Gelar Workshop

Pamekasan — Pasti Aswaja — Menyambut datangnya Hari Santri Nasional (HSN) 2019, Pimpinan Cabang Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (PC Pergunu) Pamekasab menggelar Worshop Pembuatan Video Pembelajaran, Selasa (24/09/2019), di Aula Pondok Pesantren Bustanul Ulum Sumber Anom, Angsanah, Palengaan.

Kegiatan bertema "Guru Cerdas, Generasi Hebat" tersebut terlaksana berkat kerja sama antara PC Pergunu Pamekasan dengan Balai Pengembangan Media Televisi Pendidikan dan Kebudayaan (BPMPTK) Jawa Timur.

Moh. Nor Kholis selaku Ketua Panitia mengatakan, kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai bentuk pengejawantahan semangat resolusi jihad. Kegiatan itu, imbuh Nor Kholis, juga merupakan bentuk manivestasi Pergunu sebagai salah satu Badan Otonom NU yang notabene santri.

"Kami menyampaikan banyak terima kasih atas partisipasi seluruh elemen yang telah turut serta mendelegasikan pengajarnya sebagai peserta dalam kegiatan ini. Terima kasih juga kami sampaikan kepada seluruh partisipan yang telah membantu suksesnya acara ini, utamanya Bapak Imam dan Bapak Heru yang datang langsung dari BPMTPK Jatim," pungkasnya.

Tampak hadir dalam acara pembukaan: Kankemenag Pamekasan yang diwakili Hannan, Kadis Pendidikan Pamekasan yang diwakili Moh. Sadikun, jajaran PCNU Pamekasan.

Berdasarkan data panitia, acara ini diikuti oleh 35 peserta yang didelegasikan oleh masing-masing Pimpinan Anak Cabang (PAC) Pergunu se-Pamekasan, serta beberapa delegasi pondok pesantren. (ahn/uki)
Share:

Monday, September 23, 2019

Lawan Radikalisme, PMII Jatim Gandeng Kemenag

Sidoarjo — Pasti Aswaja — Pengurus Koordinator Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PKC PMII) Jawa Timur (Jatim) melalui Bidang Keagaman sambangi Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Jawa Timur, Senin (23/09/2019) di Jl. Raya Bandara Juanda No.26, Gedangan, Sidoarjo, Jawa Timur. 

Kedatangan organisasi kemahasiswaan yang identik dengan simbol bintang sembilan itu bertujuan membangun sinergi dalam melawan dan menangkal paham radikal di pesantren, madrasah dan masyarakat Jatim. Hal itu diungkapkan Beny Yusman, Ketua Bidang Keagamaan PKC PMII Jatim.

Menurutnya, masyarakat Jatim yang dikenal santun dan erat dengan persaudaraan harus dibentengi dari kelompok-kelompok pemecah-belah persatuan bangsa. 

"Hal itu bisa kita bangun melalui pendidikan madrasah, pesantren-pesantren dan leading sector yang bisa diajak bersinergi, seperti Kementerian Agama wilayah Jawa Timur ini," ungkap Alumni Pondok Pesantren Nurul Jadid, Paiton, Probolinggo, Jawa Timur tersebut.

Sementara itu, Mohammad Amin Mahfud, Plt. Kepala Kanwil Kemenag Jawa Timur didampingi Kabid PD. Pontren, Kabid Pendidikan Madrasah, Kabid PAIS dan Kasubag Hukum menyambut baik kedatangan PKC PMII Jatim. Pihaknya menyatakan siap membendung gerakan radikalisme bersama PMII.

"Masukan dari Sahabat-sahabat PMII dalam hal menangkal paham radikalisme di Jawa Timur ini sangat kami butuhkan. Ke depannya, kita bisa bersama dengan elemen lain untuk menjawab semua ini," terangnya.

Selanjutnya, hasil pertemuan bertajuk "Lawan Radikalisme" ini akan ditindaklanjuti oleh kedua pihak dalam beberapa hari ke depan. (bor/ahn)
Share:

Sunday, September 22, 2019

Gus Baha', Surah Al-Fatihah Perintahkan Supaya Bermazhab

Pamekasan — Pasti Aswaja — Tradisi bermazhab di kalangan Nahdlatul Ulama (NU) sering kali mendapatkan kritikan dari beberapa kelompol Islam sendiri. Mereka beralasan, tradisi bermazhab tidak pernah dilakukan oleh para sahabat, karena tidak pernah dicontohkan oleh Nabi Muhammad.

KH. Bahauddin Nur Salim atau yang biasa dipanggil Gus Baha', mematahkan anggapan tersebut. Menurutnya, tradisi bermazhab dijelaskan oleh Allah dalam Alquran surah Al-Fatihah ayat enam sampai ayat tujuh, yakni: "Ihdinâ al-shirâth al-mustaqîm, shirath al-ladzîna an'amta 'alayhim..." yang artinya: "Tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat..."

Hal ini diungkapkan Gus Baha' dalam sebuah video yang diunggah oleh channel YouTube Kalam - Kajian Islam. Dalam keterengan video yang diunggah Rabu (18/092019) itu dijelaskan, Gus Baha' sedang menjadi pembicara acara Ngaji Kitab Karya KH. Hasyim Asy'ari Bersama PCINU Korea Selatan di Masjid Al-Mujahidin, Incheon, Korea Selatan.

Alumni Pondok Pesantren Al-Anwar, Rembang, Jawa Tengah, itu menjelaskan, kedua ayat tersebut mengisyaratkan, ketika seseorang hendak menuju keberan, maka ia harus mengikuti jalannya orang-orang yang telah dineri nikmat oleh Allah. Artinya, lanjut Gus Baha', ayat ini memerintahkan umat Islam supaya bermazhab.

"Artinya, harus bermazhab. Harus ada yang diikuti. Siapa yang harus diikuti? 'Orang yang telah Engkau beri nikmat'. 'Shirath al-ladzîna an'amta 'alayhim...' 'An'amta' itu fi'il madli (kata kerja lampau. Red.). (Artinya. Red.) 'Yang telah Engkau beri nikmat.' Jangan orang yang potensi dapat nikmat, ndak nyampe jelas. Hanya orang yang punya otoritatif bermazhab, orang yang pintar, yang saleh, yang bahkan ketika meninggal dalam keadaan husnulkhatimah, yaitu imam-imam kita imam Ahlussunnah wal Jama'ah," papar pakar tafsir Alquran itu.

Dalam surah Al-Fatihah itu, lanjut Gus Baha', Allah tidak menggunakan kalimat "Shirathaka" yang artinya "JalanMu", tapi Allah menggunakan kalimat "Shirath al-ladzîna". Mengikuti "al-ladzîna an'amta 'alayhim" sama halnya dengan mengikuti Allah.

"Sebab itu di Alquran ada ayat: 'Man yuthi'i al-rasul faqad atha'a Allah'. Yang taat pada Rasul pasti taat pada Allah. Bukam dibalik, taat pada Allah. Karena kita ndak tahu caranya taat pada Allah tanpa ada Rasul," tambahnya.

Selain itu, keharusan bermazhab, lanjut Gus Baha', karena teks yang tidak manshus atau di luar ketetapan eksplisit akan melahirkan sudut pandang yang berbeda dan akan melahirkan kesimpulan berbeda pula. (ahn/uki)
Share:

Saturday, September 21, 2019

Eks-Sekretaris GP Ansor Pimpin Sakoma Pamekasan

Pamekasan — Pasti Aswaja — Mantan Sekretaris Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (PC GP) Ansor Kabupaten Pamekasan, Hasan Al-Mandury, dipercaya memimpin Satuan Komunitas Pramuka Lembaga Pendidikan (LP) Ma'arif (Sakoma) NU Pamekasan.

Tidak hanya itu, dalam musyawarah tersebut juga dibentuk Panitia Pelaksana Perkemahan Penggalang Ma'rif (Pergama) NU ke-5 Tahun 2019.

Ra Hasan, sapaan akrabnya, terpilih melalui musyawarah yang digelar oleh PC LP Ma'arif NU Pamekasan di Aula PC Muslimat NU Pamekasan, Jl. R. Abd. Aziz, No. 95, Sabtu (21/09/2019). Dalam waktu 7x24 jam Ra Hasan juga diharuskan menyelesaikan susunan kepenguruasan yang akan menjadi mitranya dalam menjalankan program.

Ahmad Asir selaku Ketua LP Maarif Pamekasan menaruh hatapan besar kepada Ra Hasan beserta kepengurusan yang akan dibentuknya supaya dapat menjadi wadah pemantapan ideologi Ahlussunnah wal Jama'ah (Aswaja) An-Nahdliyah, khususnya bagi para anggota Pramuka.

Ra Hasan sesaat usai dirinya terpilih memaparkan agenda prioritas yang akan dilaksanakan pasca pelantikan dirinya ialah Pergama yang akan dilaksanakan bulan November mendatang.

"Selain Pergama juga ada agenda yang tidak kalah pentingnya, yaitu melakukan pendataan lembaga pendidikan berbasis NU, bhakti sosial, melaksanakan KMD, dan latihan Pramuka gabungan lembaga pendidikan yang berada dibawah naungan Ma'arif NU," imbuhnya.

Selain dihadiri pengurus harian PC LP Ma'arif NU Pamekasan, musyawarah tersebut juga diikuti oleh perwakilan seluruh lembaga pendidikan di bawah koordinasi LP Ma'arif Pamekasan. (nal/ahn)
Share:

Kerjasama dengan Yastafiq, Kemenpora Sosialisasi Pantaw

Pamekasan — Pasti Aswaja — Yayasan Wakaf Taufiqus Shibyan (YASTAFIQ), Sabtu pagi (21/09/2019), menggelar Sosialisasi Pemuda Anti Tawuran (Pantaw) di Aula PCNU Kabupaten Pamekasan. Kegiatan tersebut merupakan salah satu agenda Kementrian Pemuda dan Olah Raga Republik Indonesia (Kemenpora RI) melalui Asisten Deputi Peningkatan Iptek dan Imtaq Pemuda Deputi Bidang Pemberdayaan Pemuda.

Akh Fakih selaku Ketua Yastafiq menyampaikan, kegiatan tersebut pertama kali digelar di Pulau Madura. Diharapkan, kegiatan yang digelarnya dapat mengantarkan para pemuda menjadi generasi emas di masa yang akan datang.

Nurhairiyah menuturkan, kegiatan itu bertujuan memberikan penyadaran dan pelajaran kepada para pemuda tentang efek tawuran, sehingga para pemuda bisa menghindari hal negatif dan dapat menjadi kader pembangunan, menciptkan kerukukan dan kedamaian.

Asisten Deputi Peningkatan Iptek dan Imtaq Pemuda Kemenpora RI itu melanjutkan, kegiata serupa juga digelar di enam titik berbeda di Indonesia, yakni: Lampung Utara, Kepulauan Anambas Kepulauan Riau, Makasar, Sambas, Kalimantan. "Dan alhamdulillah, kegiatan sosialisasi Pantaw dari Kemenpora ini bisa dilaksanakan di Kabupaten Pamekasan," imbuhnya.

Kegiatan tersebut dibuka oleh Supadi selaku Kepala Bagian Perencanaan SDM dan Arsip Kemenpora RI. Turut hadir juga beberapa perwakilan Forkopimda: Dispora, Komisi 1 DPRD, dan Dewan Pendidikan Kabupaten Pamekasan. (nal/ahn)
Share:

Friday, September 20, 2019

PMII Pamekasan Turun Jalan Tuntut Profesionalitas KPK

Pamekasan — Pasti Aswaja — Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Pamekasan, Jumat (20/9/2019), menggelar aksi menuntut pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mundur. Pasalnya, pimpinan badan anti rasuah itu di nilai gagal memberantas korupsi serta banyak penanganan yang mangkrak.

Lian Fawahan selaku Ketua Umum PC PMII Pamekasan saat berorasi di hadapan mahasiswa dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat menyampaikan empat tuntutan massa yang dipimpinnya.

"Menuntut profesionalitas KPK supaya jangan tebang pilih dalam penanganan korupsi," katanya lantang.

Lian juga menuntut agar kasus-kasus korupsi yang mangkrak segera dituntaskan. Mahasiswa IAIN Madura ini juga menuntut KPK optimal dalam melakukan penanganan kasus korupsi.

"Usir taliban dari KPK," teriak Lian di akhir orasinya.

Dijelaskan, dalam UU No 30 tahun 2002 tentang KPK Pasal 5, KPK dalam menjalankan tugas dan wewenangnya harus berdasarkan pada kepastian hukum, keterbukaan, akuntabilitas, kepentingan umum, proporsionalitas.

Hal tersebut yang mendorong massa PMII melakukan aksi yang diawali dengan longmarch dari monumen arek lancor ke kantor DPRD kabupaten pamekasan itu.

Dalam kesempatan tersebut, beberapa anggota DPRD Pamekasan menemui mahasiswa, di antaranya Ismail, Sahur, Hamdi. Para perwakilan DPRD itu berjanji akan menyampaikan segala tuntutan yang disampaikan mahasiswa pada lembaga terkait.

“Kami menyambut baik segala tuntutan yang disampaikan oleh adik-adik mahasiswa. Silahkan berikan pada kami surat tuntutan itu dan nanti kami sampaikan,” ucap Ismail.

Diketahui aksi serupa juga digelar oleh Pengurus Koordinator Cabang (PKC) dan seluruh Pengurus Cabang se-Indonesia. (nal/ahn)
Share:

Perbedaan Kiai Pesantren dan Kiai, Ustaz Dadakan Itu

Oleh: H Taufik Hasyim (Ketua PCNU Pamekasan)

1. Perbedaan dalam menjawab satu masalah
Kiai pesantren tidak memosisikan dirinya sebagai mujtahid dalam menyikapi setiap masalah umat, hingga mereka tidak sembarangan menjawab hukum dengan jawaban: "Haram, tidak boleh, kafir, sesat" dan lain-lain. Kiai pesantren selalu membandingkan pendapat dari beberpa ulama dab terkadang disertai dengan alasan, latar belakang maslah bahkan cara istidlal dari ulama tersebut. Beda dengan kiai, ustaz dadakan yang dalam menjawab masalah langsug menjwab "Haram, halal, tidak boleh", yang sudah mmosisikan dirinya seakan mujtahid.

2. Perbedaan dalam menganalisa pendapat ulama
Kiai pesantren khususnya NU, ada tradisi Bahtsul Masail. Dalam bahtsul masail ini, satu masalah membutuhkan waktu berjam-jam untuk dibahas, dianalisa dan dirumuskan. Bisa jadi dalam satu kitab menimbulkan pamahaman berbeda dan mnimbulkan hukum berbeda pula. Bahkan satu qaul ulama bisa terjadi beberapa penafsiran. Maka, produk hukum dari bahtsul masail akan lebih komprehensif karen sudah melalui proses diskusi dan analisa dari berbagai dimensi. Hal ini berbeda dengan pendapat satu ulama yang hanya dibaca oleh satu orang. Maka jika pendapat ulama hanya dibaca satu orang tanpa didiskusikan dan tanpa dianalisa, hasilnya sangat bisa ditebak: "Ini haram, ini halal". Bahtsul masail sebelum keluar hukum "ini haram, ini halal", terlebih dahulu dikaji, dipadukan dengan pendapat ulama lain, lalu dicarikan dalil yang lebih kuat, dipakai kaidah fikih, dilacak ulama tersebut, lebih kredibel mana antara ulama yang berpndapat halal dan ulama yang berpndapat haram. Baru setelah perdebatan panjang, diserahkan kepada mushahih (kiai sepuh) untuk diputuskan hukumnya.

3. Perbedaan dalam pengambilan keputusan
Sering kali dalam forum bahtsul masail NU, terjadi perdebatan panjang yang tidak ada habisnya. Masing-masing pihak mempertahankan pendapatnya sendiri-sendiri dengan berbagai argumen dan logika. Mereka juga menjadikan pendapat ulama sebagai dasar bahkan hadis nabi juga mnjadi rujukan pengambilan pendapatnya. Nah, dalam kondisi seperti itu, di tengah hebatnya perdebatan yang melelahkan, kiai sepuh yang ditunjuk sebagai mushahih (biasanya jajaran Syuriah NU) keluar ruangan, mencari musala atau masjid. Di situ beliau berwudu lalu salat dua rakaat. Setelah salat, beliau bermunajat pada Allah. Beliau adukan pada Allah apa yang terjadi di forum bahtsul masail tersebut. Baru setelah fikiran tenang dan Ainul bashirah-nya mulai jernih, beliau kembali ke ruang bahtsul masail tadi. Lalu, beliau menyimpulkan dan memutuskan apa yang diperdebatkan tersebut dengan bahasa yang tenang, gaya bahasa yang sederhana, dengan sikap yang penuh tawadu, dan sikap penuh kehati-hatian yang obyektif penuh bijak sana. Beda dengan kiai, ustaz dadakan, yang dalam 10 menit bisa mnjawab 15 pertanyaan disesuaikan dengan kehendak nafsunya apalagi terkadang jawabannya penuh tendensi terhadap kondisi politik, hingga jawaban yang keluar dari kiai, ustaz tersebut sulit dibedakan, antara mana pendapat subjektif pribadi dengan pendapat ulama yang dijadikan rujukan.

So, kalau saya, lebih mengikuti pendapat kiai-kiai pesantren NU ketimbang mengikuti uataz-ustaz dadakan itu.

Wallahu a'lam
Share:

Home Style

Contact Form

Name

Email *

Message *

Quotes

Quotes

Latest News

Popular Posts

Blog Archive