Monday, March 11, 2019

Mbah Moen, Indonesia Kiblat Kerukunan Dunia

Mbah Moen, Indonesia Kiblat Kerukunan Dunia

Baca Juga

Pamekasan — Pasti Aswaja — Menjaga kerukunan merupakan suatu hal yang sangat penting bagi keberlangsungan hidup warga Negara Kesatuan Republik Indonesia yang penuh dengan keanekaragaman suku, bangsa, bahasa dan agama. Dengan demikian, kesadaran warga Indonesia menghindari perpecahan menjadi keharusan.

Hal ini disampaikan Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH. Maimoen Zubair atau yang biasa disapa Mbah Moen, dalam sebuah video berdurasi 1:00 yang diunggah channel YouTube NU Online Nahdlatul Ulama, beberapa menit lalu, Senin malam (11/03/19).

"Perpecahan itu harus disimpan (dihindari. Red.). Jadi, menyimpan perpecahan itu berarti merukunkan umat. Tetap rukun," pesan Pengasuh Pondok Pesantren Al-Anwar Sarang, Rembang, Jawa Tengah itu.

Sebagai negara yang penuh keragaman, negara dengan penduduk mayoritas muslim terbesar di dunia ini menjadi barometer kerukunan bagi negara-negara lainnya.

"Yang paling bisa dilihat kerukunannya 'kan Indonesia. Jadi kalau Indonesia ini tidak dijaga kerukunannya, berarti itu suatu kehancuran yang besar. Ndak ada kerukunan kecuali kembali kepada Nabi. Nabi itu nasionalis-religius," pungkas kiai yang kini berusia 90 tahun itu. (ahn/dur)
Share:

0 comments:

Post a Comment

Home Style

Contact Form

Name

Email *

Message *

Quotes

Quotes

Latest News

Popular Posts

Blog Archive