• This is default featured slide 1 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 2 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 3 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 4 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 5 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Sunday, March 31, 2019

Kiai Taufik, NU Lahir Untuk Melawan Radikalis Wahabi

Pamekasan — Pasti Aswaja — KH. Taufik Hasyim selaku Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Pamekasan mengatakan, NU yang didirikan 96 tahun silam oleh Hadlratus Syaikh KH. Muhammad Hasyim Asy'ari bersama ulama-ulama lainnya sebagai jawaban atas kelompok radikalis Wahabi di Arab Saudi pada masa itu yang membatasi penganut paham Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) mengamalkan ajaran mazhabnya.

Dalam sejarahnya, ketika dinasti Saud yang berpaham Wahabi berkuasa, mereka menghancurkan berbagai peninggalan penting bukti sejarah zaman Nabi, bahkan mereka berencana menghancurkan makam Rasulullah.

"Dari sini kemudian ulama-ulama pesantren membentuk Komite Hijaz untuk memperjuangkan kebebasan beragama penganut paham Ahlussunnah wal Jamaah," lanjut Kiai Taufik.

Kisah ini disampaikan Kiai Taufik saat menyampaikan sambutan pada pelaksanaan Peringatan Harlah NU ke-96 yang diselenggarakan oleh MWCNU Palengaan, Ahad malam (31/03/19), di Pondok Pesantren Al-Anwar Sumber Sari, Rek Kerrek, Palengaan, Pamekasan.

"Dulu Wahabi adanya di Arab, sekarang kelompok ini ada di Indonesia. Bahkan, mereka juga mendirikan partai politik. Ironisnya, banyak warga NU yang percaya propaganda mereka yang sering menyalahkan NU, membidahkan NU, bahkan mengafirkan NU," lanjut kiai muda yang pernah belajar di Ma'had Riyadhul Jannah Rosefah Arab Saudi ini.

Dalam acara yang dikemas sederhana itu tampak hadir pengurus MWCNU Palengaan mulai jajaran Syuriah dan Tanfidziah, perwakilan Pengurus Ranting NU se-Palengaan, dan ratusan warga NU sekitar lokasi. (ahn/uki)
Share:

Tiga Kader Putri PMII STAI-MU Juara I Kompetisi Bussines Plan

Pamekasan — Pasti Aswaja — Mewakili kampus Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Miftahul Ulum Panyeppen Pamekasan pada ajang kompetisi Bussines Plan yang dilaksanakan Himpunan Mahasiswa (HIMA) Ekonomi Syariah IAIN Madura, tiga kader putri PMII STAI-MU; Linda Sari, Uswatun Hasanah dan Siyah berhasil meraih juara I, Ahad (31/03/2019) di Kampus IAIN Madura, Pamekasan.

Mengangkat topik eduwisata "Klampar Edutourism Batik Park", ketiganya harus melalui seleksi dan bersaing ketat dengan beberapa kampus besar yang ada di Madura.

"Alhamdulillah, berkat support semua pihak kami berhasil.  Terima kasih banyak kepada yang sudah memberi dukungan kepada kami. Ini langkah awal kami untuk mengharumkan nama kampus STAI-MU Pamekasan," ungkap Linda Sari, Ketua Tim, sesaat setelah pengumuman juara lomba.

Sementara itu, Uswatun Hasanah menjelaskan alasan pengambilan topik eduwisata batik tersebut. Memurutnya, penting mengenalkan batik kepada masyarakat dan pelajar, termasuk cara membatik dan mengolah batik menjadi pakaian.

"Kebetulan, lokasi kami dekat dengan pengrajin batik tulis. Kami mencoba membangun kemitraan dengan para pengrajin batik. Hasilnya, kami namakan kemitraan ini dengan Kembang Park," jelas wanita yang biasa dipanggil Uus itu.

Adapun juara dua dan tiga, masing-masing diraih oleh tim IAIN Madura dan Universitas Trunojoyo Madura (UTM) Bangkalan. (bor/ahn)
Share:

MWCNU Palengaan, Indonesia Aman Berkah Para Pendiri NU

Pamekasan — Pasti Aswaja — Konflik berkepanjangan yang terjadi di beberapa negata Timur Tengah harus dijadikan pelajaran oleh seluruh warga Indonesia khususnya warga Nahdlatul Ulama. Konflik yang terjadi di Timur Tengah di antaranya disebabkan kurangnya toleransi dalam menyikapi perbedaan.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh K. Mukhlis Nasir selaku Ketua Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Palengaan saat memberikan sambutan pada acara Peringatan Harlah NU ke-96, Ahad malam (31/03/19), di Pondok Pesantren Al-Anwar Sumber Sari, Rek Kerrek, Palengaan, Pamekasan.

Kiai Mukhlis mengajak warga Nahdliyin yang hador dalam kesempatan itu mensyukuri nikmat Allah yang berupa keamanan dan kedamaian Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tidak seperti beberapa di Timur Tengah yang sedang dilanda peperangan.

"Indonesia ini aman, salah satu sebabnya karena barokah para ulama pendiri NU. Para ulama-ulama NU mengajarkan kita tasamuh, bertoleransi dan cara bagaimana menghargai perbedaan pendapat sehingga konflik yang ada tidak sampai terjadi seperti di Suriah, Yaman, dan negara-negara tetangganya," jelas mantan aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Surabaya ini.

Dari hal itu, dosen di beberapa perguruan tinggi di Pamekasan ini mengajak ratusan pengurus MWCNU dan Pengurus Ranting NU (PRNU) yang hadir tetap menjaga kerukunan, persaudaraan dan persatuan serta tetap menghargai perbedaan pendapat guna menghindari konflik horisontal juga demi menjaga stabilitas negara. (fiq/ahn)
Share:

Kiai Taufik, IPNU Juga Harus Memiliki Kecerdasan Spritual

Pamekasan — Pasti Aswaja — Sebagai Badan Otonom (Banom) Nahdlatul Ulama (NU), Ikatan Pelajar NU (IPNU) harus ikut meneladani para ulama pendiri NU dalam bertirakat ketika berproses menuntut ilmu. Hal itu bertujuan supaya ilmu yang didapat bermanfaat dan berkah.

Begitu penyampaian KH. Taufik Hasyim selaku Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Pamekasan saat memberikan sambutan pada acara Doa Bersama 1.000 Pelajar se-Pamekasan, Sukses UNBK 2019 dan Istighatsah Untuk Keselamatan NKRI Sekaligus Peringatan Harlah 96 Nahdlatul Ulama, Ahad (31/03/19) di Aula Sirojuddin Universitas Islam Madura (UIM) Pamekasan.

Kiai Taufik menuturkan, IPNU tidak hanya dituntut cerdas secara akal, tapi juga harus cerdas secara spritual. Kecerdasan spritual ini bisa dibangun melalui tirakat.

"Tirakat seperti puasa Senin-Kamis, Salat Tahajud, zikir dan wirid sebagaimana yang diajarkan para ualama salaf al-shalih," lanjutnya.

Tidak hanya itu, Kiai Taufik menambahkan, kader IPNU harus tetap menjaga tradisi-tradisi yang diwariskan para ulama pendiri NU, yakni menjaga akhlak.

"Karena akhlak ini sebagai ciri khas warga NU," pungkasnya. (mad/uki)
Share:

PCNU Pamekasan Bakal Jadi Tuan Rumah Turba PWNU Jatim dan Konsolidasi NU se-Madura

Pamekasan — Pasti Aswaja — Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Pamekasan akan menjadi tuan rumah pelaksanaan konsolidasi PCNU se-Madura dan Turba Pengurus Wilayah NU (PWNU) Jawa Timur (Jatim), Sabtu siang (06/04/19) mendatang di kediaman KH. Ihyauddin Yasin Pengasuh Pondok Pesantren (PP) Miftahul Anwar, Klompek, Kadur yang juga Wakil Ketua PCNU Pamekasan.

Agenda ini disampaikan oleh KH. Taufik Hasyim selaku Ketua PCNU Pamekasan kepada Pasti Aswaja melalui keterangan tertulisnya, Ahad (31/03/19).

"Dalam kesempatan itu akan dihadiri pengurus NU Jawa Timur. Insya Allah Rais Syuriah PWNU Jatim akan hadir yaitu KH Anwar Manshur (PP Lirboyo Kediri), KH. Anwar Iskandar (Kediri), KH. Nurudin (bangkalan), KH. Mas Abd. Adzim (Bangkalan), KH Marzuqi Muatamar (Ketua PWNU Jatim, dan kiai-kiai lainnya," tutur Ra Taufik.

Ra Taufik melanjutkan, agenda tersebut akan dihadiri oleh PCNU, Majelis Wakil Cabang (MWC) NU se-Madura serta dan Ranting se-Pamekasan, ditambah pengurus Lembaga dan Badan Otonom (Banom) termasuk Muslimat NU, Fatayat NU, GP. Ansor, Ikatan Pelajar NU (IPNU), Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Barisan Ansor Serba Guna (Banser), Persatuan Guru NU (Pergunu), Pagar Nusa, dan lainnya.

Selain dua agenda tersebut, pada hari yang sama juga akan digelar Apel Kader NU se-Madura di Dermaga Branta Pesisir, Tlanakan, Pamekasan. (ahn/dur)
Share:

Ingin Pemilu Sukses, KPU Pamekasan Ajak Masyarak Berselawat

Pamekasan — Pasti Aswaja — Guna menyukseskan pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 mendatang, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pamekasan menggelar kegiatan "KPU Pamekasan Bersholawat" bersama Majelis Pemuda Bersholawat (MPB) At-Taufiq sekaligus Sosialisasi Pemilu 2019, Ahad pagi (31/03/19).

Bertempat di Eks Stasiun PJKA Jl. Trunojoyo Pamekasan kegiatan itu diikuti oleh ratusan jemaah MPB At-Taufiq, Relawan Pemilu 2019, serta masyarakat Pamekasan.

Hairil Anwar selaku Divisi Hukum Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pamekasan dalam sambutanya menyampaikan, acara sosialisasi ini serentak dilaksanakan secara nasional.

Ia juga menyampaikan, acara ini merupakan rentetan acara yang telah dilaksanakan sebelumnya, yaitu Festifal Band, KPU Bersholawat, Pemilu Run.

"Saya berharap dengan adanya kegiatan ini Pemilu di Pamekasan berjalan damai, aman dan sukses," imbuhnya.

Tampak hadir dalam kegiatan tersebut KH. Khoiron Zaini selaku Ketua Umum MPB At-Taufiq didampingi R. Shofaurrohman. Acara terebut dipandu oleh Mamluatul Islahiyah yang merupakan kader muda NU dan jemaah MPB At-Taufiq. (nal/ahn)
Share:

Tuesday, March 26, 2019

SMA Al-Falah Sumber Gayam Peringati Isra' Mi'raj Dan Ngaji Jurnalistik

Pamekasan — Pasti Aswaja — Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) Sekolah Menengah Atas (SMA) Al-Falah Sumber Gayam, Kadur, Pamekasan peringati Isra' Mi'raj dengan menggelar Ngaji Jurnalistik, Selasa (26/03/19) di Ruang V Aula SMA setempat.

Acara bertema "Menduniakan Pesantren dengan Jurnalistik" itu diawali Istigasah dan doa bersama dilanjutkan pemberian hadiah lomba yang digelar sebelumnya.

Mohammad Alfan Hakim, Ketua OSIS SMA Al-Falah menuturkan, kegiatan yang diikuti 60 siswa tersebut sebagai upaya mengenalkan dunia jurnalistik kepada santri.

"Karena saya yakin, teman-teman di sini memiliki rasa yang cukup tinggi untuk mengembangkan lembaga ini, khususnya pengembangan pesantren," ungkap Alfan.

Sementara itu, Mohammad Salam Bakir selaku Pembina OSIS SMA Al-Falah menyampaikan, apresiasi kepada anak didiknya. Menurutnya, penting bagi santri mengenal dunia jurnalistik di era digital ini.

"Acara semacam ini sangat cocok diterapkan masa kini, sehingga nantinya anak didik kami bisa mengisi ruang-ruang publik untuk lebih produktif lagi menulis hal-hal yang positif," ucap Salam.

Hadir Ghafur Abdullah, wartawan Media Jatim, sebagai pemateri dan Achmad Syarofi, Reporter NU Online Pamekasan, sebagai moderator. (bor/ahn)
Share:

Rais PCNU Pamekasan: 'Hati-Hati Penyebar Ajaran Khilafah'

Pamekasan — Pasti Aswaja — Melalui Surat Keputusan Menteri Hukum dan HAM Nomor AHU-30.AH.01.08 Tahun 2017 tentang Pencabutan Status Badan Hukum Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), secara resmi pemerintah membubarkan organisasi politik pan-Islamis yang didirikan oleh Taqiyuddin al-Nabhani 65 tahun lalu itu.

Meski demikian, gerakan bawah tanah kelompok ini dalam memperjuangkan berdirinya khilafah tetap berjalan. Di antara strategi mereka ialah menggunakan nama lain yang terkesan tidak memiliki hubungan dengan HTI. Hal ini bertujuan menyamarkan identitas asli mereka dan mengelabui masyarakat.

Kamis (07/03/2019) lalu, sebuah kelompok yang menggunakan diksi "Islam Madura" di belakang namanya menggelar kajian keagamaan di salah satu kafe di kawasan Jl. Kemayoran Pamekasan. Melihat pamflet publikasinya, ditengarai kajian tersebut mengarah pada upaya penegakan khilafah.

"Kelompok kajian eks HTI terbaru. Hati-hati penyebar ajaran khilafah yang sementara bergerak dibawah tanah, karena organisasinya dibubarkan, dan akan bangkit lagi setelah 17 April 2019," kata Rais Syuriah PCNU Pamekasan, KH. Afifuddin Thoha, via WA dengan menyertakan gambar pamflet publikasi kajian tersebut, Selasa (26/03/2019).

Kiai Afif berharap, para masyaikh dan tokoh NU dapat menahan gelombang besar agenda kelompok yang diduga afilian HTI tersebut, guna mengantisipasi terjadinya 'kemungkinan terburuk'.

Tidak hanya itu, Pengasuh Pondok Pesantren Al-Falah Kadur ini juga menyoroti penggunaan diksi "Islam Madura" pada nama komunitasnya. Hal itu, menurut Kiai Afif, sangat bertentangan dengan propaganda mereka yang menyalahkan istilah "Islam Nusantara" yang sering dikampanyekan NU.

"Mereka bukan tidak faham maksud sebenarnya dari istilah itu yang sebenarnya sangat tidak kontroversial. Yang mereka inginkan sebenarnya: menyerang NU, sehingga timbul stigma terhadap NU, dan itu merata di tengah masyarakat, sampai  dikalangan Nahdliyyin sekalipun, dan itu sudah menampakkan hasilnya," jelasnya.

Kiai Afif menilai, propaganda dalam membangun stigma NU melalui "Islam Nusantara" juga terjadi di Pamekasan. Hal ini, lanjut Kiai Afif, merupakan hasil jerih payah mereka sejak 4-5 tahun yang lalu. Secara agresif mereka menyerang dan memfitnah NU dan tokoh-tokoh kuncinya, sehingga warga Nahdliyyin di kabupaten ini banyak terperangah dan kelimpungan menyikapi kondisi tersebut.

"Kulminasinya: diakuinya 'bendera' mereka sebagai 'bendera bersama milik umat', sehingga semakin memperkuat posisi mereka di tengah umat, dan menemukan momentumnya pada Pilpres ini. Jadilah NU sebagai 'musuh bersama' umat, dan terbentuklah kolaborasi besar dari umat, yang siap menghadang NU. Apa yang terjadi dengan kita?  Dan Bangsa ini tentunya," pungkasnya. (ahn/dur)
Share:

Monday, March 25, 2019

Ainul Yaqin Serukan Seniman Pasuruan Harus Berkarakter

Pasuruan — Pasti Aswaja — Perjumpaan diskursif antara seni dan politik harusnya kembali digalakkan. Sebagaimana dalam sejarah, polemik kebudayaan telah memberi sumbangsih yang penting bagi kemajuan pemikiran kebudayaan dan karya cipta seni.

Pernyataan ini disampaikan Ainul Yaqin, pengamat budaya yang juga dosen Ilmu Politik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) di salah satu perguruan tinggi di Jakarta, saat menjadi pembicara pada acara Kongkow Budaya yamg dilaksanakan Forum Seni Pasuruan Pinggiran, Ahad malam (24/03/19) di Cafe Pawon Punakawan, Jl. Ki Hajar Dewantara, Tembok Rejo, Kota Pasuruan. 

Seni dan politik, menurutnya, tidak semestinya terus dibiarkan berkubang dalam relasi traumatik yang berkepanjangan. Seni dan politik sudah sepantasnya kembali dipertemukan guna mewujudkan apa yang diimpikan oleh filsuf fenomenologi Martin Heidegger, politik dan kesenian merupakan bagian tatanan hidup.

Mantan Ketua Presidium Forum  Kumunikasi  Teater Kampus Jendela Jawa Timur ini juga memaparkan tentang perkembangan seni dan media sosial yang berkembang pesat, yang menurut penilaiannya hampir tidak ada lagi batas ruang dan waktu dalam proses dan berkarya, Seni,  politik dan media menjadi Instrumen tersendiri di dalam kelasnya, kadang susah dieja. 

Menurut mantan aktivis Sekolah  Rakyat (SR) Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) NU Pasuruan ini, kebudayaan yang berlangsung sepanjang sejarah bangsa Indonesia selalu membicarakan satu tema pokok, yaitu hubungan antara seni dan politik yang fluktuatif.

"Seni dalam konteks bagaimana peran yang mestinya diambil oleh seni untuk membangun bangsa serta mencerdaskan kehidupan masyarakat. Jangan sebaliknya,  menjadi begundal politik atau malah memarginalkan peran sebagai kontrol sosial," tegas Ainul.

Kebudayaan yang berlangsung sepanjang sejarah di Indonesia, lanjut Ainul, melegitimasi teori Hans Kelsen, politik merupakan etik dan teknik. Etik berkenaan dengan tujuan manusia agar tetap hidup secara sempurna, sedangkan eknik berkenaan dengan cara manusia dalam mencapai sebuah tujuan.

"Sebagai pelaku seni minimal juga harus turut membaca dan mengamati kondisi sosial, dengan harapan nantinya memberikan konstribusi  positif melalui proses karya seni," terang Ainul menambahkan.

Mantan Aktivis PMII Surabaya ini juga menyampaikan sikap yang harus dilakukan oleh para pelaku seni dan teater melihat situasi negara saat ini. Kontribusi yang akan diberikan kepada masyarakat, ijtihad nurani bagaimana  yang diharapkan bisa menjembatani etika dan estetika antara seni dan Politik.

Puluhan pegiat kesenian dan teater menggelar kongkow budaya bersama Ainul Yaqin. Hadir pada malam tersebut  beberapa komunitas teater, di antaranya Kabel Teater, Teater Kala Probolinggo, Teater Semar, Teater Manunggal, Teater Izza dan Komunitas Budaya Godong eRI serta Teater Pelajar ex Drim's Pasuruan.

Asep selaku ketua panitia penyelenggara mengatakan, sengaja menyelenggarakan kegiatan tersebut guna menampung kegelisahan-kegelisahan para seniman dan budayawan Pasuruan, serta kebutuhan mengkaji tentang seni dan politik sebagai dialektika. 

"Belakangan ini situasi politik kian hangat, kami rasa sebagai pegiat dan pekerja seni budaya harus ikut andil dalam memberikan warna didalamnya. Peran kita harus jelas sebagai apa dan dimana," ucapnya. (san/ahn)
Share:

Momen Politik, Habib Qodir Ajak Masyarakat Tetap Jaga Persaudaraan

Pamekasan — Pasti Aswaja — Agama Islam mengajarkan, antara muslim satu dengan lainnya merupakan saudara. Bahkan Rasulullah menyamakan seorang mukmin yang menyakiti mukmin lainnya, baik dengan lisam maupun perbuatan, sama halnya dengan menghancurkan Kakbah.

Hal ini disampaikan Habib Abdul Qodir Baabud kepada Pasti Aswaja sesudah dirinya menyampaikan ceramah agama dalam peringatan Isro' Mi'roj yang dilaksanakan oleh takmir Masjid Baitur Rohmah, Palengaan Daja, Palengaan, Pamekasan, Ahad malam (24/03/19).

Pernyataan tersebut, disampaikan Habib Qodir, sapaan akrabnya, sebagai pesan moral kepada seluruh umat Islam di Indonesia menjelang pelaksanaan Pemilu 17 April mendatang, mengingat maraknya penyebaran berita bohong atau hoax dan fitnah.

"Oleh nabi kita diberikan qaidah agar kita menjaga diri dari berita-berita hoax. Tanda-tanda orang yang hoax itu adalah orang yang suka memberikan kabar yang belum jelas. Orang tersebut bisa dikatakan seorang pendusta apabila copy paste tanpa diketahui terlebih dahulu kejelasan dan kebenaran akan hal itu," ujarnya.

Oleh karena itu, Habib Qodir berpesan agar semua warga negara Indonesia dapat menjaga persatuan dan tidak terpecah belah hanya karena perbedaan pandangan politik. "Hal itu akan membuat negeri kita kacau, dan negeri kita ini kacau, dan membuat ukhuwah kita kacau. Semua adalah saudara," pungkasnya. (nal/ahn)
Share:

Ada Upaya Intervensi Aparat Jelang Pemilu, PCNU Pamekasan Angkat Bicara

Pamekasan — Pasti Aswaja — Adanya kelompok yang berusaha menekan dan mengintervensi aparat serta penyelenggara Pemilu, mebuat KH Taufik Hasyim angkat bicara.

Melalui WhatsApp, Senin (25/03/19), Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Pamekasan ini meminta jajaran aparat bersikap tegas, tetap disiplin, tidak terpengaruh intervensi dan tekanan kelompok tertentu.

“Kami meminta kepada jajaran aparat untuk tegas, disiplin, serta jangan mau diintervensi dan ditekan oleh siapapun dan pihak manapun,” tegasnya.

Kiai Taufik mengatakan, aparat seharusnya harus berani dan tidak gentar dalam menjalankan tugas, karena ada undang-undang yang melindunginya.

Keluarga besar NU, kata Kiai Taufik, selalu siap berada di belakang aparat selama sikap dan tindakan yang dilakukan demi menjaga persatuan dan keberlangsungan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Kepada penyelenggara pemilu, PCNU Pamekasan meminta supaya menjankan tugasnya secara profesional dan tidak mau ditekan dan diintervensi pihak manapun. (ahn/uki)
Share:

Sunday, March 24, 2019

Kodratnas Perdana, GMNU Bahas Dinamika Media Sosial

Jakarta — Pasti Aswaja — Komunitas Generasi Muda NU (GMNU), Ahad siang (24/03/19), menggelar Kopi Darat Nasional (Kodratnas) perdana di Kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Jl. Kramat Raya, No. 146, Jakarta Pusat.

Zain As-Syuja'i selaku Ketua Umum GMNU Zain menyampaikan pentingnya para kader muda NU aktif di media sosial, solid dan kompak menghadapi era digital. Karena, menurutnya, aktivitas di media sosial saat ini sudah pada tingkat sangat mengkhawatirkan akibat serangan cyberwarfare (perang dunia maya) melalui penyebaran berita hoax dan fitnah yang digencarkan secara masif.

Ketua PBNU, Robikin Emhas, yang juga Penasehat GMNU mengapresiasi agenda ini.

“Saya sangat mengapresiasi dengan adanya komunitas Generasi Muda NU ini, semoga bisa menjadi wadah bagi seluruh kader muda NU dimanapun berada, dalam mengcounter segala fitnah yang mengarah kepada para Ulama NU” Papar Kyai Robikin.

Dalam kodratnas ini hadir beberapa perwakilan pengurus wilayah dan ratusan anggota GMNU dari Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Palembang, Medan dan DKI Jakarta.

Tampak hadir juga pengurus GMNU Sumatera Utara, Malim Mudo/Ahmad Muzanni,

Mudo berharap komunitas ini dapat mengembangkan pemikiran-pemikiran ala NU khususnya di Medan. Ia juga berharap masjid-masjid NU tetap terjaga dari serangan kelompok Wahabi. (ahn/fiq)
Share:

PMII Turut Sambut Rombongan PWNU Jawa Timur

Pamekasan — Pasti Aswaja — Beberapa pengurus Pergarakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Pamekasan terlihat turut menyambut kedatangan rombongan zaiarah maqbarah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur ke makam KH. Sirojuddin di Pondok Pesantren (Pon. Pes.) Miftahul Ulum Bettet, Ahad siang (24/03/19).

Mengenakan sarung dan jas almamater berwarna biru khas PMII, para aktivis mahasiswa itu berdiri di depan pintu gerbang dan menyalami satu persatu rombongan kiai PWNU Jawa Timur yang hendak masuk ke kompleks makam pendiri NU Pamekasan tersebut.

Lian Fawahan mengatakan, sebagai organisasi kemahasiawaan yang didirikan dan direstui para kiai-kiai NU, PMII harus memahami sejarah lahirnya NU, khususnya di Pamekasan.

"Penting untuk PMII sebagai generasi muda intelektual NU untuk mengetahui sejarah NU di Pamekasan, karena PMII itu sendiri lahir dari rahim NU,” ujar Ketua Cabang PMII Pamekasan tersebut.

KH. Sirojuddin selain pendiri Pon. Pes. Miftahul Ulum Bettet, ia juga pendiri NU Pamekasan pada tahun 1926. Almarhum juga dikenal sebagai sahanat karib KH. Abdul Wahab Chasbullah, salah satu pendiri NU, waktu belajar di Makkah. (ahn/dur)
Share:

PWNU Jawa Timur Ziarah ke Makam Kiai Sirojuddin Bettet

Pamekasan — Pasti Aswaja — Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur mendatangi kompleks pemakaman Pondok Pesantren Miftahul Ulum Bettet, Pamekasan guna berziarah ke makam KH. Sirojuddin, pendiri NU Pamekasan, Ahad siang (24/03/19).

Tampak dalam rombongan tersebut Prof. Dr. KH. Abd. A’la (Wakil Ketua PWNU Jawa Timur), KH. Syamsuddin, KH. Riyadi Ngasirat (Pimred Majalah Aula), serta beberapa pengurus lainnya. Rombongan yang tiba sekitar jam 02:15 itu ditemui oleh beberapa jajaran Syuriah: KH. Misbahul Munir, KH. Nasir, K. Abd. Bari serta beberapa pengurus jajaran Tanfidziah: KH. Ihyauddin Yasin, KH. Sohebuddin, K. Zainul Hasan dan pengurus lainnya.

KH. Syamsuddin selaku koordinator rombongan menuturkan, ada lima rombongan ziarah maqbarah yang dibagi berdasarkan zona yang menjadi tujuan ziarah maqbarah PWNU Jawa Timur: Jombang, Madura, Surabaya, Tapal Kuda dan Malang.

"Kami tadi berangkat jam enam dan diberangkatkan secara resmi oleh Ketua PWNU (Jawa Timur. Red.), KH. Marzuki Mustamar. Sebelum ke sini, kami tadi ke makam Syaikhana Kholil dan Kiai Muntaha. Kita juga sempat ziarah ke Bebek Sinjai," kelakarnya disambut tawa hadirin.

Selain itu, Kiai Syamsuddin mengatakan, agenda tersebut bertujuan menyerap informasi tentang kehidupan Kiai Siroj dan perjuangannya mendirikan NU di Pamekasan.

Sementara itu, Kiai Zainul Hasan mewakili PCNU Pamekasan memaparkan perjalanan dan karamah Kiai Siroj. “Beliau pendiri NU pertama di Pamekasan,” ucapnya.

Kiai Zainul mengisahkan, Kiai Siroj merupakan sahabat karib salah satu pendiri NU, KH. Wahab Hasbullah, waktu belajar di Makkah.

Di akhir pemaparannya, Kiai Zainul mengapresiasi agenda tersebut. Ia juga berharap, agenda tersebut terus berjalan serta tetap melakukan kunjungan ke PCNU Pamekasan.

“Semoga program ini terus lanjut, karena di sini ada makam Kiai Syarqowi yang bertempat di Panempan yang dulunya menjadi Rais di PWNU Jawa Timur di masa hidupnya,” pungkasnya. (ahn/dur)
Share:

Saturday, March 23, 2019

Follow Up lll MAPABA, PMII STAI-MU Bahas Keislaman dan Kebangsaan

Pamekasan — Pasti Aswaja — Pengurus Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PK PMII) Sekolah Tinggi Agama Islam Miftahul Ulum (STAI-MU) Pamekasan menggelar Follow Up ke III yang dikemas dengan diskusi bertema "PMII dan Kebangsaan" Sabtu (23/03/19) di Sekretariat PMII STAI-MU Jl. Raya Palengaan, Kacok, Palengaan Pamekasan.

Syaifullah Yusuf sebagai pembicara menjelaskan, keislaman dan kebangsaan ini tidak bisa dipisahkan, seperti ibu dan bapak. Meski demikian, ada organisasi kemasyarakatan yang memisahkan antara keislaman dan kebangsaan.

"Contoh konkret Islam dan kebangsaan yang tidak menyatu yaitu organisasi masyarakat yang anti pada Pancasila, Bhenika Tunggal Ika dan NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia. Red.). Nah, itulah yang hanya bisa memahami pada keislaman tapi tidak memahami terhadap kebangsaan," kata mantan President Mahhasiswa STAI-MU priode 2014-2015 itu.

Pemuda yang akrab disapa Kak Ipunk oleh kader PMII STAI-MU ini menjelaskan, PMII sebagai organisasi kemahasiswaan yang berhaluan Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) harus bisa menunjukkan antara kebangsaan dan keislaman sebagai satu kesatuan. PMII juga harus bisa menginternalisasikannya baik dalam ranah kampus, pergerakan dan ranah umum dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

"Kalau yang mau pada kebangsaan seperti kita ini, 'anak yang lahir dari rahimnya Nahdhatul Ulama (NU. Red.)', hidup ini akan rukun. Maka dari itu, jika ada anak pergerakan yang berada di PMII, tapi masih saling mencaci dan membenci, itu harus dipertanyakan keislaman dan wawasan kebangsaannya," lanjut Ipunk.

Di akhir penjelasanya, Ipunk mengatakan, dalam tubuh keislaman PMII ada tasamuh (toleransi), ta’addul (keadilan) tawazzun (seimbang atau netral), tawassuth (moderat).

"NU mengajarkan kita, khususnya di PMII kemaren di MAPABA (Masa Penerimaan Anggota Baru. Red.), Aswaja tidak hanya sebagai mazhab, tapi juga sebagai metodologi berfikir. Kita sebagai mahasiswa harus tahu bagaimana cara berfikir positif sesuai nilai-nilai Aswaja, karena yang diharapkan pendiri NU tidak hanya tersebarnya paham Aswaja, juha untuk mempersatukkan bangsa ini agar tidak terpecah-belah dan tetap menjaga keutuhan NKRI," tandasnya. (ari/ahn)
Share:

Harlah NU 96, MWCNU Karangpenang Doakan NKRI

Sampang — Pasti Aswaja — Memperingati hari lahir (Harlah) Nahdlatul Ulama (NU) ke-96, Majelis Wakil Cabang NU (MWCNU) Kecamatan Karangpenang, Sampang, menggekar istigasah dan zikir bersama mendoakan keselamatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), Sabtu pagi (23/03/19) di Kantor MWCNU setempat.

Lantunan selawat Asyghil dan zikir khas Thariqat Naqsabandiyah mengawali agenda tersebut, dilanjutkan kajian ke-NU-an oleh KH. Itqon Busiri, Ketua PCNU Sampang.

Holip selaku Ketua Panitia mengatakan, acara yang digelarnya merupakan bentuk ketaatan pengurus MWCNU Karapngpenang terhadap intruksi Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) tentang peringatan Harlah ke-96.

"Kami juga berharap, kegiatan ini dapat mempererat tali silaturrahim sesama pengurus dan jemaah Nahdiyyin," lanjut Sekretaris MWCNU Karangpenang itu.

Acara ini diikuti sekitar 500 jemaah yang terdiri dari pengurus MWCNU, Ranting NU se-Kecamatan Karangpenang, Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ansor, Banser, Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU), Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU), Pagar Nusa, Lembaga dan Banom lainnya, serta masyarakat sekitar.

Turut hadir juga Ketua PCNU sampang, pengurus PC. LP Maarif Sampang, KH. Fauzan Zaini, KH. Syafie, KH. Muhalli dan pengurus yang lain. (ahn/uki)
Share:

Harlah NU 96, Pergunu Jawa Timur Ziarahi Makam Pendiri NU

Jombang — Pasti Aswaja — Memperingati hari lahir Nahdlatul Ulama (NU) ke-96, Pimpinan Wilayah Persatuan Guru NU (PW Pergunu) Jawa Timur bersama ratusan perwakilan Pimpinan Cabang Pergunu di bawah koordinasinya menggelar istigasah dan haul akbar di makam KH. Hasyim Muhammad Hasyim Asy'ari, pendiri NU, Jombang, Sabtu pagi (23/03/19).

Ach. Faqih selaku Sekretaris PW Pergunu Jawa Timur mengatakan, acara yang digelarnya bertujuan bermunajat kepada Allah agar bangsa ini diberi kedamaian serta kesejahteraan, khususnya bagi organisasi yang digelutinya kini.

Dalam sambutannya, Moh. Sururi mengatajan, siapa saja yang ikhlas berkhidmat di NU atau di Lembaga dan Badan Otonom (Banom) di bawah NU, maka ia akan diakaui sebagai santri Kiai Asy'ari dan didoakan husnulkhatimah.

"Barang siapa yang mengurus NU, saya akui sebagai santriku. Mudah-mudahan santriku diridai Allah SWT. kelak di hari kiamat," kata Ketua PW Pergunu Jawa Timur itu, mengutip perkataan Kiai Asy'ari.

Sebagai penutup agenda, seluruh hadirin menaburkan bunga di makam Kiai Asy'ari, KH. Abdul Wachid Hasyim, Gus Dur dan seluruh kuburan yang ada di kompleks pemakaman tersebut. (ahn/uki)
Share:

Rais Syuriah PCNU Pamekasan Sebut Indoktrinasi PMII Masih Kurang

Pamekasan — Pasti Aswaja — KH. Afifuddin Thoha, Rais Syuriah PCNU Pamekasan menyebutkan, indoktrinasi organisasi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dalam proses kaderisasi masih kurang.

Hal itu disampaikan saat menyampaikan tausiah pada pelaksanaan "Dzikir & Istightsah dalam Rangka Peringatan Harlah NU ke-96 dan Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW" yang dilaksanakan PCNU Pamekasan, Jumat malam (23/03/2019) di Aula Kantor PCNU Pamekasan, Jl. R. Abd. Aziz no. 95, Jungcangcang, Pamekasan.

Pengasuh Pondok Pesantren Al-Falah, Kadur, Pamekasan tersebut mengatakan, dalam hal indoktrinasi, PMII masih kalah dibandingkan organisasi lainnya.

"Dibanding organisasi yang membawa jargon Islam kaffah, PMII masih kalah. Mereka (organisasi lain. Red.) sampai berani mengafirkan kelompok lain, karena adanya indoktrinasi yang kuat," ungkap Kiai yang dikenal sederhana tersebut.

Kegiatan bertema "NU Bersatu Membangun Negeri" tersebut dihadiri seluruh pengurus harian, Lembaga dan Banom PCNU Pamekasan. Terlihat pula beberapa Pengurus Cabang PMII Pamekasan. (bor/ahn)
Share:

India Berencana Bangun Kerjasama Dengan PBNU

Jakarta — Pasti Aswaja — Pradeep Kumar Rawat, Duta Besar India untuk Indonesia, Jumat sore (23/03/2019) mendatangi Kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Jl. Kramat Raya No. 164 Jakarta Pusat. Dalam kunjungan tersebut terdapat beberapa hal yang dibicarakan, mulai dari pendidikan, kebudayaan dan keagamaan.

Dari pertemuan itu, Pradeep Kumar Rawat mengungkapkan kemungkinan adanya kerjasama antara PBNU dengan India dalam berbagai bidang, salah satunya pameran sejarah Islam di India.

"Jika memungkinkan, kami ingin mengadakan kerjasama pameran foto NU dan India, baik di Jakarta, maupun di luar Jakarta," ungkapnya.

Selain itu, India juga menginginkan kerja sama bidang pendidikan dengan PBNU. India bersedia menfasilitasi warga NU yang ingin melanjutkan studi di India, baik master ataupun PhD.

"Kami memiliki sejumlah perguruan tinggi yang bagus. Kami akan sangat senang, jika ada anggota NU yang mau melanjutkan studi di India," tegas Pradeep Kumar.

Sementara itu, KH. Said Aqil Siradj, Ketua Umum PBNU menyambut baik kunjungan Duta Besar India. Pihaknya berencana menindaklanjuti rencana dan keinginan pemerintah India tetsebut. (bor/ahn)
Share:

Friday, March 22, 2019

Kiai Afif Minta Warga NU Waspadai Kelompok Islam Ekstrem

Pamekasan — Pasti Aswaja — Pemahaman Islam dan keislaman di Indonesia sangat dinamis, sehingga di antara itu ada yang mengarah pada ancaman terhadap keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), seperti kelompok yang mengatasnamakan diri Islam Kaffah yang menginginkan berdirinya negara berdasarkan agama.

Hal ini disampaikan Rais Syuriah PCNU Pamekasan, KH. Afifuddin Thoha, saat menyampaikan tausiah pada acara "Dzikir & Istighatsah Dalam Rangka Peringatan Harlah NU ke-96 dan Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW", Jumat malam (22/03/19) di Aula Kantor PCNU Pamekasan, Jl. R. Abd. Aziz, No. 95 Kelurahan Jungcangcang.

Paham ini, menurut Kiai Afif, banyak memengaruhi kalangan pemuda di perkotaan melalui buku-buku terjemahan yang mereka sebarkan. Kelompok ini, lanjutnya, menemukan momentum pada perhelatan politik seperti akhir-akhir ini.

Warga NU sebagai pewaris paham Islam Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) harus merasa khawatir, karena kelompok ini menginginkan penegakan Islam secara kaffah melalui formalisasi ajaran Islam tanpa memerhatikan ras, suku dan agama. Hal ini, menurut Kiai Afif, berpotensi menimbulkan perpecahan.

"Kita harus mempertahankan nilai tawassuth (moderat. Red.), tasamuh (toleran. Red.), i'tidal (keadilan. Red.) berdasrkan paham (Aswaja. Red.) kita. Kita harus menjadi perekat. Di Pamekasan, kita yang bertanggung jawab dalam hal ini," lanjutnya.

Jika paham ini tidak dipertahankan, kelompok Islam ekstrem akan berkembang di Pamekasan, dan kondisi ini akan sangat membahayakan keberlangsungan NKRI.

"Maka dari itu, kita harus mengembangkan Islam yang wasathiyah, tasamuh," tandasnya. (ahn/uki)
Share:

Pemilu 2019, PCNU Pamekasan Nyatakan Netral

Pamekasan — Pasti Aswaja — Pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) 17 April mendatang, secara kelembagaan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Pamekasan menyatakan tetap berpegang teguh pada Khitthah NU 26 dan tetap menjaga netralitas.

Pernyataan ini disampaikan KH. Ihyauddin Yasin, Wakil Ketua PCNU Pamekasan, saat memberikan sambutan pada acara "Dzikir & Istighatsah Dalam Rangka Peringatan Harlah NU ke-96 Dan Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW", Jumat malam (22/03/19), di Aula Kantor PCNU Pamekasan, Jl. R. Abd. Aziz No. 95, Kelurahan Jungcangcang.

"Jauh hari sebelum masa kampanye, PCNU Pamekasan bermusyawarah dengan para pengurus dan kiai serta ulama berkenaan dengan Pemilu 17 April mendatang. Para masyayikh menyepakati NU Pamekasan menjaga netralitas," papar Kiai Ihya'.

Para masyayikh, tutur Kiai Ihya', meminta seluruh warga NU Pamekasan tetap menjaga persaudaraan, persatuan dan saling menghargai perbedaan pandangan politik antar sesama warga negara.

Dalam kegiatan bertema "NU Bersatu Membangun Negeri" itu dihadiri seluruh jajaran pengurus baik Syuriah dan Tanfidziah. Tampak juga semua Ketua bersama Sekretaris Lembaga dan Badan Otonom (Banom) di lingkungan PCNU Pamekasan. (ahn/fiq)
Share:

Thursday, March 21, 2019

Akan Gelar Kodratnas, GMNU Sowan PBNU

Jakarta — Pasti Aswaja — Beberapa pemuda yang menamakan diri Generasi Muda Nahdlatul Ulama (GMNU), Rabu (20/03/19), mendatangi Kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Jl. Kramat Raya No. 164 Jakarta Pusat.

Zain As-Syuja'i selaku Ketua Umum GMNU mengatakan, dalam pertemuan tersebut membahas tentang hiruk pikuk di media sosial menjelang Pemilu Presiden (Pilpres) yang dinilai semakin memanas.

Selain itu, agenda tersebut juga membahas agenda Kopi Darat Nasional (Kodratnas) GMNU yang akan dilaksanakan Ahad (24/03/19) mendatang di Kantor PBNU.

Dalam kesempatan itu, Ketua Umum PBNU, KH. Said Aqil Siroj, berpesan kepada GMNU supaya tetap konsisten berjuang di media sosial. Penguasaan media sosial, menurut Kiai Said, merupakan hal yang sangat penting dalam melawan segala bentuk hoax, fitnah dan propaganda.

"Terus berjuang di media sosial. Karena di era digital ini, jika kita diam, maka kita akan kalah. Penguasaan di media sosial itu penting untuk meng-counter segala bentuk hoax, fitnah dan propaganda, agar para generasi bangsa tidak mudah dipecah belah," ucap Zain menirukan pesan Kiai Said.

Dalam kesempatan itu, Zain didampingi Ahmad Baidhowi (Wakil Sekretaris) dan Syaifullah Akbar (Panitia Kodratnas GMNU). (ahn/fiq)
Share:

PMII Pamekasan Doakan Korban Terorisme Selandia Baru dan NKRI

Pamekasan — Pasti Aswaja — Beberapa orang pengurus di bawah koordinasi Wakil Ketua III Bidang Keagamaan Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Pamekasan terlihat sedang khusyuk membaca Surat Yasin, tahlil dan beristigasah di Kompleks Pemakaman Batu Ampar, Proppo, Pamekasan, Kamis sore (21/03/19).

Fairus Kusuma selaku Wakil Ketua III PC PMII Pamekasan mengatakan, agenda itu merupakan rangkaian Program Safari Pesantren dan Maqbarah para pendiri NU di Kabupaten Pamekasan.

Fairus juga menuturkan, kedatangan mereka ke Batu Ampar sebagai bentuk solidaritas dan dukungan terhadap korban tindakan terorisme di Masjid Al Noor dan Limwood, Christchurch, Selandia Baru.

"Kita juga mendoakan korban-korban di dua masjid itu supaya mereka mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT. Kita juga mendoakan, semoga keluarga korban diberi kekuatan lahir dan batin menghadapi kenyataan ini," tutur Fairus.

Tidak hanya itu, pemuda yang tercatat sebagai mahasiswa di Institut Agama Islam Al-Khairat Pamekasan ini melanjutkan, dalam agenda yang digelarnya PMII juga mendoakan keutuhan dan persatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).


"Mudah-mudahan Allah tetap menjaga keutuhan NKRI, khususnya menjelang pesta demokrasi bulan depan ini. Dan kita doakan, semoga nanti yang terpilih juga mempunyai kepedulian yang sama seperti kita dalam menjaga keutuhan (NKRI. Red.) ini," pungkasnya. (ahn/fiq)

Share:

PMII STAI-MU Ziarahi Makam Syaikhona Kholil Bangkalan

Bangkalan — Pasti Aswaja — Pengurus Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PK PMII) Sekolah Tinggi Agama Islam Miftahul Ulum (STAI-MU) Pamekasan berziarah ke makam Syaikhona Muhammad Kholil, Martajasah, Bangkalan, Jawa Timur.

Agenda itu dilaksanakan pasca menghadiri acara penutupan Pelatihan Kader Dasar (PKD) PMII Sekolah Tinggi Agama Islam Syaikhona Kholil (STAIS) Bangkalan.

Imam Syafii selaku Ketua PK PMII STAI-MU mengatakan, Syaikhona merupakan sosok teladan yang akan dikenang abadi karena jasa-jasa dan kewaliannya.

"Beliau juga seorang guru besar para ulama di Indonesia. Salah satu santrinya adalah Hadlratus Syaikh KH. Hasyim Asy’ari, pendiri Nahdhtul Ulama (NU. Red.) yang hingga sekarang menjadi Ormas (organisasi kemasyarakatan. Red.) terbesar di Indonesia dan diakui dunia," ucapnya.

Karena alasan itu, lanjut Imam, semua pengurus PMII STAI-MU bertawasul kepada Syaikhona Kholil dengan membaca Surat Yasin dan tahlil, dengan tujuan mengharap berkah dari almarhum. (ari/ahn)
Share:

Habib Jindan, Musibah Tanda Cinta Allah Pada HambaNya

Sampang — Pasti Aswaja — Dunia ini memang dipenuhi dengan berbagai problem, stres, musibah. Kehidupan manusia tak lepas dari musibah. Dan itu sudah sunnatullah. Tidak ada yang bisa hidup tenang, santai, tentram, tanpa musibah. Allah memang menurunkan musibah kepada hamba yang dicintaiNya untuk menguji keimanannya.

Demikian disampaikan oleh Habib Novel bin Jindan bin Salim Jindan saat mengisi pengajian pada acara malam puncak Milad ke-4 Majelis Pemuda Bersolawat At-Taufiq, Senin malam (28/03/19) di Karangpenang, Sampang, Jawa Timur.

Habib Jindan menjelaskan, Allah menurunkan musibah kepada hamba yang dicintaiNya untuk melihat kecintaannya terhadap Allah, melihat amalan terbaik, sikapnya terbaik di antara hamba-hambaNya.

"Bagaimana kita harus menyikapi musibah yang semakin besar, semakin dahsyat? Ialah dengan sikap yang tenang, tetap berserah diri kepada Allah. Jangan melakukan tindakan buruk yang tidak diridai Allah," ucapnya.

Habib Jindan melanjutkan, dalam musibah yang datang silih berganti semua ada orbitnya masing-masing. Semua musibah pasti ada solusi dan pertolongan dari Allah.

"Ketahuilah, bahwa lamanya musibah, lamanya problem, ada kabar gembira, karena akan datang solusi dan pertolongan dari Allah yang lebih besar, lebih lama pula. Tak mungkin solusi itu lebih pendek dari pada musibah itu," imbuhnya.

Di akhir tausiahnya, Pengasuh Pesantren Al-Fachriyah ini mengajak para jemaah kembali kepada Rasulullah, menghadapi masalah sebagaimana Rasulullah, hidup seperti Rasulullah yang penuh rahmat; menghindari pertikaian, caci maki permusuhan karena sifat tersebut merupakan sifat syetan dan iblis. Menurutnya musibah yang sebenarnya itu jika kita melupakan Rasululullah.

"Sungguh celaka orang-orang yang menyimpang dari ajaran Rasulullah, karena semua ajaran Rasulullah adalah sulosi dari setiap masalah. Seperti para sahabat yang mengeluh kepada Rasul setiap masalah, Rasulullah memberikan doa dan amalan untuk menyelesaikam setiap masalah tersebut," pungkasnya. (is/ahn)
Share:

GusDurian's Pamekasan Kaji Pemikiran Politik Gus Dur

Pamekasan — Pasti Aswaja — Menghadapi momentum politik tahun 2019, Jaringan GusDurian's Pamekasan menggelar kajian pemikiran politik Gus Dur, Kamis siang (21/03/2019) di Kantor Komisariat PMII STAI-MU, Jl. Raya Palengaan, Km. 13, Kacok, Palengaan, Pamekasan, Madura.

Muhammad Abror, Koordinator Jaringan GusDurian's Pamekasan menuturkan, pengambilan tema pada kajian rutinitas Gusdurian tersebut dimaksudkan memberikan pemahaman kepada anggota GusDurian's tentang pemikiran politik Gus Dur yang lebih mengedepankan nilai-nilai kebangsaan.

"Kami ingin mengetahui lebih dalam, seperti apa hakikat politik ala Gus Dur. Ya,  karena akhir-akhir ini politik cenderung memecah belah. Jadi, pemikiran politik Gus Dur ini ingin kami jadikan solusi," ungkap Pengurus Koordinator Cabang PMII Jawa Timur tersebut.

Pria yang akrab disapa Bong tersebut menambahkan, pentingnya menyampaikan pemikiran politik Gus Dur kepada khalayak ramai, terlebih kaum-kaum intelektual yang bisa diajak berpikir.

"Aktivis, mahasiswa dan para pemuda hari ini harus mampu mengejewantahkan pemikiran Gus Dur, sehingga isu politik yang berkembang di masyarakat tidak menjadi penyebab pecah belah," ujarnya.

Hadir sebagai pemateri pada kajian tersebut, Muhammad Ahnu Idris, Ketua Gerakan Santri dan Pemuda Rahmatan Lil Alamin (Gasper) Pamekasan. (fiq/uki)
Share:

140.936 Paspor Jemaah Haji Indonesia Sudah Terbit

Jakarta — Pasti Aswaja — Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) menerbitkan sebanyak 140.936 paspor jemaah haji. Jumlah ini sesuai dengan penyampaian Kasubdit Dokumen Haji Direktorat Pelayanan Haji Dalam Negeri, Nasrullah Jasam, (Rabu 20/03/19), di Jakarta.

Paspor tersebut, kata Nasrullah, akan dibagikan kembali kepada jemaah haji guna memenuhi proses perekaman biometrik. Setelah proses biometri selesai, paspor jemaah kembali dikumpulkan ke Subdit Dokumen melalui Kankemenag Kabupaten/Kota.

Menurut Nasrullah, sebanyak 6.531 jemaah haji Indonesia sudah melakukan proses rekam biometrik. Sebagian besar provinsi sudah mulai melakukan perekaman data biometrik secara bertahap, dan Provinsi Jawa Barat terbanyak.

“Rekam biometrik terus berlangsung. Jemaah yang sudah memiliki paspor akan datang ke VFS Tasheel terdekat untuk melakukan perekaman sesuai jadwal yang telah ditetapkan,” ujarnya, sebagaimana dikutip laman resmi Kemenag RI.

Selain pengurusan paspor, Subdit Dokumen Haji tengah melakukan scanning lembar setoran awal. Proses ini diperlukan sebagai bahan verifikasi lembar pelunasan.

“Lembar setoran awal ini kami scan agar untuk diverifikasi dengan lembar pelunasan yang diberikan jemaah usai melunasi biaya haji,” tandasnya. (mad/ahn)
Share:

Wednesday, March 20, 2019

PMII Pamekasan Akan Gelar Istigasah untuk Korban Terorisme di Selandia Baru

Pamekasan — Pasti Aswaja — Setidaknya 50 orang meninggal dunia dan puluhan lainnya luka-luka akibat tindakan terorisme yang dilakukan Brenton Tarrant (28) terhadap jemaah Masjid Al Noor dan Linwood, Christchurch, Selandia Baru. Sambil siaran langsung via Facebook, Tarrant secara membabi buta menembaki jemaah yang akan melaksanakan Shalat Jumat.

Tragedi ini menarik simpati dunia, salah satunya Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Pamekasan.

Organisasi kemahasiswaan berhaluan Ahlussunnah wal Jamaah ini akan menggelar istigasah bersama yang akan dilaksanakan Kamis sore (21/03/19) di Kompleks Wisata Religi Astah Batu Ampar, Proppo, Pamekasan.


"Agenda ini untuk umat muslim yang tertindas oleh aksi terorisme di New Zealand, dan mendoakan korban dan para keluarga semoga diberikan kekuatan," tutur Lian Fawahan, Ketua Umum PC PMII Pamekasan, Selasa malam (19/03/19).

Selain itu, agenda yang dibawahi Wakil Ketua III Bidang Keagamaan ini bertujuan mendoakan keselamatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dari segala bentuk ancaman, baik dari dalam maupun dari luar.

"Kita mendoakan NKRI supaya terlindungi dari ancaman terorisme, mendoakan PMII tetap konsisten mengawal NKRI," pungkasnya. (ahn/dur)
Share:

Tuesday, March 19, 2019

Suami Korban Tragedi Masjid Al Noor Maafkan Teroris Pembunuh Istrinya

Christchurch — Pasti Aswaja — Kepergian Husna Ahmad (44) yang terbunuh dalam tindak terorisme di Masjid Al Noor Christchurch, Selandia Baru, menyisakan duka yang sangat mendalam bagi suaminya, Farid Ahmad (59).

Meski demikian, Ahmad mengaku tidak dendam dan tidak memiliki rasa benci kepada teroris pembunuh istrinya. Karena, menurutnya, memafkan, kemurahan hati, cinta dan perhatian merupakan jalan terbaik dalam menjalani kehidupannya di masa depan. Tapi, tidak berarti Ahmad membenarkan apa yang dilakukan teroris Brenton Tarrant.

"Saya akan mengatakan kepadanya 'Saya mencintainya sebagai pribadi', Aku tidak bisa menerima apa yang dia lakukan. Apa yang dia lakukan adalah hal yang salah," kata Farid Ahmad kepada kantor berita AFP seperti dikutip ndtv.com, Ahad siang (17/03/19).

Husna Ahmad merupakan pendidik anak-anak di Masjid Al Noor. Ia menjadi korban pertama di antara dua korban sasaran tembak yang ada di hadapan teroris waktu itu.

Lima puluh orang, setidaknya empat di antara mereka perempuan, terbunuh dalam serangan terhadap jemaah Shalat Jumat di dua masjid di Christchurch.

Ahmad dan istrinya beremigrasi dari Bangladesh ke Selandia Baru pada tahun 1990. Dia memiliki satu anak perempuan.

Ketika tragedi penembakan, Husna membantu beberapa orang melarikan diri dari aula wanita dan anak-anak. Sambil berteriak mengajak orang-orang, dia membawa anak-anak dan wanita menuju taman yang dianggapnya aman.

"Kemudian dia kembali untuk memeriksa keadaanku, karena aku berada di kursi roda, dan ketika dia mendekati gerbang dia ditembak. Dia sibuk menyelamatkan nyawa, melupakan dirinya sendiri," kenang Ahmad.

Ahmad percaya dirinya lolos dari hujan peluru karena pria bersenjata itu fokus pada target lain.

"Orang ini menembak satu orang dua sampai tiga kali tembakan, mungkin kondisi itu memberi kita waktu untuk pindah ... bahkan orang yang sudah meninggal dia tembak lagi," lanjut laki yang duduk di kursi roda sejak 1998 karena ditabrak pengemudi mabuk.

Awalnya, Ahmad tidak melihat Husna ketika meninggalkan masjid. Ia mengetahui kematian Husna setelah seseorang memotret tubuhnya.

"Fotonya ada di media sosial, jadi seseorang menunjukkan padaku fotonya dan aku dengan mudah mengidentifikasi," jelasnya.

Dengan suara pelan mengenang istrinya, jika dia bisa duduk bersama tersangka pembunuh massal itu, dia akan mendorongnya supaya memikirkan kembali pandangannya tentang kehidupan.

Sebenarnya, menurut Ahmad, pelaku tindak terorisme itu di dalam dirinya memiliki potensi besar menjadi orang yang baik, murah hati, yang akan menyelamatkan orang lain daripada menghancurkan mereka.

"Aku ingin dia mencari sikap positif dalam dirinya, dan aku berharap dan aku berdoa untuknya suatu hari dia akan menjadi warga sipil yang hebat. Aku tidak punya dendam," pungkasnya. (ahn/dur)
Share:

Monday, March 18, 2019

MTs dan MA Putri Sirojut Tholibin Taman Sari Punya Ketua OSIS Baru

Pamekasan — Pasti Aswaja — Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA) Putri Sirojut Tholibin Pondok Pesantren Taman Sari, Palengaan Laok, Palengaan, Pamekasan, menggelar pemilihan Ketua OSIS, Ahad (17/03/19) di Aula MTs putri Sirojut Tholibin.

Tiga pasangam calon (Paslon) terlibat dalam kontestasi di tingkat MTs. Begitu juga tingkat MA.

Mohammad Zahur dalam sambutannya pada saat pembukaan menyampaikan, tujuan organisasi ini semata-mata membangkitkam semangat bersaing peserta didiknya, supaya menjadi insan yang berguna bagi nusa dan bangsa.

"Dengan adanya organisasi ini biar kalian suka ngumpul dan bersosial, karena para guru tidak bisa memberikan motivasi penuh terhadap kalian," tutur Kepala Sekolah itu.

Ketua Panitia, Mailatul Ardilah, menaruh harapan besar terhadap Paslon yang terpilih agar bisa memberikan kontribusi terbaik dan menjadikan sekolah tempatnya belajar lebih maju.

"Ketua yang terpilih harus bisa dan mampu memberikan motivasi terhadap adik-adiknya dengan cara meminta dampingan pada pembina OSIS," tegas Maila sesaat sebelum ia membacakan surat surat keputusan perolehan suara.

Dalam pemilihan itu, pasangan Lailatu Jannah - Izmi Azizah terpilih menjadi ketua OSIS tingkat MTs. Sedangkan di tingkat MA dimenangkan oleh Khofifatun Nawal - Muti’atul Jamilah. (ari/ahn)
Share:

Sunday, March 17, 2019

Pimpinan Kepolisian Selandia Baru, Saya Bangga Menjadi Muslim

Auckland — Pasti Aswaja — Sebuah video yang diunggah laman North Shore, Rodney & West Auckland Police, Sabtu siang (1603/19), memperlihatkan Inspektur Naila Hassan, seorang perwira polisi muslim Selandia Baru, tidak kuasa menahan emosi saat berpidato dalam sebuah acara di pusat Kota Auckland, Aotea Square yang didedikasikan bagi komunitas muslim dan korban teror Masjid Al Noor dan Linwood Cristchurch, Selandia Baru.

Dengan suara parau tampak berusaha menahan tangis, Hassan mengawali pidatonya dengan salam dan mukadimah berbahasa Arab. Sampai pada kalimat hamdalah yang diulangi tiga kali, ia terhenti tak kuasa menahan tangis. Beberapa saat kemudian, ia melanjutkan mukadimahnya.

"Alhamdulillahi Rab al-'Alamin. Wa al-shaltu wa al-salamu 'ala asyraf al-anbiya' wa al-mursalin, sayyidina wa maulana Muhammad wa 'ala alihi wa shahbihi ajma'in. Wa 'alaina illa balagh al-mubin,," ucapnya, disambut tepuk tangan hadirin yang memadati lokasi acara.

Mengenakan seragam polisi lengkap, Hassan menyampaikan kepada hadirin posisinya di kepolisian Selandia Baru.

"Saya bangga menjadi seorang Muslim dan saya adalah pemimpin di kepolisian Selandia Baru," tuturnya.

Dalam pidato itu, Hassan bermaksud menyampaikan pesan dari kepolisian. Pihaknya memastikan keselamatan warga dan komunitas muslim di Selandia Baru. Menurutnya, tragedi di Masjid Al Noor dan Linwood merupakan peristiwa yang sangat menyedihkan bagi komunitas Muslim, khususnya, dan juga bagi semua orang di Selandia Baru dan seluruh dunia, umumnya.

"Kami ingin meyakinkan semua orang bahwa kami melakukan segala yang kami bisa untuk memastikan para korban serangan yang menghancurkan ini diperlakukan dengan sangat hormat," lanjutnya.

Hassan mengtakan, saat ini ada peningkatan pengamanan dari pihak kepolisian di sekitar masjid dan Islamic Center di Selandia Baru. Ia juga menyampaikan, pihaknya membamgun kerjasama dengan komunitas Muslim dan pemimpin komunitas lainnya.

"Untuk memastikan keamanan semua komunitas di Selandia Baru. Jika kalian melihat ada hal yang mencurigakan, tolong segera laporkan dan telepon 111. Jangan ragu," tehasnya.

Ia juga mengatakan, kepolisian Selandia Baru berada di pihak komunitas Muslim dan semua warga Christchurch.

"Kami polisi Selandia Baru akan melakukan apapun untuk mendukung kalian. Insya Allah," ujar Hassan. (ahn/dur)
Share:

Bidang Internal PMII Jawa Timur Komitmen Kawal Pengaderan

Surabaya — Pasti Aswaja — Menjelang pelaksanaan Rapat Kerja Daerah (RAKERDA), Bidang Internal Pengurus Koordinator Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PKC PMII) Jawa Timur periode 2018-2020 menggelar Internal Meeting, Ahad (17/03/2019) di Kantor PW. GP. Ansor Jawa Timur, Jl. Masjid Al-Akbar Timur No. 9A, Pagesangan, Surabaya.

Kegiatan tersebut melibatkan Biro-biro di bawah koordinasi  Ketua I (Bidang Internal) yang teridiri: Biro Komunikasi dan Pengembangan Sumber Daya Anggota, Biro Pemberdayaan Potensi dan Kelembagaan Organisasi dan Biro Kajian dan Pengembangan Intelektual.

Selain Biro, beberapa Lembaga Semi Otonom juga diikutkan ke dalam Bidang Internal, meliputi: Lembaga Pengembangan Organisasi, Lembaga Pengembangan Ekonomi, Lembaga Aparatur dan Lembaga Pengembangan Teknologi dan Digital. 

Salamul Huda, Ketua Bidang Internal mengungkapkan, kegiatan ini dimaksudkan membahas langkah strategis Bidang Internal selama satu periode.

"Di antara pembahasan kami adalah konsep dan desain, serta meningkatkan sistem kaderisasi yang berkarakter pada setiap cabang PMII yang ada di Jawa Timur," ungkap alumni UIN Sunan Ampel Surabaya tersebut.

Sementara itu, Abdul Ghoni, Ketua Umum PKC PMII Jawa Timur menyampaikan, Bidang Internal dan Bidang lain yang ada di PKC PMII posisinya sebagai pelayan kader-kader PMII se-Jawa Timur.

"Kita punya 31 cabang yang harus diayomi. Bidang Internal melalui Tim Kaderisasi harus turun mendampingi cabang-cabang, agar mereka (cabang. Red.) maksimal dalam menjalankan program kerjanya," imbau mantan Ketua Cabang PMII Banyuwangi tersebut.

Adapun pelaksanaan RAKERDA PKC PMII Jawa Timur tersebut rencananya akan dilaksanakan pada 6-7 April 2019 mendatang. (bor/ahn)
Share:

PMII STAI-MU Gelar Follow Up II MAPABA

Pamekasan — Pasti Aswaja — Pengurus Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PK PMII) Sekolah Tinggi Agama Islam Miftahul Ulum (STAI-MU) Pamekasan melaksanakan Follow Up II Masa Penerimaan Anggota Baru (MAPABA) di Taman Asri Kowel Pamekasan, Sabtu siang (16/03/19).

Acara tersebut diikuti seluruh anggota baru. Peserta kegiatan bertema “ PMII dan Keislaman” tampak antusias mengikuti acara itu. Mereka dibimbing penuh oleh semua pengurus yang hadir agar menjadi mahasiswa yang lebih baik serta berguna bagi negara dan agama.

Muhammad Ahnu Idris yang bertindak sebagai pemateri dalam kesempatan itu menyampaikan, di Indonesia banyak organisasi ekstra kampus berlatar belakang agama. Yang menjadi pembeda dengan organisasi-organisasi tersebut ialah kalimat "Islam Indonesia" dalam nama PMII.

"Islam di Indonesia sekarang sangat seram: ada Islam yang suka mengafirkan orang lain, ada Islam yang menentang terhadap undang-uandang negara dan Pancasila," tutur mantan Ketua Komisariat PMII STAI-MU 2011-2012 itu.

Menurutnya, sistem pemerintahan, bentuk negara dan konstitusi Indoneaia sudah benar. Jika ada yang tidak benar, berati orang-orangnya yang tidak benar.

"Maka dari itu, tugas PMII sekarang adalah harus bisa membendung itu semua, guna mengembalikan citra Islam yang baik dan asyik," tandasnya. (ari/uki)
Share:

Saturday, March 16, 2019

Dahsyatnya HOAX mengguncang Pesantren Pulosari

Oleh: KH. Reza Ahmad Zahid, Lc, MA.

Baru saja saya melihat tayangan TV One yang menampilkan berita huru-hara kiamat sudah dekat yang katanya disampaikan oleh Gus Romli, pengasuh Pondok Pesantren Miftahu Falahil Mubtadi’ien, Pulosari, Kasembon, Malang. Ketika profil pengasuh dan pesantren Pulosari ditampilkan, reflek saya teringat dengan sosok pendiri pesantren yaitu ayah mertua saya; KH. Sholeh Saifuddin seorang Kyai dan Mursyid Thoriqoh Akmaliyyah. 

Seringkali ketika kami duduk santai berdua atau bersama keluarga, beliau bercerita tentang perjuanagn syiar Islam di Dusun Pulosari, awal mula berdirinya pesantren yang beliau bina dan hingga kisah-kisah beliau ketika mondok di Sumbersari, Bendo dan pesantren-pesantren lainnya.

Dalam cerita beliau, Miftahu Falahil Mubtadi’ien adalah sebuah kalimat yang beliau temukan ketila beliau mengaji (mbalah) kitab "Syarah Safinatun Najah" yang pada akhirnya menjadi nama pesantren yang beliau dirikan, dengan harapan semoga menjadi doa yang serupa dengan maknanya: Kunci Kesuksesan Para Pemula Pencari Ilmu.

Keseharian beliau yang saya tahu setiap hari hanya dihabiskan untuk shalat berjemaah dengan para santri dan mengaji dengan para santri atau jemaah. Bahkan beliau aktif setiap malam membangunkan para santri untuk diajak qiyamul lail.

Sehari-hari bersama keluarga anak dan cucu menjadi keseharian beliau dan bersama santri ngopeni hewan ternak, memberi makan sapi, kambing, ayam dan ikan menjadi hiburan. Begitu polos hidup dan pola pikirnya terhadap dunia hingga beliau tidak berkenan pesantrennya diberi papan nama di pinggir jalan seperti layaknya pesantren yang kita temui.

Pernah saya tanyakan, kenapa abah tidak memasang papan nama atau papan arah ke pesantren? Beliau menjawab dengan ringan: "ya biar saja nanti juga akan ditunjukkan oleh gusti Alloh sendiri."

Suatu ketika pernah saya tawari program pendanaan dari pemerintah untuk pesantren, dengan keras beliau menolak sambil mengatakan; "saya tidak mau pondok ini dibangun dari hasil pencairan proposal, saya hanya ingin pondok ini dibangun dari pencairan proposal dari Alloh."

Setelah sepeninggal beliau, tongkat estafet pengasuh pesantren serta thoriqoh dilanjutkan oleh putra beliau, Gus Romli. Tidak jauh beda antara Kyai Sholeh dan Gus Romli hanya beda fisik saja, Kyai Sholeh berbadan kurus sedangkan Gus Romli berbadan gemuk. Aktifitas serta keseharian Gus Romli juga tidak jauh beda dengan abahnya, hanya saja Gus Romli pernah mendirikan sebuah jemaah pengajian dan sholawatan yang dinamakan dengan MUSA AS. Seperti layaknya majelis pengajian dan sholawatan, Gus Romli mengajak jemaahnya untuk bersholawat, mengaji, memberikan nasehat kepada para santri dan jemaahnya. 

Saat ini Gus Romli sedang dicoba oleh Alloh dengan ganasnya berita HOAX yang mendiskripsikan sesuatu yang sangat jauh dari kebenaran dan bertolak belakang dengan latar belakang pendidikannya yang notabene alumni pesantren Lirboyo dan bahkan sempat berkhidmat di pesantren tersebut.

Pertama kali saya membaca sebaran di Medsos saya sempat kaget dan tertawa geli sambil berkata "ono-ono ae iki para penyebar HOAX". Yang paling membuat saya tertawa geli adalah berita bahwa Gus Romli merubah rukun Islam. Suatu hal yang tidak masuk akal. Walaupun toh demikian saya sempatkan untuk bertemu langsung dengan Gus Romli sekaligus sambang dan sowan kepada ibu mertua saya. 

Saat saya sowan dan sungkem kepada sang ibu, saya melihat kesedihan dan kegelisahan yang mendalam di wajah beliau, walaupun terkadang berusaha ditutupi dengan senyuman yang terurai karena dihibur oleh anak serta cucu beliau. Hal itu karena sebaran berita HOAX yang berisi fitnah kepada putra sulung beliau yakni Gus Romli.

Pada akhirnya beliau 'tak tahan menahan air mata sambil mengatakan; "piye lee mas mu, piye lee pondoke?" (gimana nak ini kakakmu dan gimana nak ini pondoknya?). Sebelum saya menjawab, hati saya sempat membersit; di mana hatimu, hai pembuat HOAX! Saya hanya bisa menenangkan beliau dengan ucapan; "insyaAlloh masalah akan segera selesai, saat ini Alloh sedang memberi ujian dan insyaAlloh akan segera usai."

Di ruang keluarga, di rumah almarhum Kyai Sholeh, di situ saya berbincang dengan Gus Romli. "Gimana kabar, Mas Rom? Semoga sehat, kuat, sabar dan tabah," begitu yang saya sampaikan saat mengawali pembicaran dengan Gus Romli. Menurut Gus Romli, apa yang diberitakan di luar itu sama sekali tidak benar, itu hasil pemelintiran oknum yang tidak suka dengan pesantren Pulosari, "bahkan saya tidak pernah mengatakan seperti itu atau bermaksud seperti itu." Gus Romli lanjut mengatakan bahwa tarikan dana itu tidak ada, yang ada adalah uang saku santri bagi yang ingin mondok dibulan Rajab, Sya’ban dan Romadlon yang sudah menjadi aturan layaknya santri kalau mau mondok harus punya uang saku untuk menghidupi dirinya sendiri selama berada di pondok. "Merubah rukun Islam adalah berita fitnah besar, terjadi huru-hara sehingga para jemaah diwajibkan membeli pedang itu adalah bohong, sedangkan kiamat sudah dekat memang dari dulu kiamat sudah dekat tapi tidak pernah ada statement untuk mengungsi ke pondok atau menjual aset. Saya hanya memaparkan tanda-tanda kiamat sesuai dengan yang ada di kitab kuning," begitu paparan Gus Romli.

Semoga Alloh memberi ketabahan dan kesabaran dalam melalui cobaan ini.

Hanya sebagai bahan evaluasi saja, berita HOAX yang memfitnah pesantren Pulosari sangat berpotensi menjadi sebuah alat pengalihan suasana yang dapat merusak suasana menuju pesta demokrasi. Sebenarnya hanya masalah sepele yang tidak memiliki ujung kebenaran. Akan tetapi, fitnah ini terus-menerus ada yang memblow up. Hanya dari diri kita dimana kita memulai untuk tidak menyebar berita HOAX yang meresahkan, agar kita tetap merasakan kedamaian lingkungan kita. Janganlah kita menjadi korban HOAX dengan cara memakan mentah-mentah serta menpercayai kontens berita HOAX. 

Pada sebuah kesempatan saya pernah menyampaikan sesuatu sebagai langkah-menyikapi berita HOAX: Tabayyun, Tasyawur dan Tawaasu/Tausiyah.

Tabayyun merupakan langkah awal yang kita lakukan ketika kita menerima berita HOAX. Sebagai orang yang terpelajar dan memiliki kehati-hatian sebaiknya lebih mengedepankan tabayyun atau mencari kejelasan terlebih dahulu kepada orang yang bersangktukan.

Tasyawur adalah tindakan kedua dengan memusyawarahkan hal yang menjadi materi HOAX dan perihal perkembangan materi serta menangkal HOAX secara bersama.

Tawasau atau tausiyah seperti yang termaktub dalam ayat terakhir surat Al ‘Ashr menjadi langkah terakhir untuk saling bisa menasehati antara satu dan yang lain agar terhindar dari musibah dan diberi keselamatan.

SALAM STOP HOAX !!!
Share:

Friday, March 15, 2019

PMII Jatim Kutuk Tragedi Masjid Al Noor Selandia Baru

Pamekasan — Pasti Aswaja — Pengurus Koordinator Cabang (PKC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jawa Timur (Jatim), mengutuk keras tragedi penembakan brutal jamaah Masjid Al Noor di kota Christchurch, Selandia Baru karena dianggap perbuatan biadab dan tidak manusiawi.

"Tindakan terorisme yang dilakukan itu merupakan perbuatan yang sangat keji, kejam, dan tidak berperikemanusiaan. Hal itu sangat bertentangan dengan ajara agama apapun," ungkap ketua PKC PMII Jatim, Abdul Goni, saat dihubingi via WhatsApp, Jum'at (15/03/19).

Goni menambahkan, serangan teror yang hanya beberapa menit tersebut menyerang dua Masjid di Selandia Baru pada Jumat pagi dan mengakibatkan 49 meninggal dunia dan puluhan lainnya mengalami luka-luka.

"Serangan terjadi pada saat umat Islam Selandia Baru hendak melakukan salat Jumat. Pelaku itu diduga dilihat Len Peneha, salah satu saksi di sana. Bahwa dirinya melihat ada orang berpakaian hitam memasuki salah satu masjid, sesaat kemudian terdengar suara tembakan dan semua orang berhamburan keluar dari masjid," pungkasnya.

Atas kejadian itu, PKC PMII Jatim menuntut kepada aparat penegak hukum supaya memberikan sangsi seberat-beratnya serta mendesak kepada pemerintah Selandia Baru menyatakan sikap tersebut sebagai tindakan terorisme. Apapun tindakan terorisme, pelaku dan motifnya tidak dibenarkan. Harus dilawan. (ski/bor)
Share:

Home Style

Contact Form

Name

Email *

Message *

Ads

Ads

Latest News

Popular Posts

Blog Archive