Monday, January 7, 2019

KH. Marzuki Mustamar Tanggapi Tudingan Miring Kepada NU dan KH. Ma'ruf Amin

KH. Marzuki Mustamar Tanggapi Tudingan Miring Kepada NU dan KH. Ma'ruf Amin

Baca Juga

Penulis kitab al-Muqtathafat li Ahl al-Bidayat ini, meminta oknum kiai yang diduga pendukung salah satu pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden pada Pemilu bulan April mendatang tersebut supaya tidak begitu anti pati terhadap warga Indonesia keturunan Cina dan umat Kristen. Karena, menurut Kiai Marzuki, Cina sudah ada di Indonesia sejak lama, bahkan sebelum negeri ini merdeka, seperti Laksamana Muhammad Cheng Ho, seorang penyebar agama Islam dari Tingkok kepercayaan Kaisar Yongle, Dinasti Ming.

"Begitu antinya kepada Cina, padahal beberapa bendahara di partai yang mereka dukung itu juga orang Cina. Begitu antinya kepada Kristen, padahal partai yang mengusung calon presiden yang mereka dukung itu bendaharanya siapa, itu orang tahu semua. Penasehatnya beragama apa, orang pada tahu semua. KIRA (Kristen Indonesia Raya) bergabung ke partai apa, mereka juga tahu semua. Yang jujur lah!" Imbuhnya.

Dalam video tanggapan itu, Kiai Marzuki juga menyinggung upaya pembentukan komunitas santri yang disampaikan oleh oknum kiai tersebut saat berceramah. Menurut Kiai Marzuki, adab dan akhlak merupakan ciri khas santri, terlebih akhlak kepada kiai dan ulama. Jadi, upaya deklarasi komunitas santri dengan menyebut ulama tanpa adab itu jauj dari karakteristik santri. "Maka, ya pantas kalau akhirnya ada orang bilang, itu preman bersarung. Na'udzu billah. Semoga kalimat itu ndak benar. Ayo, kalau memang santri, ada adab dengan kiai. Jangan ajari santri njambal kepada ulama," tuturnya.

Alumni IAIN Maulana Malik Ibrahim (sekarang UIN) Malang, meminta oknum kiai tersebut suapaya lebih menggunakan akhlak kepada Kiai Ma'ruf Amin dan tidak merasa lebih alim dari pada Kiai yang sudah bergelar Profesor, menguasai Bahasa Arab dan Bahasa Inggris, diundang seminar di negara asing, dan tashnif (mengarang kitab berbahasa Arab) tersebut.

"Lalu, kalau keulamaan itu karena nasab, apa nasab sampean semulia nasab Kiai Ma'ruf Amin? Dia itu keturunan dari Syaikh Nawawi Banten yang karangannya sangat banyak: Nihayat al-Zain, Tafsir Marah Labid, Kasyifat al-Saja, Nur al-Dzalam, dan yang lain-lain. (Ada juga) Qawami' Tughyan, Kifayat al-Atqiya'," sambungnya.

Di akhir video itu, Kiai Marzuki mengajak oknum kiai tersebut supaya jujur dan menunjukkan akhlak kesantriannya, terlebih kepada kiai dan ulama. Kiai Marzuki melanjutkan, santri itu harus memuliakan kiai dan berlhidmat kepada ulama. Kiai Marzuki juga meminta seluruh masyarakat supaya berhati-hati terhadap ajakan yang mengatasnamakan NU, santri, habaib yang tidak benar-benar Ahlussunnah wal Jamaah (dengan ciri menjaga tata krama, akhlak dan adab). "Yang tidak berciri seperti itu, bilang Ahlussunnah wal Jamaah seribu kalipun tidak usah percaya," pungkasnya. (ahn/uki)
Share:

0 comments:

Post a Comment

Home Style

Contact Form

Name

Email *

Message *

Quotes

Quotes

Latest News

Popular Posts

Blog Archive