• This is default featured slide 1 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 2 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 3 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 4 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 5 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Sunday, July 14, 2019

Aklamasi, Ahya' Kembali Dipercaya Pimpin Ansor Karangpenang

Sampang — Pasti Aswaja — Pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kecamatan Karangpenang Sampang, Ahad (14/07/19) menggelar Konferensi Anak Cabang (Konferancab), di Kantor Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Karangpenang.

Tujuh Pimpinan Ranting (PR) di bawah koordinasi PAC GP Ansor Karangpenang secara aklamasi menyepakati Ahya' kembali memimpin untuk kali kedua.

Awalnya, hanya ada empat ranting yang mengusulkan Magister Ekonomi ini kembali memimpin, kemudian disusul tiga ranting lainnya. Tanpa debat panjang, forumpun satu suara dan bersepakat memilih Ahya' menduduki posisi Ketua selama tiga tahun ke depan.

Sesaat setelah terpilih, Ahya' menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya. Menurutnya, sekalipun terasa berat, amanah yang dipercayakan kepada dirinya harus diterima dan dilaksanakan.

"Ini konsekuensi lagis dari pengabdian saya di Ansor. Sebagai seorang kader, apapun amanah organisasi harus saya terima sekalipun itu berat. Semoga berkah para kiai pendiri NU dan Ansor selalui menyertai langkas kami semua di sini (GP Ansor Karangpenang. Red.)," ucapnya.

Ia berharap, seluruh kader GP Ansor se-Kecamatan Karangpenang mendukung penuh program-program yang akan ia susun selama kepemimpinannya di periode kedua ini.

"Tanpa dukungan sahabat-sahabat (panggilan anggota GP Ansor. Red.), khususnya para masyaikh Nahdlatul Ulama, tidak mungkin seorang Ahya' akan menjalankan amanah yang telah dipercayakan ini dengan sempurna," pungkasnya. (ron/ahn)
Share:

NU Pamekasan Punya Tiga Opsi Lokasi Pembangunan RSNU

Pamekasan — Pasti Aswaja — Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Pamekasan memiliki tiga opsi tanah yang akan dijadikan tempat pembangunan Rumah Sakit NU (RSNU): pertama di Desa Samatan, Kecamatan Proppo, kedua di Kelurahan Lawangan Daya dan Ketiga di Desa Sentol. Ketiga lokas tersebut, sudah disurvey oleh tim. Bahkan tim sudah mengantongi harga ketiga tanah tersebut. 

“Alhamdulillah ada tiga lokasi yang kita proyeksikan. Namun lokasi yang mana yang akan ditempati, masih menunggu keputusan para masyaikh,” terang KH. Taufik Hasyim, Ketua PCNU Pamekasan, seperti dikutip NU Online Pamekasan, Ahad (14/07/19).

Meski harga tanah di tiga lokasi tersebut cukup mahal. Namun, menurut Kia Taufik, PCNU Pamekasan akan tetap berupaya mengumpulkan dana. Di antara pola yang digunakan dalam mengumpulkan dana tersebut ialah patungan warga NU sendiri. Pola ini, lanjut Kiai Taufik, pernah dilakukan oleh PCNU Kabupaten Malang. 

Kiai Taufik mengatakan, akhir tahun ini PCNU Pamekasan sudah memiliki tanah yang akan ditempati pembangunan rumah sakit. Sedangkan tahun 2021, di akhir kepengurusannya, pembangunan gedung rumah sakit harus dimulai. Meskipun tidak di tahun 2021, target selanjutnya bisa dilanjutkan oleh kepengurusan setelahnya. 

“Kalaupun tidak bisa dibangun tahun 2021, bisa diteruskan oleh kepengurusan setelah saya. Atau bisa kita jual lagi untuk kebutuhan pembangunan NU yang lainnya,” tegasnya. (bor/ahn)
Share:

Saturday, July 13, 2019

Menpora Letakkan Batu Pertama Rumah Pergerakan PMII Jatim

Surabaya — Pasti Aswaja — Imam Nahrawi, Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) menghadiri peletakan batu pertama pembangunan Rumah Pergerakan Ikatan Alumni dan PMII Jawa Timur (Jatim), Sabtu siang (13/06/2019), di Jl. Kebonsari Elveka III No. 23 Surabaya.

Sebelum meletakan batu pertama pembangunan kantor bersama alumni dan PMII Jawa Timur di bawah naungan Yayasan Khazanah Ikatan Keluarga Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII), Imam Nahrawi mendorong semua alumni agar berperan aktif dalam pembangunan itu hingga selesai.

"Alhamdulilah dan terima kasih saya ucapkan kepada IKA PMII Jawa Timur yang sudah bergotong royong untuk mewujudkan kantor ini. Dari sini mari kita mulai hal-hal besar yang nantinya memiliki manfaat bagi PMII dan alumni. Kita semua harus bersama-sama mendorong pembangunan kantor ini," kata Menteri asal Madura tersebut.

Melalui rumah pergerakan yang diperkirakan selesai bulan November itu, Imam Nahrawi berharap, kantor tersebut nantinya bisa melahirkan kader-kader inovatif dan alumni-alumni PMII yang tangguh. 

"Semoga dengan adanya kantor ini IKA PMII terus melahirkan orang-orang yang hebat, tangguh dan optimis menatap masa depan. Dan yang lebih penting lagi yakni melahirkan gagasan besar untuk kemajuan PMII dan bangsa ini," harapnya.

Sementara itu, Amin Said Husni, Ketua IKA PMII Jatim mengungkapkan kebahagiannya atas sejarah baru dalam perjalanan alumni dan PMII Jatim.itu.

"Saya ucapkan terima kasih kepada seluruh alumni yang hadir dan membantu pembangunan gedung ini. Terima kasih juga saya sampaikan kepada Pak Menteri yang juga membantu pembangunan gedung ini," ungkap Mantan Bupati Bondowoso tersebut.

Usai melakukan peletakan batu pertama, Menpora bersama-sama IKA PMII melakukan pemotongan nasi tumpeng dan makan bersama. (bor/ahn)
Share:

Friday, July 12, 2019

Usia Bukan Alasan Keluar Dari GP Ansor

Pamekasan — Pasti Aswaja — Sejatinya, anggota Gerakan Pemuda (GP) Ansor ialah pemuda Nahdlatul Ulama (NU) yang berusia maksimal 40 tahun. Syarat ini berdasarkan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD-ART) NU.

Meski demikian, syarat tersebut tidak "berlaku" bagi Pimpinan Ranting (PR) GP Ansor Desa Rek Kerrek, Palengaan, Pamekasan. Pasalnya, di desa ini tidak sedikit anggota GP Ansor yang sudah melewati batas maksimal usia. Bahkan, ada yang lebih 50 tahun.

Sekalipun usianya tidak lagi muda, tapi mereka tampak semangat dan tetap aktif menghadiri pertemuan rutin bulanan yang dilaksanakan setiap Jumat awal di kediaman para anggota secara bergantian.

Sudarsono selaku Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor Palengaan mengatakan, mereka enggan pindah dari GP Ansor ke Lembaga atau Badan Otonom NU lainnya.


"Ansor ini punya Banser, badan khusus yang tidak ada batas maksimal usia. Tapi mereka tetap tidak mau disuruh gabung Banser. Mungkin karena faktor usia, mereka merasa tidak akan mampu melewati tantangan-tantangan untuk menjadi anggota Banser," jelas Darso, sapaan akrabnya, Jumat (12/07/19).

Selain itu, menurut Darso, alasan yang biasa diutarakan anggota GP Ansor Rek Kerrek ialah takut tua. "Mungkin yang mereka khawatirkan, kalau mereka keluar dari GP Ansor, otomatis mereka bukan pemuda lagi," kelakarnya.

Mantan aktivis PMII ini mengaku sudah berkoordinasi dengan kepengurusan PC GP Ansor sebelumnya. "Dan Cabang (GP Ansor Pamekasan. Red.) tidak mempermasalahkan hal itu," pungkasnya. (uki/ahn)
Share:

BKNU Pamekasan Surati Pemerintah RI Soal Garam Madura

Pamekasan — Pasti Aswaja — Berdasarkan hasil temuan lapangan terkait perkembangan pergaraman saat ini, Badan Kemaritiman Nahdlatul Ulama (BKNU) Pamekasan mengirimkan surat rekomendasi kepada pemerintah Republik Indonesia melalui Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Hal itu, menurut Mahfud Effendy, Ketua BKNU Pamekasan, dilakukan atas dasar keprihatinan terhadap petambak garam. Menurutnya, kegiatan produksi garam di Pulau Madura saat ini sedang berlangsung, dimana hampir semua petambak garam sudah, sedang dan akan memanen garam bertepatan dengan berlangsungnya musim kemarau.

"Sementara, stok garam yang diproduksi oleh pegaram rakyat pada tahun sebelumnya masih menumpuk di gudang penyimpanan garam milik petambak maupun di gudang garam nasional milik koperasi," ucap Doktor yang kini menjadi dosen di Jurusan Ilmu Kelautan Universitas Trunojoyo Madura (UTM) Bangkalan ini, Jumat pagi (12/07/2019).

Mahfud melanjutkan, harga garam di tingkat petambak pada beberapa sentra garam sebesar Rp. 400/kg (garam KP1). Harga ini, menurutnya, di bawah harga ketetapan pemerintah, yakni Rp750/kg untuk garam KP1, sebagaimana Peraturan Dirjen Perdagangan Luar Negeri (Daglu) No 02/DAGLU/PER/5/2011 tentang penetapan harga penjualan garam di tingkat petani garam. Terlebih jika dibandingkan dengan  harga garam tahun sebelumnya yang mencapai Rp.4000/kg.

"Apalagi, sebagian besar perusahaan garam tidak melakukan pembelian garam milik petambak. Beberapa perusahaan melakukan pembelian dengan jumlah frekuensi rendah, volume sedikit dan masa yang terlalu pendek. Kondisi ini menimbulkan keresahan petambak garam dan masyarakat pesisir di sentra garam, mengingat usaha garam merupakan sumber utama pendapatan mereka," lanjut Mahfud.

Lebih lanjut Mahfud menyampaikan, jika kondisi ini dibiarkan tanpa penanganan serius dari pihak terkait, maka dikhawatirkan akan terjadi konflik sosial.

"Kami khawatir akan memicu konflik sosial antara  petambak dengan perusahaan garam dan berkurangnya kepercayaan petambak dan masyarakat pesisir terhadap pemerintah,” jelasnya.
Makhfud mengatakan, surat rekomendasi itu tidak hanya ditujukan kepada Pemerintah, dalam hal ini Presiden. Tapi, juga ditujukan kepada beberapa lembaga: Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian, Kementerian, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kemenko Perekonomian dan Kemenko Kemaritiman, PT. Garam, serta Badan Pusat Statistik.

Kepada Presiden atau Pemerintah, BKNU Pamekasan meminta supaya mengadakan evaluasi secara serius berkenaan tata kelola terutama tata  laksana sinergi kelembagaan kementerian atau lembaga pembina garam nasional dan meninjau ulang regulasi pergaraman khususnya yang berkaitan dengan karut-marut impor garam seperti dalam Peraturan Pemerintah No. 9 Tahun 2018 dan Peraturan Menteri Perindustrian No.88  Tahun  2014. Penerbitan peraturan ini telah menjadi preseden buruk bagi penataan perundang-undangan, dan bagi tata kelola pemerintahan yang baik karena bertentangan dengan amanat Undang-Undang No. 7 Tahun 2016 sebagai lex specialis yang seharusnya menjadi rujukan dalam tata niaga impor garam.

“Kepada lembaga-lembaga lain itu, kami meminta agar mereka turut andil dalam menyelesaikan permasalahan ini sesuai tugas dan fungsinya,” pungkasnya. (bor/ahn)
Share:

Wednesday, July 10, 2019

Empat 'Harimau' Muda NU

Oleh: Muhammad Abror*

Mengutip pernyataan Gus Dur, sebagaimana yang diceritakan oleh Nyai Shuniyya Ruhama, bahwa anak muda NU akan bangkit melawan radikalisme.

Melihat perkembangan dakwah Islam di Indonesia beberapa tahun terakhir, prediksi Gus Dur itu benar-benar terjadi. Terbukti, terus bermunculan Kiai Muda Nahdlatul Ulama yang semakin gencar menyuarakan dan menebar ajaran Islam Ahlussunnah Wal Jamaah an-Nahdliyah.

Saya menyebut para Kiai Muda ini dengan 'Harimau' Muda NU. Beliau-beliau ini tidak pernah gentar sedikitpun untuk menangkal paham radikal dan menghadapi kelompok trans-nasional yang menginginkan Indonesia menjadi negara khilafah.

1. Sayyid Seif Alwi
Nama lengkap beliau adalah Seif Alwi Iskandar bin Muhammad Misbah bin Muhammad Ali Hasan bin Ahmad bin Muhammad Syarif. Beliau merupakan keturunan Sunan Gunung Jati ke-19. Sayyid Seif Alwi merupakan salah satu Kiai Muda NU yang tegas menyatakan, bahwa tidak ada yang namanya NU garis lurus, NU garis bengkok atau garis-garis yang lain. Bagi beliau, NU adalah NU yang ada di bawah komando Rais Aam dan Ketua Umum PBNU.

2. Gus Muwaffiq
Pernah menjabat sebagai asisten pribadi Gus Dur, Kiai asal Sleman, Yogyakarta ini memiliki nama asli Ahmad Muwaffiq. Mantan aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) ini dikenal sebagai Kiai dengan pemahaman sejarah yang sangat mendalam, mulai sejarah peradaban manusia secara umum, sejarah Agama Islam pada masa kenabian, hingga sejarah Nusantara. Begitu pun sejarah agama Islam di Indonesia, mulai awal perkembangan hingga saat ini.

3. Gus Miftah
Kiai muda yang memiliki nama lengkap Miftah Maulana Habiburahman, Pengasuh Pondok Pesantren Ora Aji, Sleman, Yogyakarta ini dikenal sebagai ulama muda yang gencar berdakwah bagi kaum marjinal. Akhir-akhir ini, nama Gus Miftah menjadi topik hangat netizen Indonesia. Hal itu tidak lepas dari peran beliau menuntun Deddy Corbuzier mengucap kalimat syahadat.

4. Gus Baha'
Kiai muda Alumni Pondok Pesantren Al-Anwar Karangmangu, Sarang, Rembang di bawah asuhan KH. Maimoen Zubair ini memiliki nama lengkap Ahmad Bahauddin Nursalim. Pemahaman Gus Baha tentang ragam keilmuan di dalam Islam dan ilmu-ilmu al-Quran telah diakui oleh penulis kitab Tafsir Misbah, Prof. Dr. Muhammad Quraish Shihab.

Masih banyak Kiai-kiai muda NU lainnya yang turut serta berperan aktif dalam menangkal paham dan gerakan radikal. Semoga beliau semua diberkahi oleh Allah, sehingga tetap semangat mengawal dan menjaga keutuhan NKRI.
*Reporter Pasti Aswaja
Share:

Sunday, July 7, 2019

Sekjen PBNU Tuntun Pemuda Katolik Bersyahadat

Jakarta — Pasti Aswaja — Sekretaris Jenderal (Sekjen) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Ahmad Helmy Faishal Zaini, menuntun seorang pemuda Katolik, Robertus Hari Agung, mengucapkan dua kalimat syahadat.

Proses pengikraran dua kalimat syahadat itu diunggah di akun instagram pribadinya, @ahmadhelmyfaishalzaini, Ahad, (07/07/19).

Berdasarkan caption pada unggahan itu, Robertus mengucapkan syahadat di tengah acara halalbihalal yang digelar Generasi Muda Nahdlatul Ulama (GMNU) di Aula Kantor Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda (GP) Ansor, Jakarta Pusat.

"Alhamdulillah.. Ahad, 7 Juli 2019 di tengah acara Halal bihalal GMNU @generasi_muda_nu di Aula @gp.ansor kembali seorang yang bernama Robertus Hari Agung (sebelumnya beragama Katolik) menyatakan masuk Islam dengan membaca 2 kalimah syahadat yang langsung dibimbing oleh Sekjen PBNU Helmy Faishal Zaini @ahmadhelmyfaishalzaini," tulisnya.

Pasca bersyahadat, nama depan mualaf itu ditambah Muhammad sehingga menjadi Muhammad Robertus Hari Agung.

Dalam kesempatan itu, Helmy menyampaikan Islam merupakan agama yang penuh rahmah dan cinta kasih, agama yang menjunjung tinggi perdamaian, kemanusiaan, toleransi dan akhlaq al-karimah.

"Kita doakan semoga Muhammad Robertus menjadi seorang muslim yang istiqomah. Al Fatihah," pungkasnya.

Sampai berita ini diturunkan, video tersebut sudah ditonton oleh dua ribu lebih pengguna instagram. (uki/ahn)

Berikut video selengkapnya:

Share:

Saturday, July 6, 2019

Prihatin 'Matinya Gerakan Perempuan', KOPRI STAI-MU Gelar SIG

Pamekasan — Pasti Aswaja — Korp PMII Putri (KOPRI) Komisariat Sekolah Tinggi Agama Islam Miftahul Ulum (STAI-MU) Pamekasan menggelar Sekolah Islam dan Gender (SIG), Jumat-Sabtu (05-06/07/19), di Desa Banyupelle, Kecamatan Palengaan, Pamekasan.

Mengambil tema "Matinya Gerakan Perempuan", kegiatan itu, menurut Istianah selaku Ketua KOPRI STAI-MU, bertujuan memberikan pemahaman kepada kader-kader putri PMII akan peran dan eksisitensinya di masyarakat.

"Budaya patriarki di negeri ini masih sangat dominan. Hal ini semakin ironis ketika kaum perempuan hanya menerima begitu saja tanpa adanya nalar kritis, ditambah lagi aktivis-aktivis gender yang seakan-seakan menutup mata dengan fenomena ini," tutur mahasiswi program studi Pendidikan Agama Islam itu.

Kondisi ini, lanjut Istianah, semakin diperparah ketika budaya patriarki itu melegitimasi dirinya dengan memanfaatkan agama melalui pengutipan ayat-ayat Alquran dan hadis, meski kadang ayat-ayat dan hadis tersebut masih diperdebatkan di kalangan ulama.

"Maka dari itu, dalam kegiatan ini peserta diberi materi fikih perspektif perempuan, gender perspektif Alquran dan hadis. Di sini peserta juga diberi materi tentang hukum Islam di Indonesia, supaya setelah dari acara ini peserta mampu mengimplementasikan ilmu yang diperoleh untuk menjawab budaya patriarki yang sudah tertanam di masyarakat," tangkasnya. (bor/uki)
Share:

Gandeng LKNU, Lazisnu Pamekasan Gelar Sunatan Massal

Pamekasan — Pasti Aswaja — Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (Lazisnu) menggandeng Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) Pamekasan menggelar sunatan massal di Pondok Pesantren Al-Bukhori, Desa Murtajih, Kecamatan Pademawu, Sabtu (06/07/19).

Selain LKNU, Lazisnu juga menggandeng Dinas Kesehatan Pamekasan dan Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Pademawu dalam agenda yang diikuti oleh 36 anak.

Mahmudi, Bendahara Lazisnu Pamekasan mengatakan, agenda tersebut mendapatkan respon positif masyarakat sekitar. Ia menuturkan, pasca acara banyak masyarakat yang mengapresiasi kegiatan tersebut.

Ia juga mengatakan, kegiatan sosial di bidang kesehatan akan terus dilanjutkan di waktu-waktu mendatang. Bahkan, pihaknya tengah merencanakan pengobatan gratis bagi masyarakat tidak mampu.

"Mohon doa dan dukungannya. Tanpa dukungan semua pihak, khususnya pengurus NU Pamekasan, tidak mungkin bakti sosial ini terlaksana dengan lancar, terlebih doa para masyaikh. Sekali lagi, terima kasih atas doa dan dukungannya," pungkasnya. (bor/ahn)
Share:

Thursday, July 4, 2019

Tertarik Dakwah NU, Warga Negara Ukraina Ucap Syahadat di PBNU

Jakarta — Pasti Aswaja — Ivan Mykhailov, warga negara Ukraina, mengikrarkan dua kalimat syahadat dibimbing Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), H. Helmy Faishal Zaini, di ruangannya, Gedung PBNU, Jl. Kramat Jaya, No. 164, Jakarta, Kamis (04/07/19).

Disaksikan Ketua PBNU Bidang Dakwah dan Masjid, KH Abdul Manan A. Ghani, dan Wakil Sekretaris Jenderal PBNU, Ishfah Abidal Azis, Ivan mengucapkan syahadat berbahasa Arab kemudian diterjemahkan menggunakan bahasa Inggris mengikuti bimbingan Helmy Faishal. Setelah prosesi tersebut usai, dilanjutkan dengan doa dipimpin Kiai Manan.

Setelah resmi memeluk Islam, Ivan ditambah Ahmad di bagian depan namanya. Ia kini menjadi Ahmad Ivan Mykhailov.

PBNU, kata Helmy Faishal, semakin sering kedatangan orang-orang membaca dua kalimat syahadat, dan berirkrar memeluk Islam. Hal tersebut, menurutnya, menjadi indikasi keberhasilan dakwah NU yang sejuk dan ramah, sehingga tdak hanya membuat orang Indonesia tertarik, tapi juga warga negara asing.

Helmy melanjutkan, akhir-akhir ini di Indonesia terjadi politik identitas. Kelompok ini tidak menampilkan Islam yang sejuk, tapi garang, sehingga menyebabkan problem bagi nama agama.

Dalam situasi seperti itu, menurut Helmy, NU dengan pandangan Islam wasathiyah menjadi angin segar yang membuat masyarakat tertarik, dan dakwah NU menjadi solusi memberikan ketenangan batinnya.

Ivan mengenal NU dan pandangan keislamannya setelah dirinya tinggal di Indonesia selama satu tahun. Di lingkungan timpatnya tinggal, ia mulai mengenal NU, dan kemudian menggali informasi melalui dunia maya.

Setelah memiliki pengetahuan yang cukul tentang NU, Ivan sangat tertarik dengan ajaran Islam, hingga dirinya memutuskan datang ke PBNU dan meminta bimbingan mengucap dua kalimat syahadat. (mad/uki)
Share:

Wednesday, July 3, 2019

Kunjungi PBNU, Dubes Arab Saudi Bahas Radikalisme

Jakarta — Pasti Aswaja — Duta Besar (Dubes) Arab Saudi untuk Indonesia, Esam Abid A. Althagafi, mendatangi Kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Jl. Kramat Jaya, No. 164, Jakarta, Selasa (02/07/19).

Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas perselisihan atas nama umat Islam terutama yang dilakukan oleh organisasi terlarang seperti ISIS, serta pembidahan terhadap tradisi umat Islam oleh beberapa kelompok yang dinilai bertentangan dengan ajaran dakwah Islam.

Kedua pihak juga membahas upaya kerja sama dalam beberapa bidang seperti pendidikan, ekonomi dan sosial budaya.

"Beliau seorang diplomat ulung, diplomat senior yang memang diberi amanah khusus oleh Raja Salman bin Abdul Aziz dan Putra Mahkota Muhammad bin Salman agar memperkuat, meningkatkan, mengembangkan hubungan antara Saudi Arabia dengan Indonesia di semua lini, baik itu haji, umrah, maupun hubungan dagang, hubungan budaya, hubungan sosial," jelas KH. Said Aqil Siroj, Ketua Umum PBNU.

Kiai Said merasa bangga dan gembira, karena Dubes yang baru tersebut sangat terbuka dan memiliki wawasan luas serta memiliki pandangan yang sama dengan NU, yakni Islam wasathiyah yang menjadi start point kebersamaan antara kedua pihak.

"(Islam wasathiyah. Red.) ini harus kita bangun bersama. Karena di hari-hari ini nama baik Islam, kredibilitas Islam rusak, hancur, karena munculnya pemahaman-pemahaman Islam radikal, ekstrem, bahkan sampai teroris," ucapnya.

Guru Besar Ilmu Tasawuf di UIN Sunan Ampel Surabaya ini mengajak umat Islam bersama-sama memperbaiki dan mengembalikan nama baik agama Islam yang tercoreng oleh tindakan kelompok-kelompok radikal yang melakukan aksi kekerasan dengan mengatasnamakan agama.

Pada kesempatan yang sama, Esam mengungkapkan kebahagiaannya bisa mengunjungi kantor PBNU. Ia berharap pertemuan tersebut dapat membuka pintu baru dalam mengembangkan Islam wasathiyah yang selama ini dikampanyekan oleh NU.

Selain Kiai Said, Esam juga ditemui oleh beberapa pengurus PBNU: Helmy Faishal Zaini (Sekretaris Jenderal), Robikin Emhas, KH. Nurul Yaqin Ishaq, H. Bina Suhendra, H. Eman Suryaman, H. Umarsyah, Ishfah Abidal Aziz. (ron/ahn)
Share:

Friday, June 28, 2019

GP Ansor Pamekasan Percaya Kepemimpinan Jokowi-KH. Ma'ruf Amin

Pamekasan — Pasti Aswaja — Pasca keputusan akhir sidang Mahkamah Konstitusi, Ketua Pengurus Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Pamekasan, Syafiuddin, Kamis malam (27/06/19), mengucapkan selamat atas kemenangan Jokowi-Maruf Amin dalam Pilpres 2019.

Melalui keterangan tertulisnya, pemuda yang akrab disapa Syafi' ini berharap, Jokowi-KH. Ma'ruf Amin menjadi pemimpin yang amanah dalam menjalankan tugas negara selama lima tahun ke depan.

Menurut mantan aktivis PMII UIM Pamekasan ini, kemenangan Jokowi-KH. Ma'ruf Amin bukan milik kelompok tertentu saja, tapi kemenangan seluruh rakyat Indonesia. Karena ia menilai, pasangan tersebut dipilih langsung oleh warga negara Indonesia.

“Mari kita rayakan kemenangan ini bersama-sama. GP Ansor Pamekasan ingin melihat rakyat Indonesia bersuka-cita dalam pesta demokrasi kali ini. Kalah atau menang dalam demokrasi itu hal yang biasa, dan saya yakin masyarakat Indonesia sudah dewasa dalam hal ini," sambungnya.

Rakyat Indonesia, menurut Syafi', saat ini menaruh harapan besar di pundak Jokowi-KH. Maruf Amin supaya mampu membangun Indonesia yang jaya, sejahtera, makmur, maju dan tetap menjaga keutuhan NKRI.

"Mari bersama-sama kita dukung kepemimpinan beliau nerdua. Saling bahu-membahu demi kemajuan Indonesia,” tangkasnya. (ahn/uki)
Share:

Wednesday, June 26, 2019

GP Ansor Pamekasan Dukung Pemkab Dirikan BNN Mandiri

Pamekasan — Pasti Aswaja — Salah satu upaya meminimalisir dan mencegah peredaran Narkoba jenis sabu-sabu di Kabupaten Pamekasan, diperlukan lembaga Badan Narkotika Nasional (BNN) yang sifatnya mandiri. Sedangkan di kabupaten berjargon Gerbang Salam itu masih Badan Narkotika Kabupaten (BNK) yang secara otomatis menjadi tugas dan tanggung jawab Wakil Bupati.


Pernyataan tersebut disampaikan oleh Wakil Bupati Pamekasan, Raja’e. Menurutnya, tugas dan wewenang hanya terbatas pada pencegahan, sosialisasi, komunikasi, dengan beberapa lembaga dan yang lainnya sehingga tidak langsung melakukan penindakan.

Syafiuddin, Ketua Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Pamekasan, mendukung dan berharap keinginan Wakil Bupati tersebut segera terrealisasi mengingat Pamekasan yang menurutnya "Darurat Narkoba".

"Kita mendukung penuh agar Kabupaten Pamekasan mempunyai BNN Mandiri dan berharap besar agar Wakil Bupati menjadi nakhoda dalam rangka jihad mencegah, menanggulangi dan melawan bahaya laten Narkoba," ucap Syafiuddin Rabu (26/06/19) di Sekretariat GP Ansor Pamekasan, Jl. R. Abd. Aziz, No. 95.

Di Ansor, lanjut Syafiuddin, ada Badan Ansor Anti Narkoba (BAANAR) yang khusus bergerak dan berjihad memerangi Narkoba.

"Mungkin, dengan adanya BNN Mandiri ini, tugas BAANAR akan semakin ringan," pungkasnya. (ahn/uki)
Share:

Pemuda Asal Bekasi Pilih Berislam Melalui NU

Jakarta — Pasti Aswaja — Sehari pasca mengislamkan lima warga Negara Jepang, Kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) kedatangan seorang pemuda asal bekasi, Nindito Adisuryo, guna meminta bimbingan mengucapkan dua kalimat syahadat, Selasa (25/06/19).



Dipilihnya PBNU sebagai tempat mengikrarkan keislamannya karena ia kagum terhadap NU. Menurutnya, warga NU mengayomi, merangkul umat beragama lain, menghargai keragaman, berpandangan visioner mengenai bangsa Indonesia.

"Dan saya rasa NU merupakan pilar yang sangat kokoh dan tidak bisa dipisahkan dari kebudayaan dan perkembangan bangsa Indonesia," ucapnya.

Selain itu, ia juga merasakan hal yang, menurutnya, tidak bisa diungkapkan melalui kata-kata, karena proses pengucapan kalimat syahadat dibimbing langsung oleh Ketua Umum PBNU, KH. Said Aqil Siroj, yang selama ini hanya bisa dilihatnya melalui media.

"Nggak nyangka juga. Tadinya saya pikir hanya (bersyahadat. Red.) dengan orang di NU saja," imbuhnya.

Setelah mengucapkan kalimat syahadat, Kiai Said menambahkan nama depan Akbar kepada Nindito, sehingga namanya menjadi Akbar Nindito Adisuryo.

Pemuda yang pernah hidup di Selandia Baru ini mengucapkan dua kalimat syahadat disaksikan oleh beberapa pengurus PBNU. (bor/ahn)
Share:

Tuesday, June 25, 2019

Lagi, Ketum PBNU Bimbing Lima Warga Jepang Bersyahadat

Jakarta — Pasti Aswaja — Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH. Said Aqil Siroj, membimbing lima warga negara Jepang mengucapkan kalimat syahadat, Senin (24/06/19), di Kantor PBNU, Jl. Kramat Jaya, No. 164, Jakarta Pusat. Kelima orang itu ialah: Kumiko Kojima, Shinya Konishi, Shiro Miyake Shigeto Saito, dan Kazuhiro Yano.

Mereka bersyahadat disaksikan oleh beberapa pengurus PBNU, dan KH. Miftahul Akhyar selaku Rais 'Aam PBNU mendoakan kelima warga asal Negeri Mata Hari Terbit itu.

Sebagaimana kebiasaannya, Kiai Said menambahkan nama depan bagi kelima orang tersebut: Sayyidah Kumiko Kojima, Abdullah Shinya Konishi, Aziz Shiro Miyake, Karim Shigeto Saito, dan Jabir Kazuhiro Yano.

Pasca prosesi pengucapan kalimat syahadat, Kiai Said menjelaskan secara singkat tentang Islam. Menurutnya, Islam berasal dari kata salam yang berarti damai, dan kata salamah yang berarti selamat. Sehingga, lanjut Kiai Said, pribadi muslim harus bisa memberikan keselamatkan di dunia, sebagaimana diutusnya Nabi Muhammad dengan misi perdamaian.

Kiai Said kemudian mengisahkan kehidupan Nabi Muhammad di Madinah yang plural. Meski demikian Rasulullah tidak membedakan penduduk Madinah. Muslim maupun non-Muslim diberlakukan sama dan adil. Nabi Muhammad juga berteman dengan raja-raja Kristen dan non-Muslim. Semua teman, semua saudara.

Islam yang datang ke Indonesia, lanjut Kiai Said, merupakan Islam yang ramah dan toleran. Sedangkan NU sebagai organisasi sosial keagamaan terbesar di Indonesia didirikan guna membangun hubungan persaudaraan.

Menurut Kiai Said, Islam sangat menentang tindakan radikalisme, terorisme, caci-maki, memaksa orang lain masuk Islam, atau membunuh. Namun, yang terpenting dalam ajaran Islam, ialah tauhid: meyakini Allah sebagai Tuhan, dan Muhammad sebagai utusanNya. (uki/ahn)
Share:

Sunday, June 23, 2019

Doa Bahasa Jawa: Karamah Syekh Nawawi Banten

Dahulu kala di wilayah Arab dilanda kekeringan yang teramat panjang. Untuk mengatasi masalah ini, raja Hijaz mengumpulkan dan membawa para ulama Makkah dan Madinah, mereka diminta berdoa di depan Kakbah agar segera diturunkan hujan.

Setelah semua sarjana dan para ulama berdoa, hujan tidak turun juga, malah menjadi lebih panas selama beberapa bulan. Membuat penduduk di negeri itu semakin susah.

Dalam kekalutanya, raja Hijaz tiba-tiba teringat akan seorang sarjana yang tidak diundang untuk berdoa.

Kemudian sang raja memerintahkan bawahanya untuk memanggil sarjana tersebut.

Sang sarjana diberitahu, setelah bertemu, penampilan cendekiawan itu pendek, kecil dan kulitnya hitam.

Sarjana itu adalah Syekh Nawawi bin Umar Tanara al-Bantani al-Jawi. ia adalah seorang ahli bahasa Arab dan memiliki karya lebih dari 40 judul, semuanya berbahasa Arab.

Kemudian, ulama asal dusun Tanara, Tirtayasa, Banten tersebut berangkat berdoa meminta hujan kepada Allah SWT di depan Kakbah.

Anehnya, meski Syekh Nawawi Banten mampu berbahasa Arab dengan fasih, di depan Kakbah beliau berdoa meminta hujan dengan memakai bahasa Jawa.

Para ulama Makkah dan Madinah yang berdiri di belakangnya menyadongkan tangan sambil berkata “aamiin”.

Mbah Nawawi berdoa:

“Ya Allah, sampun dangu mboten jawah, kawulo nyuwun jawah.”

(Ya Allah, sudah lama tidak turun hujan, hamba minta hujan).

Seketika itu juga mendung datang dan kemudian hujan turun dengan lebat. Semua yang menyaksikan kejadian itu pun heran. Ada beberapa orang bertanya, bahasa apa yang telah digunakan Syekh Nawawi berdoa, karena mereka tidak pernah mendengar bahasa itu sedangkan sebelumnya para ulama dan sarjana negeri itu telah berdoa dengan menggunakan bahasa Arab yang fasih namun tidak mujarab, sedangkan dengan bahasa Jawa malah justru ampuh.

Dalam hal ini bisa diambil pelajaran: yang menentukan mujarabnya doa adalah kualitas individu seseorang, bukan bahasa yang digunakan. Karena Allah Maha Mengetahui walau hanya sekedar bahasa daerah. Tak perlu susah payah mencari yang samar keberadaannya.

Mengenai doa dengan bahasa daerah, KH. Idris Marzuqi Lirboyo pernah menyampaikan:

“Kowe ki nek nompo dungo-dungo Jowo seko kiai sing mantep. Kae kiai-kiai ora ngarang dewe. Kiai-kiai kae nompo dungo-dungo Jowo seko wali-wali jaman mbiyen. Wali ora ngarang dewe kok. Wali nompo ijazah dungo Jowo seko Nabi Khidlir. Nabi Khidlir yen ketemu wali Jowo ngijazahi dungo nganggo boso Jowo. Ketemu wali Meduro nganggo boso Meduro.”

(Kamu jika mendapat doa-doa Jawa dari kiai yang mantap, jangan ragu. Kiai-kiai itu tidak mengarang sendiri. Mereka mendapat doa Jawa dari wali-wali jaman dahulu. Wali itu mendapat ijazah doa dari Nabi Khidir. Nabi Khidir jika bertemu wali Jawa memberi ijazah doa memakai bahasa Jawa. Jika bertemu wali Madura menggunakan bahasa Madura).
Sumber tulisan: Klik di sini 
Sumber gambar: Klik di sini
Share:

Khofifah Akan Bangun Kawasan Industri Garam dan Hasil Laut di Madura

Pamekasan — Pasti Aswaja — Petani dan pengusaha garam serta hasil laut di Madura boleh berbahagia. Pasalnya, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, akan membangun kawasan industri yang berfokus pada industri garam dan hasil laut.

Bahkan, Khofifah mengaku rencana itu sudah ia bahas di kementerian terkait dan disampaikan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) beberapa hari lalu di Istana Negara, karena diusulkan masuk dalam Rancangan Peraturan Presiden (Raperpres) tentang pengembangan wilayah Surabaya-Madura (Suramadu).

Hal ini disampaikan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muslimat NU ini melalui fans page resminya di Facebook, Ahad (23/06/19), beberapa jam lalu.

Menteri Pemberdayaan Perempuan era Gus Dur ini menuturkan, Presiden Jokowi merespon baik rencananya itu dan berharap rencana tersebut mampu membawa kesejahteraan seluruh masyarakaat Jawa Timur, khususnya di Pulau Madura.

Dalam unggahan itu, mantan aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Surabaya ini juga menyampaikan rencana pembangunan Indonesia Islamic Science Park yang akan dijadikan pusat keuangan syariah dunia yang dilengkapi dengan area wisata kreatif, edukasi, seni, kampung halal food, halal snack, kampung batik dan lain-lain. (bor/ahn)
Share:

GP Ansor Proppo Periode 2018-2020 Resmi Dilantik

Pamekasan — Pasti Aswaja — Sekitar 30-an pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kecamatan Proppo periode 2018-2020, Sabtu (23/06/19) malam, secara resmi dilantik di Lapangan Aryo Menak Senoyo Proppo.

Pelantikan tersebut dilangsungkan saat acara Halal Bihalal Warga NU Kecamatan Proppo yang dikemas dengan selawat bersama Majelis Pemuda Bersholawat At-Taufiq pimpinan KH. Khoiron Zaini, Pengasuh Pondok Pesantren Karangdurin yang juga menjabat sebagai Ketua PC GP Ansor Sampang.

Di bawah bimbingan Ketua PC GP Ansor Pamekasan, Syafiuddin, para pengurus baru itu tampak khusyuk dan khidmat mengucapkan ikrar disaksikan ribuan hadirin yang memenuhi lapangan.

Sesaat setelah berikrar, Subhan Maulana selaku Ketua PAC GP Ansor Proppo mengatakan, dikemasnya agenda itu dengan halalbihalal dan selawat bersama, agar pelantikan tersebut berkah, sehingga kepengurusannya dapat menjalankan amanah organisasi dengan lancar.

"Tadi kita juga bertawasul kepada para ulama, Wali Songo, para pendiri NU, agar berkah beliau-beliau itu mengalir kepada kita semua, sehingga kepengurusan PAC GP Ansor Kecamatan Proppo ini tetap berjalan dalam ajaran dan nilai-nilai Aswaja (Ahlussunnah wal Jama'ah. Red.) sebagaimana diajarkan ulama-ulama NU," terang Subhan.

Dalam kesempatan tersebut juga dilantik sebanyak 81 orang pengurus dari 27 Pimpinan Ranting di bawah koordinasi PAC GP Ansor Proppo

Hadir pada acara itu KH. Taufik Hasyim (Ketua PCNU Pamekasan), KH. Badrut Tamam (Bupati Pamekasan), jajaran Syuriah PCNU Pamekasan, pengurus MWCNU Proppo, Camat Proppo, Kepala Desa se-Kecamatan Proppo, Ketua PAC GP Ansor se-Pamekasan, dan undangan lainnya. (ahn/uki)
Share:

Saturday, June 22, 2019

Didukung Kiai, Buri Siap Maju di Pilkades Larangan Badung

Pamekasan — Pasti Aswaja — Sebanyak 93 desa di Pamekasan, 11 September mendatang akan menggelar Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak, di antaranya ialah Desa Larangan Badung, Palengaan, Pamekasan.

Buri Romadhon, salah satu pengurus Pimpinan Ranting (PR) Gerakan Pemuda (GP) Ansor desa setempat, disebut-sebut bakal mencalonkan diri sebagai Kepala Desa dalam kontestasi lima tahunan tersebut.

Saat dikonfirmasi Pasti Aswaja, pria yang juga pengurus di Pondok Pesantren (PP) Miftahul Ulum Sumber Panjelin, Akkor, Palengaan, Pamekasan ini membenarkan informasi tersebut.

"Iya, benar," jawabnya singkat, Sabtu (22/06/19) sore.

Bahkan menurutnya, ia mendapat dukungan pengasuh pesantren tempat dirinya mengabdi.

Ucapan Buri ini tidak hanya isapan jempol belaka. Berdasarkan penelusuran Pasti Aswaja, KH. Faruq Ishaq, Pengasuh Pon. Pes. Miftahul Sumber Panjalin, menyatakan dukungan tersebut melalui akun Facebook miliknya.

"Cakades (Calon Kepala Desa. Red.) Larangan Badung tahun 2019. Memohon kepada segenap santri dan wali santri dan alumni serta simpatisan PP. Miftahul Ulum Sumber Panjalin untuk bersama-sama mendukung dan memenangkan Buri R. sebagai Calon Kepala Desa Larangan Badung tahun 2019," tulis Kiai Faruq beberapa jam yang lalu.

Akh. Hadi Rafi'i, Ketua PR GP Ansor Larangan Badung juga mengapresiasi atas inisiatif pengurusnya itu. Menurutnya, sebagai ketua dirinya harus memberi peluang kepada kader GP Ansor Larangan Badung dalam mengaktualisasikan diri.

"Hal seperti itu merupakan hak setiap kader Ansor," tangkasnua. (ahn/uki)
Share:

Friday, June 21, 2019

Dibimbing Gus Miftah, Deddy Corbuzier Ucapkan Kalimat Syahadat

Sleman — Pasti Aswaja — Mantan pesulap yang juga host acara Hitam Putih, Deddy Corbuzier, Jumat siang (21/06/19), mengucapkan dua kalimat syahadat di bawah bimbingan Pengasuh Pondok Pesantren Ora Aji, Sleman, Yogyakarta, Gus Miftah, di Masjid Al Mbejaji, pesantren setempat.

Disaksikan para santri prosesi pengucapan dua kalimat syahadat itu berjalan lancar.

Pasca prosesi pengucapan syahadat, para saksi menyambut dengan suka cita. Ekspresi kebahagiaan tampak tergambar di wajah mereka.

Menurut Gus Miftah, Deddy Corbuzier mulai mempelajari agama Islam sejak delapan bulan lalu. Hingga akhirnya, ia mantap memngucapkan dua kalimat syahadat.

Deddy Corbuzier dan Gus Miftah merupakan sahabat dekat ketika mereka banyak berinteraksi mengisi konten YouTube. Mereka merasa cocok saat bertukar pikiran soal banyak hal, termasuk ilmu agama Islam. (ahn/uki)
Share:

PMII STAI-MU Pamekasan Gelar MAPABA Pesantren

Pamekasan — Pasti Aswaja — Pengurus Komisariat (PK) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Sekolah Tinggi Agama Islam Miftahul Ulim (STAI-MU) Pamekasan menggelar Masa Penerimaan Anggota Baru (MAPABA) Pesantren, Jumat (21/06/19), di Aula kampus setempat.

Kegiatan ini, kata Imam Syafi'i selaku Ketua PK PMII STAI-MU, guna memfasilitasi mahasiswa yang berstatus santri di Pondok Pesantren Miftahul Ulum Panyeppen agar keinginan berorganisasinya dapat tercapai tanpa harus keluar kompleks pesantren.

"Mereka (peserta MAPABA. Res.) ini kan tinggal di pesantren yang terikat dengan peraturan. Jadi, kami berinisiatif melaksanakan MAPABA Pesantren ini supaya mereka yang berminat gabung PMII tidak harus keluar pesantren," ungkapnya.

Sebagai kampus yang ada di kompleks pesantren, lanjut Imam, PK PMII STAI-MU dituntut supaya mampu menyesuaikan agar agenda-agenda organisasi tidak berbenturan dengan agenda anggotanya. Karena, tidak sedikit kader PMII STAI-MU yang masih berstatus santri aktif.

"Dengan begitu, anggota kami yang berstatus santri di pesantren ini tetap dapat menjalankan kewajibannya sebagai santri dan menjalankan kewajibannya sebagai mahasiswa anggota PMII STAI-MU," pungkasnya.

Kegiatan itu akan ditutup nanti malam dengan pembaiatan di maqbarah yang ada di kompleks pesantren tersebut. (bor/ahn)
Share:

Thursday, June 13, 2019

Mulai Juli, SMA dan SMK Negeri Di Jawa Timur Gratis

Pamekasan — Pasti Aswaja — Program sekolah gratis berkualitas (Tistas) bagi siswa SMA dan SMK Negeri yang digaungkan Khofifah Indar Parawansa saat kampanye Pemilu Gubernur nampaknya bukan sekedar isapan jempol belaka.

Melalui akun Instagramnya, Kamis (13/06/19), Khofifah mengaku menyiapkan dana sebesar RP. 1,8 Triliun guna merealisasikan program yang akan dimulai bulan Juli tersebut.

Tidak hanya itu, bagi siswa tahun ajaran baru akan mendapatkan dua setel seragam sekolah. Sedangkan pelajar yang bersekolah di SMA dan SMK Swasta akan mendapat subsidi SPP.

"Sedulur, mulai Juli SPP semua siswa  SMA dan SMK Negeri di seluruh Jawa Timur gratis. Juga akan diberikan dua setel seragam sekolah bagi siswa tahun ajaran baru . Sedangkan untuk pelajar yang bersekolah di SMA dan SMK Swasta akan mendapatkan subsidi SPP. Pemprov Jawa Timur sudah menyiapkan uang Rp1,8 Triliun untuk program ini," tulisnya.

Khofifah berharap, kebijakannya tersebut dapat membantu meringankan beban warga Jawa Timur di tahun ajaran baru 2019-2020. Sehingga, tidak akan ada lagi anak yang tidak melanjutkan sekolah karena alasan biaya.

"Kami ingin seluruh anak Jawa Timur jadi generasi cerdas dan hebat serta berakhlak mulia. Amin. Mohon do'a," tangkasnya. (ahn/uki)
Share:

Tuesday, June 11, 2019

Ketua PCNU Pamekasan Kecam Perusak Baliho Ucapan Selamat Idul Fitri

Pamekasan — Pasti Aswaja — Beberapa hari menjelang datangnya Idul Fitri, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Pamekasan memasang baliho ucapan selamat Idul Fitri berukuran besar di beberapa titik, di antaranya ialah di Simpang Tiga Pakong. Tapi, berdasarkan laporan warga NU setempat, baliho tersebut dirobek oleh orang tidak bertanggung jawab tepat di bagian muka Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH. Said Aqil Siroj.

KH. Taufik Hasyim selaku Ketua PCNU Pamekasan menyesalkan tindakan tidak terpuji tersebut. Menurutnya, pelaku tindakan tersebut mencerminkan pribadi yang tidak berakhlaq dan tidak punya dasar iman. Karena, lanjut Kiai Taufik, orang yang beriman dan memiliki akhlak, tidak akan melakukan tindakan-tindakam 'tak terpuji.

"Apalagi kejadiannya bersamaan dengan momentum hari raya, sepanduknya juga tentang Idul Fitri. Mestinya hari raya Idul Fitri dijadikan sebagai momen untuk saling menjaga, menghormati dan silaturahmi. Ini malah diisi dengan merobek dan memancing serta memprovokasi untuk memulai saling benci dan saling curiga lagi. Mungkin pelakunya selama bulan Ramadhan nafsunya tidak berhasil diredam," lanjut Kiai Taufik, Selasa (11/06/19), saat ditemui di Kediamannya, Kompleks Pondok Pesantren Bustanul Ulum Sumber Anom, Palengaan, Pamekasan.

Alumni Ma'had Riyadhul Jannah Rosefah, Arab Saudi, ini juga menilai, pelaku bisa jadi orang yang memiliki keterbelakangan mental atau kelainan jiwa. Bisa juga pelakunya seseorang yang hatinya kotor dan dipenuhi kebencian terhadap NU. Atau bahkan, pelakunya orang yang iri melihat kebesaran NU, hingga batinnya penuh kedengkian, dendam dan hasud, akhirnya ia melampiaskan isi hatinya melalui cara yang tidak terpuji.

"Atau bisa jadi pelakunya orang yang ambisi jadi pemmpin organisasi, dan mau masuk NU, tapi dia malu karena sudah kadung benci pada NU, hingga dilampiaskan dengan cara bgitu. Dan bisa juga orang yang hatinya tidak tahan melihat dakwah dan gerakan NU yang diterima semua lapisan masyarakat sedangkan dirinya selalu gagal," tegas Kiai Taufik.


Meski ada segelintir orang yang benci terhadap organisasi yang digelutinya, Kiai Taufik merasa yakin NU akan tetap eksis dan semakin besar, serta terus berdakwah sesuai garis khitthah.

"Silahkan kalian membenci, silahkan kalian hasud, iri dan penuhilah hati kalian dengan sifat-sifat kotor itu. Karena saya yakin, semakin kalian benci, tidur kalian tidak akan nyenyak, makan kalian tidak akan nikmat, hidup kalian tidak akan tenang karena dipenuhi kebencian. Dan, Insya Allah NU akan tetap eksis dan terus berdakwah sesuai garis khitthah. Hati kalian akan dipenuhi rasa benci, sedang kami akan terus berkibar," ucapnya.

Selain itu, Kiai Taufik juga merasa heran. Pasalnya, di Pamekasan selalu ada orang yang berbuat onar, memancing emosi dengan sikap tidak terpuji seperti kasus di Pakong. Padahal, menurutnya, warga NU tidak pernah merobek sepanduk organisasi lain, tidak pernah menghujat, memfitnah, juga tidak pernah menolak tokoh orang lain, dan tidak pernah mengganggu acara organisasi lain. "Mugkin karena hati mereka sudah terlalu dipenuhi kebencian. Semoga diberi hidayah oleh Allah," harapnya.

Meski demikian, Kiai Taufik meminta warga NU tetap tenang dan tidak terprovikasi. Karena Allah, menurutnya, Maha mengetahui antara kelompok yang biasa berbuat kerusakan dengan kelompok yang senantiasa berpedoman pada akhlak karimah dan berbuat kebaika.

"Kepada aparat, mohon supaya lebih tegas. Tindak tegas pelaku provokasi. Kalau perlu, tangkap hingga ke aktor intelektualnya. Karena negara ini bisa hancur jika pelaku provokasi seperti itu dibiarkan," pungkasnya. (ahn/uki)
Share:

Wednesday, June 5, 2019

Judul Bukunya Dikritik, Gus Nadir Sentil Shiddiq Al-Jawi

Pamekasan — Pasti Aswaja — Rais Syuriah Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Australia-Selandia Baru, KH. Nadirsyah Hosen atau yang akrab disapa Gus Nadir, 'menyentil' salah satu pengurus pusat organisasi terlarang Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), M. Shiddiq Al-Jawi.

M. Shiddiq Al-Jawi alias Sigit Purnawan Jati dalam cuitan di akun twitter miliknya melakukan kesalahan saat menganalogikan buku Gus Nadir yang berjudul "Islam Yes, Khilafah No", Sigit menilai, judul buku tersebut sama halnya mengatakan 'Sholat Yes, Sujud No' atau 'Haji Yes, Wukuf No'.

"Judul buku "Islam Yes, Khilafah No," itu contradictio in terminis. Sama dengan bilang,"Sholat Yes, Sujud No," atau "Haji Yes, Wukuf No." Khilafah itu bagian integral dari Islam, Bro. Awam boleh, tertipu jangan," tulis Shiddiq, Senin (03/06/19).

Menanggapi cuitan Sigit itu, Gus Nadir mengatakan, sujud merupakan bagian salat. Jadi, tanpa sujud, salat tidak sah. Begitu juga haji. Tanpa wukuf, haji tidak sah. Berbeda dengan khilafah. Khilafah bukanlah rukun Islam. Menolak khilafah, tidak lantas menjadikan seorang muslim keluar dari Islam.

"Om @ShiddiqJawi Sujud itu bagian dari rukun shalat. Tanpa sujud, shalatnya batal. Makanya gak boleh bilang “Shalat Yes, Sujud No”. Gitu jg wukuf dan  haji. Kagak wukuf, haji gak sah. Khilafah itu bukan termasuk rukun Islam dan rukun iman. Org lain boleh ketipu HTI, gue sih ogah," kicau Gus Nadir, Selasa pagi (04/06/19), diakhiri emoticon ketawa.


Sampai berita ini diturunkan, kicauan Gus Nadir itu ditwit ulang sebanyam  lima ribu kali lebih dan ditwit ulang oleh lima ribu lebih pengguna twitter. Sedangkan kicauan Sigit, disukai tiga ribu penggun twitter dan seribu lebih twit ulang. (ahn/uki)
Share:

Tuesday, June 4, 2019

Sambut Idul Fitri, PRNU Palengaan Daja 1 Gelar Gebyar Takbir dan Sholawat

Pamekasan — Pasti Aswaja — Menyambut datangnya hari raya Idul Fitri 1440 H, Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Palengaan Daja 1 bersama Majelis Sholawat Al-Murabba' Nurul Musthafa menggelar Gebyar Takbir dan Sholawat bersama masyarakat Palengaan Daja, Palengaan, Pamekasan, Selasa malam (04/06/19), di Dusun Taretah 1, desa setempat.

Kegiatan yang diselenggarakan tiap tahun oleh PRNU Palengaan Daja 1 itu diikuti oleh masyarakat setempat yang turut serta mengumandangkan takbir dan selawat bersama.

Rais Syuriah PRNU Palengaan Daja 1, KH. Abd. Barri Rahman menyampaikan perihal pelaksanaan kegiatan tersebut guna mengharap syafaat Rasulullah Muhammad melalui lantunan selawat. Selain itu, acara tersebut juga sebagai ungkapan rasa syukur atas raihan kemenangan setelah sebulan berpuasa.

"Alhamdulillah, di malam ini kita bersama-sama mengumandangkan takbir dan shalawat kepada Nabi Muhammad untuk mengharap syafaatnya, sehingga ibadah puasa yang telah kita laksanakan bisa diterima dan mendapatkan berkah," ungkap Kiai yang juga menjabat Mustasyar Majelis Wakil Cabang (MWC) NU Kecamatan Palengaan tersebut.

Selain takbir dan selawat, acara tersebut juga dimeriahkan dengan kembang api dan pelepasan sebanyak 200 lampion sebagai ekspresi kebahagiaan menyambut hari raya Idul Fitri. (nal/ahn)
Share:

IPK Berkarya Punya Nakhoda Baru

Sampang — Pasti Aswaja — Ikatan Pemuda Karangpenang (IPK) Berkarya memiliki ketua baru yang akan memimpin selama satu periode ke depan, yakni 2019-2020. Nakhoda baru tersebut terpilih dalam Rapat Tahunan IPK Berkarya, Senin (03/06/19), di Pendopo Kecamatan Karangpenang.

Samsul Arifin selaku Ketua IPK Berkarya demisioner berharap, agenda tahunan yang dirangkai dengan buka bersama ini dapat menumbuhkan semangat baru dalam berorganisasi, sehingga IPK Berkarya mampu melahirkan pemuda-pemuda hebat dengan karya-karyanya.

"Sebagaimana adagium Arab, bahwa pemuda hari ini adalah calon pemimpin di hari esok. Jika pemuda hari ini kreatif dan inovatif, itu artinya masyarakat akan memiliki calon pemimpin yang produktif," lanjut mantan Ketua Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Universitas Madura (Unira) Pamekasan ini.

Dalam agenda itu, forum menjatuhkan pilihannya kepada Rois sebagai Ketua IPK Berkarya baru yang akan memimpin selama satu periode ke depam, yakni 2019-2020. Rois terpilih setelah ia mengungguli 'rivalnya', Mufidul Islami, dengan peroleham suara 17 banding 5.

Di lain kesempatan, Rois menyampaikan terima kasih atas kepercayaan anggota IPK Berkarya yang menunjuk dirinya sebagai ketua. Menurutnya, ada dua program yang akan menjadi prioritas selama dirinya memimpin.

"Pertama, mengokohkan kembali dan siap memberikan kontribusi yang jelas bagi masyarakat umum, khususnya kepada masrakat Karangpenang; kedua, merawat betul-betul amanah yang sudah diberikan oleh anggota atau pengurus IPK Berkarya," tangkasnya. (ahn/uki)
Share:

Monday, June 3, 2019

Tim LF PWNU Jawa Timur dan PCNU Pamekasan Tidak Melihat Hilal

Pamekasan — Pasti Aswaja — Tim Rukyatul Hilal yang disebarkan oleh Lembaga Falakiyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (LF PWNU) Jawa Timur di 24 titik, tidak satupun melihat hilal. Hal itu dikarenakan hilal berada di bawah ufuk dan tidak memungkinkan dilihat.

Pernyataan tersebut disampaikan secara resmi oleh LF PWNU Jawa Timur melalui surat resmi bernomer 15/LFNU/L/V/2019, Senin sore (03/06/19), yang ditandatangani oleh KH. Sofiyullah selaku Ketua LF PWNU Jawa Timur.

"Sehubungan dengan dilaksanakannya Kegiatan Rukyatul Hilal Syawwal 1440 H di 24 titik lokasi rukyat se Jawa Timur pada tanggal 29 Ramadlan 1440 H / 3 Juni 2019 M, maka kami Lembaga Falakiyah PWNU Jawa Timur melaporkan bahwa hasil kegiatan rukyat hilal tersebut TIDAK BERHASIL MELIHAT HILAL karena Hilal rendah dibawah ufuk," tulis surat tersebut.

Hal serupa juga dialami oleh Tim Rukyatul Hilal Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (LF PCNU) Pamekasan yang melakukan pemantauan di dua titik: Gedung Observatorium lantai lima IAIN Madura dan Pantai Desa Ambat Pamekasan.

"Dari LF PCNU Pamekasan yang ikut memantau Rukyatul Hilal di Pantai Desa Ambat dan di Gedung Observatorium IAIN Madura melaporkan belum dapat melihat hilal," jelas KH. Abdurrahman Abbas, Sekretaris PCNU Pamekasan, Senin sore (03/06/19).

Maka dari itu, PCNU Pamekasan meminta kepada seluruh warga NU dan seluruh masyarakat di Bumi Gerbang Salam agar mengikuti ketetapan pemerintah melalui Kementerian Agama RI.

"PBNU (Pengurus Besar Nahdlatul Ulama. Red.) juga begitu (tidak melihat hilal. Red.). (Informasi. Red.) Berdasarkan ikhbar yang dikeluatkan oleh PBNU beberapa menit yang lalu. Artinya, Ramadan kali ini istikmal 30 hari," pungkas Kiai Abdurrahman. (dur/uki)
Share:

Akhiri Agenda Ramadan, PKC PMII Jatim Buka Puasa Bersama Anak Yatim

Surabaya — Pasti Aswaja — Pengurus Koordinator Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PKC PMII) Jawa Timur (Jatim) mengakhiri seluruh rangkaian kegiatan Ramadan, Ahad sore (02/06/2019).

Buka puasa bersama dan pemberian kado kepada 25 anak yatim di Sidosermo Dalem, Surabaya menjadi acara pamungkas seluruh agenda Ramadan.

Fadil, Sekretaris PKC PMII Jatim menuturkan, di antara esensi puasa pada bulan Ramadan ini ialah upaya mendekatkan diri kepada Maha Pencipta.

"Seperti namanya, puasa itu kan al-shiyam. Artinya, menahan diri dari segala tindak-takduk yang dapat membatalkan ibadah puasa," ujar Mantan Ketua Cabang PMII Pamekasan itu.

Agenda Ramadhan PKC PMII Jatim diawali Khatm al-Qur'an, santunan anak yatim dan tadarus pergerakan di kediaman pendiri PMII, KH. Moensif Nachrawi, Ahad (26/05/2019) lalu, bertepatan 21 Ramadhan 1440 H.

Acara lainnya, Sahur On The Road bersama tukang becak dan penjaga pasien di beberapa rumah sakit di Surabaya, Senin-Ahad (27/05-02/06) bertepatan 22-28 Ramadhan 1440 H. setiap malam.

"Semua agenda yang sudah dilaksanakan itu adalah bagian dari cara kami memaknai bulan yang suci ini," pungkas Fadil. (bor/ahn)
Share:

Sunday, June 2, 2019

MIF dan IKA-PMII Pamekasan Santuni Lansia Sebatang Kara

Pamekasan — Pasti Aswaja — Madura Idea Foundation (MIF) bersama Ikatan Keluarga Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA-PMII) Pamekasan, Ahad (02/06/2019), mendatangi Nenek Amur di Dusun Jenglateh Barat, Desa Campor, Kecamatan Proppo, Kabupaten Pamekasan.

Moh. Fudholi mengatakan, selain memanfaatkan momentum sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan, santunan kepada janda lanjut usia (Lansia) yang hidup sebatang kara itu merupakan bagian program utama MIF supaya bisa meringankan beban menjelang lebaran Idul Fitri.

"Alhamdulillah, kami memberikan santunan kepada Nenek Amur. Semoga kegiatan ini trus berkelanjutan sehingga mampu memberikan manfaat bagi masyarakat. MIF dan PMII merupakan lembaga yang akan terus bergerak bersama demi kesejahteraan masyarakat Madura," ucap Direktur Utama MIF itu.

Hal itu, lanjut Fudholi, karena dalam kelembagaan MIF sendiri banyak anggota PMII dan beberapa pengurus IKA-PMII di Pamekasan, bahkan di Madura. Sehingga, hubungan tersebut perlu ditingkatkan agar tetap mampu membantu dan mendampingi masyarakat, khususnya kaum dhuafa.

Dosen Fulsafat di STAI Miftahul Ulum Pamekasan itu juga meminta dukungan semua pihak agar MIF terus bergerak memabantu meringan beban kaum dhuafa di Madura. Memurutnya, tanpa dukungan semua elemen, MIF tidak mungkin bisa sebesar sekarang.

"Doa dari semua lapisan masyarakat sangat kami butuhkan demi keberlangsungan MIF ke depan," pungkasnya. (ahn/uki)
Share:

Momentum Nuzulul Quran, Ranting NU Taraban Santuni Kaum Dhuafa

Pamekasan — Pasti Aswaja — Sudah menjadi agenda rutin tahunan, Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Taraban, Kecamatan Larangan, Pamekasan menggelar peringatan Nuzulul Quran. Berbagai kegiatan mewarnai agenda kali ini mulai Khatm al-Qur'an, istigasah, santunan anak yatim dan janda dhuafa, serta buka puasa bersama, Sabtu (01/06/2019) di Musala Taraban.

Abdi Manaf selaku Rais Syuriah PRNU Taraban menuturkan, pelaksanaan kegiatan tahun ini sedikit berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya. Santunan yang biasanya hanya diberikan kepada anak yatim, kali ini juga diberikan kepada janda dhuafa.

Manaf menjelaskan, jumlah anak yatim yang diberikan santunan sebanyak delapan orang, sedangkan janda dhuafa sebanyak enam puluh orang.

"Atas nama pribadi dan organisasi, saya menyampaikan banyak terima kasih kepada semua donatur yang telah berpartisipasi dalam terselenggaranya kegiatan ini. Semoga kegiatan tahun selanjutnya juga dapat terlaksana lebih baik lagi," ungkapnya, usai acara.

KH. Syaifuddin, Rais Syuriah MWCNU Larangan, mengapresiasi agenda tersebut, karena menurutnya dapat membantu meringankan beban kaum dhuafa terlebih menjelang lebaran.

Kiai Syaifuddin berpesan kepada PRNU Taraban, tujuan yang harus dicapai tidak hanya bayaknya anak yatim dan janda dhuafa yang diberi santunan. "Lebih dari itu, Pengurus Ranting NU Taraban harus turut serta mengurangi tingkat kemiskinan di daerah sekitar, terutama di Desa Taraban, Kecamatan Larangan, Kabupaten Pamekasan ini," pesannya. (bor/ahn)
Share:

Saturday, June 1, 2019

Ketua PCNU Pamekasan: Pancasila Bukan Agama, Tapi Pemersatu Bangsa

Pamekasan — Pasti Aswaja — Setiap tanggal 1 Juni, Indonesia memperingati hari lahir Pancasila. Hal itu Mengacu pada pidato Soekarno dalam sidang Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan (BPUPKI) tanggal 1 Juni 1945 sebagai konsep dan rumusan awal Pancasila.

Peringatan hari lahir Pancasila ini disambut dengan antusias oleh masyarakat Indonesia sebagai refleksi pemersatu bangsa, khususnya warga Nahdlatul Ulama atau yang biasa disebut Nahdliyin.

KH. Taufik Hasyim, Ketua PCNU Pamekasan, pada momentum Hari Lahir Pancasila tahun 2019 mengungkapkan, keberadaan Pancasila di Indonesia ini atas kesepakatan pendiri bangsa sebagai dasar negara.

"Pancasila bukan agama dan tidak bertentangan dengan agama, tapi keberadaannya menjadi simbol pemersatu bangsa Indonesia dari Aceh sampai Papua yang terdiri dari ribuan suku, adat dan bahasa," jelas Kiai Taufik, Sabtu (01/05/2019) di kediamannya, Pondok Pesantren Bustanul Ulum Sumber Anom Angsanah Palengaan Pamekasan Madura.

Alumni Pondok Pesantren Lirboyo Kediri Jawa Timur itu menambahkan, Indonesia mampu bertahan di tengah keberagaman agama, suku, ras dan bahasa lantaran adanya Pancasila. Kiai muda itu membandingkan kondisi Indonesia dengan negara timur tengah yang sering terjadi konflik, karena tidak adanya simbol pemersatu seperti Pancasila.

"Karena adanya Pancasila juga, kita di Indonesia ini mau salat seribu rakaat setiap haripun tidak ada yang melarang. Mau umroh setiap bulan juga tidak ada yang melarang. Di situ bisa kita lihat, bahwa pancasila itu baik dan tidak bertentangan dengan agama," lanjut Ketua STAI Miftahul Ulum Pamekasan itu.

Bahkan, lanjut Kiai Taufik, Pancasila mengakomodasi umat Islam di Indonesia sehingga bisa mengekspresikan ajaran agama secara bebas. Bahkan, tidak sedikit ibadah umat Islam yang diakomodasi oleh negara seperti penentuan awal puasa, awal Syawal, waktu salat,.sehingga mempermudah umat Islam melaksanakn ajaran agama.

"Kita mengadakan acara keagamaan besar-besaran seperti haul, maulid nabi, dan semacamnya, bisa berjalan dengan lancar dan aman. Sekali lagi, Pancasila adalah konsep indah peninggalan leluhur bangsa ini," pungkasnya. (bor/ahn)
Share:

Friday, May 31, 2019

IKBAS Karangpenang Gelar Lomba Tahfidz Hadits Arba'in An-Nawawi

Sampang — Pasti Aswaja — Sebanyak 60 alumni dan simpatisan mengikuti lomba Tahfidz Hadits Arba'in An-Nawawi yang dilaksanakan oleh Ikatan Alumni dan Simpatisan (IKBAS) Pondok Pesantren Miftahul Ulum (PPMU) Panyeppen Wilayah Karangpenang Sampang, Jumat (31/05/19), di Masjid Al-Aziz, Pondok Pesantren Sumber Gedang, Tlambah, Karangpenang, Sampang.

Kegiatan tersebut, menurut Bahrowi Kholil, digelar guna mengisi sepuluh terakhir Ramadhan. Selain itu, acara tersebut merupakan rangkaian agenda Halal Bihalal yang puncaknya akan digelar bulan Syawal mendatang

"Kegiatan ini juga untuk menambah rasa cinta kita kepada Rasulullah dan untuk mendapatkan janji Rasulullah; barang siapa yang mengafal 40 hadits Rasul, maka akan di bangkitkan bersama para fuqaha dan ulama nanti di hari kiamat," ungkap Ketua IKBAS Karangpenang itu.

Ia juga berharap kegiatan tersebut mampu membantu para alumni mengingat kembali kitab yang dipelajarinya waktu menuntut ilmu di PPMU Panyeppen. Sehingga, hadits-hadits yang dihafalkan waktu nyantri tidak terlupakan dan terus diingat.

"Lebih-lebih alumni yang sudah tua, banyak yang sudah sibuk dengan keluarga dan pekerjaan. Karena dengan demikian, kalau sudah hafal akan ada atsar yang kuat untuk bisa mengamalkan hadist nabi di zaman yang sudah akhir ini," lanjutnya.

Panitia pelaksana kegiatan itu menyiapkan total hadiah 10 juta rupiah, tropi serta sertifikat. Hadiah ini akan diberikan pada acara puncak. (nah/ahn)
Share:

Home Style

Contact Form

Name

Email *

Message *

Ads

Ads

Latest News

Popular Posts

Blog Archive