Saturday, March 9, 2019

Bubarkan Kajian Khilafah, Komandan MENWA IAIN Madura Diteror

Bubarkan Kajian Khilafah, Komandan MENWA IAIN Madura Diteror

Baca Juga

Pamekasan — Pasti Aswaja — Pasca membubarkan kajian Islam Lovers Cummunity (ILC), Khairul Anam, Komandan Resimen Mahasiswa (MENWA) IAIN Madura mengaku mendapatkan banyak panggilan telepon bernada ancaman dari orang tidak dikenal, karena dirinya dinilai menghalangi majelis ilmu yang dilaksanakan komunitas afilian HIzbut Tahrir itu.

Dalam teror itu, tutur Anam, mereka mengatakan akan tetap memperjuangkan Khilafah. Karena Khilafah merupakam produk islam dan sudah dijanjikan oleh Allah.

"Dan jangan pernah menghalangi dakwah, karena akan ada ancaman dari Allah sesuai firmanNya. Kami tak akan gentar untuk melakukan dakwah. Sampaikan walaupun itu pahit," lanjut Anam, menirukan perkataan penelpon laki-laki dengan private number itu.

Tidak hanya itu, Anam juga mengatakan, kelompok tersebut dalam waktu dekat akan menggelar aksi bela mahasiswa dan ustazah.

Saat dihubungi Pasti Aswaja melalui seluler, Anam mengatakan, pihaknya tidak menghalangi dakwah siapapun selama tidak mengusik tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara. Karena, menurutnya, sudah menjadi kewajiban semua warga negara membela Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Selama menyebarkan pemahaman yang radikal, ingin memecah belah dan mendoktrin mahasiswa IAIN Madura untuk menegakkan Khilafah di negara ini, tetap akan kami (Menwa. Red.) tolak. Kami netral. Dan kami menolak kajian apapun yang menentang Pancasila," tegas Anam.

Kepada Pasti Aswaja, Anam mengaku sudah mengajak penelpon bertemu guna membicarakan duduk perkara yang sebenarmya sambil bertukar pikiran secara nalar ilmiah dengan tujuan mencairkan suasana agar ukhuwah islamiah tetap terjaga. Tapi, ajakan Anam ditolak. (ahn/uki)
Share:

0 comments:

Post a Comment

Home Style

Contact Form

Name

Email *

Message *

Ads

Ads

Latest News

Popular Posts

Blog Archive