Saturday, April 6, 2019

Harlah NU 96, PWNU Jawa Timur Perkuat ke-NU-an PCNU Madura Raya

Harlah NU 96, PWNU Jawa Timur Perkuat ke-NU-an PCNU Madura Raya

Baca Juga

Pamekasan — Pasti Aswaja — Harlah Nahdlatul Ulama (NU) ke-96, Pengurus Wilayah NU (PWNU) Jawa Timur turun ke bawah (turba) ke Pengurus Cabang NU (PCNU) Madura Raya yang meliputi: Bangkalan, Sampang, Pamekasan, Sumenep, Pulau Kangean dan Pulau Masalembu, Sabtu (06/04/19), di Pondok Pesantren Miftahul Anwar Klompek, Kadur, Pamekasan.

KH. Marzuki Mustamar selaku Ketua PWNU Jawa Timur dalam penyampaiannya menekankan pentingnya menghormati kiai, habaib, guru dan orang tua serta menghargai perbedaan pendapat antar sesama warga negara.

"Mau nyoblos atau ndak, bukan itu. Yang penting adalah bagaimana kita tetap menghargai kiai, menghargai ulama, menghargai habaib dan menghargai guru. Jangan sampai hanya karena perbedaan politik kita tidak menghormati ulama, tidak mengormati guru, tidak mengjormati orang tua," tegasnya.

Bagi warga NU, lanjut Kiai Marzuki, menghargai ulama merupakan suatu keharusan. Tidak termasuk warga NU orang yang mengaku berpaham Ahlussunnah wal Jama'ah, tapi tidak menghormati ulama. Karena, menurutnya, ulama penerus dan pewaris Rasulullah. "Begitu juga, bukan orang NU yang mengaku Ahlussunnah wal Jama'ah, tapi mau memecah belah RI (Republik Indonesia. Red.)," lanjutnya.

Selain itu, Kiai Marzuk juga memperingatkan ribuan Nahdliyin yang hadir pada acara tersebut supaya berhati-hati terhadap gerakan radikalis Wahabi dan kelompok-kelompok yang sering mengafirkan pemerintah, Pancasila, bendera Merah-Putih.

"Bukan soal Pancasilanya, bukan soal Merah-Putihnya. Tapi, ini masalah siapa yang merumuskan Pancasila dan siapa yang memperjuangkan Merah-Putih. Para pahlawan berdarah-darah memperjuangkan Merah-Putih," lanjutnya.

Agenda yang dirangkai dengan konsolidasi PCNU Zona Madura Raya ini merupakan sosialisasi PWNU Jawa Timur tentang hasil kesepakatan Munas dan Mubes PBNU di Jawa Barat beberapa waktu lalu di antanya: keharaman membuang sampah sembarangan, status Indonesia sebagai negara hukum yang berlandaskan pada Pancasula dan Undang-undang Dasar 1945, bukan negara agama.

Hadir dalam kesempatan itu: jajaran pengurus PWNU Jawa Timur, PCNU Pamekasan, Bupati Pamekasan dan sekitar 1.500 warga Nahdliyin. (ahn/fiq)
Share:

0 comments:

Post a Comment

Home Style

Contact Form

Name

Email *

Message *

Quotes

Quotes

Latest News

Popular Posts

Blog Archive