Monday, February 18, 2019

Dua Santri Pamekasan Ciptakan Dua Motif Batik Milenial

Dua Santri Pamekasan Ciptakan Dua Motif Batik Milenial

Baca Juga

Pamekasan — Pasti Aswaja — Abd. Rasyid dan Salim, santri Pondok Pesantren Bustanul Ulum Sumber Anom, Angsanah, Palengaan, Pamekasan, yang berprofesi sebagai pebatik tulis asal Desa Klampar, Proppo, Pamekasan mencetuskan dua motif baru batik Madura: Junjung Derajat Kontemporer dan motif Daun Pacar Cina.

Motif yang diciptakan oleh kedua alumni PMII STAI Miftahul Ulum (STAI-MU) Pamekasan tersebut sudah dipatenkan oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia (Kemnkumham RI).

Berawal dari "kejenuhan" Rasyid dan Salim terhadap motif-motif yang selama ini digunakan pebatik di Kampung Batik Pamekasan, kedua pemuda itu berinovasi mengembangkan corak batik klasik dengan sentuhan nuansa milenial, hingga lahirlah dua motif baru tersebut.
Sederhana. Salim menunjukkan sertifikat Kemenkumham atas karyanya. (Beritajatim.com)
“Ide ini (muncul. Red.) karena kami berdua ingin melestarikan budaya lokal, biar sejarah dari Pacar Cina tidak hilang dan bisa menjadi kebanggaan bagi warga Desa Klampar,” tuturnya, melalui rilis yang diterima Pasti Aswaja, Ahad malam (17/02/19).

Rasyid berharap, motif baru yang diciptakan bersama sahabatnya itu dapat menjawab kebutuhan pasar, khususnya para remaja dan pemuda milenial. Karena menurutnya, motif ini tidak hanya pas dipakai kalangan dewasa, tapi juga bisa dipakai remaja dan pemuda.

"Sehingga dengan (motif. Red.) ini anak muda milenial, khususnya di Pamekasan, tidak enggan lagi memakai batik yang merupakan warisan para leluhur Nusantara," pungkasnya. (ahn/uki)
Share:

0 comments:

Post a Comment

Home Style

Contact Form

Name

Email *

Message *

Ads

Ads

Latest News

Popular Posts

Blog Archive