Tuesday, April 30, 2019

Pesan Ketua PCNU Pamekasan di Harlah PMII ke-59

Pamekasan — Pasti Aswaja — 59 tahun yang silam, tepatnya 17 April 1960, para mahasiswa Nahdlatul Ulama (NU) dari beberapa daerah di Indonesia berkumpul di Surabaya dan mendeklarasikan berdirinya Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII).

Di usianya yang ke-59 ini, Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pamekasan, KH. Taufik Hasyim, berharap besar terhadap PMII.

PMII, menurut Kiai Taufik, memiliki tanggung jawab besar membentengi paham Ahlussunnah wal Jama'ah (Aswaja) An-Nahdliyah dari rongrongan paham-paham lainnya, khususnya di kalangan mahasiswa.

"PMII juga harus berada di garda depan dalam membentengi NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia. Red.) di lingkungan kampus. Karena, NU juga punya andil besar dalam mendirikan negeri ini. Menjaga NKRI, berarti menjaga warisan ulama-ulama NU," tegas alumni PMII Kediri, Jawa Timur ini, Selasa pagi (30/04/19), di kediamannya, Pondok Pesantren Bustanul Ulum Sumber Anom, Angsanah, Palengaan, Pamekasan.

Tidak hanya itu, sebagai organisasi kemahasiswaan yang lahir dari jam'iyah NU , Kiai Taufik berharap, PMII tidak melupakan organisasi yang melahirkannya. NU, lanjut Kiai Taufik, merupakan wadah bagi alumni PMII dalam melanjutkan khidmatnya kepada agama, nusa dan bangsa.

"Jangan lupakan NU, karena PMII lahir dari NU," pungkasnya. (uki/ahn)
Share:

Harlah PMII ke-59, Lian Berharap PMII Tetap Solid dan Kompak

Pamekasan — Pasti Aswaja — Lian Fawahan, Ketua Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Pamekasan, mengajak semua anggota, kader, dan alumni PMII Pamekasan menjaga soliditas dan kekompakompakan.

Ajakan ini disampaikannya pada acara Tasyakkuran Harlah PMII ke-5 dan Pembukaan Muspimcab PMII Pamekasan, Senin malam (29/04/19), di Aula Kantor PCNU Pamekasan, Jl. R. Abd. Aziz, No. 95, Pamekasan.

Menurut Lian, soliditas dan kekompakan semua elemen PMII sangat berpengaruh dalam memajukan organisasi yang dipimpinnya.

Sebelumnya, pemuda kelahiran Sumenep ini menyampaikan, pihaknya sudah berusaha semaksimal mungkin mengawal proses pengaderan di PMII Pamekasan.

"Pada bulan april ini, kami telah mengawal 14 kegiatan Mapaba (Masa Penerimaan Anggota Baru. Red.) dan proses PKD (Pelatihan Kader Dasar. Red.) di semua tingkatan, baik rmRayon dan zkomisariat di Pamekasan. Hal itu membuktikan kaderisasi tetap dikawal dan menjadi perioritas," paparnya.

Tidak hanya itu, ia juga mengapresiasi para kader yang telah berhasil mengharumkan PMII Pamekasan melalui prestasi. Menurutnya, tidak sedikit kader PMII yang meraih prestasi di berbagai bidang.

"Kemaren saja kader KOPRI (Korps PMII Putri. Red.) Pamekasan sudah bisa menulis buku. Itu menunjukkan literasi kader kita sudah semakin meningkat dan harus diapresiasi," imbuhnya.

Lian juga mengapresiasi para alumni yang telah berhasil menduduki parlemen di Pamekasan.

"Kami ucapkan selamat kepada kader dan alumni PMII yang telah dinyatakan lolos di parlemen, ada Kak Ismail, Kak Syaifi' dan masih banyak lainnya," ungkapnya.

Ia berharap, ke depan PMII Pamekasan terus memberikan sumbangsih kepada masyarakat Pamekasan melalui bidanya masing-masing.

Di akhir sambutannya, Lian meminta para senior dan alumni agar tetap memberikan bimbingan dan arahan agar PMII Pamekasan menjadi organisasi yang berkontribusi besar dalam pembangunan dan kemajuan Pamekasan. (ahn/dur)
Share:

Harlah PMII ke-59, PMII Pamekasan Gelar Tasyakuran dan Muspimcab

Pamekasan — Pasti Aswaja — Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Pamekasan, Senin malam (29/04/19), menggelar tasyakuran memperingati hari lahir (Harlah) PMII ke-59 di Aula Kantor PCNU Pamekasan, Jl. R. Abd. Aziz, No. 95 Pamekasan.

Selain itu, kegiatan bertema "Mempertegas Eka Citra Diri PMII Pamekasan" tersebut juga merupakan rangkaian agenda Musyawarah Pimpinan Cabang (Muspimcab) yang akam diikuti oleh selurun perwakilan Pengurus Komisariat PMII se-Pamekasan.

Lian Fawahan selaku Ketua PC PMII Pamekasan dalam sambutannya menyampaikan, PMII pamekasan sudah melaksanakan berbagai hal guna mencetak kualitas kader yang baik. Ia juga mengajak seluruh kader supaya bersinergi dalam memberikan sumbangsih terhadap kemajuan Pamekasan.

"Untuk acara Muspimcab PMII Pamekasan ini diharapkan bisa menghasilkan terobosan baru yang membawa PMII Pamekasan ke depan semakin maju dan besar," imbuhnya.

Lian juga mengajak seluruh elemen PMII agar tetap menjaga soliditas demi kemjuan organisasi yang dipimpinnya.

"Semua kader PMII Harus tetap solid, dari Rayon ke Komisariat hingga ke Pengurus Cabang. Dan tak lupa pula juga kepada alumni jika ingin mencetak kader yang hebat dan menjadikan PMII lebih maju," tegasnya.

Turut hadir dalam kegiata tersebut Sekretaris Ikatan Keluarga Alumni PMII (IKA-PMII) Jawa Timur yang sedang menjabat sebagai Bupati Pamekasan, Badrut Tamam.

Dalam sambutanya Bupati Pamekasan mengajak kader PMII agar bersinergi bersama Pemerintah dan menjadi bagian terpenting dalam mengabdi kepada masyarakat. Karena, menurutnya, jabatan merupakan bagian perjuangan pengabdian. "Tentukanlah masa depan kalian dengan berproses di PMII, kalian mau menjadi apa tentukan hari ini, karna jika tidak di tentukan dari sekarang kalian akan ketinggalan," ujarnya.

"Jangan berparadigma kita itu untuk mencari kejelekan orang lain. Jika itu masih kita lakukan, maka jangan harap kita akan menjadi orang yang hebat. Yang harus kita lakukan sekarang adalah kita harus sinerjik untuk membangun Islam yang ramah, Islam yang tidak marah yang sekiranya menjadi maslahah untuk bangsa, negara dan agama," lanjutnya.

Turut hadir juga Atiqullah (Ketua IKA PMII Pamekasan), KH. Taufik Hasyim Ketua PCNU Pamekasan), Ketua Muhammadiyah Pamekasan, Muhammad Kosim (Rektor IAIN Madura), Fadil (Sekertaris PKC PMII Jawa Timur), Pengurus Komisariat, kader, anggota rayon se-Pamekasan.

Sebelum diakhiri, acara diisi dengan pemotongan tumpeng oleh Lian Fawahan. (nal/ari/ahn)
Share:

Saturday, April 27, 2019

Pendiri PMII: "Saya Masih Semangat Bersama PMII"

Nganjuk — Pasti Aswaja — KH. Moensif Nachrowi, salah satu pendiri Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) yang masih hidup, mengajak selurus Kader PMII supaya tetap memiliki semangat berproses di PMII.

Ajakan itu disampaikan saat ia mengisi orasi pada acara Memperingati Hari Lahir (Harlah) PMII ke-59 dan Pembukaan Pelatihan Kader Lanjut (PKL) Perdana PC. PMII Nganjuk, Sabtu (27/04/2019) di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Nganjuk.

"Di usia yang sudah 84 ini saya masih semangat bersama PMII, jadi saya mohon untuk diimbangi oleh yang muda-muda seperti kalian ini," ungkap Mbah Moensif, sapaannya.

Kiai sepuh asal Kota Malang itu juga mewanti-wanti kader PMII agar tetap komitmen dan berpegang teguh pada ideologi, sesuai ajaran Nahdlatul Ulama (NU)

"Meskipun nanti kalian sudah mencapai kesukaran, jangan sampai kalian melupakan ideologi yang sesuai dengan ajaran Nahdlatul Ulama," ucapnya.

Diakhir orasinya, Mbah Moensif mendoakan eksistensi PMII dan kesuksesan kader yang berproses di dalamnya. (bor/ahn)
Share:

Perdana, PMII Nganjuk Gelar PKL

Nganjuk — Pasti Aswaja — Untuk pertama kalinya, Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC. PMII) Nganjuk menggelar Pelatihan Kader Lanjut (PKL). Kaderisasi PMII tingkat tiga itu diagendakan akan berlangsung selama lima hari, Sabtu-Rabu (27/04-01/05), di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Nganjuk.

Pada acara pembukaan, kegiatan yang diikuti kader PMII se-Jawa Timur itu sekaligus memperingati hari lahir (Harlah) PMII ke-59.

Novi, Ketua Cabang PMII Nganjuk saat memberikan sambutan sampai meneteskan air mata. Menurutnya, perjuangan Pengurus Cabang PMII Nganjuk, sehingga bisa melaksanakan PKL perdana ini sangat luar biasa.

"Saya terharu melihat perjuangan sahabat-sahabat demi menyukseskan acara ini (Harlah PMII dan PKL perdana. Red.). Bahkan, ada yang sampai kecelekaan selama persiapan," ungkap Novi.

Sekretaris Pengurus Koordinator Cabang (PKC) PMII Jawa Timur, Fadil, mewakili Ketuanya menyampaikan apresiasi kepada PC. PMII Nganjuk.

"Perjuangan sahabat-sahabat tidak cukup sampai di sini saja. Ke depan, sahabat-sahabat peserta PKL memiliki tanggung jawab yang lebih besar, daripada sekedar mengikuti materi selama pelatihan," tegas Mantan Ketua Cabang PMII Pamekasan itu.

Hadir pada acara tersebut KH. Moensif Nachrowi, salah satu pendiri PMII yang menyampaikan orasi pergerakan di hadapan kader-kader PMII. (bor/ahn)
Share:

Thursday, April 25, 2019

Innalillahi, Ketua NU Arab Saudi Meninggal Dunia

Yogyakarta — Pasti Aswaja — Ketua Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Arab Saudi, KH. Fuad Abdul Wahan, kembali ke rahmatullah, Rabu (24/04/19), sekitar pukul 22:40 di salah satu RSUD di Yogyakarta. Berita duka ini mulai tersebar di kalangan warga NU Kamis pagi (25/04/19).

Melalui akun facebooknya, Aguk Irawan MN menggunggah sebuah foto dirinya dengan almarhum bersama beberapa teman lainnya.

"Mengenang almarhum Pak Fuad, ketua PCINU Jeddah, mengenang pula masa-masa menjadi mahasiswa dan haji backpacker. Bangga pernah menjadi bagian dr perusahaannya, Ameer Cargo dan Munief Cargo," penulis buku "Penakluk Badai" itu memberikan caption pada foto yang ia unggah.

Mahrus Em Al'Ab, warga NU lainnya menuliskan, almarhum merupakan lurah kampung Indonesia di Syarafiyah Jeddah, pengelola masjid dan sekolah Indonesia di Jeddah dan Makkah, penyokong mahasiswa-mahasiswa dan pendatang-pendatang yang baru tiba serta pegiat organisasi kemasyarakatan yang ulet.

Lebih lanjut, Mahrus juga mengaku dirinya sering mampir ke kediaman almarhum di Jeddah, berkali-kali juga ditemani dan dibantu.

"Pemilik Ameer Cargo ini semoga mendapatkan maghfirah dan rahmat Allah, raahil ila rahmatillah. Kami dan ratusan mahasiswa Indonesia dari berbagai negara yang pernah datang ke Jeddah menyaksikan amal shaleh almarhum, semoga husnulkhatimah. Ila ruuhihi alfaatihah," tulisnya. (bor/uki)
Share:

Sandi Akan Sowan Kepada Kiai Ma'ruf

Jakarta — Pasti Aswaja — Sandiaga Uno, calon wakil presiden nomor urut 02, berencana menemui calon wakil presiden nomor urut 01, KH Ma’ruf Amin. Namun, saat ini Sandi masih fokus mengawal proses penghitungan dan rekapitulasi perolehan suaranya pada pelaksanaan Pilpres 2019.

“Saya sekarang fokusnya ada di pengawalan proses C1 dan program-program kita yang sudah jalan. Kalau silaturahmi itu kan kapan saja bisa. Saya sudah ingin ketemu dari sebelumnya tapi kan Allah belum membukakan jalan,” ujar Sandi, seperti dikutip Santri News, Rabu (24/04/19).

Sebelumnya, Kiai Ma’ruf mengungkapkan keinginannya bertemu Sandi. Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) ini berharap pertemuan itu menjadi langkah awal rekonsiliasi antara dua kubu pasca-Pilpres 2019. Bahkan, ia memastikan dirinya dan Sandi akan segera bertemu dalam waktu dekat.

Rekonsiliasi, menurut Kiai Ma'ruf, merupakan momentum tepat dalam mengembalikan keutuhan persatuan dan kesatuan Bangsa Indonesia, karena kepentingan bangsa dan negara harus didahulukan ketimbang membela kepentingan kelompoknya masing-masing usai Pilpres 2019.

Sejak Agustus 2018, Sandi memang ingin bertemu dengan Kiai Ma’ruf. Ia pun sempat menghubungi sejumlah kenalan yang dapat memfasilitasi pertemuannya dengan Kiai Ma’ruf.

“Buat saya ya sebagai murid, saya kan murid dari Pak KH Ma’ruf Amin yang sangat kita muliakan ya, tentunya ingin mendengar nasihat-nasihat, pandangan-pandangan beliau,” ujarnya. (ahn/fiq)
Share:

Wednesday, April 24, 2019

Harlah 85, Ansor Sampang Potong Tumpeng dan Santuni Anak Yatim

Sampang — Pasti Aswaja — Pengurus Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Sampang menyantuni puluhan anak yatim. Agenda tersebut merupakan bagian refleksi peringatan hari lahir (Harlah) GP Ansor ke-85.

Sebelum itu, acara diawali dengan tahlil bersama bagi para pejuang Ansor dan pendiri Nahdlatul Ulama (NU).

KH. Khoiron Zaini atau yang akrab disapa Gus Khoiron selaku Ketua GP Ansor Sampang berharap, acara yang digelarnya menjadi wasilah turunnya keberkahan dan kekuatan lahir batin dalam mengabdi kepada negara, bangsa, ulama dan para pendiri jam'iyah NU.

"Dan juga dengan berkahnya anak yatim, semoga Allah memberikan kedamaian, ketenteraman, kemakmuran kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia ini," lanjutnya, Rabu (24/04/19), di sekretariatnya, Jl. Diponegoro, No. 51, Banyuanyar, Sampang.

Tidak hanya itu, pasca pelaksanaan pesta demokrasi 17 April lalu, Gus Khoiron berharap seluruh masyarakat Indonesia kembali memperkokoh ukhuwah islamiyah, ukhuwah wathaniyah, ukhuwah basyariyah.

"Karena sekarang sudah tidak ada lagi istilah pendukung 01, pendukung 02. Kita sekarang berada dalam satu barisan, satu bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia. Ayo kita jaga kerukunan, ayo kita jaga kebersamaan. Apalagi menjelang bulan Ramadhan. Ayo kita sucikan diri, ayo kita semakin memperbaiki diri, agar kita diridhai Allah SWT," imbuhnya.

Yang paling penting, lanjut Gus Khoiron, seluruh pihak tidak gegabah dalam merespon hasil Pilpres dan menunggu hasil real count resmi KPU.

"Dan Ansor, Banser Sampang akan selalu bersama KPU, mendukung penuh KPU, mendukung hasil dari pada keputusan KPU, karena memang kita ini hidup di negara yang diatur konstitusi. Sehingga kita harus menaati peraturan yang ada di Negara Kesatuan Republik Indonesia ini," tegasnya. (fiq/ahn)
Share:

Tuesday, April 23, 2019

Ramadhan 1440, Tim Dakwah PCNU Pamekasan Jalin Kerja Sama Dengan Media Massa

Pamekasan — Pasti Aswaja — Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, Tim Dakwah Ramadhan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Pamekasan melakukan kerja sama dengan beberapa media massa elektronik. Kerja sama ini akan berlangsung selama Ramadhan 1440.

Hal ini, menurut Farid Mawardi, sebagai bentuk kegembiraan menyambut bulan Ramadhan dan mengisi bulan mulia ini dengan kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat selama satu bulan.

"Sekaligus bersama-sama mewujudkan tayangan-tayangan edukatif mendidik bagi masyarakat luas," ujar Ketua Tim Dakwah Ramadhan ini sesaat setelah menjalin kesepakatan dengan Karimata FM, Selasa sore (23/04/2019).

Kerja sama tersebut, lanjut Dosen Ilmu Falak IAIN Madura itu, berupa talkshow bersama para dai yang kompeten baik unsur pengurus NU maupun intelektual pesantren, sebagai kaderisasi di bidang dakwah.

"Para dai yang sudah mendapatkan mandat dari PCNU (Pamekasan. Red.) nanti akan bergantian mengisi acara di media-media itu," pungkasnya. (ahn/dur)
Share:

Harlah PMII 59, Komisariat STAI-MU Gelar Movement Motivation Training

Pamekasan — Pasti Aswaja — Pengurus Komisariat (PK) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Sekolah Tinggi Agama Islam Miftahul Ulum (STAI-MU) Pamekasan, Selasa siang (23/04/19), menggelar Movement Motivatiom Training di Cafe Reza, Jl. Raya Palengaan, Pamekasan.

Agenda yang digelar sebagai refleksi hari lahir (Harlah) PMII ke-95 tersebut mendatangkan Mohammad Abror, salah satu pengurus Lembaga Semi Otonom (LSO) Pengembangan Kaderisasi Pengurus Koordinator Cabang (PKC) PMII Jawa Timur.

Mengangkat tema "PMII-ku, PMII-mu, PMII Kita Semua", kegiatan tersebut diikuti seluruh anggota, kader, dan pengurus komisariat.

Imam Syafii selaku Ketua Komisariat dalam sambutanya mengapresiasi kegiatan yang digagas oleh pengurusnya. Ia berharap, momentum ini dapat membangkitkan semangat seluruh elemen organisasi yang dipimpinnya dalam memberikan kontribusi demi kemajuan PMII.

"Kita harus berupaya untuk memberikan yang terbaik terhadap PMII. Melalui refleksi Harlah ini, mari kita sama-sama berupaya untuk tetap berjalan seirama demi satu tujuan, yaitu PMII," tegasnya.

Dalam penyampaiannya, Abror banyak menyinggung sejarah perjalanan PMII STAI-MU yang banyak melahirkan kader luar biasa. Meski demikian, ia meminta agar hadirin tidak terlena dengan capaian tersebut, "karena sahabat-sahabat yang sedang berproses saat ini harus mampu melampaui capain yang telah ditorehkan itu," lanjut Reporter Pasti Aswaja ini.

Acara kemudian diakhiri dengan pemotongan tumpeng dan tiup lilin oleh Imam Syafii dan Istiyanah selaku Ketua Korps PMII Puyri (KOPRI), didampingi Abror. (nal/uki)
Share:

Monday, April 22, 2019

Kejuaraan Minak Sopal I, Pagar Nusa Pati Borong Lima Medali

Trenggalek — Pasti Aswaja — Pencak Silat Nahdlatul Ulama (PSNU) Pagar Nusa Pati berhasil menggondol empat emas dan satu perak dalam Kejuaraan Minak Sopal I yang diselenggarakan oleh Pengurus Cabang PSNU Pagar Nusa Trenggalek Sabtu-Senin,  20-22 April di GOR Padepokan Pagar Nusa Trenggalek. Capaian ini mengantarkan Pagar Nusa pati meraih Juara Umum III 

“Kami berhasil meraih empat emas dan satu Perak yang berasal dari tujuh kategori yang kami ikuti, sedangkan yang dua belum memperoleh juara." terang M. Khoirul Fatihin, Manager Kontingen Pagar Nusa Pati.

Fatih menerangkan, Kejuaraan Minak Sopal I diikuti oleh 30 kontingen yang berasal dari berbagai daerah, di antaranya kontingen Pagar Nusa Pati.

"Juara Umum pertama diraih oleh Padepokan Pagar Nusa Trenggalek dan Juara Umum kedua berhasil digapai oleh Kontingen Pagar Nusa PAC Gandusari," ujarnya.

Pendekar asal Kota Pati Bumi Mina Tani ini juga menambahkan, hasil yang diraihnya itu bukanlah sebatas keberuntungan, tapi juga merupakan hasil latihan keras para pesilat yang didelegasikan pada kejuaraan tersebut.

Berikut perolehan medali PSNU Pagar Nusa Pati:
  • Pra Remaja B putri: Salsabila Addin Nurhaya (Juara 1)
  • Remaja Putri C: Tri Nur Alfiani (Juara 1)
  • Pra Remaja putri C: Puji lestari (Juara 1)
  • Pra Remaja Putri B: Wisnu Widianto (Juara 1)
  • Remaja Putra D: Dandi Nugroho (Juara 2). (lis/ahn)
Share:

UKM PSNU Pagar Nusa STAI-MU Turut Meriahkan Milad 192 PPMU Panyeppen

Pamekasan — Pasti Aswaja — Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pencak Silat Nahdlatul Ulama (PSNU) Pagar Nusa Sekolah Tinggi Agama Islam Miftahul Ulum (STAI-MU) Pamekasan turut memeriahkan acara Milad ke-192 Pondok Pesantren Miftahul Ulum (PPMU) Panyeppen, Potoan Laok, Palengaan, Pamekasan, Ahad malam (21/04/19).

Ketua UKM Pagar Nusa, Sabri, mengatakan, pihaknya merasa perlu ambil bagian dalam acara tersebut, karena STAI-MU merupakan bagian tak terpisahkan pesantren yang diasuh oleh Mustasyar PWNU Jawa Timur, KH. Mohammad Muddatstsir Badruddin, itu.

"STAI-MU ini lahir dari (PPMU. Red.) Panyeppen. Artinya, STAI-MU bagian dari pesantren ini. Dan Pagar Nusa ini bagian dari STAI-MU. Jadi, kita (Pagar Nusa. Red.) ini juga bagian tak terpisahkan dari pesantren ini," ujar mahasiswa kelahiran Kalimantan Tengah ini sesaat sebelum teman-temannya mendapat giliran tampil.

Selain itu, aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat STAI-MU ini berharap, ia dan teman-temannya kelak di akhirat diakui sebagai santri para masyayikh PPMU Panyeppen dan mendapatkan aliran berkahnya.

"Tidak ada lain, hanya itu yang kami harapkan. Satu lagi, semoga kita tampil ini menjadi wasilah mendapatkan ilmu yang berkah dan bermanfaat bagi kampus, Nahdlatul Ulama, agama, nusa, bangsa, khususnya bagi pesantren ini," pungkas Sabri yang juga alumni pesantren setempat. (ahn/uki)
Share:

Meriah, Ribuan Santri dan Alumni Hadiri Puncak Milad 192 PPMU Panyeppen

Pamekasan — Pasti Aswaja — Pondok Pesantren Miftahul Ulum (PPMU) Panyeppen, Palengaan, Pamekasan, Madura sudah berusia 192 tahun. Pada perayaan miladnya, pesantren yang diasuh KH. Mohammad Muddatstsir Badruddin, Musytasyar PWNU Jawa Timur tersebut mengusung jargon "Santun, Penuntun, Inovatif".

Berbagai kegiatan, mulai lomba antar santri, Haul Masyayikh, Ngaji Ahlussunnah Wal Jamaah (Aswaja), Ngaji Kebangsaan bersama Prof. Dr. Ali Machsan Moesa (Mantan Ketua PWNU Jawa Timur), dan Wisuda Tarbiyah, meliputi: Hafidz Hadits, Hafidz Quran, Hafidz Nazham 'Imrithi dan Hafidz Nazham Maqshud.

Puncaknya, kegiatan bertema "Menjaga Amanah, Merawat Tradisi dan Merespon Modernisasi" itu ditutup Ahad malam (21/04/2019) dengan dihadiri ribuan santri, alumni dan simpatisan di halaman Ma'had Tibyan Li Al-Shibyan PPMU Panyeppen.

KH. Rahbini Abd. Latif dalam sambutannya atas nama Pengurus Yayasan Al-Miftah PPMU Panyeppen pada acara puncak mengungkapkan rasa syukur atas suksesnya pelaksanaan milad ke-192 tersebut.

"Alhamdulillah, dalam rangkaian milad (PPMU Panyeppen. Red.) ke-192 ini banyak sekali proses wisuda yang dilaksanakan. Itu artinya, sudah banyak anak didik yang sudah menuntaskan proses pendidikannya," ungkap Kiai yang juga Pengurus NU Pamekasan itu.

Parade sholawat dan beberapa penampilan persembahan oleh santri PPMU Panyeppen turut meramaikan acara puncak tersebut. (nal/bor)
Share:

Sunday, April 21, 2019

01 Menang Versi Hitung Cepat, GASPER Potong Tumpeng

Pamekasan — Pasti Aswaja — Gerakan Santri dan Pemuda Rahmatan Lil 'Alamin (GASPER) menggelar tasyakuran atas kemenangan pasangan 01, Joko Widodo-KH. Ma'ruf Amin, yang dinyatakan unggul versi quick count atau hitung cepat yang dilakukan oleh lembaga-lembaga kridibel, di Aula Pondok Pesantren Bustanul Ulum Sumber Anom, Angsanah, Palengaan, Pamekasan, Ahad siang (21/04/19).

M. Ahnu Idris mengatakan, acara yang digelarnya tidak hanya mensyukuri kemenangan pasangan 01, tapi juga mensyukuri pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) 17 April lalu yang berjalan lancar, aman, dan damai, yang menurutnya hal ini tidak lepas dari kinerja pihak-pihak terkait.

"Terimakasih kepada penyelenggara (KPU, DKPP, Bawaslu) dan aparat keamanan (TNI, Polri) yang telah mengorbankan tenaga demi menjaga keamanan masyarakat dalam menyalurkan haknya memilih pemimpin negara ini untuk lima tahun ke depan," ujar Ketua GASPER itu.

Ia juga menghimbau, agar masyarakat merajut kembali persaudaraan yang mungkin sempat renggang akibat pelaksanaan Pemilu. Menurutnya, Pemilu hanya bagian demokrasi. Yang lebih penting ialah menjaga persatuan dan kesatuan yang menjadi syarat utama dalam menjaga keberlangsungan demokrasi.

Sebelum diakhiri, acara diisi orasi kebangsaan oleh K. Mukhlis. Dalam penyampaiannya, K. Mukhlis banyak menyampaikan tentang perjuangan ulama pesantren dan santri dalam memperjuangkan dan merebut kemerdekaan.

Acara kemudian dilanjutkan pemotongan tumpeng oleh KH. Taufik yang diberikan kepada para pembina dan juru bicara.

Kegiatan yang diikuti ratusan peserta itu, tampak hadir juga KH. Abdul Wasi' Hamzah (Dewan Pertimbangan GASPER), KH. Taufik, K. Abd. Kholiq Ilyas, K. Mukhlis Nasir, ketiganya selaku Pembina GASPER dan Maltuful Anam (juru bicara GASPER) dan beberapa tokoh masyarakat. (bor/dur)
Share:

Friday, April 19, 2019

NU dan Sebelas Ormas Islam Ajak Masyarakat Sabar Tunggu Real Count

Jakarta — Pasti Aswaja — Berkenaan perkembangan pasca Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 yang menimbulkan concern banyak pihak, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) bersama sebelas organisasi kemasyarakatan (Ormas) Islam yang tergabung dalam Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI) menggelar konfrensi pers, Jumat sore (19/04/19), di Kantor PBNU, Jl. Kramat Raya, No. 164, Jakarta Pisat.

Dalam konfrensi pers ini, PBNU bersama Ormas lainnya menyampaikan pernyataan sikap dan himbauan dengan harapan dapat membantu dan mendorong ke arah yang lebih konstruktif demi menjaga harkat, martabat bangsa dan Negara Kesatuan Repiblik Indonesia (NKRI) yang mayoritas berpenduduk muslim.

KH. Said Aqil Siroj selaku Ketua Umum PBNU menilai, Pemilu 2019 menjadi bukti kedewasaan dan kematangan bangsa Indonesia dalam konteks bernegara. Maka dari itu, atas nama LPOI, ia mengapresiasi kepada seluruh elemen yang terlibat dalam pesta demokrasi lima tahunan ini.

Pemilu kali ini, menurut Kiai Said, merupakan bukti nyata komitmen bangsa Indonesia dalam menjaga persatuan dan kesatuan dalam bingkai NKRI sebagai wujud mu'ahadah wathaniyah (kesepakatan nasional).

Atas dasar itu, PBNU bersama LPOI menyerukan agar seluruh warga Indonesia bersabar menunggu hasil real count Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagi satu-satunya lembaga yang diberi kewenangan oleh perundang-undangan yang berlaku.

LPOI juga meminta supaya semua pihak dapat menahan diri dan tidak melakukan tindakan yang bertentangan dengan hukum, apalagi bersikap inkonstitusional

"Apabila merasa keberatan terhadap hasil Pemilu, maka memggunakan saluran yang disediakan konstitusi dalam penyelesaiannya," ujar Kiai Said saat membacakan pernyataan sikap tersebut.

Demi menjaga kondusifitas pasca Pemilu, LPOI mengajak seluruh komponen bangsa segera melakukan rekonsiliasi pasca pemungutan suara Pemilu 2019.

"Terutama kepada para ulama, para kiai, tokoh agama, para asatidz, di manapun berada, mari kita lakukan upaya-upaya rekonsiliasi secepat mungkin agar kita (bangsa Indonesia) kembali menjadi tenang, penuh dengan persaudaraan: ukhuwah wathaniyah dan ukhuwah islamiyah," lanjut Kiai Said.

Terakhir, LPOI mengajak seluruh umat Islam memperbanyak doa, zikir, selawat, agar bangsa Indonesia mendapat berkah dari Allah SWT.

Sebelas Ormas Islam yang turut serta menyatakan sikap bersama PBNU ialah: Syarikat Islam Indonesia (SII), Persatuan Islam (Persis), Al-Irsyad Al-Islamiyah, Matla'ul Anwar, Al-Ittihadiyah, Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI), Ikatan Dai Indonesia (IKADI), Azzikra, Al-Wasliyah, Persatuan Tarbiyah Islamiyah (Perti), Persatuan Umat Islam (PUI) dan Himpunan Bina Mualaf.

LPOI merupakan forum Ormas-ormas Islam yang mayoritas berdiri sebelum proklamasi kemerdekaan republik ini, kecuali Himpunan Bina Mualaf dan IKADI. (ahn/uki)
Share:

Pantauan LFNU Pamekasan, Nishfu Sya'ban 1440 H Jatuh Malam Ahad

Pamekasan — Pasti Aswaja — Hasil pantauan Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama (LFNU) Pamekasan, malam Nishfu Sya'ban bertepatan dengan hari Sabtu (malam Ahad). Hal itu diungkapkan oleh Mohammad Hosen selaku Ketua LFNU Pamekasan, Jumat (19/04/19).

Hosen mengatakan, ijtimak akhir Rajab di wilayah Pamekasan terjadi pada hari Jumat kliwon (05/04/19) dengan ketinggian hilal mencapai dua derajat selama 15 menit 11 detik.

"Menurut kriteria imkan rukyah, tanggal 1 Sya'ban 1440 Hijiryah jatuh pada malam Sabtu. Demikian pula dengan kriteria wujudul hilal Muhammadiyah," papar Hosen seperti dikutip laman resmi PCNU Pamekasan.

NU yang menganut rukyatul hilal, lanjut Hosen, pada Jumat sore tidak ada satupun perukyat yang melihat hilal, sehingga jalan yang ditempuh adalah istikmal.

"Dengan demikian, tanggal 1 Sya'ban jatuh pada hari Sabtu, malam Ahad, bertepatan dengan tanggal 6 April 2019. Oleh karena itu, Nishfu Sya'ban jatuh pada hari Sabtu, malam Ahad tanggal 20 April 2019," pungkasnya. (bor/ahn)
Share:

Wednesday, April 17, 2019

Sambut Harlah dan Pemilu 2019, PKC PMII Jawa Timur Gelar Doa Bersama

Surabaya — Pasti Aswaja — Tepat pada tanggal 17 April 2019, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) genap berusia 59 tahun. Sebagai bentuk syukur sekaligus menyambut momentum pemilihan umum (Pemilu) serentak 2019, Pengurus Koordinator Cabang (PKC) PMII Jawa Timur menggelar doa bersama, Selasa (16/04/2019), di Sekretariatnya, Jl. Kebonsari, Perum Elveka III, No. 23, Surabaya

Acara yang diikuti seluruh pengurus tersebut diawali dengan pembacaan surat al-Fatihah bersama, dilanjutkan Khatmil Quran dan pembacaan Shalawat Nariyah. Pemotongam tumpeng dan doa bersama menjadi pamungkas pada acara itu.

Abdul Ghoni, Ketua PKC PMII Jawa Timur mengungkapkan, kegiatan itu dimaksudkan mendoakan keselamatan bangsa dan negara dalam menghadapi momentum politik tahun ini.  

"Harapannya, pelaksanaan pemilihan umum serentak tahun 2019 ini berjalan lancar dan sukses. Begitu juga, sahabat-sahabat alumni dan senioritas PMII yang sedang berikhtiar dan berjuang sebagai peserta Pemilu turut kami doakan," ungkapnya

Hadir pada kesempatan itu, Dhini Adhiyati, Ketua Korps PMII Putri (KOPRI) PKC PMII Jawa Timur, yang turut menerima potongan tumpeng dari Ghoni. (bor/ahn)
Share:

Sunday, April 14, 2019

Harlah dan Pemilu, PKC PMII Jawa Timur Imbau Cabang Gelar Doa Bersama

Surabaya — Pasti Aswaja — Guna memperingati hari lahir (Harlah) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) ke-59 dan suksesnya pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) serentak 2019, Pengurus Koordinator Cabang (PKC)  Jawa Timur mengimbau Cabang-cabang PMII di bawah koordinasinya menggelar doa bersama.

Imbauan itu disampaikan melalui surat edaran yang ditandatangani Abdul Ghoni, Ketua dan Fadil, Sekretaris PKC PMII Jawa Timur bernomor 011.PKC-XXIII.V-04.01.004.A-1.04.2019 tertanggal 13 April 2019.

Berikut isi imbauan PKC PMII Jawa Timur berkenaan dengan Peringatan Harlah PMII ke-59 dan Pemilu serentak 2019:

"Sehubungan dengan hari lahir PMII ke-59 dan bertepan dengan PEMILU 2019, kami mengimbau kepada Cabang PMII se-Jawa Timur untuk melaksanakan gerakan serentak Khotmil Quran, Pembacaan Sholawat Nariyah dan Doa Bersama, pada:

Hari, Tanggal: Selasa, 16 April 2019
Tempat: Sekretariat Kantor Cabang masing-masing PMII se-Jawa Timur.
Jam: 18.30 WIB-selesai. (bor/ahn)
Share:

Saturday, April 13, 2019

PCNU Pamekasan: "Umat Jangan Terpengaruh Isu PKI"

Pamekasan — Pasti Aswaja — Beredar foto baliho di media sosial (Medsos) berisi penolakan mengatasnamakan ulama dan umat Islam Palengaan Pamekasan terhadap paham Komunisme dan Partai Komunis Indonesia (PKI).

Mengetahui hal itu, KH. Taufik Hasyim, Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Pamekasan, langsung berkoordinasi dengan pihak kepolisian. Berdasarkan informasi pihak aparat, baliho tersebut tidak ada.
 mengajak masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh isu bohonh yang tidak jelas asalnya itu.

"Umat jangan terpengaruh isu PKI, yang kemarin sempat tersebar di Medsos, karena itu bohong dan tidak jelas. Bahkan kami sempat koordinasi dengan pihak aparat, bahwa itu tidak ada," tegasnya, Sabtu pagi (13/04/19).

Ditemui Pasti Aswaja di kediamannya, Kiai Taufik meminta kepada tokoh agama maupun tokoh mayarakat, agar tidak memberikan pernyataan yang membigungkan apalagi memprovokasi umat.

"Biarkan umat melaksanakan pemilu dengan suka cita dan damai," imbuh mantan aktivis PMII Kediri, Jawa Timur itu.

Selain itu, Pengasuh Pondok Pesantren Bustanul Ulum Sumber Anom, Angsanah, Palengaan ini juga mengimbau agar masyarakat melaksanakan aktivitas seperti biasa.

"Yang menjadi guru, yang menjadi pedagang, yang menjadi petani, laksanakan aktivitas seperti biasanya dan jangan terpengaruh terhadap siapapun yang membuat propaganda dan fitnah-fitnah serta jangan terpengaruh pada  berita hoax," lanjutnya.

Kiai Taufik mengajak seluruh elemen masyarakat bersama-sama menjaga persatuan dan persamaan sekalipun berbeda pandangan politik.

"Mugkin masing-masing dari kita beda pilihan dan calon kita menang itu penting. Tapi, persatuan dan keutuhan bangsa jauh lebih penting," pungkasnya. (ahn/uki)
Share:

Ijtihad Politik Ulama Menurut Rais NU Australia-Selandia Baru

Australia — Pasti Aswaja — Di antara ciri-ciri orang nertakwa ialah mengimani hal-hal ghaib. Ada sejumlah kekasih Allah yang diberikan anugerah mendapatkan pemahaman mengenai rahasia suatu peristiwa yang akan terjadi di masa mendatang. Yang demikian, termasuk kategori ghaib yang harus diakui oleh umat Islam.

Berkenaan hal ini, KH. Nadirsyah Hosen mengatakan, ada beberapa poin penting yang harus dipahami oleh masyarakat: pertama, hanya Rasulullah SAW yang ma'shum atau bebas dari kekeliruan, sedangkan para ulama tidak; kedua, boleh jadi isyarat yang dipahami oleh ulama itu benar, tapi ketika diceritakan kepada pihak ketiga, bisa saja pihak ini menafsirkan dan memahami dengan kepentingan masing-masing.

"Ketiga, sebagaimana ayat nasikh dan mansukh (ayat yang menganulir dan ayat yang dianulir. Red.), ketetapan yang Allah berikan pada momen tertentu bisa dirubah pada momen lainnya. Ini bagian dari hak prerogatif Allah," lanjut Rais Syuriah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Australia-Selandia Baru itu.

Di samping itu, lanjut dosen tetap di Universitas Monash Australia yang akrab disapa Gus Nadir ini, ada adab atau etika bagi para murid ketika mendapatkan berita ghaib dari seorang mursyid (guru spritual). Tanpa izin mursyid, seorang murid tidak boleh menceritakan berita tersebut kepada orang lain. Jika tidak, murid ini termasuk kategori su' al-adab (beretika buruk) kepada mursyid.

Yang terakhir, semua hal itu termasuk bagian ijtihad para ulama. Ulama dalam menetapkan pilihan-pilihan politik, tentu berijtihad. Termasuk dalam memahami, menangkap isyarat dari Allah SWT. Dan isyarat itu, imbuh Gus Nadir, bisa dipahami berbeda-beda antara satu ulama dengan ulama yang lain. Itu semua sebagai informasi bagi masyarakat; bukan sebuah konfirmasi.

"Tentu kita harus meyakini bahwa kebenaran itu semata-mata datangnya dari Allah SWT. al-haq min Allah. Karena itu, wajar-wajar saja kalau terjadi perbedaan antara satu ulama dengan ulama lainnya. Semuanya adalah kekasih Allah, semuanya harus kita hormati," pungkasnya.

Hal ini disampaikan oleh Gus Nadir, melalui sebuah video berdurasi 2:15 yang diunggah di akun Twitter pribadinya, Jumat malam (12/04/19). Video ini sebagai jawaban atas banyaknyanpertanyaan warganet kepada dirinya tentang kasyaf dan politik.

Saat berita ini ditulis, video tersebut disukai sebanyak 2.963 akun, 1.014 twit ulang, 3.147 komentar dan ditonton oleh 1,6 juta pengguna Twitter. (ahn/fiq)
Share:

Friday, April 12, 2019

Perkuat Jejaring Ekonomi dan Budaya, PBNU Konsolidasikan Alumni MKNU


Jakarta – Pasti Aswaja – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Jumat siang (12/04/19), menggelar pertemuan bersama sekitar 1500 alumni Madrasah Kader Nahdlatul Ulama (MKNU) se-DKI Jakarta di Hotel Kartika Chandra. Pada forum ini para alumni akan menerima arahan berkenaan tanggung jawab dan peran kemasyarakatan mereka.

Dikutip dari NU Online, laman resmi PBNU, forum ini akan dihadiri oleh KH Said Aqil Siroj (Ketua Umum PBNU), H Robikin Emhas (Ketua PBNU), H Ulil Abshar (Wakil Sekretaris Jenderal PBNU), Endin AJ Sofihara (Kordinator MKNU), pengurus harian Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jakarta dan pengurus harian Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) se-DKI Jakarta.

Forum yang didahului dengan pembacaan tahlil dan doa bersama ini, menurut H Ulil Abshar, selain mempererat tali silaturahim dan menguatkan kepengurusan NU tingkat wilayah dan tingkat cabang, forum ini juga bertujuan menguatkan jejaring ekonomi, budaya, politik kader NU serta mengonsolidasi pengurus struktural NU se-DKI Jakarta.

MKNU merupakan salah satu kegiatan kaderisasi di lingkungan NU. Di Jakarta kaderisasi ini sudah diadakan beberapa angkatan yang diinisiasi oleh PBNU dan PWNU DKI Jakarta. Di Jakarta, MKNU diikuti oleh sebanyak 4400 kader.

MKNU di Jakarta pernah diadakan di Pondok Pesantren At-Tsaqafah, Ciganjur, Jakarta Selatan, Pondok Pesantren As-Shiddiqiyyah Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Wisma Tanah Air Jakarta Selatan, dan di kompleks Jakarta Islamic Center (JIC), Koja, Jakarta Utara.

Adapun MKNU di kompleks Jakarta Islamic Center (JIC), Koja, Jakarta Utara, setiap akhir pekan bulan Januari hingga awal Februari 2019 lalu diadakan sebanyak lima gelombang yang diikuti oleh kader di masing-masing kecamatan se-DKI Jakarta. (dur/ahn)
Share:

Monday, April 8, 2019

Menyesal Edit Video, Zainal Sowan ke Gus Mus

Rembang — Pasti Aswaja — Zainal, pemilik akun Instagram @shenall.ap, mendatangi kediaman KH. Mustofa Bisri atau yang akrab disala Gus Mus di kediamannya, kompleks Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin Leteh, Rembang, Jawa Tengah, Senin siang (08/04/19), sekira pukul 12:00 WIB.

Kedatangan pria asal Batam itu bertujuan meminta maaf atas tindakannya beberapa hari lalu mengedit video yang mengesankan Gus Mus menanggapi pernyataan KH. Ma'ruf Amin. Padahal, terdapat dua video dengan tema dan waktu yang sangat berbeda.

Zainal mengaku menyesal dengan perbuatannya yang tidak hati-hati, sehingga mangakibatkan kerugian pada pihak lain. Dirinya menyatakan, video tersebut dibuat murni karena iseng dan tidak ada yang menyuruh.

“Saya datang ke sini ingin meminta maaf kepada Mbah (Gus Mus. Red.) atas perbuatan saya mengedit video beliau, dengan ini saya menyesal dan menjadi pelajaran serta pengalaman bagi saya di kemudian hari,” sesalnya, seperti dikutip mataairradio.com.

Atas saran Gus Mus, pria yang berprofesi sebagai pedagang sembako ini juga berniat meminta maaf kepada KH Ma’ruf Amin, meski belum menentukan caranya: secara langsung atau via media sosial.

Gus Mus dalam kesempatan itu mengatakan sudah memaafkan Zainal bahkan sebelum ia meminta maaf. Gus Mus merasa tidak dirinya tidak dirugikan atas tindakan Zainal. Hanya saja merasa tidak enak hati kepada Kiai Ma’ruf, sehingga perlu klarifikasi melalui beberapa akun media sosial pribadinya.

Gus Mus juga menasehati Zainal agar berhati-hati dalam bertindak sehingga tidak menyesal di kemudian hari. Apalagi melihat potensi Zainal mengedit video. Gus Mus menyarankan agar Zainal membuat video yang sifatnya menyejukkan. Jika mempunyai pilihan dalam kontestasi Pilpres maka gunakan kemampuan editing video untuk memperkenalkan keunggulan tanpa menjatuhkan lawan. (fiq/ahn)
Foto source: mataairradio.com
Share:

Alasan Tanggung Jawab Moral, Gus Nadir Dukung 01

Pamekasan — Pasti Aswaja — Semakin dekatnya pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) Presiden, Legislatif dan DPD 17 April mendatang, Rais Syuriah Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Australia-Selandia Baru, KH. Nadirsyah Hosen, menyatakan dukungannya kepada pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden (Capres-Cawapres) 01, Jokowi-KH. Ma'ruf Amin.

Dukungan ini disampaikan oleh dosen tetap di Universitas Monash Australia tersebut melalui video yang diunggah di akun Twitter pribadinya, @na_dirs, Senin pagi (08/04/19). Video tersebut berupa teks yang berisi lima alasan dirinya menjatuhkan dukungan kepada pasangan 01.

Dalam keterangan videonya, Gus Nadir, begitu ia akrab disapa, menjelaskan dukungan itu ia nyatakan setelah mencermati perkembangan politik akhir-akhir ini.

Gus Nadir menilai, tidak bijak mengambil posisi netral pada pelaksanaan Pilpres 2019. Alasan tanggung jawab moral membuatnya memutuskan berada di barisan 01, Jokowi-Kiai Ma’ruf Amin. Dalam kicauan itu, ia juga mengajak followers Twitternya memilih pasangan 01, dan diakhir hashtag #Jokowi2Periode #JokowiAmin #01OptimisIndonesiaMaju.

"Tidak mungkin kami berada satu barisan bersama mereka yang selama ini selalu membid'ahkan amalan Aswaja (Ahlussunnah wal Jama'ah. Red.) dan mencaci para ulama pesantren, serta membawa ideologi yang akan merusak NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia. Red.)," tulisnya dalam video tersebut.

Putra KH. Ibrahim Hosen ini juga mengaku sulit berada di barisan kelompok yang didukung keluarga Cendana dan kekuatan Orde Baru, yang mengatasnamakan pembela Islam, tapi memilih Capres-Cawapres yang tidak punya tradisi serta rekam jejak keilmuan Islam.

"Sukar terjadi kami sebarisan dengan mereka para penebar hoax dan ujaran kebencian serta pelanggar hak asasi manusia, yang Capres-Cawapresnya berasal dari 1% kaum elit di negeri ini, dan programnya hampir tidak menyentuh rakyat kebanyakan," lanjutnya.

Bagi Gus Nadir, mustahil dirinya mengabaikan petuah para ulama seperti KH. Maimoen Zunair (Sarang), KH. Anwar Mansur (Lirboyo), KH. Zainuddin Jazuli (Ploso), KH. Nawawi Abdul Jalil (Sidogiri), KH. Adib (Buntet), Habib Luthfi bin Yahya (Pekalongan) dan para masyayikh lainnya.

"Maka kami mantap dan tegas memilih berada di barisan 01 Jokowi-Kiai Ma'ruf Amin demi masa depan Indonesua yang lebih maju , dalam naungan Pancasila, UUD (Undang-Undang Dasar. Red.) 1945, di bawah bimbingan para ulama dan tokoh bangsa, yang kukuh menjaga Bhinneka Tunggal Ika," pungkas pemilik akun Twitter bercentang biru yang diikuti 188 ribu pengguna itu.

Saat berita ini ditulis, kicauan tersebut disukai 9.288 akun, 5.268 kali twit ulang dan 1.594 komentar. (ahn/uki)
Share:

Sunday, April 7, 2019

Gandeng Bawaslu, PKC PMII Jawa Timur Gelar Pembekalan Relawan Demokrasi

Batu — Pasti Aswaja — Demi keterlibatan secara aktif dalam menyukseskan pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) 2019, Pengurus Koordinator Cabang (PKC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jawa Timur menggelar Pembekalan Relawan Gerakan Kawal Demokrasi PMII Jawa Timur, Ahad malam (07/04/2019), di Kompleks Vila Penderman, Batu, Jawa Timur.

Bekerjasama dengan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Jawa Timur, kegiatan yang diikuti jajaran Pengurus Koordinator Cabang PMII Jawa Timur itu berlangsung selama dua hari.

Abdul Ghoni, Ketua PKC PMII Jawa Timur dalam sambutannya menyampaikan, kegiatan semacam ini menjadi bukti, PMII bisa bekerjasama dengan instansi manapun.

Selain itu, Ghoni menyampaikan, momentum Pemilu 2019 ini bersamaan dengan peringatan hari lahir PMII ke-59, sehingga kader PMII harus berperan aktif dalam menyukseskan pelaksanaan Pemilu.

"Maka dari itu, saya sampaikan kepada sahabat-sahabat untuk bisa mengawal proses demokrasi. Artinya, wajib hukumnya kader PMII berangkat ke TPS pada tanggal 17 April mendatang," tegas Ghoni.

Sementara itu, Nur Elya Anggraini, Komisioner Bawaslu Jawa Timur dalam penyampaiannya mengajak kader PMII berperan aktif mengawal dan memantau pelaksanaan Pemilu, agar terbebas dari praktik money politic.

"Kami mengajak kader PMII berperan aktif melawan money politic dan mengawal suksesnya pelaksanaan Pemilu 2019. Jangan sampai suara kita ditukar dengan uang, apalagi harganya murah," ajak wanita kelahiran Bangkalan, Madura tersebut. (bor/ahn)
Share:

Tiga Intruksi PWNU Jawa Timur Kepada Nahdliyin Madura Jelang Pemilu

Pamekasan — Pasti Aswaja — Menjelang pelaksanaan Pemilu 2019 17 April mendatang, Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur menginstruksikan seluruh warga NU atau yang biasa disebut Nahdliyin turut serta menjaga ketertiban dan menyukseskan pelaksanaan Pemilu.

Instruksi ini disampaikan oleh KH. Kholil Nawawi, salah satu pengurus PWNU Jawa Timur, di hadapan ribuan peserta dan undangan Turba PWNU Jawa Timur dan Konsolidasi Keorganisasian Nahdlatul Ulama Zona Madura, Ahad (06/04/19), di Pondok Pesantren Miftahul Anwar Klompek, Kadur, Pamekasan.

"Merujuk pada tanggung jawab moral dan sosial yang harus ditunaikan sebagi jam'iyah diniyah ijtima'iyah dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), PWNU Jawa Timur mengintruksikan kepada seluruh pengurus dan segenap pimpinan perangkat organisasi NU dan warga Nahdliyin di semua tingkatan guna melakukan gerakan aktif yang bernilai positif pada waktu Pemilihan Umum," Kata Kiai Kholil mengawali instruksinya.

Pertama, lanjut Kiai Kholil, PWNU mengintruksikan agar pengurus dan warga NU, khususnya di Zona Madura, yakni Bangkalan, Sampang, Pamekasan, Sumenep, Kangean dan Masalembu bertanggung jawab sertanturut menyukseskan pelaksanaan Pemilu April 2019 baik di tatanan legislatif, Dewan Perwakilan Daerah (DPD), Presiden dan wakil Presiden, sebagai hajatan bersama menuju hidup yang lebih baik.

Spesifiknya, PWNU Jawa Timur, kata Kiai Kholil, mengintruksikan agar Selasa malam (16/04/19) seluruh pengurus dan anggota melaksanakan agenda rutin Lailatul Ijtima' sebagai instrumen organisasi dengan agenda pembahasan dan pemetaan permasalahan sosial, ekonomi, budaya yang dihadapi oleh lingkungan masing-masing serta merumuskan langkah strategis dalam menyelesaikan permasalahan tersebut sebagai masukan penting guna menciptakan ruang publik yang baik.

PWNU Jawa Timur juga menginstruksikan seluruh elemen NU melakukan gerakan bathiniyah sesaat sebelum pelaksanaan Pemilu, Rabu pagi (17/04/19), baik berupa istighasah, tahajud dan shalat subuh berjemaah serta memohon kepada Allah supaya Pemilu berjalan sukses.

"Yang terakhir, PWNU Jawa Timur mengajak agar pengurus dan warga NU datang ke TPS (Tempat Pengumutan Suara. Red.) dengan aman dan damai sebagai perwujudan usaha yang dilakukan sebelumnya," pungkasnya. (ahn/dur)
Share:

Saturday, April 6, 2019

Bahas Langkah Strategis, PKC PMII Jawa Timur Gelar Rakerda

Batu — Pasti Aswaja — Guna membahas langkah strategis selama satu periode ke depan, Pengurus Koordinator Cabang (PKC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jawa Timur masa khidmat 2018-2020 menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) di Paderman View, Kota Batu, Jawa Timur.

Kegiatan yang diikuti semua Bidang, Biro, Lembaga Semi Otonom dan Badan Semi Otonom tersebut dibuka Sabtu siang (06/04/2019) dan direncanakan berakhir Ahad malam (07/04/19).

Abdul Ghoni, Ketua PKC PMII Jawa Timur pada acara pembukaan menyampaikan, pelaksanaan Rakerda ini merupakan bagian ikhtiar kepengurusan yang dipimpinnya demi mengawal PMII Jawa Timur.

"Ini juga akan menjadi pembuktian kinerja kita yang dimulai melalui sumpah yang diucapkan pada pelantikan beberapa waktu lalu. Dari sini akan terlihat, siapa yang mau berkomitmen dan siapa yang mau mengawal PMII Jawa Timur," ungkap aktivis kelahiran Sampang, Madura tersebut.

Melalui pembahasan rencana strategis dan rancangan program kerja, Ghoni berharap forum Rakerda ini mampu menghasilkan solusi yang mampu menyelesaikan segala persoalan PMII dan Korp PMII Putri (KOPRI) di Jawa Timur.

"Selain itu, hal penting yang harus diperhatikan sahabat-sahabat adalah dalam menjalankan kinerja sebagai pengurus PKC PMII Jawa Timur, bahwa tidak perlu melihat berapun jumlahnya, tetapi bagiamana kualitasnya," ucap Ghoni.

Sebelumnya, masing-masing Bidang, Lembaga dan Badan Semi Otonom PKC PMII Jawa Timur sudah menggelar Internal Meeting sebagai persiapan dan merumuskan rancangan program guna dibahas bersama dalam forum Rakerda. (bor/ahn)
Share:

Gus Ali Masyhuri: "Beda Pilihan Jangan Sampai Putus Persaudaraan"

Pamekasan — Pasti Aswaja — Makin dekatnya hari pencoblosan Pemilu Presiden, DPD dan Caleg, kondisi politik di Indonesia semaikin memanas. Tidak jarang, kadang perbedaan pandangan politik berujung pada pertikaian dan pemutusan tali silaturrahim. Kondisi semacam ini tidak seharusnya terjadi.

Hal ini disampaikan KH. Agus Ali Masyhuri saat menyampaikan ceramah agama pada pelaksanaan Turba dan Konsolidasi Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Kawa Timur bersama Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) se-Madura Raya yang meliputi: Bangkalan, Sampang, Pamekasan, Sumenep, Kangean dan Masalembu, Sabtu siang (06/04/19), dibPondok Pesantren Miftahul Anwar, Klompek, Kadur, Pamekasan.

"Beda pilihan jangan sampai putus persaudauraan. Politik adalah wasilah (perantara. Red.), bukan ghayah (tujuan akhir. Red.). Jangan jadikan politik sebagai ghayah. Belajarlah berfikir positif. Supaya memperoleh barokah, anak cucunya barokah," kata Pengasuh Pesantren Progresif Bumi Sholawat, Sidoarjo ini.

Hari ini momen politik sekarang banyak orang kehilangan dirinya sendiri. Orang yang kehilangan dirinya sendiri, menurut Wakil Rais PWNU Jawa Timur ini, pasti tidak percaya diri, kehilangan objektifitas menilai orang lain, dan tidak akan siap bersaing dengan orang lain. "Maka, Belajarlah berfikir positif," lanjutnya.

"Orang fikiran jelek, memandang orang lain dengan kebencian. Semuanya menjadi jelek. Orang yang hatinya penuh kebencian, hidupnya tidak akan pernah bahagia," tandasnya.

Dalam kegiatan yang dihadiri sekitar 1.500 warga Nahdliyin itu, tampak hadir juga KH. Anwar Mansur (Rais PWNU Jawa Timur), KH. Abd. A'la (Wakil Ketua PWNU Jawa Timur), KH. Marzuki Mustamar (Ketua PWNU Jawa Timur), Rais dan Ketua PCNU Madura Raya, Mahrus Zamzami Lirboyo, serta perwakilan Lembaga dan Banom di lingkungan NU se-Madura. (ahn/fiq)
Share:

Harlah NU 96, PWNU Jawa Timur Perkuat ke-NU-an PCNU Madura Raya

Pamekasan — Pasti Aswaja — Harlah Nahdlatul Ulama (NU) ke-96, Pengurus Wilayah NU (PWNU) Jawa Timur turun ke bawah (turba) ke Pengurus Cabang NU (PCNU) Madura Raya yang meliputi: Bangkalan, Sampang, Pamekasan, Sumenep, Pulau Kangean dan Pulau Masalembu, Sabtu (06/04/19), di Pondok Pesantren Miftahul Anwar Klompek, Kadur, Pamekasan.

KH. Marzuki Mustamar selaku Ketua PWNU Jawa Timur dalam penyampaiannya menekankan pentingnya menghormati kiai, habaib, guru dan orang tua serta menghargai perbedaan pendapat antar sesama warga negara.

"Mau nyoblos atau ndak, bukan itu. Yang penting adalah bagaimana kita tetap menghargai kiai, menghargai ulama, menghargai habaib dan menghargai guru. Jangan sampai hanya karena perbedaan politik kita tidak menghormati ulama, tidak mengormati guru, tidak mengjormati orang tua," tegasnya.

Bagi warga NU, lanjut Kiai Marzuki, menghargai ulama merupakan suatu keharusan. Tidak termasuk warga NU orang yang mengaku berpaham Ahlussunnah wal Jama'ah, tapi tidak menghormati ulama. Karena, menurutnya, ulama penerus dan pewaris Rasulullah. "Begitu juga, bukan orang NU yang mengaku Ahlussunnah wal Jama'ah, tapi mau memecah belah RI (Republik Indonesia. Red.)," lanjutnya.

Selain itu, Kiai Marzuk juga memperingatkan ribuan Nahdliyin yang hadir pada acara tersebut supaya berhati-hati terhadap gerakan radikalis Wahabi dan kelompok-kelompok yang sering mengafirkan pemerintah, Pancasila, bendera Merah-Putih.

"Bukan soal Pancasilanya, bukan soal Merah-Putihnya. Tapi, ini masalah siapa yang merumuskan Pancasila dan siapa yang memperjuangkan Merah-Putih. Para pahlawan berdarah-darah memperjuangkan Merah-Putih," lanjutnya.

Agenda yang dirangkai dengan konsolidasi PCNU Zona Madura Raya ini merupakan sosialisasi PWNU Jawa Timur tentang hasil kesepakatan Munas dan Mubes PBNU di Jawa Barat beberapa waktu lalu di antanya: keharaman membuang sampah sembarangan, status Indonesia sebagai negara hukum yang berlandaskan pada Pancasula dan Undang-undang Dasar 1945, bukan negara agama.

Hadir dalam kesempatan itu: jajaran pengurus PWNU Jawa Timur, PCNU Pamekasan, Bupati Pamekasan dan sekitar 1.500 warga Nahdliyin. (ahn/fiq)
Share:

Friday, April 5, 2019

UNIRA Launching Aplikasi Sistem Informasi Sekolah di SMK Islam Tanjung

Sampang — Pasti Aswaja — Program Studi (Prodi) Teknik Informatika Fakuktas Teknik Universitas Madura (UNIRA) Pamekasan melakukan launching Sistem Informasi Sekolah Terpadu di salah satu sekolah binaannya, SMK Islam Tanjung Kabupaten Sampang, Kamis (04/04/19).

Aplikasi yang dibuat mahasiswa UNIRA tersebut di dalamnya terdapat lima belas konten, meliputi: raport online, penyimpanan berkas online, surat menyurat, bel otomatis, absen siswa online untuk praktikum, penentuan beasiswa, ujian online, pemilihan Ketua OSIS, penjadwalan mata pelajaran, bimbingan konseling, pembayaran penyelenggaraan pendidikan, pembelajaran online, penerimaan siswa baru, website media informasi sekolah. dan kasir bengkel sepeda motor.

M. Hasin Mukti, Dekan Fakuktas Teknik UNIRA menyampaikan, aplikasi yang dibuat anak didiknya diharapkan mampu memberikan manfaat dalam mengelola sistem data dan informasi sekolah.

"Terima kasih, karena kami sudah disambut dengan sangat baik di lembaga ini. Semoga aplikasi yang launching hari ini bermanfaat bagi SMK Islam Tanjung," ungkap Hasin Mukti.

Sementara itu, Junaidi, Kepala Sekolah SMK Islam Tanjung mengungkapkan, aplikasi yang diluncurkan tersebut akan sangat bermanfaat dan membantu pengelolaan sistem pendidikan di lembaga pendidikan yang dikelolanya. 

"Selain mempercepat proses, aplikasi ini juga memudahkan dalam mengakses data karena telah berbasis web dan mobile. Terima kasih kepada Universitas Madura atas kepercayaannya kepada kami," ungkap pendiri Komisariat PMII Al-Khairat itu. (bor/ahn)
Share:

Thursday, April 4, 2019

Ratusan Bendera NU Warnai Petik Laut Nelayan Desa Padellegan

Pamekasan — Pasti Aswaja — Acara petik laut Nelayan Desa Padellegan, Kecamatan Pademawu, Pamekasan terlihat berbeda. Pasalnya, tradisi tahunan yang diwariskan turun-temurun guna memohon keberkahan saat melaut itu menancapkan bendera Nahdlatul Ulama (NU) pada ratusan perahu yang mengikuti kegiatan tersebut, Kamis (04/04/2019) di pantai setempat.

Diketahui, ratusan bendera tersebut merupakan hadiah dari Badan Kemaritiman Nahdlatul Ulama (BKNU) Kabupaten Pamekasan kepada para nelayan melalui Kepala Desa setempat, H. Ibnu Hajar.

H. Subari, Ketua Panitia petik laut mengaku senang atas hadiah yang diberikan BKNU kepada para nelayan. Menurutnya, bendera-bendera itu memiliki nilai spiritual, sehingga dirinya turun langsung membatu para nelayan memasang bendera NU.

"Bendera NU yang dipasang diperahu itu bisa menjadi azimat bagi para nelayan Desa Padellegan, saat mereka melaut," ungkap H. Subari disela-sela acara.

Sementara itu, Mahfud Effendi, Ketua BKMU Pamekasan mengaku, pihaknya perlu turut serta memeriahkan tradisi tersebut.  Menurutnya, warisan leluhur yang sudah bertahun-tahun ini harus terus dilestarikan.

"Nelayan itu memiliki kekuatan prinsip kerja yang tidak dimiliki orang lain. Mereka ikhlas dan gigih dalam bekerja. Karenanya, dukungan doa dari para guru dan Kiai-kiai NU sangat mereka butuhkan," ucap Dosen Universitas Trunojoyo Madura (UTM) Bangkalan tersebut. (bor/ahn)
Share:

Kasat Bimas Sosialisasi Bahaya Narkoba Kepada Santri

Pamekasan  ̶  Pasti Aswaja  ̶  Kasat Binmas bersama para peserta Latihan Integrasi Taruna Wreda (Latsitarda) Nusantara XXXIX  2019, yang terdiri dari Taruna, Akademi Kepolisian, TNI, Praja IPDN beserta Mahasiswa Pamekasan menyosialisasikan bahaya narkoba pada santri aktif Pondok Pesantren Sirojut Tholibin Taman Sari, Palengaan Laok, Palengaan, Pamekasan, Rabu (03/04/19).

Khoirul Anwar Selaku pemateri menyampaikan, di zaman sekarang banyak anak muda menganggap, jika tidak merokok, tidak mabuk-mabukan, dan menggunakan obat-obatan terlarang dianggap ketinggalan zaman dan tidak keren. Padahal itu semua suatu kekonyolan yang harus ditinggalkan.

“Jangan coba-coba pada yang namanya sabu, Narkotika dan sejenisnya, karena itu semua sangat berbahaya bagi kaum remaja, karna masa remaja adalah masa untuk mencari jati diri dan waktu untuk menuntut ilmu,” ungkap anwar.

Tidak hanya itu, Kasat Binmas Polres Pamekasan itu juga membuka sesi tanya jawab kepada semua santri mengenai tema, bagi yang berhasil menjawab, ia memberikan hadiah tas.

“Kami akan melakukan sesi tanya jawab mengenai tema yang kita simak barusan, dan akan kami kasih hadiah tas bagi santri yang bisa menjawabnya,” tandasnya. (ari/ahn)
Share:

Istigasah dan Santunan Anak Yatim Warnai Perpisahan KPM STAI-MU

Pamekasan — Pasti Aswaja — Peserta Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Sekolah Tinggi Agama Islam Miftahul Ulum (Pamekasan) di Desa Panglegur, Kecamatan Pamekasan, Kabupaten Pamekasan, Rabu malam (03/04/19), menggelar istagasah dan santunan anak yatim di Balai Desa setempat.

Agenda tersebut merupakan rangkaian acara perpisahan antara peserta KPM dengan masyarakat.

Kadin Badrim selaku Koordintor Desa (Kordes) KPM  Panglegur menyampaikan, kegiatan yang digelarnya bertujuan mengajak masyarakat bersama-sama memohon kepada Allah agar Panglegur menjadi desa yang aman, makmur sampai hari akhir.

"Dari sini para peserta KPM juga bisa belajar berabagi pada sesama dengan harapan semoga tergolong pada khair al-nas anfa'uhum li al-nas (manusia terbaik yang bermanfaat bagi orang lain. Red.)," imbuhnya.

Kegiatan yang dimulai sekitar jam 18:15 itu mendapatkan respon positif dan apresiasi masyarakat sekitar.

Apresiasi serupa juga disampaikan Waroyanto selaku Sekretaris Desa Panglegur. Menurutnya, peserta KPM STAI-MU bisa mengembangkan dan melaksanakan kegiatan-kegiatan di bidang sosial dan keagamaan.

"Alhamdulillah, KPM STAI-MU di Desa Panglegur ini selain aktif mengembangkan kegiatan keagamaan, mereka juga aktif membangun silaturahim serta bersosialisasi dengan masyarakat sekitar" lanjutnya saat memberikan sambutan mewakili Kepala Fesa Panglegur yang berhalangan hadir.

Puluhan tokoh desa dan ratusan masyarakat hadir memenuhi lokasi. Tampak hadir juga Utsman Syam selaku Dosen Pendamping Lapangan bersama Syuhadak Ibrahim, Ketua Badan Pengembangan Pendidikan dan Penjaminan Mutu (BP3M) STAI-MU. (nal/ahn)
Share:

Wednesday, April 3, 2019

Penghadangan Kiai Ma'ruf, PCNU Sampang: "Itu Bukan Adat Madura"

Sampang — Pasti Aswaja — Penghadangan terhadap Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH. Ma'ruf Amin, saat hendak berziarah ke Makam Kiai Suhro di Desa Jambringin, Proppo, Pamekasan, kembali menuai kecaman. Kali ini, kecaman itu datang dari Ketua PCNU Sampang, KH. Itqon Busiri.

Kiai Itqon menilai, tindakan tersebut sama sekali tidak memcerminkan akhlak masyarakat Madura yang dikenal memegang teguh tradisi warisan ulama-ulama terdahulu seperti ziarah kubur, tradisi sabelesen dan tahlilan.

"Miris sekali. Itu bukan adat Madura. Penghadangan seperti itu, sudah seperti kelakuan kelompok yang selama ini menyalah-nyalahkan orang yang ziarah ke makam Wali Songo, menghina Wali Songo," kata Kiai Itqon melalui jaluran seluler, Rabu (03/04/19).

Lebih lanjut, Kiai Itqon mengatakan, rencana ziarah tersebut tidak ada kaitannya dengan Pemilu 2019. "Karena tidak ada agenda politik sama sekali, dan kami pastikan di situ murni ziarah kubur dan tidak ada agenda politik," lanjutnya.

Berkenaan langkah PCNU Pamekasan yang mendatangi Mapolres guna membicarakan rencana pelaporan kejadian penghadangan tersebut, Kiai Itqon mengaku sangat mendukung dan meminta ketegasan pihak yang berwajib, karena tindakan tersebut merusak citra masyarakat Madura. (ahn/fiq)
Share:

PCNU Bangkalan Sesalkan Penghadangan Kiai Ma'ruf di Proppo

Bangkalan — Pasti Aswaja — Langkah PCNU Pamekasan mendatangi Mapolres guna membicarakan rencana pelaporan terkait penghadangan KH. Ma'ruf Amin di Jambringin, Proppo, mendapatkan dukungan dari KH. Makki Nasir, Ketua PCNU Bangkalan.

Kepada Pasti Aswaja, Kiai Makki menyayangkan tindakan yang dilakukan oleh sekelompok massa menghadang Kiai Ma'ruf yang berencana ziarah ke Makam Kiai Suhro. Menurutnya, kejadian itu menunjukkan perubahan etika dan adab masyarakat Madura.

"Kami menghimbau kepada segenap warga Nahdliyin agar tidak terpancing dengan tindakan tidak bermoral tersebut. Rapatkan barisan, pegang kendali dan tetap satu Komando di bawah naungan para ulama Nahdliyin," lanjutnya, Rabu (03/04/19).

Kiai Makki juga meminta pihak kepolisian mengambil langkah tegas dan menindak oknum di balik penghadangan kepada Kiai Ma'ruf. Karena menurutnya, tindakan tersebut tidak hanya menyakiti perasaan warga NU, tapi juga mencoreng citra masyarakat Madura yang dikenal religius.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, PCNU Pamekasan, Selasa malam (02/04/19), mendatangi Mapolres guna membicarakan langkah pelaporan terhadap pelaku penghadangan dan ujaran kebencian terkait rencana ziarah KH. Ma'ruf Amin ke Makam leluhurnya, Kiai Suhro. (ahn/uki)
Share:

Kiai Ma'ruf Dihadang, Pemuda Proppo Angkat Bicara

Pamekasan — Pasti Aswaja — Pengahadangan terhadap KH. Ma'ruf Amin saat hendak ziarah ke makam leluhurnya, Kiai Suhro, di Desa Jambringin, Proppo, Pamekasan, menuai banyak kecaman dari berbagai pihak.

Kali ini, kecaman dilayangkan oleh salah satu tokoh pemuda Proppo, Rozi Baswedan. Rozi menilai, tindakan premanisme tersebut tidak mencerminkan etika dan adat istiadat masyarakat Madura, khususnya Kabupaten Pamekasan yang berjargon Gerbang Salam.

Menurut mantan aktivis mahasiswa ini, tindakan tersebut tidak ubahnya kelompok Wahabi yang mengharamkan dan menganggap syirik ziarah kubur.

"Mereka itu preman-preman kampung, tapi mengenakan pakaian ala santri. Mereka berkumpul sambil menghadang tokoh nasional yang mau ziarah ke makam leluhurnya," ujar Rozi, Rabu (03/04/19).

Yang sangat disayangkan, lanjut Rozi, tidak adanya kiai setempat yang berupaya menghalau massa, malah ada kesan pembiaran kejadian tersebut.

"Padahal lokasinya berdekatan dengan salah satu kiai pengasuh pesantren yang menjadi tokoh di daerah itu," pungkasnya. (ahn/fiq)
Share:

Home Style

Contact Form

Name

Email *

Message *

Ads

Ads

Latest News

Popular Posts

Blog Archive