• This is default featured slide 1 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 2 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 3 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 4 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 5 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Sunday, April 21, 2019

01 Menang Versi Hitung Cepat, GASPER Potong Tumpeng

Pamekasan — Pasti Aswaja — Gerakan Santri dan Pemuda Rahmatan Lil 'Alamin (GASPER) menggelar tasyakuran atas kemenangan pasangan 01, Joko Widodo-KH. Ma'ruf Amin, yang dinyatakan unggul versi quick count atau hitung cepat yang dilakukan oleh lembaga-lembaga kridibel, di Aula Pondok Pesantren Bustanul Ulum Sumber Anom, Angsanah, Palengaan, Pamekasan, Ahad siang (21/04/19).

M. Ahnu Idris mengatakan, acara yang digelarnya tidak hanya mensyukuri kemenangan pasangan 01, tapi juga mensyukuri pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) 17 April lalu yang berjalan lancar, aman, dan damai, yang menurutnya hal ini tidak lepas dari kinerja pihak-pihak terkait.

"Terimakasih kepada penyelenggara (KPU, DKPP, Bawaslu) dan aparat keamanan (TNI, Polri) yang telah mengorbankan tenaga demi menjaga keamanan masyarakat dalam menyalurkan haknya memilih pemimpin negara ini untuk lima tahun ke depan," ujar Ketua GASPER itu.

Ia juga menghimbau, agar masyarakat merajut kembali persaudaraan yang mungkin sempat renggang akibat pelaksanaan Pemilu. Menurutnya, Pemilu hanya bagian demokrasi. Yang lebih penting ialah menjaga persatuan dan kesatuan yang menjadi syarat utama dalam menjaga keberlangsungan demokrasi.

Sebelum diakhiri, acara diisi orasi kebangsaan oleh K. Mukhlis. Dalam penyampaiannya, K. Mukhlis banyak menyampaikan tentang perjuangan ulama pesantren dan santri dalam memperjuangkan dan merebut kemerdekaan.

Acara kemudian dilanjutkan pemotongan tumpeng oleh KH. Taufik yang diberikan kepada para pembina dan juru bicara.

Kegiatan yang diikuti ratusan peserta itu, tampak hadir juga KH. Abdul Wasi' Hamzah (Dewan Pertimbangan GASPER), KH. Taufik, K. Abd. Kholiq Ilyas, K. Mukhlis Nasir, ketiganya selaku Pembina GASPER dan Maltuful Anam (juru bicara GASPER) dan beberapa tokoh masyarakat. (bor/dur)
Share:

Friday, April 19, 2019

NU dan Sebelas Ormas Islam Ajak Masyarakat Sabar Tunggu Real Count

Jakarta — Pasti Aswaja — Berkenaan perkembangan pasca Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 yang menimbulkan concern banyak pihak, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) bersama sebelas organisasi kemasyarakatan (Ormas) Islam yang tergabung dalam Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI) menggelar konfrensi pers, Jumat sore (19/04/19), di Kantor PBNU, Jl. Kramat Raya, No. 164, Jakarta Pisat.

Dalam konfrensi pers ini, PBNU bersama Ormas lainnya menyampaikan pernyataan sikap dan himbauan dengan harapan dapat membantu dan mendorong ke arah yang lebih konstruktif demi menjaga harkat, martabat bangsa dan Negara Kesatuan Repiblik Indonesia (NKRI) yang mayoritas berpenduduk muslim.

KH. Said Aqil Siroj selaku Ketua Umum PBNU menilai, Pemilu 2019 menjadi bukti kedewasaan dan kematangan bangsa Indonesia dalam konteks bernegara. Maka dari itu, atas nama LPOI, ia mengapresiasi kepada seluruh elemen yang terlibat dalam pesta demokrasi lima tahunan ini.

Pemilu kali ini, menurut Kiai Said, merupakan bukti nyata komitmen bangsa Indonesia dalam menjaga persatuan dan kesatuan dalam bingkai NKRI sebagai wujud mu'ahadah wathaniyah (kesepakatan nasional).

Atas dasar itu, PBNU bersama LPOI menyerukan agar seluruh warga Indonesia bersabar menunggu hasil real count Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagi satu-satunya lembaga yang diberi kewenangan oleh perundang-undangan yang berlaku.

LPOI juga meminta supaya semua pihak dapat menahan diri dan tidak melakukan tindakan yang bertentangan dengan hukum, apalagi bersikap inkonstitusional

"Apabila merasa keberatan terhadap hasil Pemilu, maka memggunakan saluran yang disediakan konstitusi dalam penyelesaiannya," ujar Kiai Said saat membacakan pernyataan sikap tersebut.

Demi menjaga kondusifitas pasca Pemilu, LPOI mengajak seluruh komponen bangsa segera melakukan rekonsiliasi pasca pemungutan suara Pemilu 2019.

"Terutama kepada para ulama, para kiai, tokoh agama, para asatidz, di manapun berada, mari kita lakukan upaya-upaya rekonsiliasi secepat mungkin agar kita (bangsa Indonesia) kembali menjadi tenang, penuh dengan persaudaraan: ukhuwah wathaniyah dan ukhuwah islamiyah," lanjut Kiai Said.

Terakhir, LPOI mengajak seluruh umat Islam memperbanyak doa, zikir, selawat, agar bangsa Indonesia mendapat berkah dari Allah SWT.

Sebelas Ormas Islam yang turut serta menyatakan sikap bersama PBNU ialah: Syarikat Islam Indonesia (SII), Persatuan Islam (Persis), Al-Irsyad Al-Islamiyah, Matla'ul Anwar, Al-Ittihadiyah, Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI), Ikatan Dai Indonesia (IKADI), Azzikra, Al-Wasliyah, Persatuan Tarbiyah Islamiyah (Perti), Persatuan Umat Islam (PUI) dan Himpunan Bina Mualaf.

LPOI merupakan forum Ormas-ormas Islam yang mayoritas berdiri sebelum proklamasi kemerdekaan republik ini, kecuali Himpunan Bina Mualaf dan IKADI. (ahn/uki)
Share:

Pantauan LFNU Pamekasan, Nishfu Sya'ban 1440 H Jatuh Malam Ahad

Pamekasan — Pasti Aswaja — Hasil pantauan Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama (LFNU) Pamekasan, malam Nishfu Sya'ban bertepatan dengan hari Sabtu (malam Ahad). Hal itu diungkapkan oleh Mohammad Hosen selaku Ketua LFNU Pamekasan, Jumat (19/04/19).

Hosen mengatakan, ijtimak akhir Rajab di wilayah Pamekasan terjadi pada hari Jumat kliwon (05/04/19) dengan ketinggian hilal mencapai dua derajat selama 15 menit 11 detik.

"Menurut kriteria imkan rukyah, tanggal 1 Sya'ban 1440 Hijiryah jatuh pada malam Sabtu. Demikian pula dengan kriteria wujudul hilal Muhammadiyah," papar Hosen seperti dikutip laman resmi PCNU Pamekasan.

NU yang menganut rukyatul hilal, lanjut Hosen, pada Jumat sore tidak ada satupun perukyat yang melihat hilal, sehingga jalan yang ditempuh adalah istikmal.

"Dengan demikian, tanggal 1 Sya'ban jatuh pada hari Sabtu, malam Ahad, bertepatan dengan tanggal 6 April 2019. Oleh karena itu, Nishfu Sya'ban jatuh pada hari Sabtu, malam Ahad tanggal 20 April 2019," pungkasnya. (bor/ahn)
Share:

Wednesday, April 17, 2019

Sambut Harlah dan Pemilu 2019, PKC PMII Jawa Timur Gelar Doa Bersama

Surabaya — Pasti Aswaja — Tepat pada tanggal 17 April 2019, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) genap berusia 59 tahun. Sebagai bentuk syukur sekaligus menyambut momentum pemilihan umum (Pemilu) serentak 2019, Pengurus Koordinator Cabang (PKC) PMII Jawa Timur menggelar doa bersama, Selasa (16/04/2019), di Sekretariatnya, Jl. Kebonsari, Perum Elveka III, No. 23, Surabaya

Acara yang diikuti seluruh pengurus tersebut diawali dengan pembacaan surat al-Fatihah bersama, dilanjutkan Khatmil Quran dan pembacaan Shalawat Nariyah. Pemotongam tumpeng dan doa bersama menjadi pamungkas pada acara itu.

Abdul Ghoni, Ketua PKC PMII Jawa Timur mengungkapkan, kegiatan itu dimaksudkan mendoakan keselamatan bangsa dan negara dalam menghadapi momentum politik tahun ini.  

"Harapannya, pelaksanaan pemilihan umum serentak tahun 2019 ini berjalan lancar dan sukses. Begitu juga, sahabat-sahabat alumni dan senioritas PMII yang sedang berikhtiar dan berjuang sebagai peserta Pemilu turut kami doakan," ungkapnya

Hadir pada kesempatan itu, Dhini Adhiyati, Ketua Korps PMII Putri (KOPRI) PKC PMII Jawa Timur, yang turut menerima potongan tumpeng dari Ghoni. (bor/ahn)
Share:

Sunday, April 14, 2019

Harlah dan Pemilu, PKC PMII Jawa Timur Imbau Cabang Gelar Doa Bersama

Surabaya — Pasti Aswaja — Guna memperingati hari lahir (Harlah) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) ke-59 dan suksesnya pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) serentak 2019, Pengurus Koordinator Cabang (PKC)  Jawa Timur mengimbau Cabang-cabang PMII di bawah koordinasinya menggelar doa bersama.

Imbauan itu disampaikan melalui surat edaran yang ditandatangani Abdul Ghoni, Ketua dan Fadil, Sekretaris PKC PMII Jawa Timur bernomor 011.PKC-XXIII.V-04.01.004.A-1.04.2019 tertanggal 13 April 2019.

Berikut isi imbauan PKC PMII Jawa Timur berkenaan dengan Peringatan Harlah PMII ke-59 dan Pemilu serentak 2019:

"Sehubungan dengan hari lahir PMII ke-59 dan bertepan dengan PEMILU 2019, kami mengimbau kepada Cabang PMII se-Jawa Timur untuk melaksanakan gerakan serentak Khotmil Quran, Pembacaan Sholawat Nariyah dan Doa Bersama, pada:

Hari, Tanggal: Selasa, 16 April 2019
Tempat: Sekretariat Kantor Cabang masing-masing PMII se-Jawa Timur.
Jam: 18.30 WIB-selesai. (bor/ahn)
Share:

Saturday, April 13, 2019

PCNU Pamekasan: "Umat Jangan Terpengaruh Isu PKI"

Pamekasan — Pasti Aswaja — Beredar foto baliho di media sosial (Medsos) berisi penolakan mengatasnamakan ulama dan umat Islam Palengaan Pamekasan terhadap paham Komunisme dan Partai Komunis Indonesia (PKI).

Mengetahui hal itu, KH. Taufik Hasyim, Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Pamekasan, langsung berkoordinasi dengan pihak kepolisian. Berdasarkan informasi pihak aparat, baliho tersebut tidak ada.
 mengajak masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh isu bohonh yang tidak jelas asalnya itu.

"Umat jangan terpengaruh isu PKI, yang kemarin sempat tersebar di Medsos, karena itu bohong dan tidak jelas. Bahkan kami sempat koordinasi dengan pihak aparat, bahwa itu tidak ada," tegasnya, Sabtu pagi (13/04/19).

Ditemui Pasti Aswaja di kediamannya, Kiai Taufik meminta kepada tokoh agama maupun tokoh mayarakat, agar tidak memberikan pernyataan yang membigungkan apalagi memprovokasi umat.

"Biarkan umat melaksanakan pemilu dengan suka cita dan damai," imbuh mantan aktivis PMII Kediri, Jawa Timur itu.

Selain itu, Pengasuh Pondok Pesantren Bustanul Ulum Sumber Anom, Angsanah, Palengaan ini juga mengimbau agar masyarakat melaksanakan aktivitas seperti biasa.

"Yang menjadi guru, yang menjadi pedagang, yang menjadi petani, laksanakan aktivitas seperti biasanya dan jangan terpengaruh terhadap siapapun yang membuat propaganda dan fitnah-fitnah serta jangan terpengaruh pada  berita hoax," lanjutnya.

Kiai Taufik mengajak seluruh elemen masyarakat bersama-sama menjaga persatuan dan persamaan sekalipun berbeda pandangan politik.

"Mugkin masing-masing dari kita beda pilihan dan calon kita menang itu penting. Tapi, persatuan dan keutuhan bangsa jauh lebih penting," pungkasnya. (ahn/uki)
Share:

Ijtihad Politik Ulama Menurut Rais NU Australia-Selandia Baru

Australia — Pasti Aswaja — Di antara ciri-ciri orang nertakwa ialah mengimani hal-hal ghaib. Ada sejumlah kekasih Allah yang diberikan anugerah mendapatkan pemahaman mengenai rahasia suatu peristiwa yang akan terjadi di masa mendatang. Yang demikian, termasuk kategori ghaib yang harus diakui oleh umat Islam.

Berkenaan hal ini, KH. Nadirsyah Hosen mengatakan, ada beberapa poin penting yang harus dipahami oleh masyarakat: pertama, hanya Rasulullah SAW yang ma'shum atau bebas dari kekeliruan, sedangkan para ulama tidak; kedua, boleh jadi isyarat yang dipahami oleh ulama itu benar, tapi ketika diceritakan kepada pihak ketiga, bisa saja pihak ini menafsirkan dan memahami dengan kepentingan masing-masing.

"Ketiga, sebagaimana ayat nasikh dan mansukh (ayat yang menganulir dan ayat yang dianulir. Red.), ketetapan yang Allah berikan pada momen tertentu bisa dirubah pada momen lainnya. Ini bagian dari hak prerogatif Allah," lanjut Rais Syuriah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Australia-Selandia Baru itu.

Di samping itu, lanjut dosen tetap di Universitas Monash Australia yang akrab disapa Gus Nadir ini, ada adab atau etika bagi para murid ketika mendapatkan berita ghaib dari seorang mursyid (guru spritual). Tanpa izin mursyid, seorang murid tidak boleh menceritakan berita tersebut kepada orang lain. Jika tidak, murid ini termasuk kategori su' al-adab (beretika buruk) kepada mursyid.

Yang terakhir, semua hal itu termasuk bagian ijtihad para ulama. Ulama dalam menetapkan pilihan-pilihan politik, tentu berijtihad. Termasuk dalam memahami, menangkap isyarat dari Allah SWT. Dan isyarat itu, imbuh Gus Nadir, bisa dipahami berbeda-beda antara satu ulama dengan ulama yang lain. Itu semua sebagai informasi bagi masyarakat; bukan sebuah konfirmasi.

"Tentu kita harus meyakini bahwa kebenaran itu semata-mata datangnya dari Allah SWT. al-haq min Allah. Karena itu, wajar-wajar saja kalau terjadi perbedaan antara satu ulama dengan ulama lainnya. Semuanya adalah kekasih Allah, semuanya harus kita hormati," pungkasnya.

Hal ini disampaikan oleh Gus Nadir, melalui sebuah video berdurasi 2:15 yang diunggah di akun Twitter pribadinya, Jumat malam (12/04/19). Video ini sebagai jawaban atas banyaknyanpertanyaan warganet kepada dirinya tentang kasyaf dan politik.

Saat berita ini ditulis, video tersebut disukai sebanyak 2.963 akun, 1.014 twit ulang, 3.147 komentar dan ditonton oleh 1,6 juta pengguna Twitter. (ahn/fiq)
Share:

Friday, April 12, 2019

Perkuat Jejaring Ekonomi dan Budaya, PBNU Konsolidasikan Alumni MKNU


Jakarta – Pasti Aswaja – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Jumat siang (12/04/19), menggelar pertemuan bersama sekitar 1500 alumni Madrasah Kader Nahdlatul Ulama (MKNU) se-DKI Jakarta di Hotel Kartika Chandra. Pada forum ini para alumni akan menerima arahan berkenaan tanggung jawab dan peran kemasyarakatan mereka.

Dikutip dari NU Online, laman resmi PBNU, forum ini akan dihadiri oleh KH Said Aqil Siroj (Ketua Umum PBNU), H Robikin Emhas (Ketua PBNU), H Ulil Abshar (Wakil Sekretaris Jenderal PBNU), Endin AJ Sofihara (Kordinator MKNU), pengurus harian Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jakarta dan pengurus harian Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) se-DKI Jakarta.

Forum yang didahului dengan pembacaan tahlil dan doa bersama ini, menurut H Ulil Abshar, selain mempererat tali silaturahim dan menguatkan kepengurusan NU tingkat wilayah dan tingkat cabang, forum ini juga bertujuan menguatkan jejaring ekonomi, budaya, politik kader NU serta mengonsolidasi pengurus struktural NU se-DKI Jakarta.

MKNU merupakan salah satu kegiatan kaderisasi di lingkungan NU. Di Jakarta kaderisasi ini sudah diadakan beberapa angkatan yang diinisiasi oleh PBNU dan PWNU DKI Jakarta. Di Jakarta, MKNU diikuti oleh sebanyak 4400 kader.

MKNU di Jakarta pernah diadakan di Pondok Pesantren At-Tsaqafah, Ciganjur, Jakarta Selatan, Pondok Pesantren As-Shiddiqiyyah Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Wisma Tanah Air Jakarta Selatan, dan di kompleks Jakarta Islamic Center (JIC), Koja, Jakarta Utara.

Adapun MKNU di kompleks Jakarta Islamic Center (JIC), Koja, Jakarta Utara, setiap akhir pekan bulan Januari hingga awal Februari 2019 lalu diadakan sebanyak lima gelombang yang diikuti oleh kader di masing-masing kecamatan se-DKI Jakarta. (dur/ahn)
Share:

Monday, April 8, 2019

Menyesal Edit Video, Zainal Sowan ke Gus Mus

Rembang — Pasti Aswaja — Zainal, pemilik akun Instagram @shenall.ap, mendatangi kediaman KH. Mustofa Bisri atau yang akrab disala Gus Mus di kediamannya, kompleks Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin Leteh, Rembang, Jawa Tengah, Senin siang (08/04/19), sekira pukul 12:00 WIB.

Kedatangan pria asal Batam itu bertujuan meminta maaf atas tindakannya beberapa hari lalu mengedit video yang mengesankan Gus Mus menanggapi pernyataan KH. Ma'ruf Amin. Padahal, terdapat dua video dengan tema dan waktu yang sangat berbeda.

Zainal mengaku menyesal dengan perbuatannya yang tidak hati-hati, sehingga mangakibatkan kerugian pada pihak lain. Dirinya menyatakan, video tersebut dibuat murni karena iseng dan tidak ada yang menyuruh.

“Saya datang ke sini ingin meminta maaf kepada Mbah (Gus Mus. Red.) atas perbuatan saya mengedit video beliau, dengan ini saya menyesal dan menjadi pelajaran serta pengalaman bagi saya di kemudian hari,” sesalnya, seperti dikutip mataairradio.com.

Atas saran Gus Mus, pria yang berprofesi sebagai pedagang sembako ini juga berniat meminta maaf kepada KH Ma’ruf Amin, meski belum menentukan caranya: secara langsung atau via media sosial.

Gus Mus dalam kesempatan itu mengatakan sudah memaafkan Zainal bahkan sebelum ia meminta maaf. Gus Mus merasa tidak dirinya tidak dirugikan atas tindakan Zainal. Hanya saja merasa tidak enak hati kepada Kiai Ma’ruf, sehingga perlu klarifikasi melalui beberapa akun media sosial pribadinya.

Gus Mus juga menasehati Zainal agar berhati-hati dalam bertindak sehingga tidak menyesal di kemudian hari. Apalagi melihat potensi Zainal mengedit video. Gus Mus menyarankan agar Zainal membuat video yang sifatnya menyejukkan. Jika mempunyai pilihan dalam kontestasi Pilpres maka gunakan kemampuan editing video untuk memperkenalkan keunggulan tanpa menjatuhkan lawan. (fiq/ahn)
Foto source: mataairradio.com
Share:

Alasan Tanggung Jawab Moral, Gus Nadir Dukung 01

Pamekasan — Pasti Aswaja — Semakin dekatnya pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) Presiden, Legislatif dan DPD 17 April mendatang, Rais Syuriah Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Australia-Selandia Baru, KH. Nadirsyah Hosen, menyatakan dukungannya kepada pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden (Capres-Cawapres) 01, Jokowi-KH. Ma'ruf Amin.

Dukungan ini disampaikan oleh dosen tetap di Universitas Monash Australia tersebut melalui video yang diunggah di akun Twitter pribadinya, @na_dirs, Senin pagi (08/04/19). Video tersebut berupa teks yang berisi lima alasan dirinya menjatuhkan dukungan kepada pasangan 01.

Dalam keterangan videonya, Gus Nadir, begitu ia akrab disapa, menjelaskan dukungan itu ia nyatakan setelah mencermati perkembangan politik akhir-akhir ini.

Gus Nadir menilai, tidak bijak mengambil posisi netral pada pelaksanaan Pilpres 2019. Alasan tanggung jawab moral membuatnya memutuskan berada di barisan 01, Jokowi-Kiai Ma’ruf Amin. Dalam kicauan itu, ia juga mengajak followers Twitternya memilih pasangan 01, dan diakhir hashtag #Jokowi2Periode #JokowiAmin #01OptimisIndonesiaMaju.

"Tidak mungkin kami berada satu barisan bersama mereka yang selama ini selalu membid'ahkan amalan Aswaja (Ahlussunnah wal Jama'ah. Red.) dan mencaci para ulama pesantren, serta membawa ideologi yang akan merusak NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia. Red.)," tulisnya dalam video tersebut.

Putra KH. Ibrahim Hosen ini juga mengaku sulit berada di barisan kelompok yang didukung keluarga Cendana dan kekuatan Orde Baru, yang mengatasnamakan pembela Islam, tapi memilih Capres-Cawapres yang tidak punya tradisi serta rekam jejak keilmuan Islam.

"Sukar terjadi kami sebarisan dengan mereka para penebar hoax dan ujaran kebencian serta pelanggar hak asasi manusia, yang Capres-Cawapresnya berasal dari 1% kaum elit di negeri ini, dan programnya hampir tidak menyentuh rakyat kebanyakan," lanjutnya.

Bagi Gus Nadir, mustahil dirinya mengabaikan petuah para ulama seperti KH. Maimoen Zunair (Sarang), KH. Anwar Mansur (Lirboyo), KH. Zainuddin Jazuli (Ploso), KH. Nawawi Abdul Jalil (Sidogiri), KH. Adib (Buntet), Habib Luthfi bin Yahya (Pekalongan) dan para masyayikh lainnya.

"Maka kami mantap dan tegas memilih berada di barisan 01 Jokowi-Kiai Ma'ruf Amin demi masa depan Indonesua yang lebih maju , dalam naungan Pancasila, UUD (Undang-Undang Dasar. Red.) 1945, di bawah bimbingan para ulama dan tokoh bangsa, yang kukuh menjaga Bhinneka Tunggal Ika," pungkas pemilik akun Twitter bercentang biru yang diikuti 188 ribu pengguna itu.

Saat berita ini ditulis, kicauan tersebut disukai 9.288 akun, 5.268 kali twit ulang dan 1.594 komentar. (ahn/uki)
Share:

Sunday, April 7, 2019

Gandeng Bawaslu, PKC PMII Jawa Timur Gelar Pembekalan Relawan Demokrasi

Batu — Pasti Aswaja — Demi keterlibatan secara aktif dalam menyukseskan pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) 2019, Pengurus Koordinator Cabang (PKC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jawa Timur menggelar Pembekalan Relawan Gerakan Kawal Demokrasi PMII Jawa Timur, Ahad malam (07/04/2019), di Kompleks Vila Penderman, Batu, Jawa Timur.

Bekerjasama dengan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Jawa Timur, kegiatan yang diikuti jajaran Pengurus Koordinator Cabang PMII Jawa Timur itu berlangsung selama dua hari.

Abdul Ghoni, Ketua PKC PMII Jawa Timur dalam sambutannya menyampaikan, kegiatan semacam ini menjadi bukti, PMII bisa bekerjasama dengan instansi manapun.

Selain itu, Ghoni menyampaikan, momentum Pemilu 2019 ini bersamaan dengan peringatan hari lahir PMII ke-59, sehingga kader PMII harus berperan aktif dalam menyukseskan pelaksanaan Pemilu.

"Maka dari itu, saya sampaikan kepada sahabat-sahabat untuk bisa mengawal proses demokrasi. Artinya, wajib hukumnya kader PMII berangkat ke TPS pada tanggal 17 April mendatang," tegas Ghoni.

Sementara itu, Nur Elya Anggraini, Komisioner Bawaslu Jawa Timur dalam penyampaiannya mengajak kader PMII berperan aktif mengawal dan memantau pelaksanaan Pemilu, agar terbebas dari praktik money politic.

"Kami mengajak kader PMII berperan aktif melawan money politic dan mengawal suksesnya pelaksanaan Pemilu 2019. Jangan sampai suara kita ditukar dengan uang, apalagi harganya murah," ajak wanita kelahiran Bangkalan, Madura tersebut. (bor/ahn)
Share:

Tiga Intruksi PWNU Jawa Timur Kepada Nahdliyin Madura Jelang Pemilu

Pamekasan — Pasti Aswaja — Menjelang pelaksanaan Pemilu 2019 17 April mendatang, Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur menginstruksikan seluruh warga NU atau yang biasa disebut Nahdliyin turut serta menjaga ketertiban dan menyukseskan pelaksanaan Pemilu.

Instruksi ini disampaikan oleh KH. Kholil Nawawi, salah satu pengurus PWNU Jawa Timur, di hadapan ribuan peserta dan undangan Turba PWNU Jawa Timur dan Konsolidasi Keorganisasian Nahdlatul Ulama Zona Madura, Ahad (06/04/19), di Pondok Pesantren Miftahul Anwar Klompek, Kadur, Pamekasan.

"Merujuk pada tanggung jawab moral dan sosial yang harus ditunaikan sebagi jam'iyah diniyah ijtima'iyah dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), PWNU Jawa Timur mengintruksikan kepada seluruh pengurus dan segenap pimpinan perangkat organisasi NU dan warga Nahdliyin di semua tingkatan guna melakukan gerakan aktif yang bernilai positif pada waktu Pemilihan Umum," Kata Kiai Kholil mengawali instruksinya.

Pertama, lanjut Kiai Kholil, PWNU mengintruksikan agar pengurus dan warga NU, khususnya di Zona Madura, yakni Bangkalan, Sampang, Pamekasan, Sumenep, Kangean dan Masalembu bertanggung jawab sertanturut menyukseskan pelaksanaan Pemilu April 2019 baik di tatanan legislatif, Dewan Perwakilan Daerah (DPD), Presiden dan wakil Presiden, sebagai hajatan bersama menuju hidup yang lebih baik.

Spesifiknya, PWNU Jawa Timur, kata Kiai Kholil, mengintruksikan agar Selasa malam (16/04/19) seluruh pengurus dan anggota melaksanakan agenda rutin Lailatul Ijtima' sebagai instrumen organisasi dengan agenda pembahasan dan pemetaan permasalahan sosial, ekonomi, budaya yang dihadapi oleh lingkungan masing-masing serta merumuskan langkah strategis dalam menyelesaikan permasalahan tersebut sebagai masukan penting guna menciptakan ruang publik yang baik.

PWNU Jawa Timur juga menginstruksikan seluruh elemen NU melakukan gerakan bathiniyah sesaat sebelum pelaksanaan Pemilu, Rabu pagi (17/04/19), baik berupa istighasah, tahajud dan shalat subuh berjemaah serta memohon kepada Allah supaya Pemilu berjalan sukses.

"Yang terakhir, PWNU Jawa Timur mengajak agar pengurus dan warga NU datang ke TPS (Tempat Pengumutan Suara. Red.) dengan aman dan damai sebagai perwujudan usaha yang dilakukan sebelumnya," pungkasnya. (ahn/dur)
Share:

Saturday, April 6, 2019

Bahas Langkah Strategis, PKC PMII Jawa Timur Gelar Rakerda

Batu — Pasti Aswaja — Guna membahas langkah strategis selama satu periode ke depan, Pengurus Koordinator Cabang (PKC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jawa Timur masa khidmat 2018-2020 menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) di Paderman View, Kota Batu, Jawa Timur.

Kegiatan yang diikuti semua Bidang, Biro, Lembaga Semi Otonom dan Badan Semi Otonom tersebut dibuka Sabtu siang (06/04/2019) dan direncanakan berakhir Ahad malam (07/04/19).

Abdul Ghoni, Ketua PKC PMII Jawa Timur pada acara pembukaan menyampaikan, pelaksanaan Rakerda ini merupakan bagian ikhtiar kepengurusan yang dipimpinnya demi mengawal PMII Jawa Timur.

"Ini juga akan menjadi pembuktian kinerja kita yang dimulai melalui sumpah yang diucapkan pada pelantikan beberapa waktu lalu. Dari sini akan terlihat, siapa yang mau berkomitmen dan siapa yang mau mengawal PMII Jawa Timur," ungkap aktivis kelahiran Sampang, Madura tersebut.

Melalui pembahasan rencana strategis dan rancangan program kerja, Ghoni berharap forum Rakerda ini mampu menghasilkan solusi yang mampu menyelesaikan segala persoalan PMII dan Korp PMII Putri (KOPRI) di Jawa Timur.

"Selain itu, hal penting yang harus diperhatikan sahabat-sahabat adalah dalam menjalankan kinerja sebagai pengurus PKC PMII Jawa Timur, bahwa tidak perlu melihat berapun jumlahnya, tetapi bagiamana kualitasnya," ucap Ghoni.

Sebelumnya, masing-masing Bidang, Lembaga dan Badan Semi Otonom PKC PMII Jawa Timur sudah menggelar Internal Meeting sebagai persiapan dan merumuskan rancangan program guna dibahas bersama dalam forum Rakerda. (bor/ahn)
Share:

Gus Ali Masyhuri: "Beda Pilihan Jangan Sampai Putus Persaudaraan"

Pamekasan — Pasti Aswaja — Makin dekatnya hari pencoblosan Pemilu Presiden, DPD dan Caleg, kondisi politik di Indonesia semaikin memanas. Tidak jarang, kadang perbedaan pandangan politik berujung pada pertikaian dan pemutusan tali silaturrahim. Kondisi semacam ini tidak seharusnya terjadi.

Hal ini disampaikan KH. Agus Ali Masyhuri saat menyampaikan ceramah agama pada pelaksanaan Turba dan Konsolidasi Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Kawa Timur bersama Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) se-Madura Raya yang meliputi: Bangkalan, Sampang, Pamekasan, Sumenep, Kangean dan Masalembu, Sabtu siang (06/04/19), dibPondok Pesantren Miftahul Anwar, Klompek, Kadur, Pamekasan.

"Beda pilihan jangan sampai putus persaudauraan. Politik adalah wasilah (perantara. Red.), bukan ghayah (tujuan akhir. Red.). Jangan jadikan politik sebagai ghayah. Belajarlah berfikir positif. Supaya memperoleh barokah, anak cucunya barokah," kata Pengasuh Pesantren Progresif Bumi Sholawat, Sidoarjo ini.

Hari ini momen politik sekarang banyak orang kehilangan dirinya sendiri. Orang yang kehilangan dirinya sendiri, menurut Wakil Rais PWNU Jawa Timur ini, pasti tidak percaya diri, kehilangan objektifitas menilai orang lain, dan tidak akan siap bersaing dengan orang lain. "Maka, Belajarlah berfikir positif," lanjutnya.

"Orang fikiran jelek, memandang orang lain dengan kebencian. Semuanya menjadi jelek. Orang yang hatinya penuh kebencian, hidupnya tidak akan pernah bahagia," tandasnya.

Dalam kegiatan yang dihadiri sekitar 1.500 warga Nahdliyin itu, tampak hadir juga KH. Anwar Mansur (Rais PWNU Jawa Timur), KH. Abd. A'la (Wakil Ketua PWNU Jawa Timur), KH. Marzuki Mustamar (Ketua PWNU Jawa Timur), Rais dan Ketua PCNU Madura Raya, Mahrus Zamzami Lirboyo, serta perwakilan Lembaga dan Banom di lingkungan NU se-Madura. (ahn/fiq)
Share:

Harlah NU 96, PWNU Jawa Timur Perkuat ke-NU-an PCNU Madura Raya

Pamekasan — Pasti Aswaja — Harlah Nahdlatul Ulama (NU) ke-96, Pengurus Wilayah NU (PWNU) Jawa Timur turun ke bawah (turba) ke Pengurus Cabang NU (PCNU) Madura Raya yang meliputi: Bangkalan, Sampang, Pamekasan, Sumenep, Pulau Kangean dan Pulau Masalembu, Sabtu (06/04/19), di Pondok Pesantren Miftahul Anwar Klompek, Kadur, Pamekasan.

KH. Marzuki Mustamar selaku Ketua PWNU Jawa Timur dalam penyampaiannya menekankan pentingnya menghormati kiai, habaib, guru dan orang tua serta menghargai perbedaan pendapat antar sesama warga negara.

"Mau nyoblos atau ndak, bukan itu. Yang penting adalah bagaimana kita tetap menghargai kiai, menghargai ulama, menghargai habaib dan menghargai guru. Jangan sampai hanya karena perbedaan politik kita tidak menghormati ulama, tidak mengormati guru, tidak mengjormati orang tua," tegasnya.

Bagi warga NU, lanjut Kiai Marzuki, menghargai ulama merupakan suatu keharusan. Tidak termasuk warga NU orang yang mengaku berpaham Ahlussunnah wal Jama'ah, tapi tidak menghormati ulama. Karena, menurutnya, ulama penerus dan pewaris Rasulullah. "Begitu juga, bukan orang NU yang mengaku Ahlussunnah wal Jama'ah, tapi mau memecah belah RI (Republik Indonesia. Red.)," lanjutnya.

Selain itu, Kiai Marzuk juga memperingatkan ribuan Nahdliyin yang hadir pada acara tersebut supaya berhati-hati terhadap gerakan radikalis Wahabi dan kelompok-kelompok yang sering mengafirkan pemerintah, Pancasila, bendera Merah-Putih.

"Bukan soal Pancasilanya, bukan soal Merah-Putihnya. Tapi, ini masalah siapa yang merumuskan Pancasila dan siapa yang memperjuangkan Merah-Putih. Para pahlawan berdarah-darah memperjuangkan Merah-Putih," lanjutnya.

Agenda yang dirangkai dengan konsolidasi PCNU Zona Madura Raya ini merupakan sosialisasi PWNU Jawa Timur tentang hasil kesepakatan Munas dan Mubes PBNU di Jawa Barat beberapa waktu lalu di antanya: keharaman membuang sampah sembarangan, status Indonesia sebagai negara hukum yang berlandaskan pada Pancasula dan Undang-undang Dasar 1945, bukan negara agama.

Hadir dalam kesempatan itu: jajaran pengurus PWNU Jawa Timur, PCNU Pamekasan, Bupati Pamekasan dan sekitar 1.500 warga Nahdliyin. (ahn/fiq)
Share:

Friday, April 5, 2019

UNIRA Launching Aplikasi Sistem Informasi Sekolah di SMK Islam Tanjung

Sampang — Pasti Aswaja — Program Studi (Prodi) Teknik Informatika Fakuktas Teknik Universitas Madura (UNIRA) Pamekasan melakukan launching Sistem Informasi Sekolah Terpadu di salah satu sekolah binaannya, SMK Islam Tanjung Kabupaten Sampang, Kamis (04/04/19).

Aplikasi yang dibuat mahasiswa UNIRA tersebut di dalamnya terdapat lima belas konten, meliputi: raport online, penyimpanan berkas online, surat menyurat, bel otomatis, absen siswa online untuk praktikum, penentuan beasiswa, ujian online, pemilihan Ketua OSIS, penjadwalan mata pelajaran, bimbingan konseling, pembayaran penyelenggaraan pendidikan, pembelajaran online, penerimaan siswa baru, website media informasi sekolah. dan kasir bengkel sepeda motor.

M. Hasin Mukti, Dekan Fakuktas Teknik UNIRA menyampaikan, aplikasi yang dibuat anak didiknya diharapkan mampu memberikan manfaat dalam mengelola sistem data dan informasi sekolah.

"Terima kasih, karena kami sudah disambut dengan sangat baik di lembaga ini. Semoga aplikasi yang launching hari ini bermanfaat bagi SMK Islam Tanjung," ungkap Hasin Mukti.

Sementara itu, Junaidi, Kepala Sekolah SMK Islam Tanjung mengungkapkan, aplikasi yang diluncurkan tersebut akan sangat bermanfaat dan membantu pengelolaan sistem pendidikan di lembaga pendidikan yang dikelolanya. 

"Selain mempercepat proses, aplikasi ini juga memudahkan dalam mengakses data karena telah berbasis web dan mobile. Terima kasih kepada Universitas Madura atas kepercayaannya kepada kami," ungkap pendiri Komisariat PMII Al-Khairat itu. (bor/ahn)
Share:

Thursday, April 4, 2019

Ratusan Bendera NU Warnai Petik Laut Nelayan Desa Padellegan

Pamekasan — Pasti Aswaja — Acara petik laut Nelayan Desa Padellegan, Kecamatan Pademawu, Pamekasan terlihat berbeda. Pasalnya, tradisi tahunan yang diwariskan turun-temurun guna memohon keberkahan saat melaut itu menancapkan bendera Nahdlatul Ulama (NU) pada ratusan perahu yang mengikuti kegiatan tersebut, Kamis (04/04/2019) di pantai setempat.

Diketahui, ratusan bendera tersebut merupakan hadiah dari Badan Kemaritiman Nahdlatul Ulama (BKNU) Kabupaten Pamekasan kepada para nelayan melalui Kepala Desa setempat, H. Ibnu Hajar.

H. Subari, Ketua Panitia petik laut mengaku senang atas hadiah yang diberikan BKNU kepada para nelayan. Menurutnya, bendera-bendera itu memiliki nilai spiritual, sehingga dirinya turun langsung membatu para nelayan memasang bendera NU.

"Bendera NU yang dipasang diperahu itu bisa menjadi azimat bagi para nelayan Desa Padellegan, saat mereka melaut," ungkap H. Subari disela-sela acara.

Sementara itu, Mahfud Effendi, Ketua BKMU Pamekasan mengaku, pihaknya perlu turut serta memeriahkan tradisi tersebut.  Menurutnya, warisan leluhur yang sudah bertahun-tahun ini harus terus dilestarikan.

"Nelayan itu memiliki kekuatan prinsip kerja yang tidak dimiliki orang lain. Mereka ikhlas dan gigih dalam bekerja. Karenanya, dukungan doa dari para guru dan Kiai-kiai NU sangat mereka butuhkan," ucap Dosen Universitas Trunojoyo Madura (UTM) Bangkalan tersebut. (bor/ahn)
Share:

Kasat Bimas Sosialisasi Bahaya Narkoba Kepada Santri

Pamekasan  ̶  Pasti Aswaja  ̶  Kasat Binmas bersama para peserta Latihan Integrasi Taruna Wreda (Latsitarda) Nusantara XXXIX  2019, yang terdiri dari Taruna, Akademi Kepolisian, TNI, Praja IPDN beserta Mahasiswa Pamekasan menyosialisasikan bahaya narkoba pada santri aktif Pondok Pesantren Sirojut Tholibin Taman Sari, Palengaan Laok, Palengaan, Pamekasan, Rabu (03/04/19).

Khoirul Anwar Selaku pemateri menyampaikan, di zaman sekarang banyak anak muda menganggap, jika tidak merokok, tidak mabuk-mabukan, dan menggunakan obat-obatan terlarang dianggap ketinggalan zaman dan tidak keren. Padahal itu semua suatu kekonyolan yang harus ditinggalkan.

“Jangan coba-coba pada yang namanya sabu, Narkotika dan sejenisnya, karena itu semua sangat berbahaya bagi kaum remaja, karna masa remaja adalah masa untuk mencari jati diri dan waktu untuk menuntut ilmu,” ungkap anwar.

Tidak hanya itu, Kasat Binmas Polres Pamekasan itu juga membuka sesi tanya jawab kepada semua santri mengenai tema, bagi yang berhasil menjawab, ia memberikan hadiah tas.

“Kami akan melakukan sesi tanya jawab mengenai tema yang kita simak barusan, dan akan kami kasih hadiah tas bagi santri yang bisa menjawabnya,” tandasnya. (ari/ahn)
Share:

Istigasah dan Santunan Anak Yatim Warnai Perpisahan KPM STAI-MU

Pamekasan — Pasti Aswaja — Peserta Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Sekolah Tinggi Agama Islam Miftahul Ulum (Pamekasan) di Desa Panglegur, Kecamatan Pamekasan, Kabupaten Pamekasan, Rabu malam (03/04/19), menggelar istagasah dan santunan anak yatim di Balai Desa setempat.

Agenda tersebut merupakan rangkaian acara perpisahan antara peserta KPM dengan masyarakat.

Kadin Badrim selaku Koordintor Desa (Kordes) KPM  Panglegur menyampaikan, kegiatan yang digelarnya bertujuan mengajak masyarakat bersama-sama memohon kepada Allah agar Panglegur menjadi desa yang aman, makmur sampai hari akhir.

"Dari sini para peserta KPM juga bisa belajar berabagi pada sesama dengan harapan semoga tergolong pada khair al-nas anfa'uhum li al-nas (manusia terbaik yang bermanfaat bagi orang lain. Red.)," imbuhnya.

Kegiatan yang dimulai sekitar jam 18:15 itu mendapatkan respon positif dan apresiasi masyarakat sekitar.

Apresiasi serupa juga disampaikan Waroyanto selaku Sekretaris Desa Panglegur. Menurutnya, peserta KPM STAI-MU bisa mengembangkan dan melaksanakan kegiatan-kegiatan di bidang sosial dan keagamaan.

"Alhamdulillah, KPM STAI-MU di Desa Panglegur ini selain aktif mengembangkan kegiatan keagamaan, mereka juga aktif membangun silaturahim serta bersosialisasi dengan masyarakat sekitar" lanjutnya saat memberikan sambutan mewakili Kepala Fesa Panglegur yang berhalangan hadir.

Puluhan tokoh desa dan ratusan masyarakat hadir memenuhi lokasi. Tampak hadir juga Utsman Syam selaku Dosen Pendamping Lapangan bersama Syuhadak Ibrahim, Ketua Badan Pengembangan Pendidikan dan Penjaminan Mutu (BP3M) STAI-MU. (nal/ahn)
Share:

Wednesday, April 3, 2019

Penghadangan Kiai Ma'ruf, PCNU Sampang: "Itu Bukan Adat Madura"

Sampang — Pasti Aswaja — Penghadangan terhadap Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH. Ma'ruf Amin, saat hendak berziarah ke Makam Kiai Suhro di Desa Jambringin, Proppo, Pamekasan, kembali menuai kecaman. Kali ini, kecaman itu datang dari Ketua PCNU Sampang, KH. Itqon Busiri.

Kiai Itqon menilai, tindakan tersebut sama sekali tidak memcerminkan akhlak masyarakat Madura yang dikenal memegang teguh tradisi warisan ulama-ulama terdahulu seperti ziarah kubur, tradisi sabelesen dan tahlilan.

"Miris sekali. Itu bukan adat Madura. Penghadangan seperti itu, sudah seperti kelakuan kelompok yang selama ini menyalah-nyalahkan orang yang ziarah ke makam Wali Songo, menghina Wali Songo," kata Kiai Itqon melalui jaluran seluler, Rabu (03/04/19).

Lebih lanjut, Kiai Itqon mengatakan, rencana ziarah tersebut tidak ada kaitannya dengan Pemilu 2019. "Karena tidak ada agenda politik sama sekali, dan kami pastikan di situ murni ziarah kubur dan tidak ada agenda politik," lanjutnya.

Berkenaan langkah PCNU Pamekasan yang mendatangi Mapolres guna membicarakan rencana pelaporan kejadian penghadangan tersebut, Kiai Itqon mengaku sangat mendukung dan meminta ketegasan pihak yang berwajib, karena tindakan tersebut merusak citra masyarakat Madura. (ahn/fiq)
Share:

PCNU Bangkalan Sesalkan Penghadangan Kiai Ma'ruf di Proppo

Bangkalan — Pasti Aswaja — Langkah PCNU Pamekasan mendatangi Mapolres guna membicarakan rencana pelaporan terkait penghadangan KH. Ma'ruf Amin di Jambringin, Proppo, mendapatkan dukungan dari KH. Makki Nasir, Ketua PCNU Bangkalan.

Kepada Pasti Aswaja, Kiai Makki menyayangkan tindakan yang dilakukan oleh sekelompok massa menghadang Kiai Ma'ruf yang berencana ziarah ke Makam Kiai Suhro. Menurutnya, kejadian itu menunjukkan perubahan etika dan adab masyarakat Madura.

"Kami menghimbau kepada segenap warga Nahdliyin agar tidak terpancing dengan tindakan tidak bermoral tersebut. Rapatkan barisan, pegang kendali dan tetap satu Komando di bawah naungan para ulama Nahdliyin," lanjutnya, Rabu (03/04/19).

Kiai Makki juga meminta pihak kepolisian mengambil langkah tegas dan menindak oknum di balik penghadangan kepada Kiai Ma'ruf. Karena menurutnya, tindakan tersebut tidak hanya menyakiti perasaan warga NU, tapi juga mencoreng citra masyarakat Madura yang dikenal religius.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, PCNU Pamekasan, Selasa malam (02/04/19), mendatangi Mapolres guna membicarakan langkah pelaporan terhadap pelaku penghadangan dan ujaran kebencian terkait rencana ziarah KH. Ma'ruf Amin ke Makam leluhurnya, Kiai Suhro. (ahn/uki)
Share:

Kiai Ma'ruf Dihadang, Pemuda Proppo Angkat Bicara

Pamekasan — Pasti Aswaja — Pengahadangan terhadap KH. Ma'ruf Amin saat hendak ziarah ke makam leluhurnya, Kiai Suhro, di Desa Jambringin, Proppo, Pamekasan, menuai banyak kecaman dari berbagai pihak.

Kali ini, kecaman dilayangkan oleh salah satu tokoh pemuda Proppo, Rozi Baswedan. Rozi menilai, tindakan premanisme tersebut tidak mencerminkan etika dan adat istiadat masyarakat Madura, khususnya Kabupaten Pamekasan yang berjargon Gerbang Salam.

Menurut mantan aktivis mahasiswa ini, tindakan tersebut tidak ubahnya kelompok Wahabi yang mengharamkan dan menganggap syirik ziarah kubur.

"Mereka itu preman-preman kampung, tapi mengenakan pakaian ala santri. Mereka berkumpul sambil menghadang tokoh nasional yang mau ziarah ke makam leluhurnya," ujar Rozi, Rabu (03/04/19).

Yang sangat disayangkan, lanjut Rozi, tidak adanya kiai setempat yang berupaya menghalau massa, malah ada kesan pembiaran kejadian tersebut.

"Padahal lokasinya berdekatan dengan salah satu kiai pengasuh pesantren yang menjadi tokoh di daerah itu," pungkasnya. (ahn/fiq)
Share:

PMII Pamekasan Kecam Penghadangan Kiai Ma'ruf Amin di Proppo

Pamekasan — Pasti Aswaja — Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Pamekasan, melalui Fairus Fandi selaku Wakil Ketua 3 Bidang Keagamaam, mengecam penghadangan oleh sekelompok massa terhadap KH. Ma'ruf Amin saat hendak melakukan ziarah ke Makam Kiai Suhro, Desa Jambringin, Proppo, Pamekasan.

"Terlepas dari konteks politik, tindakan tersebut sudah mencederai citra masyarakat Madura, khususnya masyarakat Pamekasan yang dikenal dengan kota Gerbang Salam, yang santun religius dan mempertahankan Islam  tradisionalis seperti ziarah kubur, rokat tasek, tahlilan dan masih banyak yang lainnya," kata Fairus, Rabu (03/04/19).

Sejauh ini, lanjut Fairus, ia menyakini ziarah kubur merupakan salah satu tradisi yang baik dengan motivasi tabarruk atau mendapatkan keberkahan.

"Ziarah dengan tujuan ini disunahkan dengan mengunjungi kuburnya orang-orang yang dikenal baik pada waktu hidupnya," imbuh mahasiswa IAI Al-Khairat Pamekasan ini.

Oleh karena itu, PMII berharap agar masyarakat menahan diri dan tidak mudah terprovokasi isu-isu politisasi agama. (ahn/uki)
Share:

Kiai Ma'ruf Dihadang di Proppo, PCNU Pamekasan Datangi Polres

Pamekasan — Pasti Aswaja — Penghadangan terhadap mantan Rais 'Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH. Ma'ruf Amin, saat hendak mendatangi Makam Kiai Suhro di Desa Jambringin, Proppo, Senin sore (01/04/19), melukai banyak hati warga Nahdliyin, khususnya warga Nahdliyin Pamekasan.

Pasca kejadian itu, viral sebuah video seorang pria paruh baya yang mencaci maki Kiai Ma'ruf dengan sebutan "anjing". Video berlatar belakang Makam Kiai Suhro tersebut, nampaknya diambil sebelum kedatangan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu ke desa setempat.

Berkenaan hal itu, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Pamekasan, Selasa malam (02/04/19), mendatangi Mapolres Pamekasan Jl. Stadion, No. 81, Kelurahan Barurambat, guna menindaklanjuti peristiwa tersebut. Rombongan PCNU Pamekasan tiba sekitar jam 23:20.

KH. Nasiruddin Abdul Bar selaku Ketua Rabithah Ma'ahid Islami (RMI) PCNU Pamekasan mengatakan, tujuannya ke Mapolres guna menyampaikan supaya kejadian serupa tidak terjadi lagi. Karena, peristiwa tersebut menciptakan ketakutan di masyarakat, dan tidak seharusnya terjadi lagi.

"Kejadian Kiai Ma'ruf Amin yang kemarin itu, yang dipersekusi, kita minta di situ ada pihak-pihak yang bagi kami menyakitkan, mengatakan Kiai Ma'ruf Amin anjing dan lain sebagainya. Kita akan laporkan itu, karena itu sangat menyakitkan," jelas Kiai Nasir.

Kiai Nasir melanjutkan, selama ini PCNU Pamekasan memilih diam dan menghargai ketika ada tokoh-tokoh lain yang sering menghina simbol dan tokoh NU datang ke Pamekasan.

"Tapi kenapa ketika tokoh kami datang kok mereka melakukan seperti ini?" kata Kiai Nasir menyesali.

Ketua PCNU Pamekasan, KH. Taufik Hasyim mengaku akan mempelajari kejadian tersebut termasuk persekusi dan ujaran kebencian guna dilanjutkan ke ranah hukum.

"Kita akan ke Polda. Bahkan ke Mabes kita akan menghadap. Karena ini sudah pelecehan yang luar biasa bagi kami," kata Kiai Taufik. (ahn/fiq)
Share:

Monday, April 1, 2019

Gus Mus Doakan Akun Instagram yang Fitnah Dirinya

Pamekasan — Pasti Aswaja — Sebuah akun Instagram @shenall.ap mengedit video berisi kampanye calon Wakil Presiden 01, KH. Ma'ruf Amin. Video itu diedit dan digabungkan dengan video wawancara KH. Mustofa Bisri atau yang akrab disapa Gus Mus, sehingga video tersebut mengesankan Gus Mus mengkritik ceramah Kiai Ma'ruf, Senin sore (01/04/19).

Dalam video itu, Kiai Ma'ruf menyampaikan tentang pembanguna tol oleh Presiden Joko Widodo.

"Bahkan sekarang sudah bikin tol: tol darat, tol laut, tol udara, tol langit juga ada," kata Kiai Ma'ruf.

Potongan kampanye itu kemudian digabung dengan video wawancara Gus Mus, sehingga terkesan pernyataan Gus Mus dalam wawancara tersebut mengkritik kampanye Kiai Ma'ruf.

"Itu jelas ada yang soak itu, ndak waras. Karena apa? Karena berlebih-lebihan. Jangan sampean mencintai orang berlebih-lebihan dan jangan membenci berlebih-lebihan. Anda nanti tidak waras," kata Gus Mus dalam wawancara itu.

Video wawancara Gus Mus tersebut kemudian dilanjutkan setelah melalui proses pemotongan.

"Pemimpin itu harus memimpin, imam harus ngimami. Kalau lalu makmum kepada orang... Sekarang ini kan lucu sekali. Ada kiai yang ikut dengan preman. Itu 'kan lucu?" kelakar Gus Mus.

Tidak berhenti di situ. Video Gus Mus tersebut kembali mengalami pemotongan sebagaimana sebelumnya.

"Ini orang pinter-pinter mengapa mengikuti orang yang nggak jelas cara berfikirnya. Itu karena berlebih-lebihan itu. Kalau pemimpin sudah berlebih-lebihan jangan harapkan anak buahnya bisa baik," pungkas Gus Mus dalam video tersebut.

Melalu akun instagran pribadinya @s.kakung, Gus Mus hanya mendoakan pembuat video yang viral itu.

"Gara-gara kepentingan politik sesaat, ada manusia yang tega membuat editan seperti ini. Rekayasa keterlaluan semacam ini sama sekali tidak sebanding dengan keuntungan politis --kalau memang ada-- yang akan diperoleh dan dinikmatinya. Kalau pun berhasil (banyak atau ada yang percaya dengan bikinannya ini), paling berapa lama akan dinikmatinya. 5 tahun? 10 tahun? 100 tahun? Bila yang membuat rekayasa ini manusia beriman, semoga Allah memberi hidayah dan kesejerahteraan hidup yang cukup," tulis Gus Mus.

Diketahui, video editan tersebut sudah dihapus oleh akun @shenall.ap. Dalam unggahan selanjutnya, ia mengunggah gambar tangkap layar instastory-nya. Ia memohon maaf dan meminta bantuan supaya dipertemukan langsung dengan Gus Mus.

Berdasarkan penelusuran Pasti Aswaja, video yang digunakan untuk menjatuhkan Kiai Ma'ruf tersebut merupakan video wawancara Gus Mus dengan wartawan channel YouTube detikcom yang diunggah 5 Maret lalu. (ahn/uki)
Share:

Sampai Maret 2019, Hoaks di Indonesia Meningkat

Jakarta — Pasti Aswaja — Upaya penagkalan hoaks yang dilakukan pemerintah nampaknya harus lebih ditingkatkan. Pasalnya, selama Maret 2019 sebanyak 453 hoaks berhasil diindentifikasi Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), sedangkan bulan sebelumnya hanya 353 hoaks. Total hoax yang berhasil diidentifikasi Keminfo mulai Agustus 2018 hingga kini sebanyak 1.224 hoaks

Dikutip Pasti Aswaja dari laman detik.com, Senin (01/04/19), di antara 453 hoaks tersebut, terdapat 130 hoax tentang politik. Dengan demikian, total hoaks politik yang teridentifikasi dan diverifikasi pihak Kemenkominfo berjumlah 311 hoaks terhitung sejak Agustus 2018.

Hoaks politik tersebut berupa kabar bohong tentang pasangan calon presiden dan wakil presiden, partai politik peserta Pemilu. Penyelenggara Pemilu juga tidak luput dari terjangan hoaks ini.

Tidak hanya itu, selama Maret 2019 hoaks yang didentifikasi juga terkait isu kesehatan, pemerintahan, fitnah terhadap individu tertentu, kejahatan, isu agama, internasional, mengarah ke penipuan dan perdagangan serta isu pendidikan.

Menurut Ferdinandus Setu, Plt. Kepala Biro Humas Kominfo mengatakan, jumlah hoaks dari bulan ke bulan terus meningkat hingga menjelang hari pencoblosan 17 April mendatang.

Ferdinandus menambahkan, Agustus 2018 lalu hanya 25 informasi hoaks yang diidentifikasi oleh Tim AIS Subdit Pengendalian Konten Ditjen Aplikasi Informatika, September 2018 naik menjadi 27 hoaks, Oktober dan November 2018 masing-masing di angka 53 dan 63 hoaks, Desember 2018 jumlah info hoaks terus naik di angka 75 konten.

Ferdinandus menambahkan, peningkatan jumlah konten hoaks sangat signifikan terjadi pada bulan Januari dan Februari 2019, yakni 175 konten hoaks berhasil diverifikasi oleh Tim AIS Kemkominfo. Angka ini naik dua kali lipat di Februari 2019 menjadi 353 konten hoaks. Angka tersebut terus menanjak menjadi 453 hoaks selama Maret 2019.

Tim AIS Kemkominfo dibentuk oleh Menteri Kominfo Rudiantara pada Januari 2018 guna melakukan pengaisan, verifikasi dan validasi terhadap seluruh konten internet yang beredar di cyber space Indonesia, baik berupa hoaks, terorisme, radikalisme, pornografi, perjudian, maupun konten negatif lainnya. Saat ini Tim AIS berjumlah 100 personil didukung oleh mesin AIS yang bekerja 24 jam, 7 hari seminggu tanpa henti.

Kementerian Kominfo, imbuh Ferdinandus, mengimbau warganet ketika menerima informasi elektronik yang patut diduga diragukan kebenarannya dapat menyampaikan kepada kanal pengaduan konten melalui email: aduankonten@kominfo.go.id atau akun twitter @aduankonten.
Share:

Home Style

Contact Form

Name

Email *

Message *

Ads

Ads

Latest News

Popular Posts

Blog Archive