Monday, April 1, 2019

Sampai Maret 2019, Hoaks di Indonesia Meningkat

Sampai Maret 2019, Hoaks di Indonesia Meningkat

Baca Juga

Jakarta — Pasti Aswaja — Upaya penagkalan hoaks yang dilakukan pemerintah nampaknya harus lebih ditingkatkan. Pasalnya, selama Maret 2019 sebanyak 453 hoaks berhasil diindentifikasi Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), sedangkan bulan sebelumnya hanya 353 hoaks. Total hoax yang berhasil diidentifikasi Keminfo mulai Agustus 2018 hingga kini sebanyak 1.224 hoaks

Dikutip Pasti Aswaja dari laman detik.com, Senin (01/04/19), di antara 453 hoaks tersebut, terdapat 130 hoax tentang politik. Dengan demikian, total hoaks politik yang teridentifikasi dan diverifikasi pihak Kemenkominfo berjumlah 311 hoaks terhitung sejak Agustus 2018.

Hoaks politik tersebut berupa kabar bohong tentang pasangan calon presiden dan wakil presiden, partai politik peserta Pemilu. Penyelenggara Pemilu juga tidak luput dari terjangan hoaks ini.

Tidak hanya itu, selama Maret 2019 hoaks yang didentifikasi juga terkait isu kesehatan, pemerintahan, fitnah terhadap individu tertentu, kejahatan, isu agama, internasional, mengarah ke penipuan dan perdagangan serta isu pendidikan.

Menurut Ferdinandus Setu, Plt. Kepala Biro Humas Kominfo mengatakan, jumlah hoaks dari bulan ke bulan terus meningkat hingga menjelang hari pencoblosan 17 April mendatang.

Ferdinandus menambahkan, Agustus 2018 lalu hanya 25 informasi hoaks yang diidentifikasi oleh Tim AIS Subdit Pengendalian Konten Ditjen Aplikasi Informatika, September 2018 naik menjadi 27 hoaks, Oktober dan November 2018 masing-masing di angka 53 dan 63 hoaks, Desember 2018 jumlah info hoaks terus naik di angka 75 konten.

Ferdinandus menambahkan, peningkatan jumlah konten hoaks sangat signifikan terjadi pada bulan Januari dan Februari 2019, yakni 175 konten hoaks berhasil diverifikasi oleh Tim AIS Kemkominfo. Angka ini naik dua kali lipat di Februari 2019 menjadi 353 konten hoaks. Angka tersebut terus menanjak menjadi 453 hoaks selama Maret 2019.

Tim AIS Kemkominfo dibentuk oleh Menteri Kominfo Rudiantara pada Januari 2018 guna melakukan pengaisan, verifikasi dan validasi terhadap seluruh konten internet yang beredar di cyber space Indonesia, baik berupa hoaks, terorisme, radikalisme, pornografi, perjudian, maupun konten negatif lainnya. Saat ini Tim AIS berjumlah 100 personil didukung oleh mesin AIS yang bekerja 24 jam, 7 hari seminggu tanpa henti.

Kementerian Kominfo, imbuh Ferdinandus, mengimbau warganet ketika menerima informasi elektronik yang patut diduga diragukan kebenarannya dapat menyampaikan kepada kanal pengaduan konten melalui email: aduankonten@kominfo.go.id atau akun twitter @aduankonten.
Share:

0 comments:

Post a Comment

Home Style

Contact Form

Name

Email *

Message *

Quotes

Quotes

Latest News

Popular Posts

Blog Archive