Saturday, February 9, 2019

LPBI PCNU Pamekasan Akan Luncurkan Aplikasi Bank Sampah Berbasis Android

LPBI PCNU Pamekasan Akan Luncurkan Aplikasi Bank Sampah Berbasis Android

Baca Juga

Pamekasan — Pasti Aswaja — Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim (LPBI) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Pamekasan akan meluncurkan aplikasi Bank Sampah berbasis android.

Hal itu diungkapkan Abdul Muin, Ketua LPBI PCNU Pamekasan saat mengikuti Musyawarah Kerja Cabang (MUSKERCAB) ke-2 PCNU Pamekasan di Pondok Pesantren Miftahul Ulum Sumber Panjalin, Akkor, Palengaan, Pamekasan, Madura.

Aplikasi yang diberi nama SIMBA-NUsa itu akan menjadi program kerja unggulan LPBI PCNU Pamekasan dalam upaya pencegahan bencana melalui pemanfaat sampah.  (Sistem Informasi Bank Sampah Nusantara) 

"Kita tahu bersama, di sekitar kita masih banyak sampah-sampah berserakan. Nah, kita akan kelola sampah itu. Jadi, sampah yang awalnya bisa mengundang bencana akan kita ubah menjadi sampah yang membawa berkah," ungkap Mantan Aktivis PMII tersebut.

Mu'in menjelaskan, aplikasi itu nanti akan disosisalisasikan ke seluruh Pengurus Ranting NU (PRNU) di setiap desa yang ada di Pamekasan. Sampah yang dikumpulkan masyarakat akan dibawa kepada PRNU selaku pengelola sampah guna ditindak lanjuti dan pilah antara sampah yang bisa didaur ulang dan yang tidak. Muin juga mengatakan akan menggandeng beberapa warung atau toko yang siap bekerja sama denga PRNU setempat guna dijadikan outlet.

Setelah pengelola memilah dan mengklasifikasi jenis sampah yang dikumpulkan warga, outlet atau PRNU akan menginput jenis klasifikasi sampah tersebut ke dalam aplikasi. Secara otomatis aplikasi akan memunculkan nominal harga.

"Nominal tersebut nanti bisa dibelanjakan langsung di outlet-outlet yang sudah bekerja sama dengan kita dengan cara menunjukkan nominal yang terdapat di aplikasi. Bagi warga yang tidak punya HP android, cukup menunjukkan NIA (Nomer Induk Anggota. Red.) yang tertera di Kartanu," lanjutnya.

Jenis sampah yang bisa bernilai ekonomis, ungkap Muin, merupakan sampah non-organik. Hal ini dikarenakan belum ada perusahan yang siap menjalin kerja sama dalam mengelola sampah-sampah organik.

Dalam waktu dekat, Muin akan berkoordinasi dengan PCNU Pamekasan guna mengingentarisir seluruh NIA warga NU se-Kabupaten Pamekasan. (bor/ahn)
Share:

0 comments:

Post a Comment

Home Style

Contact Form

Name

Email *

Message *

Quotes

Quotes

Latest News

Popular Posts

Blog Archive