Saturday, February 2, 2019

<i>Sweeping</i> Perspektif Dakwah

Sweeping Perspektif Dakwah

Baca Juga

Sesungguhnya aku masih ingat masa mudaku, ketika itu sekeliling terdapat para pemuda yang aktif dalam beragama. Pada waktu itu tempat-tempat penjualan minuman keras ada di mana-mana, bahkan di depan sekolah dan di sekitar masjid. Maka tergugahlah kita untuk memberantas semua itu dengan kekuatan, karena kami ingin melaksanakan sabda Rasulullah: "Barangsiapa di antara kamu melihat kemungkaran, maka ubahlah ia dengan tanganmu..."

Lalu sebagian pemuda di sekitar kami bertekad untuk menyerbu dua atau tiga tempat penjualan minuman keras. Kami memecahkan beberapa botol miras, serta menumpahkan beberapa galon. Akhirnya suasana menjadi kacau-balau, dan insiden ini dianggap melanggar undang-undang negara. Kemudian pemerintah saat itu memusuhi kami dengan permusuhan yang keras.

Hal tersebut tidak membuat kami heran, karena memang pemerintahan saat itu dikendalikan oleh penjajah Inggris yang menguasai Mesir. Akan tetapi yang membuat saya terkejut dan merasa pesimis adalah makalah (fatwa) yang ditulis oleh Imam Syahid Hasan Al-Banna. Beliau ternyata menolak cara dakwah yang telah kami praktekkan. Akhirnya sekarang saya baru tahu bahwa beliau berbicara tentang sesuatu (hal) yang benar-benar islami. Baik secara ruh maupun nash, sebagaimana itu tampak jelas setelah saya pelajari.

Tetapi pada saat itu, saya sangat marah, dan bahkan saya menganggap keberadaannya sebagai sebuah rekayasa politik. Dan saya pergi sendiri untuk menelaah kembali —ketika saya berada di dalam penjara— seluruh fatwa para fukaha tentang batas-batas amar ma'ruf nahi munkar, sejauh mana hak seorang muslim biasa (baca: rakyat) untuk mengubah dengan tangan. Ternyata saya dikejutkan oleh konsensus (ijma') para ulama fikih empat mazhab bahwa mengubah kemungkaran dengan tangan itu termasuk hak waliy al-amr (pemerintah) saja dan bukan hak individu. Saya benar-benar dikejutkan oleh kesepakatan itu, dan secara perlahan tapi pasti saya mencoba untuk keluar dari bencana yang saya rasakan. Saya berbicara dengan beberapa pihak tentang masalah ini, dan akhirnya sampai pada kesimpulan bahwa saya puas dengan fatwa Hasan Al-Banna itu. Sampai-sampai saya merasa benci dengan kekerasan sikap saya dahulu, dan saya selalu memberi peringatan kepada rekan-rekan muda tentang masalah ini.

Demikianlah fikih Hasan Al-Banna r.a. Apakah para pemuda mukhlish dan cemburu terhadap agamanya, yang bersemangat tanpa memahami itu, telah mengerti bahwa menghancurkan warung-warung minuman keras, toko-toko video porno atau tempat dansa itu bukanlah cara yang efektif untuk menegakkan "daulah islamiyah"? Oleh karenanya, Islam menganggap bahwa manhaj al-harakah adalah manhaj yang lurus, membutuhkan kesabran, dan kebesaran jiwa.
Diterjemahkan dari:
Jum'ah Amîn 'Abd al-'Azîz, al-Da'wah: Qawa'id wa Ushûl (Alexandria: Dâr al-Da'wah, 1419 H.), 144-145.
Share:

0 comments:

Post a Comment

Home Style

Contact Form

Name

Email *

Message *

Quotes

Quotes

Latest News

Popular Posts

Blog Archive