Monday, September 16, 2019

GP Ansor Sampang Ajak Masyarakat Lawan Narkoba

Sampang — Pasti Aswaja — Di antara empat kabupaten yang ada di Madura, Sampang merupakan kabupaten zona merah dalam hal peredaran Narkoba. Sebagaimana diketahui, beberapa waktu lalu pihak kepolisian berhasil membongkar jaringan internasional pebisnis barang haram di kabupaten tersebut. Yang lebih miris, kalangan pemuda menjadi target operasi mereka.

Oleh karenanya, Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor merasa memiliki kewajiban dalam menanggulangi dan mempersempit peredaran barang berbahaya itu demi keselamatan para pemuda agar memiliki masa depan yang lebih cerah.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh KH. Khioron Zaini selaku Ketua PC GP Ansor Sampang dalam acara Kongkow dan Penyuluhan Bahaya Narkoba oleh Badan Ansor Anti Narkoba (BAANAR) Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor Karangpenang, Ahad (15/09/2019), di Pendopo Kecamatan Karangpenang, Sampang.

Menurutnya, kunci kesuksesan sebuah negara bergantung pada pemuda. Ketika pemuda di suatu negara berada di jalan yang lurus, istikamah, maka sepuluh sampai lima puluh tahun yang akan datang Indonesia akan jaya dan makmur. Tapi sebaliknya, jika pemuda rusak, hal ini menjadi ancaman bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia.

"Maka sebelum terlambat, kami GP Ansor Sampang ingin mengajak semua kalangan untuk memberi edukasi, pemahaman dan arahan supaya para pemuda tidak terjerumus terhadap bahaya barang terlarang itu," ungkap Gus Khoiron, sapaan akrabnya.

Sebagaimana diberitakan sebelunya, BAANAR PAC GP Ansor Karangpenang menggandeng Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Sampang dan Kepolisian Sektor (Polsek) setempat menggelar Kongkow dan Penyuluhan Bahaya Narkoba. Dalam kegiatan bertema "Sampang Bermartabat Tanpa Narkoba" itu panitia mengundang Lembaga dan Badan Otonom (Banom) di lingkungan Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Karangpenang, Karang Taruna serta pelajar. (iis/ahn)
Share:

Sunday, September 15, 2019

BAANAR Karangpenang Gelar Kongkow dan Penyuluhan Bahaya Narkoba

Sampang — Pasti Aswaja — Menyikapi bahaya narkoba yang marak beredar di daerah Sampang pengurus Badan Ansor Anti Narkoba (BAANAR) Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemudan (GP) Ansor Karangpenang menggelar Kongkow dan Penyuluhan Bahaya Narkoba, Ahad (15/09/2019), di Pendopo Kecamatan Karangpenang, Sampang.

Ketua PAC GP Ansor Karangpenang, Ahyak, menyampaikan, kegiatan yang digelarnya merupakan hasil rapat koordinasi pengurus atas instruksi Ketua PC GP Ansor Sampang.

"Dengan adanya agenda kongkow ini diharapkan bisa membawa khidmat serta barokah ilmu pengentahuan, sehingga bisa membawa corong perubahan kepada seluruh lapisan pemuda di setiap daerah utamanya desa Karangpenang," ucapnya.

Suhaimi Baghdadi selaku Kepala BAANAR PC GP Ansor Sampang mengatakan, semua elemen masyarakat dan pemuda mempunyai kewajiban memberantas barang terlarang tersebut mengingat peredaran barang haram tersebut yang tidak hanya menyasar kalangan pemuda, tapi juga anak-anak. Kondisi ini, menurut Suhaimi, jika terus dibiarkan akan menjadi peluru kehancuran bagi generasi emas bangsa di masa mendatang.

"Pengaruh dan bahaya yang di akibatkan dari narkoba sangatlah besar bahkan sampai merenggut nyawa sehingga akan menghancurkan generasi emas bangsa" jelasnya.

Tidak hanya itu, ia juga menyampaikan komitmenya dalam memerangi Narkoba serta memberikan arahan dan edukasi kepada pemuda agar tidak terjerumus bahaya barang hara tersebut.

"Insyalah PC BAANAR Sampang akan bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk selalu mengadakan kegiatan penyuluhan dan seminar bahaya Narkoba. Ke depan kepengurusan akan masuk ke lembaga pesantren untuk melakukan penyuluhan bahaya narkoba," lanjutnya.

Tampak hadir dalam agenda itu KH. Khoiron Zaini selaku Ketua PC GP Ansor Sampang beberapa perwakilan Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Sampang, anggota DPRD Sampang DAPIL V, Kapolsek Karangpenang, Kepala Desa Gunung Kesan, Sekretarus MWCNU Karangpenang, PAC Ansor se-Kecamatan Karangpenang, Muslimat NU, Fatayat NU, IPNU, IPPNU, Pagar Nusa, Karang Taruna Perkasa Karangpenang Oloh, siswa lembaga pendidikan se-Kecamatan Karangpenang, PMII, serta beberapa komunitas dan organisasi pemuda lainnya. (iis/ahn)
Share:

Monday, September 9, 2019

PMII Pamekasan Tuding Kapolres Pro Khilafah

Pamekasan — Pasti Aswaja — Maraknya kegiatan yang dilaksanakan oleh kelompok yang terindikasi pengasong Khilafah Islamiyah atau kelompok trans-nasional di Pamekasan membuat Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC. PMII) setempat geram.

Pasalnya, Kepolisian Resor (Polres) Pamekasan terkesan abai. Hal itu diungkapkan Lian Fawahan, Ketua Cabang PMII Pamekasan, saat ditemui pada kegiatan Pelatihan Kader Lanjut (PKL) di Vihara Avalokitesvara Pamekasan, Senin (09/09/2019) siang.

Menurutnya, keabaian Polres Pamekasan terhadap kegiatan kelompok trans-nasional menunjukkan adanya indikasi kuat Kapolres Pamekasan pro terhadap Khilafah.

"Hari Minggu kemarin ada acara di salah satu hotel di Pamekasan yang diisi oleh salah seorang tokoh yang terindikasi berpaham khilafah, dan itu dibiarkan oleh pihak kepolisian," ungkap Lian.

Lian menambakan, berkali-kali kegiatan yang dilaksanakan oleh kelompok trans-nasional pengasong khilafah juga dibiarkan begitu saja oleh Polres Pamekasan.

"Harusnya, Polres Pamekasan bisa memonitor segala bentuk kegiatan yang berbau khilafah, jangan dibiarkan begitu saja," pungkasnya.

Pasti Aswaja menghubungi Kapolres Pamekasan, Teguh Wibowo, namun belum merespon, hingga berita ini diturunkan. (bor/uki)
Share:

Saturday, August 31, 2019

Tahun Baru Islam, GP Ansor Pegantenan Gelar Istigasah

Pamekasan — Pasti Aswaja — Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kecamatan Pegantenan menggelar istigasah guna menyambut tahun baru Islam 1441 H., Sabtu malam (31/08/2019), di Kantor Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) setempat, Desa Bulangan Timur, Kecamatan Pegantenan, Pamekasan.

Acara yang dimulai jam 19:00 WIB itu, menurut M. Hasbullah Arif, juga bertujuan mendoakan bangsa Indonesia agar dikaruniai keselamatan dan tetap bersatu di tengah-tengah perbedaan serta terwujudnya Indonesia yang makmur, adil dan sejahtera.

"Sekuat apapun usaha kita jika tidak dabarengi dengan doa, kemakmuran, keadilan, kesejahteraan akan sulit terwujud. Nah, kita berkumpul di sini untuk meminta kepada Allah agar negeri ini menjadi baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur," ucap Ketua PAC GP Ansor Pegantenan itu kepada Pasti Aswaja usai acara.

Tidak hanya itu, Hasbullah juga berharap, pasca acara yang digelar bersama MWCNU Pegantenan itu, seluruh kader GP Ansor di daerahnya turut berusaha menjaga stabilitas di tengah kondisi negara yang sedang memanas.

"Isu tentang Papua akhir-akhir ini menjadikan negeri ini 'panas'. Saya mengajak sahabat-sahabat GP Ansor Pegantenan agar turut serta menjaga stabilitas negeri yang diwariskan oleh para pendahulu kita," pungkasnya. (ahn/uki)
Share:

1 Muharam, MDS RA Pamekasan Kaji Sejarah Islam Madura

Pamekasan — Pasti Aswaja — Majlis Dzikir dan Shalawat Rijalul Ansor (MDS RA) Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Pamekasan menggelar kajian sejarah Islam di Langgar (surau) Gajam, Dusun Gajam, Desa Proppo, Kecamatan Proppo, Pamekasan, Sabtu malam (31/08/2019).

Maltuful Anam selaku Ketua MDS RA Pamekasan mengatakan, agenda yang digelarnya guna memperingati pergantian tahun baru Islam 1441 H. yang jatuh malam ini.

Dipilihnya Langgar Gajam sebagai lokasi acara, lanjut Anam, karena tempat tersebut merupakan peninggalan Aryo Menak Senoyo sebagai salah satu penyebar Islam di Madura bagian barat.

"Dari acara ini diharapkan, semua anggota MDS Rijalul Ansor dan seluruh kader Ansor di Pamekasan, umumnya, dapat mengingat dan mencatat sejarah penyebaran Islam di Madura," imbuh Anam.

Hasil kajian sejarah tersebut, akan dibukukan. "Doakan agar niat ini dimudahkan oleh Allah, sehingga semuanya berjalan lancar," pungkas mantan aktivis PMII Surabaya ini yang berprofesi sebagai dosen.

Selain diikuti oleh seluruh pengurus MDS RA Pamekasan, kegiatan yang diawali dengan istigasah itu juga dihadiri Gus Miftah, salah satu cicit Aryo Menak Senoyo. (ahn/uki)
Share:

Tuesday, August 27, 2019

Posting Ujaran Kebencian Tentang NU, KPNU Akan Temui Munaji

Pamekasan — Pasti Aswaja — Munaji, seorang anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pamekasan dari partai Gerindra dinilai melakukan hate speech atau ujaran kebencian melalui beberapa unggahan di akun Facebook miliknya.

Menyikapi hal itu, Kaukus Pemuda Nahdlatul Ulama (KPNU) Pamekasan, akan menemui anggota legislatif itu di kantornya guna mengklarifikasi terhadap sejumlah postingan di akun Facebook-nya.

Dalam keterangan tertulisnya, Taufiqur Rahman selaku Koordinator KPNU Pamekasan menjelaskan, ada beberapa postingan Munaji yang berunsur hate speech kepada tokoh NU. Tokoh yang sering 'diserang' ialah Ketua Umum GP Ansor, KH. Yaqut Cholil Qoumas dan Ketua Umum PBNU, KH. Said Aqil Sirodj.

Di antara unggahan Munaji ialah berita tentang pernyataan Kiai Said di CNN Indonesia yang menyikapi situasi negara saat ini. Dalam berita itu, Kiai Said mengatakan, perpecahan bangsa tidak akan terjadi selama ada NU. Munaji membagikan tautan berita tersebut dengan menyertakan caption yang memyatakan Kiai Said hanya omong doang (Omdo), buktinya nol besar. 

Di postingan lainnya, bekas anggota DPRD fraksi PKB ini menulis, Ketua Umum GP Ansor banyak bacot terkait dengan permainan isu pembubaran Banser NU.

Tidak hanya itu, Munaji membagikan postingan akun resmi PCNU Pamekasan yang mengunggah video wawancara salah satu televisi nasional dengan pengamat intelijen dan terorisme. Munaji menulis komentar dalam video yang dibagikan tersebut dengan kalimat, "Ngaku garda terdepan, menghadapi OPM takut".

Meski dalam setiap postingannya, tidak banyak pengguna Facebook berkomentar. Namun, bagi warga NU, postingan itu sudah termasuk kategori hate speech. Kata-kata bacot merupakan kata yang tidak pantas bagi pejabat publik seperti Munaji.

"Kami akan klarifikasi kepada Munaji hari ini di kantornya atas semua yang telah diposting di medsosnya. Mudah-mudahan yang bersangkutan tidak bolos ngantor hari ini," terang Taufiq, Selasa (27/08/2019).

Taufiq mengatakan, dari 45 anggota DPRD Pamekasan, hanya Munaji yang paling getol mencaci dan sering melontarkan kata-kata kotor kepada ulama-ulama NU. Pemuda yang juga Ketua Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) PCNU Pamekasan ini, mengaku perlu klarifikasi maksud dan tujuan atas semua apa yang telah dilakukan Munaji.

"Anggota DPRD Pamekasan yang lain adem ayem terhadap NU dan ulama NU. Hanya Munaji yang selalu risih, nyiyir dan menebarkan kebencian," ungkap Taufiq. (ahn/uki)
Share:

Monday, August 26, 2019

Kiai Misbah: "Aku Pasti Mendukung Banser"

Pamekasan — Pasti Aswaja — Beberapa hari terakhir ini, masyarakat Indonesia dihebohkan dengan berbagai informasi tentang tuntutan pembubaran Barisan Ansor Serbaguna (Banser) oleh beberapa kelompok. Tuntutan ini merupakan buntut kasus di Asrama Mahasiswa Papua di Surabaya beberapa waktu lalu.

Menanggapi hal itu, Wakil Rais Syuriah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Pamekasan, KH. Misbahul Munir, melalui statusnya di Facebook, mengaku ada di pihak Banser meski dirinya tidak pernah memperoleh pelatihan sebagai Banser.

"Aku bukan seorang Banser, dan tak pernah memperoleh pelatihan sebagai Banser. Namun almarhum Bapakku dulu adalah seorang pasukan Banser. Jadi, aku pasti mendukung Banser sebagai bentuk penghormatan dan pengabdian anak kepada orang tua," tulis alumni Universitas Al-Azhar Kairo Mesir itu, Senin (26/08/2019), beberapa menit yang lalu.

Tidak hanya itu, Kiai Misbah juga sering mengunakan jasa Banser dalam berbagai even yang digelarnya. "Dan Banser memberikan layanannya secara gratis. Seringkali aku lupa menyuguhkan pada mereka sebungkus rokok atau sebungkus nasi," lanjutnya.

Kiai Misbah memungkasi statusnya itu dengan hashtah #BANSERuntukNegeri dan #BANSERuntukUlama. (bor/ahn)
Share:

Saturday, August 24, 2019

Sikapi Eks Kombatan ISIS, PKC PMII Jatim Gelar Dialog Deradikalisasi

Probolinggo — Pasti Aswaja — Pengurus Koordinator Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PKC PMII) Jawa Timur (Jatim) menggelar Dialog Interaktif Deradikalisasi, Sabtu siang (24/08/2019) di Balai Latihan Kerja (BLK), Kademangan, Kota Probolinggo, Jawa Timur.

Dialog bertajuk "Eks Kombatan ISIS di Indonesia" tersebut menghadirkan empat pembicara; perwakilan Polri, perwakilan TNI, Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jatim dan Kanwil Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Jatim.

Agus Soleh, Ketua Panitia Pelaksana menyampaikan, acara yang diikuti kader PMII se-Jatim itu dimaksudkan menemukan titik terang terkait warga negara Indonesia yang tergabung dalam Islamic State of Iraq and Syam (ISIS).

"Info terbaru, ISIS sudah dipukul mundur oleh pasukan demokratik Syuriah. Di sana, ada ratusan warga negara Indonesia yang bergabung dengan ISIS. Nah, mereka (warga negara Indonesia. Red.) memiliki keinginan kembali ke Indonesia, setelah kekalahan ISIS," paparnya.

Agus menambahkan, melalui dialog ini diharapkan menghasilkan sebuah rekomendasi kepada pemerintah Republik Indonesia, berkenaan dengan status warga negara Indonesia yang bergabung dengan ISIS.

"Pemerintah harusnya tegas. Ini persoalan serius. Mau diterima kembali ataupun ditolak, pemerintah mesti bertindak cepat," pungkas Mantan Aktivis PMII Jember itu. (bor/ahn)
Share:

Friday, August 23, 2019

Perkuat Aswaja, PAC GP Ansor Pamekasan Gelar PKD

Pamekasan — Pasti Aswaja — Sebagai upaya memperkuat paham Ahlussunnah Wal Jamaah (Aswaja) An-Nahdliyah, Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kecamatan Pamekasan menggelar Pelatihan Kader Dasar (PKD) di Lembaga Pendidikan Islam Raudlatul Ulum, Teja Timur, Pamekasan, Jumat (23/08/2019).

Kaderisasi Ansor tingkat pertama itu, menurut Ali Wahdi, Ketua PAC GP Ansor Kecamatan Pamekasan, menjadi satu hal yang penting, mengingat banyaknya tantangan dari luar NU yang cenderung memojokkan NU dan mengancam keutuhan NKRI. 

"Di Kecamatan Pamekasan sendiri banyak kelompok-kelompok dari luar NU yang berhaluan radikal, sehingga mengancam persatuan dan kesatuan negara," ungkap Mantan aktivis PMII tersebut.

Pria yang akrab disapa Kang Wahdi itu menambahkan, berdasarkan penyampaian Ketua Pimpinan Cabang (PC) GP Ansor Pamekasan, PKD yang dilaksanakan PAC GP Ansor Pamekasan akan menjadi tolak ukur.

"Menurut PC (Pimpinan Cabang. Red.) Gerakan Pemuda Ansor (Pamekasan. Red.), PKD kita kali ini adalah PKD percontohan yang akan menjadi tolak ukur kesuksesan di kepemimpinan selanjutnya dan (ukuran. Red.) bagi PAC se-Kabupaten Pamekasan," imbuhnya.

Sebanyak tujuh puluh peserta pada kegiatan ini akan menerima berbagai materi berkaitan dengan Ansor, Banser, NU, Aswaja dan NKRI. (bor/ahn)
Share:

Saturday, August 17, 2019

Kenakan Sarung, Santri Karangdurin Gelar Upacara HUT RI ke-74

Sampang — Pasti Aswaja — Momentum hari kemerdekaannRepublik Indonesia ke-74, Pondok Pesantren Miftahul Ulum Karangdurin, Tlambah, Karangpenang, Sampang, menggelar upacara pengibaran sang merah putih memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia (RI) ke-74, Sabtu (17/08/2019), di halaman pesantren.

Diikuti seluruh santri, jajaran pengurus, guru, mahasiswa dan staf perguruan tinggi yang ada di pesantren tersebut terlihat berbeda. Pasalnya, semua peserta dan undangan seragam mengenakan sarung hijau, baju putih dan songkok nasional yang menjadi ciri khas santri.

Meski demikian, Lagu Kebangsaam Indonesia Raya dan Mars Syubbanul Wathon dilantunkan dengan khidmat.

Chotibul Umam yang bertindak sebagai inspektur upacara dalam amanatnya menyampaikan, agenda tersebut merupakan salah satu cara mengenang perjuangan para pahlawan guna mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Upacara ini mengingatkan kita pada perjuangan para tokoh pahlawan kemerdekaan yang tak mudah seperti apa yang dirasakan pada saat ini," jelas Pak Tibul, sapaan akrabnya.

Ia berpesan kepada para peserta agar jiwa nasionalisme dan semangat menjaga NKRI terus tertanam dalam jiwa mereka.

"Memperingati Hari Ulang Tahun Indonesia ini semata-mata untuk mengenang dan menjaga sesuatu yang telah dititipkan oleh para pahlawan kita, sehingga kita sama-sama kuat menjaga NKRI ini".

Di akhir amanatnya, Pak Tibul berharap para santri dan pemuda berhati-hati berhadaap paham maupun ideologi baru yang mengancam keutuhan NKRI dan Agama.

"Hati-hati kepada pemuda jangan terbawa ideologi yang melenceng dan mengancam kesatuan NKRI ini," pungkasnya. (is/nal)
Share:

Sampaikan Amanat Upacara 17 Agustus, Ketua PCNU Pamekasan Menangis

Pamekasan — Pasti Aswaja — Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Pamekasan, KH. Taufik Hasyim, tidak kuasa menahan tangis saat menyampaikan amanat pada pelaksanaan upacara bendera memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Indonesia di Pondok Pesantren Nurul Karomah, Buddagan, Pademawu, Pamekasan, Sabtu (17/08/2019).

"Ketika menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya, tenggorokan saya kering. Saya membayangkan betapa besar dan dahsyatnya perjuangan para kiai dan ulama kita saat melawan penjajah memperjuangkan kemerdekaan," ucapnya dengan suara parau menahan tangis.

Ia mengaku kehabisan kata-kata ketika dirinya membayangkan perjuangan para kiai, santri serta para pahlawan lainnya yang rela mengorbankam segalanya demi kemerdekaan Republik Indonesia dan tegaknya Sang Merah Putih.

Maka dari itu, alumni Ma'had Riyadhul Jannah Rosefah, Arab Saudi, ini merasa heran ketika ada kelompok yang mengharamkan dan mensyirikkan hormat kepada Bendera Merah Putih. Karena menurutnya, menghormati Merah Putih sebagai bentuk kecintaan terhadap tanah air.

"Mencintai tanah air, sama sekali tidak mengurangi kecintaan kita kepada Allah SWT. Sama seperti cinta kita ibu dan istri. Mencintai istri, sama sekali tidak mengurangi cinta kita kepada ibu. Begitu juga kita mencintai istri, tidak akan mengurangi cinta kita kepada ibu," tegasnya. (ahn/uki)
Share:

PCNU Pamekasan Gelar Upacara HUT RI ke 74

Pamekasan — Pasti Aswaja — Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Pamekasan menggelar upacara bendera memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) kemerdekaan Republik Indonesia ke 74 di Pondok Pesantren (Pon. Pes.) Nurul Karomah, Buddagan, Pamekasan, Sabtu pagi (17/08/2019).

Upacara yang diikuti seluruh perwakilan Badan Otonom dan Lembaga di lingkungan PCNU Pamekasan itu, bertindak sebagai inspektur upacara, KH. Taufik Hasyim selaku Ketua PCNU Pamekasan. Tampak juga hadir jajaran Syuriah dan Tanfidziah

Dalam amanatnya, mantan aktivis PMII Kediri Jawa Timur itu mengajak peserta dan undangan supaya memupuk kecintaan terhadap tanah air sebagaimana dicontohkan oleh Rasulullah SAW saat hijrah dari Mekkah ke Madinah.

"Ketika Rasulullah hijrah, beliau berdoa kepada Allah supaya diberikan rasa cinta kepada Madinah sebagaimana kecintaan beliau kepada Mekkah. 'Ya Allah anugerahilah kami cinta kepada Madinah, sebagaimana cinta kami pada Mekkah, bahkan (cinta. Red.) yang lebih besar'," tutur Kiai Taufik.

Pengasuh Pon. Pes. Bustanul Ulum Sumber Anom, Angsanah, Palengaan, Pamekasan ini juga sempat menangis saat mengenang perjuangan para kiai dan santri dalam mengusir penjajah.

Usai upacara, PC Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (Lazisnu) Pamekasan memberikan santunan kepada puluhan anak yatim. Acara kemudian disudahi dengan penampilan para pendekar cilik PC Pencak Silat Nahdlatul Ulama (PSNU) Pagar Nusa Pamekasan. (ahn/uki)
Share:

Thursday, August 15, 2019

Bersama Menhub dan Menkes, Khofifah Resmikan RS Terapung di Sumenep

Sumenep — Pasti Aswaja — Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, bersama Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi, dan Menteri Kesehatan (Menkes), Nila Moeloek, meresmikan pengoperasian Kapal Gandha Nusantara 1 dan 2 sebagai Rumah Sakit (RS) Terapung di Kabupaten Sumenep, Kamis (15/08/2019).

Peresmian ditandai dengan penandatanganan Memorandun Of Understanding (MoU) atau nota kesepahaman juga perjanjian kerja sama dan pelepasan operasional di lingkungan Provinsi Jawa Timur di Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III Cabang Kalianget, Sumenep, Madura.

"Ini adalah pilot project dan merupakan rumah sakit terapung merangkap penumpang yang pertama di Indonesia," tulis Khofifah di halaman Facebook beberapa menit yang lalu.

Menurutnya, RS Terapung tersebut menjadi hadiah ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia ke 74 yang sangat bermakna bagi masyarakat kepulauan di Sumenep.

Ketua Umum Muslimat NU itu berharap, kehadiran RS terapung itu dapat memberikan layanan kesehatan yang lebih berkuaitas kepada masyarakat yang hidup di kepulauan dan daerah terpencil di Jawa Timur.

"Terlebih Sumenep memiliki ratusan pulau yang terpencar-pencar. Terimakasih Pak Menhub dan Bu Menkes yang merespon permohonan kami dalam waktu yang sangat cepat. Semoga besar manfaatnya," pungkasnya. (ahn/uki)
Share:

Rawat Indonesia, Komunitas Ataretan Pamekasan Gelar Dialog Lintas Iman

Pamekasan — Pasti Aswaja — Sebagai upaya memperkokoh nilai-nilai kebangsaan, pegiat pemikiran Gus Dur Pamekasan yang tergabung dalam Komunitas Ataretan menggelar Dialog dan Ngopi Lintas Iman, Rabu malam (14/08/2019) di Cafe Nineties, Bugih, Pamekasan, Madura.

Acara bertema "Meruwat dan Merawat Indonesia" itu menghadirkan beberapa tokoh lintas iman sebagai panelis: RPA. Wazirul Jihad (Ketua LESBUMI NU Pamekasan), Taufikurrahman Khafi (Ketua LAKPESDAM NU Pamekasan), Syafiuddin (Ketua PC. GP. Ansor Pamekasan), Afan Asmara Yudha (Ketua Remaja dan Pemuda Kristiani Pamekasan), Maghfirah (Ketua FKWUB Pamekasan), Novi Engga Kumaya (Ketua Orang Muda Katolik Pamekasan) dan Muhammad Ahnu Idris (Ketua GASPER Madura).

Luthfi, Wakil Koordinator Komunitas Ataretan, seusai acara mengungkapkan, acara yang dilaksanakan komunitas yang digelutinya itu merupakan salah satu bentuk komitmet bersama dalam membangun negeri.

"Belajar dari Gus Dur, bahwa nilai yang paling Indonesia ialah pencarian tak berkesudahan akan perubahan sosial tanpa memutus sama sekali ikatan dengan masa lalu. Itulah representasi meruwat dan merawat Indonesia yang kami diskusikan malam ini," jelas Luthfi.

Mahasiswa semester akhir di Universitas Madura (UNIRA) itu menambahkan, panelis yang didatangkan dengan latar belakang yang berbeda itu dimaksudkan mengeksplorasi pemahaman tentang Indonesia dalam berbagai perspektif.

"Pada intinya, melalui berbagai macam keilmuan yang diketahui, kita dituntut untuk bergandengan tangan membangun bangsa Indonesia ini," pungkas Luthfi. (bor/ahn)
Share:

Monday, August 12, 2019

GP Ansor Pegantenan Gelar Tahlil 7 Hari Wafatnya Mbah Moen

Pamekasan — Pasti Aswaja — Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kecamatan Pegantenan menggelar tahlil bersama di hari ketujuh wafatnya KH. Maimoen Zubair atau Mbah Moen, Senin malam (12/08/2019) di kediaman Arif Hidayatullah, Ketua PAC GP Ansor Pegantenan.

Kegiatan yang dirangkai dengan agenda rutinan Majelis Dzikir dan Sholawat Rijalul Ansor (MDS RA) itu bertujuan mendoakan almarhum agar mendapatkan tempat mulia di sisi Allah bersama orang-orang saleh lainnya.

"Yang tidak kalah pentingnya, barokah beliau tetap mengaliri kehidupan dan agenda-agenda kami. Sehingga, organisasi ini (GP. Ansor. Red.) menjadi organisasi yang berkah dan memberikan manfaat bagi orang banyak," ujar M. Hasbullah Arif, Ketua PAC GP Ansor Kecamatan Pegantenan.

Dalam kesempatan yang sama, Sahraji selaku Ketua MDS RA PAC GP Ansor Pegantenan mengatakan, kepergian Mbah Moen menyisakan luka yang dalam bagi seluruh masyarakat Indonesia, khususnya warga NU. Menurutnya, almarhum merupakan sosok nasionalis sejati.

"Beliau ini juga merupakan sosok yang bisa menyatukan semua kelompok dan golongan. Mbah Moen punya jasa yang sangat besar kepada bangsa kita," lanjutnya.

Acara yang dihadiri seluruh Ketua dan Sekretaris Pimpinan Ranting di bawah koordinasi PAC GP Ansor Kecamatan Pegantenan itu kemudian dipungkasi dengan makan bersama. (ahn/dur)
Share:

Tujuh Hari Wafatnya Mbah Moen, PMII STAI-MU Gelar Tahlil dan Doa Bersama

Pamekasan — Pasti Aswaja — Pengurus Komisariat (PK) Pergerakan Mahasiswa Islam Imdonesia (PMII) Sekolah tinggi agama islam Miftahul ulum (STAI-MU) Pamekasan peringati tujuh hari wafatnya KH. Maimoen Zubair atau Mbah Moen dengan bertahlil dan doa bersama, Senin sore (12/18/2019) di kediaman Imam Syafi'i, Ketua PK PMII STAI-MU, Karangpenang, Sampang, Madura.

Acara yang diinisiasi Wakil Ketua Tiga (Bidang Keagamaan) PK PMII STAI-MU ini dimaksudkan mengharap aliran berkah dan sebagai bukti kecintaan terhadap Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Itu.

Hal tersebut diungkapkan Mohammad Ghufron, selaku Ketua Tiga PK PMII STAI-MU. Menurutnya, sangat wajar Kader PMII menunjukkan kecintaannya terhadap ulama, khususnya kiai-kiai NU.

“Cinta terhadap ulama itu merupakan sebuah keharusan bagi kita semua selaku kader PMII, karena ulama adalah warisannya para nabi, terutama cinta terhadap ulama NU. Apa lagi PMII ini lahir dari NU,” ucapnya.

Selain tahlil bersama, agenda itu juga bertujuan mempererat tali silaturrahim antar pengurus.

“Maka dari itu, kami mengadakan agenda ini ini; pertama, bukti kecintaan kami terhadap almarhum Mbah Moen, selaku mustasyar PBNU; kedua, untuk mempererat tali silaturrahim antar pengurus,” pungkasnya. (ari/bor)
Share:

Saturday, August 10, 2019

Pemuda Jati Jajar Pasang Gambar Pahlawan di Sepanjang Jalan

Pamekasan — Pasti Aswaja — Banyak cara yang bisa dilakukan dalam merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesua ke-74. Salah satunya seperti yang dilakukan oleh puluham pemuda Dusun Jati Jajar, Desa Palengaan Laok, Palengaan, Pamekasan.

Para pemuda ini patungan secara suka rela guna membeli sekira 600 gambar pahlawan, umbul-umbul dan Bendera Merah Putih. Puluhan pemuda itu memasangnya di sepanjang jalan sampai perbatasan antara Desa Palengaan Laok dengan Desa Palengaan Daja.

Syaf'at, salah satu pemuda setempat, mengatakan, hal itu dilakukan guna mengungkapkan kebahagiaan dalam menyambut datangnya hari kemerdekaan tanggal 17 Agustus mendatang.

"Ini juga sebagai ungkapan terima kasih kami kepada para pahlawan yang telah banyak berkorban agar Sang Merah Putih dapat berkibar dengan perkasa di negeri ini," lanjut pengurus Pipinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kecamatan Palengaan itu, Sabtu (10/08/2019).

Mantan aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Universitas Islam Madura (UIM) Pamekasan ini juga ingin mengajak masyarakat di desanya supaya turut mengenang dan menghorati jasa-jasa para pahlawan.


"Karena kata Bung Karno, bangsa yang besar itu bangsa yang menghormati jasa para pahlawannya. Nah, saya harap, tindakan kecil ini dapat menjadi awal bangsa ini menjadi bangsa yang besar dan disegani bangsa-bangsa yang lain," pungkasnya.

Selain memasang gambar para pahlawan, para pemuda itu juga memasang umbul-umbul dan Bendera Merah Putih. Pemasangan berlangsung selama dua hari, Jumat-Sabtu (9-10/08/2019). (uki/ahn)
Share:

Thursday, August 8, 2019

PC GP Ansor Pamekasan Gelar Tahlil dan Doa Bersama Untuk Mbah Moen

Pamekasan — Pasti Aswaja — Pengurus Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Pamekasan menggelar tahlil dan doa bersama untuk mendiang KH. Maimoen Zubair atau Mbah Moen, Kamis malam (08/08/2019) di Sekretariat PC GP Ansor Pamekasan, Kompleks Kantor PCNU Pamekasan, Jl. R. Abd. Aziz, No. 95 Pamekasan.

Wakil Ketua PC GP Ansor Pamekasan, Tabri S. Munir, mengatakan, pelaksanaan agenda tersebut selain mendoakan Mbah Moen juga bertujuan mengharap aliran berkah dari almarhum. "Sehingga kita kelak di akhirat diakui sebagai santri beliau," ucapnya, disahut ucapan amin pengurus yang hadir.

"Kita di sini juga bertujuan memberikan kesaksian bahwa Mbah Moen ini adalah pribadi yang baik dan saleh," lanjutnya.

Sebelum doa bersama dan tahil dimulai, para pengurus yang hadir diberi kesempatan menyampaikan pengalaman ataupun kekagumannya yang berkenaan dengan kebaikan dan karamah almarhum.

Jamaludin, Kepala Satuan Koordinasi Cabang (Kasatkorcab) Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Pamekasan, dalam penyampaiannya menuturkan keistiewaan Mbah Moen. Menurutnya, saat ini tidak ada yang lebih bahagia dibadingkan Mbah Moen.

"Saat mendengar kabar kepergian beliau, jiwa Banser saya bangkit. Saya teringat pesan-pesan beliau bagaimana menjaga ulama dan NKRI. Beliau itu doanya meminta supaya wafat di Makkah dan hari Selasa. Dan doa itu dikabulkan oleh Allah," ucapnya sambil terisak.

Tak kuasa menahan tangis, Jamal menghentikan penyampaiannya. Acara doa bersama dan tahlil pun akhirnya dimulai. (ahn/uki)
Share:

Berteman Dengan Kader NU, Budy Tjoanda Ucapkan Syahadat

Jakarta — Pasti Aswaja — Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menuntun Budy Tjoanda, seorang pria kelahiran Tangerang, mengucapkan dua kalimat syahadat di kantornya, Jl. Kramat Jaya No. 164 Jakarta.

Proses pengucapan kalimat syahadat itu diunggah oleh akun YouTub NU Channel, Kamis (08/08/2019).

Dalam video berdurasi 2 menit itu Budy menuturkan alasannya memeluk Islam melalui PBNU. Menurutnya, ia berislam lantaran kagum kepada kehidupan sosial temannya yang tak lain merupakan kader NU.

"Pertama, memang karena melihat salah satu teman dengan kehidupannya. Dia yang berjalan sama saya kurang lebih satu tahun. Dia muslim. Dia menunjukkan ke saya tidak memaksa saya untuk menjadi Islam, tapi saya melihat dengan tindak-lakunya," paparnya.

Budy bersyukur karena dirinya memeluk Islam tanpa dipaksan dan didoktrin. Ia memeluk agama Islam karena melihat kehidupan nyata melalui temannya yang NU.

"Kita melihat kehidupan mereka seperti apa, mereka dengan penuh kasih, mereka dengan penuh perhatian, mereka saling untuk mengingatkan. Dengan tingkah lakunya itulah yang membuat saya, istiahnya, oh seperti ini (Islam. Red.)," pungkasnya. (fiq/ahn)
Share:

Kegiatan Rutinan, GP Ansor Proppo Doakan Mbah Moen

Pamekasan — Pasti Aswaja — Kegiatan rutin yang biasa dilaksanakan oleh Majelis Dzikir dan Sholawat (MDS) Rijalul Ansor Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kecamatan Proppo membacakan doa dan tahlil untuk almarhum KH. Maimoen Zubair atau Mbah Moen, Rabu malam (07/08/2019), di Kediaman Abd. Salam, salah satu pengurusz Desa Toket, kecamatan setempat.

Usai acara, Subhan Maulana selaku Ketua PAC GP Ansor Proppo mengatakan, sebagai "santri ideologis" Mbah Moen dirinya beserta kader Ansor lainnya sangat merasa kehilangan atas wafatnya Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama itu.

"Dalam kondisi negeri yang karut-marut ini, Mbah Moen dipanggil oleh Allah SWT. Tugas kita sebagai 'santri ideologis' al-maghfur lah menjadi semakin berat. Kita hanya mampu berdoa semoga beliau mendapatkan tempat yang muliai di sisi Rabb al-'Alamin, dan berkahnya selalu menyertai kita," ucapnya.

Alumni Pondok Pesantren Miftahul Ulum Bettet Pamekasan ini menambahkan, kepergian Mbah Moen meninggalkan duka mendalam. Tidak hanya bagi warga Nahdlatul Ulama, tapi seluruh masyarakat Indonesia juga merasa kehilangan.

"Mbah Moen itu guru bangsa. Semua masyarakat Indonesia dari berbagai latar belakang agama mendoakan beliau. Karena setiap ceramahnya selalu menekankan pentingnya persaudaraan, kedamaian dan persatuan NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia. Red.). Insya Allah beliau mendapatkan nikmat kubur," pungkasnya.

Dalam kesempatan itu, hadir 27 Ketua Pimpinan Ranting GP Ansor se-Kecamatan Proppo bersama sekretaris, Syafiuddin (Ketua PC GP Ansor Pamekasan), K. Hambali (Wakil Ketua PCNU Pamekasan). Bertindak sebagai pembicara, RPA. Wazirul Jihad selaku Pembina PC GP Ansor Pamekasan yang juga menjabat Ketua Lembaga Seniman Budayawan Muslkmin Indonesia (LESBUMI) Pamekasan. (ahn/uki)
Share:

Wednesday, August 7, 2019

PMII Pamekasan Gelar Yasinan dan Tahlilan Untuk Mbah Moen

Pamekasan — Pasti Aswaja — Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Pamekasan menggelar pembacaan yasin dan tahlil bersama untuk KH. Maimoen Zubair, Rabu malam (07/08/2019) di Taman Monomen Arek Lancor Pamekasan.

Acara yang juga dihadiri oleh kader PMII dari luar Kabupaten Pamekasan itu tak lain hanya ingin mengharap aliran berkah dari Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) itu.

Lian Fawahan dalam sambutannya mengatakan, PMII Pamekasan sangat merasa berduka-cita atas wafatnya Mbah Moen sebagai guru bangsa yang tidak akan pernah tergantikan.

“Kami, PMII Pamekasan merasa sangat berduka-cita atas wafatnya guru bangsa kita dan tokoh bangsa kita, karena beliau adalah panutan seluruh umat yang tidak akan pernah tergantikan di negara kita,” tutur Ketua Umum PC PMII Pamekasan itu.

Ia berharap, PMII Pamekasan setidaknya bisa mencetak dai dan tokoh agama, sebagai generasi yang akan meneruskan perjuangan almarhum, kiai atau tokoh agama yang selalu menyejukan masyarakat bukan malah memanaskan.

“Makanya kami berharap, setidaknya PMII Pamekasan bisa mencetak tokoh dan dai sebagai ganti dari beliau, seorang kiai dan tokoh yang mampu menyejukan masyarakat yang tidak pernah memanaskan bangsa,” pungkasnya. (ari/ahn)
Share:

Tor-Catoran, Komunitas Ataretan Hadirkan Aan Ansori dan Pendeta Hendry

Pamekasan — Pasti Aswaja — Pemuda lintas iman dan pengagum Gus Dur di Pamekasan yang tergabung dalam Komunitas Ataretan, Rabu siang (07/08/2019), menggelar Tor-Catoran atau obrolan santai bertajuk "Beragama Dengan 9 Nilai Utama Gus Dur" di taman Monumen Arek Lancor Pamekasan, Madura.

Acara yang diikuti beberapa komunitas budaya dan lintas iman itu menghadirkan Aan Ansori, Koordinator Jaringam Islam Anti Diskriminasi dan Pendeta Hendry Sihasale, Pimpinan Gereja Jam-ajaman Pamekasan sebagai pembicara.

Muhammad Abror, Koordinator Komunitas Ataretan menyampaikan, penting bagi seluruh masyarakat, khususnya kalangan Pemuda mengetahui nilai-nilai warisan KH. Abdurrahman Wahid, yang akrab disapa Gus Dur.

Pria yang akrab disapa Abong itu mengungkapkan, pihaknya sengaja memilih lokasi acara di areal Monumen Arek Lancor, lantaran ada pesan perdamaian yang tidak banyak diketahui oleh masyarakat Pamekasan sendiri. 

"Di sini ada dua tempat ibadah yang sangat berdekatan, yaitu Masjid dan Gereja. Monumen Arek Lancor ini berada di antara keduanya. Jadi, ada pesan tersendiri yang mesti diketahui bersama, bahwa hal itu melambangkan Pamekasan sebagai kota yang menjunjung tinggi nilai persaudaraan antar umat beragama," ungkapnya.

Dalam ulasannya, Pendeta Hendry yang diberi kesempatan pertama menyampaikan pesan perdamaian, sebagaimana yang diajarkan Gus Dur. "Inti dari ajaran Gus Dur itu adalah kemanusiaan," paparnya.

Sementara itu, Aan Ansori dalam penyampaiannya mengutip empat dari sembilan nilai utama Gus Dur; ketuhanan, kemanusiaan, kesederhanaan dan keadilan.

"Dalam konsep ketuhanan prinsipnya adalah respecting god of respecting believe. Ketika bicara kemanusiaan, pada dasarnya manusia itu baik. Dalam hal kesederhanaan dan keadilan, kita tahu bersama bagaimana cerita Gus Dur setelah dilengserkan dari Presiden," jelasnya. 

Diakhir acara, Aan Ansori dan Pendeta Hendry bergantian memimpin doa bersama untuk almarhum KH. Maimoen Zubair. (ahn/dur)
Share:

Tuesday, August 6, 2019

NU Pamekasan Instruksikan Warganya Salat Gaib Untuk Mbah Moen

Pamekasan — Pasti Aswaja — Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Pamekasan, KH. Taufik Hasyim, menginstruksikan seluruh Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) agar melaksanakam salat gaib untuk KH. Maimoen Zubair atau Mbah Moen yang meninggal di sela-sela pelaksanaan ibadah haji.

"Intruksi ke MWCNU, Pengurus Ranting dan warag NU untuk shalat ghaib, baca doa dan tahlil di pondok pesantren, masjid, langgar dan mushola," tulis Kiai Taufik melalui layanan pesan WhatsApp, Selasa (06/08/2019).

Menurut Kiai Taufik, ulama kharismatk yang akrab disapa Mbah Moen itu merupakan sosok 'alim dan 'allamah yang memiliki karamah sejak almarhum nyantri di Pondok Pesantren (PP) Lirboyo, Kediri, Jawa Timur.

"Beliau alumni Lirboyo, santrinya KH Mahrus Aly Lirboyo. Menurut bebarapa senior saya di Lirboyo, Kiai Maimoen pernah bertemu Nabi Khidlir di sebuah tempat di PP Lirboyo," kisahnya.

Mbah Moen, lanjut Kiai Taufik, tidak hanya ulama kharismatik. Lebih dari itu, Mbah Moen merupakan dai yang dakwahnya sejuk, kalem dan menentramkan sesuai dengan konteks keindonesiaan.

"Semoga kita semua mendapatkan berkah beliau, sehingga kelak di akhirat bisa berkumpul bersama-sama beliau," pungkasnya. (ahn/uki)
Share:

Indonesia Berduka, Mbah Moen Wafat Saat Ibadah Haji

Pamekasan — Pasti Aswaja — Kabar duka menyelimuti bumi Nusantara. Pasalnya, KH. Maimoen Zubair atau yang akrab dipanggil Mbah Moen, ulama kharismatik yang sedang menjabat Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) meninggal dunia di sela-sela ia menunaikan ibadah haji.

"Inna lillah wa innaa ilaihi raji'un. Kyai Maimoen Zubeir (Mbah Moen) wafat di tanah suci Makkah jam 8.17 WIB tadi. Beliau wafat di tempat yang dicintainya. Saya mendapat kabar langsung berita ini dari Pak Supri, salah seorang terdekat Mbah Moen. Jadi, insyaallah, ini bukan hoax," tulis Mahfud MD di akun twitter miliknya, @mohmahfudmd, Selasa pagi (06/08?2019).

Sampai saat ini, masih belum jelas terkait posisi jenazah dan tempat yang akan dijadikan peristirahatan terakhirnya.

Kabar ini juga dipertegas oleh Ketua Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) PBNU, KH Abdul Ghafarrozin.

"Innalillahi wa inna ilahi raji'un. Nembe mawon kapundut Simbah Maimoen Zubair wonten Makkah (baru saja wafat Syekh Maimoen Zubair di Makkah)," seperti dikutip NU Online beberapa menit lalu.

Pengasuh Pondok Pesantren Al-Anwar Rembang, Jawa Tengah itu kembali ke rahmatullah dalam usia 90 tahun. Mbah Moen lahir 28 Oktober 1928. (ahn/uki)
Share:

Pendeta Hendri Kaget Melihat GP Ansor Pamekasan

Pamekasan — Pasti Aswaja — Pendeta Hendri Sihasale, Pimpinan Gereja Protestan Indonesia Barat (GPIB) Mahkota Hayat Pamekasan atau yang lebih dikenal Gereja Jem Ajeman mengaku kaget melihat pemikiran kader Gerakan Pemuda (GP) Ansor Pamekasan. Pasalnya, pemikiran kader GP Ansor Pamekasan sangat maju.

Hal itu ia ungkapkan ketika dirinya menyampaikan closing statement pada acara Focus Group Discussion (FGD) bertema "Damai dalam Ke-Bhinneka-an" yang dilaksanakan oleh Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kecamatan Pamekasan, Kabupaten Pamekasan, Senin malam (05/08/2019) di Kafe Nineties, Bugih, Pamekasan.

"Saya nggak nyangka. Saya kaget melihat pemikiran teman-teman GP Ansor. Ternyata pemikiran teman-teman GP Ansor Pamekasan sangat maju. Apa lagi di sini ini Madura. Tapi, teman-teman GP Ansor berbicara toleransi, bernicara ke-Bhinneka-an sudah sangat maju," ucap pendeta bersuku Ambon itu.

Citra Islam yang selama ini digambarkan oleh beberapa media massa, menurutnya, terbantahkan ketika mendengar pemaparan kader-kader GP Ansor Pamekasan tentang perbedaan dan toleransi dalam acara yang diikutinya itu.

"Kalau ada yang mengatakan GP Ansor kebarat-baratan, sekuler, itu tidak benar. Karena pembicaraan dari tadi teman-teman GP Ansor menyebutkan sumbernya. Ternyata semua bersumber dari ajaran agama dan sejarah (Islam. Red.)," ujarnya.

Di akhir pernyataannya, Pendeta Hendri mengaku juga akan turut serta dalam mengampanyekan kedamaian melalui mimbar Gereja. Karena menurutnya, radikalisme tidak hanya ada dalam agama Islam, dalam agama yang dianutnya juga terdapat kelompok radikal.

"Dalam kristen, tidak ada istilah radikal. Kami biasa menggunakan istilah fundamental. Ini sama dengan istilah radikal yang digunakan dalam Islam," pungkasnya. (fiq/ahn)
Share:

Rawat Ke-Bhinneka-an, PAC GP Ansor Pamekasan Gelar FGD

Pamekasan — Pasti Aswaja — Pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kecamatan Pamekasan, Kabupaten Pamekasan, Senin malam (05/08/2019), menggelar Focus Group Discussion (FGD) di Kafe Nineties, Bugih, Pamekasan.

Acara bertema "Damai dalam Ke-Bhinneka-an" itu diikuti oleh seluruh Pimpinan Ranting (PR) GP Ansor di bawah koordinasi PAC GP Ansor Kecamatan Pamekasan. Hadir juga Ketua dan Sekretaris PAC GP Ansor dari seluruh kabupaten berjargon Gerbang Salam itu.

Hadir juga dalam kesempatan itu perwakilan Lembaga dan Badan Otonom di lingkungan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Pamekasan.

Bertindak sebagai keynote speaker, RPA. Wazirul Jihad yang saat ini menjabat sebagai Lembaga Seniman dan Budayawan Muslimin Indonesia (LESBUMI) PCNU Pamekasan bersama Pendeta Hendri Sihasale pimpinan Gereja Mahkota Hayat Pamekasan atau yang lebih dikenal dengan Gereja Jem Ajeman.

Ali Wahdi selaku Ketua PAC GP Ansor Kecamatan Pamekasan mengatakan, agenda tersebut digelar karena pihaknya merasa prihatin terhadap terkikisnya nilai-nilai toleransi di negeri yang dikenal plural ini, khususnya di Madura.

"Padahal, kita ini sama: sama-sama hidup di bawah satu naungan bendera, yaitu Bendera Merah Putih; sama-sama hidup dalam satu negara, yaitu NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia. Red.)," ucap mantan aktivis PMII itu. (fiq/ahn)
Share:

Sunday, August 4, 2019

Peserta Membeludak, Panitia Bedah Buku "Islam Nusantara" Kewalahan

Pamekasan — Pasti Aswaja — Lembaga Bahtsul Masail (LBM) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pamekasan menggelar bedah buku "Islam Nusantara", Ahad (04/07/2019) di halaman Madrasah Ibtidaiyah Pondok Pesantren Bustanul Ulum Sumber Anom, Angsanah, Palengaan, Pamekasan.

Panitia pelaksana yang awalnya hanya menargetkan 350 peserta dan menyediakan 400 kursi, kewalahan akibat peserta yang mebeludak. Meski 400 kursi terisi penuh, tapi peserta terus berdatangan, sehingga sekitar 300 orang duduk lesehan di serambi madrasah dan tempat parkir.

Kepada Pasti Aswaja, Farid Mawardi selaku Ketua Panitia memohon maaf atas kekeliruannya memprediksi jumlah peserta. Menurutnya, hal itu di luar dugaan panitia pelaksana.

"Ini murni kelalaian kami. Prediksi panitia hanya 350 orang sampai 400 orang. Tapi ternyata animo masyarakat, khususnya warga NU, sangat besar. Hingga panitia kewalahan. Atas nama panitia, kami memohon maaf kepada seluruh peserta atas ketidaknyamanan ini," ujarnya.

Dosen Ilmu Falak di IAIN Madura Pamekasan itu berharap, para peserta mendapatkan berkah para pendiri NU, sehingga kelak bisa bersama-sama para ulama NU menuju surga.

Sampai berita ini diturunkan, acara tersebut sedang berlangsung. (dur/ahn)
Share:

Wednesday, July 31, 2019

Kacabdin Pendidikan Pamekasan Kunjungi SMA Maarif 1 Pamekasan

Pamekasan — Pasti Aswaja — Kepala Cabang Dinas (Kacabdin) Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Pamekasan, Slamet Goestiantoko, didampingi Abd Rasid selaku pengawas Sekolah Menengah Atas (SMA), Rabu (31/01/2019), melakukan kunjungan ke SMA Maarif 1 Pamekasan, Terrak, Tlanakan.

Kunjungan itu guna menindak lanjuti rencana Program Double Track Mandiri di SMA Maarif 1 Pamekasan (Batik Tulis). Juga, agenda memberikan pembinaan kepada dewan guru serta pemberian santunan kepada siswa yatim di sekolah tersebut.

Double Track merupakan suatu sistem pembelajaran yang menggabungkan antara cara belajar di SMA dan SMK.

Slamet mengatakan, kemajuan sekolah salah satunya harus ada keingin berubah ke arah yang lebih baik. Setiap orang, menurutnya, sama-sama berpotensi menjadi baik bahkan maju.

"Selama ada keinginan berubah, pasti bisa. Tidak memandang tempat di mana kita berada," ucap pria kelahiran 12 Oktober 1970 itu.

Dalam kunjungannya, Slamet melihat langsung perkembangan rencana Double Track Mandiri di dampingi para guru dan sebagian siswa. Ia mengapresiasi perkembangan program tersebut.

Ainul Ghurrih selaku Wakil Kepala Sekolah merasa tersanjung dan berterima kasih atas pembinaan dan dukungan kepada lembaganya.

Dalam kesempatan yang sama, Juliana Wulandari, salah satu siswa penerima santunan merasa senang sekaligus terkejut.

"Tahu-tahu dipanggil Kacabdin. Eh ternyata ada rezeki dari Bapak Syaiful Rohman yang disalurkan melalui Kacabdin Pamekasan," ungkapnya girang.

Juliana mengaku akan meningkatkan semangat belajarnya di SMA Maarif 1 Pamekasan.

"Dan kami doakan semoga Bapak Syaiful Rohman dan Bapak Slamet juga Bapak Rasid selalu di Beri kesehatan dan barokah rezekinya. Amien," pungkasnya. (ahn/uki)
Share:

Tuesday, July 30, 2019

Tanpa Persaudaraan yang Kuat, Pamekasan Tidak Akan Hebat

Oleh: Muhammad Abror*

Sejak kemarin, timeline Facebook ramai membicarakan surat dari Ulama & Habaib Pamekasan yang ditujukan kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat. Surat dengan perihal peringatan tersebut —penulis menyebutnya protes— mempermasalahkan acara Talk Show bertema "Pamekasan Setelah Pilpres" yang mendatangkan seorang jemaat Gereja, berbeda dengan isi surat protes tersebut yang ditulis pendeta.

Dalam surat tertanggal 27 Juli 2019 yang ditandatangani 12 ulama dan habaib Pamekasan itu juga mempermasalahkan Halal Bihalal bertemakan "Ketauhidan" dengan mendatangkan seorang pendeta gereja Pamekasan. Melalui surat itu mereka beranggapan, bahwa tidak sinkron antara pemateri dengan teman ketauhidan.

Anehnya, dalam surat itu mereka meminta Pemkab Pamekasan untuk tidak membiarkan kegiatan yang sama dilaksanakan kembali dengan mengaitkan pada Pilres 2019. Menurut mereka, masyarakat Madura baru berangsur sembuh dari sakitnya pembajakan hak suara pada pemilihan presiden dan wakil presiden tahun 2019.

Melalui tulisan ini, penulis hanya ingin meluapkan tanda tanya besar atas surat tersebut. Pasalnya, pada bulan Ramadhan lalu penulis terlibat aktif dalam kegiatan lintas agama; Tor-Catoran Pemikiran Gus Dur menghadirkan KH. Mukhlis Natsir (Ketua MWCNU Palengaan) dan Romo Dedy Sulistya (Pastor Paroki Gereja Maria Ratu Para Rasul Pamekasan) sebagai pembicara, dilanjutkan dengan bagi-bagi takjil bersama umat beragama lintas iman di Pamekasan.

Pada bulan yang sama, penulis juga terlibat langsung dalam kegiatan Buka Puasa Bersama Lintas Iman yang dihadiri semua pemuka agama yang ada di Pamekasan; Islam, Kristen, Katolik, Hindu dan Konghucu beserta komunitas pemuda lintas agama di Vihara Avalokitesvara, Larangan, Pamekasan. Dua acara tersebut berjalan lancar dan sukses, tanpa ada secuilpun cacian dan makian, apalagi protes. Saat itu pula, penulis mulai merasakan dampak positif dari jargon "Pamekasan Hebat" yang diusung oleh H. Baddrut Tamam dan Raja'e selaku Bupati dan Wakil Bupati Pamekasan. Sayangnya, jargon Pamekasan hebat yang sempat dirasakan oleh komunitas lintas agama kini terlihat menakutkan, akibat adanya surat protes, sebagaimana disebut di atas.

Sejak ramainya perbincangan mengenai surat protes itu, penulis banyak menerima pesan singkat dari saudara-saudara komunitas lintas iman di Pamekasan. Sebagian dari mereka mengungkapkan empatinya, sebagian lagi mengungkapkan kegelisahannya. Bagi mereka, persaudaraan antar sesama umat manusia yang mulai dirajut dengan baik di Bumi Gerbang Salam, Pamekasan merupakan ikatan yang wajib dipertahankan dan menjadi harga mati, sehingga kabupaten yang identik dengan batik tersebut layak menyandang predikat "Hebat".

Akhirnya, penulis hanya ingin meminta kepada pemangku kebijakan di Pamekasan, agar tidak menggubris surat itu dan memberikan ruang seluas-luasnya kepada komunitas-komunitas di Pamekasan, baik itu kesenian, lintas iman, pengembangan intelektual dan lain-lain untuk berkarya dan berekspresi, sebagai upaya mendorong Pamekasan Hebat.
*Penulis adalah Ketua Komunitas Ataretan Pamekasan
Share:

Monday, July 29, 2019

Gus Syafiq Dipercaya Pimpin GP Ansor Jawa Timur

Malang — Pasti Aswaja — Tiga kader terbaik yang dimiliki Pimpinan Wilayah (PW) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jawa Timur: Abid Umar Faruq, Syafiq Sauqi dan Ahmad Ghufron Sirodj berkontestasi menduduki kursi Ketua PW GP Ansor Jawa Timur dalam pelaksanaan Konferensi Wilayah (Konferwil) XIV, Ahad (28?07/2019), di Pondok Pesantren Sabilur Rosyad Gasek, Malang.

Dalam permusyawaratan tertinggi di tingkat wilayah itu, calon ketua ditentukan melalui pemungutan suara yang dilakukan oleh Pimpinan Cabang (PC) atau Pimpinan Anak Cabang (PAC) selaku peserta Konferwil

Ketentuan penghitungan perolehan suara didasarkan pada hasil akreditasi kelembagaan PC atau PAC. Lembaga terakreditasi A, satu surat suara setara dengan dua suara. Sedangkan nilai akreditasi B hanya memiliki satu suara.

Saat penghitungan, Syafiq Sauqi atau yang akrab disapa Gus Syafiq, berhasil menyingkirkan dua kandidat calon ketua lainnya. Ia memperolehan 212 suara pada kotak khusus akreditasi A dan 195 suara pada kotak akreditasi B.

Sama dengan Syafiq, Gus Abid mendapatkan 212 suata pada kotak akreditasi A, dan 65 pada penghitungan kotam akreditasi B. Sedangkan Ghufron Sirodj hanya meraih delapan suara pada kotak akreditasi A dan empat suara pada kotak akreditasi B.

Satu suara dinyatakan tidak sah pada kotak akreditasi B dan dua suara pada kotak akreditasi A. (dur/ahn)
Share:

Sunday, July 28, 2019

Gus Yaqut: "Jangan Pernah Merasa Ansor Butuh Kita"

Malang — Pasti Aswaja — Gerakan Pemuda (GP) Ansor, organisasi kepemudaan Nahdlatul Ulama (NU), merupakan organisasi besar yang diinisiasi dan didirikan oleh para ulama guna mewadahi para pemuda sebagai generasi penerus organisasi NU.

Pernyataan ini disampaikan oleh Yaqut Cholil Qoumas atau yang akrab disapa Gus Yaqut, Ketua Pimpinan Pusat (PP) GP Ansor, saat memberikan sambutan dalam pembukaan Konferensi Wilayah (Konferwil) XIV Pimpinan Wilayah (PW) GP Ansor Jawa Timur, Ahad (28/07/2019), di Pondok Pesantren Sabilur Rosyad Gasek, Malang.

Kebesaran Ansor, menurut Gus Yaqut, dibuktikan dengan hirarki organisasi yang tertata mulai PP, Pimpinan Wilayah (PW) di tingkat provinsi, Pimpinan Cabang (PC) di tingkat kabupaten, Pimpinan Anak Cabang (PAC) di tingkat kecamatan, Pimpinan Ranting (PR) di tingkat desa dan Pimpinan Cabang Istimewa (PCI) yang menjadi perwakilan organisasi di luar negeri.

"Jadi jangan sekali-kali sahabat-sahabat merasa besar dan ingin membesarkan GP Ansor. Dan jangan pernah merasa Ansor butuh kita. Kita ini kecil. Kita yang butuh Ansor. Saya ini tidak ada apa-apanya jika tidak memakai jas ini," lanjut Gus Yaqut sambil menunjukkan jas seragam GP Ansor.

Sebagai organisasi yang didirikan oleh ulama NU, lanjut Gus Yaqut, kader GP Ansor harus serius menjalankan roda organisasi, karena akan menjadi penerus ulama dan penjaga keberlangsungan organisasi NU.

"Jika kalian main-main dalam menjalankan dan tidak berpegangan pada peraturan-peraturan organisasi, kalian akan dibakar nanti di akhirat," lanjutnya.

Ketidakseriusan tersebut, imbuh Gus Yaqut, akan mengecewakan para muassis (pendiri) NU.

"Kalian tidak akan sampai ke neraka duluan, kalian akan menghadapi saya kalau kalian mengecewakan muassis Nahdlatul Ulama," ucapnya disambut riuh tepuk tangan peserta Konferwil XIV. (ahn/uki)
Share:

GP Ansor Jawa Timur Gelar Konferwil XIV di Malang

Malang — Pasti Aswaja — Pimpinan Wilayah (PW) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Provinsi Jawa Timur menggelar Konferensi Wilayah (Konferwil) XIV, Ahad (28/07/2019), di Pondok Pesantren Sabilur Rosyad, Gasek, Malang, yang diasuh Ketua PW Nahdlatul Ulama Jawa Timur.

Yaqut Cholil Qoumas, Ketua Pimpinan Pusat (PP) GP Ansor, dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada KH. Marzuki Mustamar selaku pengasuh pesantren setempat yang bersedia ditempati musyawarah tertinggi di lingkungan organisasi kepemudaan NU tersebut.

"Atas nama GP Ansor kami menyampaikan terima kasih dan mohon maaf kepada Yai Marzuki Mustamar yang telah merelakan pesantrennya dibuat rusuh seperti ini," kelakar Gus Yaqut, sapaan akrabnya, disambut gemuruh tawa dan tepuk tangan kader GP Ansor dari seluruh Jawa Timur yang hadir pada kesempatan ini.

Lebih lanjut, Gus Yaqut menginstrusikan kepada seluruh peserta Konferwil XIV agar tidak meninggalkan sampah sedikitpun sesudah acara. Menurutnya, haram hukumnya kader GP Ansor meninggalkan sampah.

"Mohon maaf, Yai Marzuki. Kalau nanti ada sisa sampah, mohon hubungi saya. Haram hukumnya kader Ansor nyampah. Kalau ada yang nyampah, nanti saya akan evaluasi SK-nya," lanjutnya, kembali disambut gelak tawa hadirin.

Dalam agenda empat tahunan itu, ada tiga kandidat yang akan menduduki kursi Ketua PW GP Ansor Jawa Timur: Moh. Abid Umar, Ahmad Ghufron Sirodj, Syafiq Sauqi. (ahn/uki)
Share:

Tuesday, July 23, 2019

Minta Didoakan, KPU Pamekasan Sambangi PCNU Pamekasan

Pamekasan — Pasti Aswaja — Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Pamekasan, Selasa pagi (23/07/2019) menerima kunjungan Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat di Aula Kantor PCNU Pamekasan, Jl. R. Abd. Aziz No. 95 Jungcangcang Pamekasan.

Rombongan yang datang sekitar pukul 09:00 WIB itu dipimpin Moh. Halili, Ketua KPU Pamekasan, didampingi tiga Komisioner lainnya: Fathor Rachman, Moh. Amiruddin, dan Ibnu Hasan Mahfud.

Setiba di Kantor PCNU Pamekasan, mereka ditemui oleh beberapa pengurus Tanfidziah: KH. Taufik Hasyim (Ketua), KH. Abd. Rahman Abbas (Sekretaris), KH. Zainul Hasan (Wakil Ketua), dan mantan Komisioner KPU Pamekasan, Muhammad Subhan, yang juga Wakil Ketua di PCNU Pamekasan.

Fathorrahman, salah satu komisioner KPU Pamekasan menyebutkan, kunjungan yang dilakukan bertujuan silaturahim dan meminta doa barokah kepada para ulama Ahlussunnah Wal Jamaah. 

Pria yang akrab disapa Fathor itu juga menjelaskan, hal lain yang menjadi tujuannya menyambangi PCNU Pamekasan, yaitu pengembangan program dan kegiatan KPU yang melibatkan organisasi kemasyarakatan (Ormas).

"Jadi, kami juga membahas tentang kerja sama yang mungkin dilakukan antara KPU dengan PCNU Pamekasan, terutama dalam hal pendidikan politik, partisipasi masyarakat dalam Pemilu di masa yang akan datang," jelasnya.

Sementara itu, KH. Taufik Hasyim selaku Ketua PCNU Pamekasan menyambut baik kedatangan rombongan tersebut.

"Kami berharap, jalinan silaturrahmi ini bisa terus berlanjut demi kemaslahatan bangsa dan negara, khususnya Kabupaten Pamekasan," ucapnya. (bor/ahn)
Share:

Sunday, July 21, 2019

Rawat Warisan Islam Indonesia, LDNU Pamekasan Gelar Halaqoh ke-NU-an

Pamekasan — Pasti Aswaja — Sebagai upaya merawat warisan keislaman yang digagas muassis atau pendiri Nahdlatul Ulama (NU) dan para penyebar ajaran Ahlussunnah Wal Jamaah di Indonesia, Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) PCNU Pamekasan menggelar Halaqoh ke-NU-an, Ahad (21/07/2019) di Aula Kantor PCNU Pamekasan, Jl. R. Abd. Aziz No. 95 Jungcangcang Pamekasan.

KH. Musleh Adnan, Sekretaris LDNU Pamekasan dalam sambutannya menyampaikan, kegiatan tersebut guna menjawab kelompok-kelompok trans-nasional di Indonesia yang marak muncul akhir-akhir ini. 

"Orang Indonesia yang tidak punya talaqqi atau persambungan ilmu keislaman langsung, dan tidak pernah mondok, lebih percaya hadis yang dibawa ustaz-ustaz baru daripada hadis yang dibacakan ulama-ulama yang jelas sanad keilmuannya," ungkap KH. Musleh.

Sementara itu, KH. Taufik Hasyim, Ketua PCNU Pamekasan menyampaikan, kegiatan bertema "Mengukuhkan Warisan Keislaman dalam Konteks Kebangsaan" itu sangat penting, guna menepis kelompok-kelompok di luar NU yang gencar membusukkan NU.

KH. Taufik menjelaskan, ada tiga cara yang bisa dilakukan para pembenci NU untuk membusukkan dan menjelek-jelelekan NU.

"Pertama, tasykik atau peraguan warga NU terhadap para pengurus NU; kedua, tadhlil atau penyesatan terhadap NU. Jadi, semua yang berhubungan dengan NU disesat-sesatkan; yang ketiga, takfir yaitu mengafirkan NU. Para pengurus NU disesatkan, dikafirkan dan dianggap tidak sesuai dengan ajaran Kiai Hasyim Asy'ari. Padahal, sanad keilmuan NU itu sangat jelas," jelasnya. (bor/ahn)
Share:

Sunday, July 14, 2019

Aklamasi, Ahya' Kembali Dipercaya Pimpin Ansor Karangpenang

Sampang — Pasti Aswaja — Pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kecamatan Karangpenang Sampang, Ahad (14/07/19) menggelar Konferensi Anak Cabang (Konferancab), di Kantor Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Karangpenang.

Tujuh Pimpinan Ranting (PR) di bawah koordinasi PAC GP Ansor Karangpenang secara aklamasi menyepakati Ahya' kembali memimpin untuk kali kedua.

Awalnya, hanya ada empat ranting yang mengusulkan Magister Ekonomi ini kembali memimpin, kemudian disusul tiga ranting lainnya. Tanpa debat panjang, forumpun satu suara dan bersepakat memilih Ahya' menduduki posisi Ketua selama tiga tahun ke depan.

Sesaat setelah terpilih, Ahya' menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya. Menurutnya, sekalipun terasa berat, amanah yang dipercayakan kepada dirinya harus diterima dan dilaksanakan.

"Ini konsekuensi lagis dari pengabdian saya di Ansor. Sebagai seorang kader, apapun amanah organisasi harus saya terima sekalipun itu berat. Semoga berkah para kiai pendiri NU dan Ansor selalui menyertai langkas kami semua di sini (GP Ansor Karangpenang. Red.)," ucapnya.

Ia berharap, seluruh kader GP Ansor se-Kecamatan Karangpenang mendukung penuh program-program yang akan ia susun selama kepemimpinannya di periode kedua ini.

"Tanpa dukungan sahabat-sahabat (panggilan anggota GP Ansor. Red.), khususnya para masyaikh Nahdlatul Ulama, tidak mungkin seorang Ahya' akan menjalankan amanah yang telah dipercayakan ini dengan sempurna," pungkasnya. (ron/ahn)
Share:

NU Pamekasan Punya Tiga Opsi Lokasi Pembangunan RSNU

Pamekasan — Pasti Aswaja — Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Pamekasan memiliki tiga opsi tanah yang akan dijadikan tempat pembangunan Rumah Sakit NU (RSNU): pertama di Desa Samatan, Kecamatan Proppo, kedua di Kelurahan Lawangan Daya dan Ketiga di Desa Sentol. Ketiga lokas tersebut, sudah disurvey oleh tim. Bahkan tim sudah mengantongi harga ketiga tanah tersebut. 

“Alhamdulillah ada tiga lokasi yang kita proyeksikan. Namun lokasi yang mana yang akan ditempati, masih menunggu keputusan para masyaikh,” terang KH. Taufik Hasyim, Ketua PCNU Pamekasan, seperti dikutip NU Online Pamekasan, Ahad (14/07/19).

Meski harga tanah di tiga lokasi tersebut cukup mahal. Namun, menurut Kia Taufik, PCNU Pamekasan akan tetap berupaya mengumpulkan dana. Di antara pola yang digunakan dalam mengumpulkan dana tersebut ialah patungan warga NU sendiri. Pola ini, lanjut Kiai Taufik, pernah dilakukan oleh PCNU Kabupaten Malang. 

Kiai Taufik mengatakan, akhir tahun ini PCNU Pamekasan sudah memiliki tanah yang akan ditempati pembangunan rumah sakit. Sedangkan tahun 2021, di akhir kepengurusannya, pembangunan gedung rumah sakit harus dimulai. Meskipun tidak di tahun 2021, target selanjutnya bisa dilanjutkan oleh kepengurusan setelahnya. 

“Kalaupun tidak bisa dibangun tahun 2021, bisa diteruskan oleh kepengurusan setelah saya. Atau bisa kita jual lagi untuk kebutuhan pembangunan NU yang lainnya,” tegasnya. (bor/ahn)
Share:

Home Style

Contact Form

Name

Email *

Message *

Quotes

Quotes

Latest News

Popular Posts

Blog Archive