Monday, April 8, 2019

Alasan Tanggung Jawab Moral, Gus Nadir Dukung 01

Alasan Tanggung Jawab Moral, Gus Nadir Dukung 01

Baca Juga

Pamekasan — Pasti Aswaja — Semakin dekatnya pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) Presiden, Legislatif dan DPD 17 April mendatang, Rais Syuriah Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Australia-Selandia Baru, KH. Nadirsyah Hosen, menyatakan dukungannya kepada pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden (Capres-Cawapres) 01, Jokowi-KH. Ma'ruf Amin.

Dukungan ini disampaikan oleh dosen tetap di Universitas Monash Australia tersebut melalui video yang diunggah di akun Twitter pribadinya, @na_dirs, Senin pagi (08/04/19). Video tersebut berupa teks yang berisi lima alasan dirinya menjatuhkan dukungan kepada pasangan 01.

Dalam keterangan videonya, Gus Nadir, begitu ia akrab disapa, menjelaskan dukungan itu ia nyatakan setelah mencermati perkembangan politik akhir-akhir ini.

Gus Nadir menilai, tidak bijak mengambil posisi netral pada pelaksanaan Pilpres 2019. Alasan tanggung jawab moral membuatnya memutuskan berada di barisan 01, Jokowi-Kiai Ma’ruf Amin. Dalam kicauan itu, ia juga mengajak followers Twitternya memilih pasangan 01, dan diakhir hashtag #Jokowi2Periode #JokowiAmin #01OptimisIndonesiaMaju.

"Tidak mungkin kami berada satu barisan bersama mereka yang selama ini selalu membid'ahkan amalan Aswaja (Ahlussunnah wal Jama'ah. Red.) dan mencaci para ulama pesantren, serta membawa ideologi yang akan merusak NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia. Red.)," tulisnya dalam video tersebut.

Putra KH. Ibrahim Hosen ini juga mengaku sulit berada di barisan kelompok yang didukung keluarga Cendana dan kekuatan Orde Baru, yang mengatasnamakan pembela Islam, tapi memilih Capres-Cawapres yang tidak punya tradisi serta rekam jejak keilmuan Islam.

"Sukar terjadi kami sebarisan dengan mereka para penebar hoax dan ujaran kebencian serta pelanggar hak asasi manusia, yang Capres-Cawapresnya berasal dari 1% kaum elit di negeri ini, dan programnya hampir tidak menyentuh rakyat kebanyakan," lanjutnya.

Bagi Gus Nadir, mustahil dirinya mengabaikan petuah para ulama seperti KH. Maimoen Zunair (Sarang), KH. Anwar Mansur (Lirboyo), KH. Zainuddin Jazuli (Ploso), KH. Nawawi Abdul Jalil (Sidogiri), KH. Adib (Buntet), Habib Luthfi bin Yahya (Pekalongan) dan para masyayikh lainnya.

"Maka kami mantap dan tegas memilih berada di barisan 01 Jokowi-Kiai Ma'ruf Amin demi masa depan Indonesua yang lebih maju , dalam naungan Pancasila, UUD (Undang-Undang Dasar. Red.) 1945, di bawah bimbingan para ulama dan tokoh bangsa, yang kukuh menjaga Bhinneka Tunggal Ika," pungkas pemilik akun Twitter bercentang biru yang diikuti 188 ribu pengguna itu.

Saat berita ini ditulis, kicauan tersebut disukai 9.288 akun, 5.268 kali twit ulang dan 1.594 komentar. (ahn/uki)
Share:

0 comments:

Post a Comment

Home Style

Contact Form

Name

Email *

Message *

Ads

Ads

Latest News

Popular Posts

Blog Archive