Monday, January 21, 2019

Kewajiban Menghormati Pemerintah

Kewajiban Menghormati Pemerintah

Baca Juga

Allah berfirman:
يا أيها الّذين آمنوا أطيعوا الله وأطيعوت الرسول وأولي الأمر منكم... (النساء: ٥٩)

"Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul(Nya) dan pemerintah di antara kalian..." (Qs. al-Nisa': 59)

Rasulullah SAW. bersabda:
إنَ من إجلال الله تعالى إكرام ذي الشّيبة المسلم وحامل القرآن غير الغالي فيه والجافي عنه وإكرام ذي السُّلطان المقسط. (رواه أبو داود، حسن)

"Sungguh di antara implementasi mengagungkan Allah adalah memuliakan muslim yang berusia tua, penghafal al-Qur'an yang tidak melampaui batas dalam al-Qur'an dan tidak mengamalkannya dan memuliakan penguasa yang adil." (HR. Abu Dawud, Hasan)

Kenapa pemerintah harus dimuliakan? Syaikh Abdurra'uf al-Munawi dalam al-Taisir bi Syarh al-Jami' al-Shaghir (II/138) menjelaskan:
لأنّ نظام الدين إنما هو بالعبادة ولا تحصل إلا بإمام مُطاع مُعزّز مُوقّر.

"Karena teraturnya agama hanya dapat dihasilkan dengan ibadah. Sementara ibadah tidak dapat dilakukan tanpa pemimpin yang dipatuhi dan dimuliakan."

Syaikh Abdul Wahhab al-Sya'rani dalam autobiografinya al-Minan al-Kubra (275) memberi teladan nyata dalam menghormati dan mengapresiasi kebijakan pemerintah, meskipun secara sekilas terkesan tidak ideal. Seperti halnya ketika seorang sultan mengangkat Qadhi yang fasik, menurutnya keputusan-keputusan itu hukumnya tetap sah.

Meski demikian, menghormati pemerintah bukan berarti bersikap pasif dan menerima segala keputusannya. Namun, harus diiringi upaya secara berkelanjutan memperjuangkan terbangunnya perundang-undangan sesuai nilai-nilai Islam secara konstitusional. (Abdurrauf al-Munawi, II: 414)
Disadur dari:
Tim Bahtsul Masail HIMASAL. Fikih Kebangsaan: Merajut Kebersamaan di Tengah Kebhinekaan (Kediri: Lirboyo Press dan LTN HIMASAL, 2018).
Share:

0 comments:

Post a Comment

Home Style

Contact Form

Name

Email *

Message *

Ads

Ads

Latest News

Popular Posts

Blog Archive