Thursday, February 7, 2019

LP Ma'arif dan Kemendikbud Sepakat Tarik Buku yang Sebut NU Radikal

LP Ma'arif dan Kemendikbud Sepakat Tarik Buku yang Sebut NU Radikal

Baca Juga

Jakarta — Pasti Aswaja — Lembaga Pendidikan Ma’arif (LP Ma’arif) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Rabu (06/02/19), mendatangi Gedung Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Jakarta, guna membahas buku panduan SD/MI yang menyebutkan NU sebagai organisasi radikal yang menimbulkan polemik di masyarakat.

Pertemuan antar kedua pihak itu menghasilkan tiga kesepakatan: 1) buku yang sudah terbit sejak 2014 tersebut akan ditarik dari peredaran dan dihentikan pencetakannya; 2) materi buku tersebut direvisi, 3) dilakukan mitigasi guna mencegah penulisan buku yang tidak sesuai fakta dan mendiskreditkan NU.

Kesepakatan hasil pertemuan itu disampaikan oleh Wakil Ketua PBNU, Robikin Emhas, melalui akun Twitter pribadinya, @robikinemhas, Rabu sore (06/02/19).

Dikutip Pasti Aswaja dari laman NU Online, Arifin Junaidi selaku Ketua LP Ma'arif PBNU menilai, kategorisasi NU sebagai organisasi radikal sebagaimana PKI, berpotensi menimbulkan disintegrasi bangsa. Padahal, sambungnya, pelajaran sejarah seharusnya bisa menumbuhsuburkan nasionalisme.

Selain Arifin, pertemuan tersebut diikuti H. Masduki Baedowi (Wakil Sekjen PBNU) bersama sejumlah pengurus LP Ma’arif PBNU. Sementara dari pihak Kemendikbud diikuti Didik Suhardi selaku Sekjen Kemendikbud dan sejumlah pejabat Kemendikbud yang lain. (ahn/mad)
Share:

0 comments:

Post a Comment

Home Style

Contact Form

Name

Email *

Message *

Quotes

Quotes

Latest News

Popular Posts

Blog Archive