• This is default featured slide 1 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 2 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 3 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 4 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 5 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Friday, May 24, 2019

Hasil Jualan Takjil, Pelajar NU Pamekasan Renovasi Rumah Janda Tua

Pamekasan — Pasti Aswaja — Puluhan pengurus Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) Sekolah Menengah Atas (SMA) Ma'arif 1 Pamekasan, Desa Terrak, Kecamatan Tlanakan, Jumat (24/05/19), merenovasi rumah tidak layak huni milik seorang janda lanjut usia (Lansia) bernama B. Muniri di Dusun Sleman, desa setempat.

Menurut Musyaffak, Ketua OSIS SMA Ma'arif 1 Pamekasan, dipilihnya kediaman B. Muniri setelah pihaknya melakukan observasi ke rumah-rumah warga kurang mampu di desa tersebut selama beberapa hari. "Dari hasil observasi itu, kemudian kita menjatuhkan pilihan ke rumah B. Muniri ini," lanjut Musyaffak.

Guna memenuhi kebutuhan renovasi itu, Musyaffak bersama teman-temannya menjual takjil sejak awal Ramadhan tahun ini.

Ia berharap, kegiatan tersebut dapat membangkitkan kepekaan teman-temannya terhadap kondisi sekitar, sehingga kelak mereka menjadi pribadi yang berguna bagi masyarakat, khususnya bagi kaum dhuafa. "Apa lagi sekarang bulan Ramadhan, bulan yang penuh berkah dan bulan melatih diri menjadi pribadi muslim yang baik," imbuhnya.

Ainul Ghurrih selaku Kepala Sekolah SMA Ma’arif 1 Pamekasan sangat mengapresiasi inisiatif peserta didiknya. Bahkan, ia merasa terharu, karena meski di usia yang relatif muda, tapi para pelajar itu memiliki kepedulian yang sangat besar.

“Semoga menjadi amaliah yang makbul dan bermanfaat. Semoga kegiatan semacam ini terus berlanjut di bulan Ramadhan yang akan datang,” harapnya.

Busiri, warga masyarakat setempat, turut mengapresiasi inisiatif para pelajar Nahdlatul Ulama itu.

"Saya berharap mereka kelak menjadi anak yang sukses dan kalau menjadi pemimpin semoga menjadi pemimpin yang adil dan juga peduli pada rakyatnya,” kata Busiri haru. (mad/ahn)
Share:

Sikap Korda NU Madura Atas Situasi Pasca Pemilu 2019

Pamekasan — Pasti Aswaja — Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) yang tergabung dalam Koordinator Daerah (Korda) NU Madura menggelar pertemuan di Ruang Tamu Aula Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Pamekasan, Jl. R. Abd. Aziz no. 95, Jungcangcang Pamekasan, Kamis malam (23/05/19).

Pertemuan yang dihadiri KH. Makki Nasir (Ketua PCNU Bangkalan), KH. Itqon Bushiri (Ketua PCNU Sampang) dan KH. Taufik Hasyim (Ketua PCNU Pamekasan) itu dilaksnakan, guna Menyikapi memanasnya situasi dan kondisi yang terjadi di Madura pasca penghitungan/rekapitulasi hasil Pemilu 2019 yang dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia (KPU RI). Sementata itu, KH. Panji Taufik selaku Ketua PCNU Sumenep berhalangan hadir, tapi ia mengonfirmasi sepakat atas hasil pertemuan.

Berikut pernyataan sikap KORDA NU Madura yang dihasilkan pada pertemuan tersebut:


  1. Menyerukan kepada seluruh ulama, tokoh masyarakat dan para ustad agar senantiasa memberikan bimbingan dan arahan demi terbangunnya iklim yang ramah sebagai bangsa yang menjunjung tinggi ahlak budi luhur terlebih di bulan Ramadhan yang mulia ini.
  2. Menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang setiggi-tingginya kepada seluruh pihak yang terlibat dalam suksesnya penyelenggaraan pemilu 2019 melalui dari KPU, Bawaslu, TNI, Polri dan seluruh rakyat Indonesia.
  3. Sangat menyanyangkan terhadap tindakan anarkis karena tidak sesuai dengan nilai-nilai demokrasi Pancasila dan aturan perundang-undangan yang berlaku.
  4. Meminta kepada penegak hukum agar menindak tegas terhadap pelaku dan aktor intelektual terhadap aksi apapun yang mengarah kepada anarkhisme yang menyebabkan terjadinya kerusakan fasilitas umum dan mengganggu stabilitas.
  5. Memohon kepada seluruh elemen masyarakat khususnya Madura, agar tidak mudah terprovokasi terhadap informasi yang menyesatkan atau memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa.
  6. Mengajak kepada seluruh pimpinan daerah baik formal maupun non formal guna memperkuat ukhuwah islamiyah, ukhuwah basyariyah dan ukhuwah wathaniyah sebagai pijakan untuk melakukan rekonsiliasi.
  7. Mengharap kepada semua pihak untuk menerima hasil Pemilu 2019 yang telah terselenggara dengan baik dan menyerahkan sepenuhnya kepada pihak yang berwenang. (bor/ahn)
Share:

Monday, May 20, 2019

Teladani Gus Dur, Masyarakat Lintas Iman di Pamekasan Bagi-Bagi Takjil

Pamekasan — Pasti Aswaja — Komunitas Gus Durian Ataretan Santre Gus Dur bersama masyarakat dengan berbagai latar belakang keimanan membagikan takjil kepada para pengguna jalan yang melintas di depan Kantor PCNU Pamekasan Jl. R. Abd. Aziz, No. 95, Pamekasan, Senin sore (20/05/19).

Sebelumnya, mereka menggelar diskusi tentang pemikiran KH. Abdurrahman Wahid atau Gus Dur di bidang kemanusiaan bertajuk "Tor Catoran Pemikiran Gus Dur" bersama para tokoh agama: K Mukhlis Nasir (Ketua MWCNU Palengaan), Romo Fransiskus Borgias Deddy Sulistya (Pastor Paroki Gereja Katolik Maria Ratu Para Rasul) dan Koshala Mahinda (pimpinan Vihara Avalokitesvara).

Muhammad Abror selaku Ketua Komunitas Ataretan Santre Gus Dur mengatakan, agenda itu merupakan bentuk pengimplementasian sembilan nilai utama Gus Dur, khususnya di bidang kemanusiaan, yang mengajarkan supaya saling menghormati dan menghargai antar sesama manusia.

Selain itu, lanjut pemuda yang akrab disapa Abonk ini, kegiatan yang digelarnya bertujuan mempererat persaudaraan antar sesama anak bangsa di tengah hiruk-pikuk politik pasca pemilihan umum (Pemilu).

"Kita bangun kembali ukhuwah wathaniyah (persaudaraan kebangsaan. Red.) dan ukhuwah basyariah (persaudaraan sesama manusia. Red.) antar sesama anak bangsa, apalagi beberapa waktu lalu kita melalui pesta demokrasi. Yang jelas, setiap kita ini kan memiliki pandangan yang berbeda dalam hal dukungan. Nah, kita di sini ini sedang mengajak semua masyarakat untuk kembali berangkulan," jelas Abonk, sapaan akrabnya. (dur/ahn)
Share:

Wednesday, May 15, 2019

Situasi Politik Memanas, Ketua NU Palengaan Minta Semua Pihak Menahan Diri

Pamekasan — Pasti Aswaja — Situasi politik pasca Pemilu 2019 April lalu dirasa semakin memanas. Meski Pemilu usai, berbagai isu dan propaganda tetapkan disebarkan melalui berbagai media oleh kelompok-kelompok tertentu demi mencapai tujuan politiknya.

Situasi ini kemudian disikapi oleh K. Mukhlis Nasir, Ketua Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Palengaan, Rabu malam (15/05/19), saat ditemui Pasti Aswaja di kediamannya, Dusun Kembang II, Desa Palengaan Daja, Kecamatan Palengaan.

Kiai muda yang dikenal energik itu mengimbau kepada semua pihak agar bisa menahan diri agar situasi tidak semakin memanas, demi tetap terjaga persatuan dan kondusifitas terlebih di bulan suci Ramadhan.

Lebih lanjut, Kiai Mukhlis meminta agar masyarakat, khususnya warga NU, tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh propaganda dan isu apapun sampai penetapan hasil Pemilu Serentak 2019 usai.

"Hendaknya semua pihak menjaga ketenteraman bersama sebagai warga negara yang baik dengan mengikuti prosedural atau aturan yang berlaku, dalam hal ini aturan KPU (Komisi Pemilihan Umum. Red.)," jelas mantan aktivis PMII Surabaya ini.

Tidak hanya itu, alumni Pondok Pesantren Sidogiri ini juga meminta agar setiap temuan-temuan ataupun hal yang membuat tidak puas dalam proses Pemilu Serentak 2019, agar menempuh jalur yang sudah ada.

"Kalau ada ketidakpuasan atas keputusan KPU, Bawaslu dan perangkat lainnya, silakan laporkan sesuai aturan undang-undang. Semua kan sudah ada jalur hukumnya," tangkas Kiai Mukhlis. (bor/ahn)
Share:

Khofifah Ajak Petani Melon Tanam Melon Prima

Sidoarjo — Pasti Aswaja — Gubernur Jawa Timur,  Khofifah Indar Parawansa, mengajak petani melon mulai menanam melon prima. Ajakan ini disampaikannya saat panen melon prima di UPT Pengembangan Agrobisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura, Desa Lebo, Sidoarjo, Rabu (15/5/19).

Melon prima berbeda dengan melon pada umumnya yang berbentuk bulat dan oval. Melon prima memiliki bentuk yang terbilang unik, yakni berbentuk kotak atau kubus dan hati.

Melon ini merupakan produksi inovasi UPT Pengembangan Agrobisnis Tanaman Pangan dan Holtikultura Dinas Pertanian Provinsi Jawa Timur di Desa Lebo, Kecamatan Sidoarjo, Kabupaten Sidoarjo.

Diversifikasi produk ini bertujuan meningkatkan nilai jual melon, karena bisa terjual lima kali lipat dibandingkan harga melon biasa.

Tidak ada rekayasa genetik dalam pengembangannya alias alami, sehingga aman dikonsumsi.

Sementara, menurut Khofifah, melon ini baru bisa memenuhi pasar domestik. Ke depan Pemerintah Provinsi Jawa Timur akan mengembangkan produksinya agar lebih luas dan bisa di ekspor ke luar negeri.

"Sangat cocok bagi petani milenial. Mohon doanya ya. Oh ya, bagi yang ingin melihat proses budidayanya silahkan datang berkunjung karena sudah jadi destinasi wisata agro," ujarnya. (dur/uki)
Share:

Tuesday, May 14, 2019

Khofifah Ingin Jadikan Madura Destinasi Wisata Unggulan

Pamekasan — Pasti Aswaja — Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, memiliki keinginan menjadikan Pulau Madura sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Jawa Timur. Karena, menurutnya, di Pulau Garam ini terdapat banyak keanekaragaman budaya dan panorama alam eksotik yang tidak kalah dengan daerah lain.

Hal diungkapkan Khofifah melalui akun instagramnya, @khofifah.ip, Senin malam (13/05/19).

"Salah satu spot wisata keren di Madura adalah Gili Labak dan Gili Iyang Sumenep, pulau awet muda dengan kadar oksigen terbaik kedua di dunia. Dengan tetap menjaga karakter religiusitas yang tinggi di Madura," ungkap mantan Ketua PMII Surabaya ini.

Tahun ini Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur menggelontorkan dana sebeaar Rp. 60 Miliar untuk pembangunan Pelabuhan Dungkek - Gili Iyang. Ini bagian dari akselerasi pembangunan sektor wisata di Jawa Timur, juga akses mobilitas masyarakat, barang dan jasa guna mendongkrak perekonomian warga.

"Untuk daerah lain, InsyaAllah segera menyusul disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan anggaran Pemprov. Saya berharap semakin banyak spot-spot wisata baru yang tumbuh dan berkembang di wilayah Jawa Timur. Mohon do'a," pungkasnya.

Sampai berita ini diturunkan, unggahan tersebut disukai oleh 2.651 pengguna instagram, dan 86 komentar. (ahn/uki)
Share:

Berbagi Takjil Cara Pelajar NU Batang Rayakan Kelulusan

Batang — Pasti Aswaja — Kelulusan biasanya dirayakan dengan konvoi dan coret-coret baju. Tapi, kebiasaan negatif itu tidak berlaku bagi pelajar NU yang bersekolah di SMK NU Bandar, MA Sunan Kalijaga (SUKA) Bawang, dan SMA Negeri 1 Bandar Kabupaten Batang, Jawa Tengah. Mereka merayakan kelulusan sekolah dengan membagikan makanan takjil di beberapa titik yang ramai pengguna jalan, Senin sore (13/04/19).

Margaretha mengatakan, kegiatan ini selain bentuk syukur atas kelulusan yang telah diraihnya, juga bertujuan menanamkan rasa peduli terhadap sesama.

"Kami memilih merayakan kelulusan dengan kegiatan yang positif, apalagi kebetulan pengumuman tahun ini bertepatan dengan bulan Ramadhan. Maka kami memilih bagi takjil gratis," ucap dara 17 tahun itu, seperti dilansir NU Online, Selasa (14/05/19).

Menurutnya, merayakan kelulusan dengan cara konvoi hanya menimbulkan keresahan masyarakat. Selain itu, ekspresi perayaan dengan kegiatan positif menjadi pembeda antara pribadi yang berpendidikan dan yang tidak.

Margaretha juga mengajak pelajar di sekolah lain supaya bersama-sama merayakan kelulusannya dengan kegiatan yang positif. Ia juga berharap, kegiatan seperti ini bisa dipertahankan pada tahun-tahun berikutnya.

Kepala Madrasah Aliyah (MA) SUKA, A Munir Malik menjelaskan, kegiatan berbagi takjil ini merupakan inisiatif para siswa sebagai wujud bersyukur atas keberhasilan melalui proses ujian yang dilakukan oleh para siswa di tahun ini.

Tidak hanya kali ini saja, angkatan sebelumnya, lanjut Munir, juga selalu mengisi kegiatan kelulusan dengan hal-hal positif. Atas kegiatan tersebut, para guru memberikan apresiasi kepada pelajar yang merayakan kelulusan dengan berbagi, bukan dengan cara hura-hura atau hal yang kurang manfaat lainnya.

Pihak sekolah, tutur munir, selalu berpesan kepada anak didiknya agar mensyukuri kelulusan dengan hal-hal positif. Karena di luar sana masih banyak yang belum bisa merasakan pendidikan. Jadi, bersyukur itu juga harus berempati dan menjaga perasaan teman-teman lainnya yang kurang beruntung. (ahn/dur)
Share:

Pagar Nusa Pamekasan Minta Masyarakat Abaikan Seruan People Power

Pamekasan — Pasti Aswaja — Pasca Pelaksanaan Pemilu, seruan people power dimunculkan. Kecurangan dan penyelenggara Pemilu 2019 yang tak profesional digaungkan sebagai landasan people power itu.

Seruan people power itu marak di media massa dan bertambah ramai di media sosial. Dikhawatirkan, masyarakat yang tidak memahami prosedur penyelesaian sengketa Pemilu secara konstitusional terpengaruh dan turut ambil bagian.

Salman selaku Ketua Pimpinan Cabang Pencak Silat Nahdlatul Ulama (PSNU) Pagar Nusa Pamekasan menilai, people power sarat kepentingan politik kelompok tertentu. Sehingga ia meminta masyarakat agar hati-hati dan tidak terpengaruh dengan seruan tersebut.

"(People power. Red.) Ini dapat mengganggu stabilitas negara," tegasnya Salman, Selasa siang (14/05/19), di kompleks Kantor PCNU Pamekasan, Jl. R. Abd. Aziz, No. 95.

Oleh karenanya, Jumat mendatang, Pagar Nusa Pamekasan akan melakukan konsolidasi dan buka puasa bersama. Dalam agenda ini, jelas Salman, akan dibahas semua hal terkait kondisi terkini bangsa, people power dan bela negara bagi Pagar Nusa. (bor/ahn)
Share:

Monday, May 13, 2019

Khofifah Harap Peresmian Tol Pandaan-Malang Dongkrak Ekonomi Jawa Timur

Malang — Pasti Aswaja — Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan pengoperasian jalan tol Pandaan-Malang Seksi 1 - 3, Senin (13/05/19). Peresmian dipusatkan di pintu gerbang Singosari, Kabupaten Malang.

Peresmian ini akan memangkas jarak tempuh perjalanan Surabaya-Malang yang awalnya empat jam.

Hal ini diungkapkan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, melalui unggahan di halaman Facebooknya yang bercentang biru, Senin (13/05/19) sore.

"Tol sepanjang 30,6 kilometer ini mampu mengikis waktu perjalanan hingga 3 jam, sehingga Surabaya-Malang cukup ditempuh 1,5 jam saja. Arus mudik Kera-Kera Ngalam (arek-arek Malang) dan Arek Suroboyo InsyaAllah berjalan mulus," lanjut unggahan itu.

Ketua Umum Muslimat NU ini yakin jika seksi empat dan lima bisa diselesaikan November 2019 mendatang, mobilitas orang dan barang akan semakin lancar. Dengan demikian, hal tersebut dapat mengerek pertumbuhan ekonomi dan pariwisata di kawasan Malang Raya yang mencakup Kabupaten Malang, Kota Malang, serta Kota Batu.

"Oh ya, hingga lebaran nanti tol ini gratis... tis... tis..." pungkasnya.

Sampai berita ini diturunkan, unggahan tersebut mendapatkan 1.402 respon, 123 komentar dan sudah dibagikan sebanyak 184 kali. (ahn/uki)
Share:

Sunday, May 12, 2019

Ansor Proppo Satukan Persepsi Dengan Bupati Pamekasan

Pamekasan — Pasti Aswaja — Pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kecamatan Proppo, Ahad malam (12/05/19) bersilaturrahim dengan Bupati Pamekasan, H. Badrut Tamam, di Pendopo Ronggosukowati, Jl. Kabupaten, Kelurahan Bugih.

Menurut Subhan Maulana, Ketua PAC GP Ansor Proppo, agenda tersebut selain silaturrahim juha bertujuan menyamakan persepsi dan bersinergi dengan pemerintah kabupaten demi mewujudkan visi dan misi Pamekasan Hebat yang diusung bupati.

"Di samping itu juga supaya terbangun ukhuwah wathaniyah, ukhuwah insaniyah dan ukhuwah islamiyyah yang kokoh demi menyatukan persepsi yang susuai dengan paham Ahlussunah wal Jamaah yang dianut GP Ansor," lanjut alumni Pondok Pesantren Miftahul Ulum Bettet Pamekasan itu.

Dalam kesempatan itu Badrut Tamam yang juga Wakil Ketua GP Ansor Jawa Timur memberikan arahan dan motivasi kepada kader-kader Ansor supaya senantiasa menjadi kader yang militan dan memberikan manfaat kepada umat khususnya masyarakat Pamekasan.

Tidak hanya itu, Badrut juga berkeinginan agar kader-kader Ansor lebih mengedepankan kerja dan bukti nyata, bukan hanya retorika belaka. (ahn/fiq)
Share:

Thursday, May 9, 2019

Ibadah Rahasia

Oleh: Musannan Abdul Hadi Al-Mankoni*

Sudah merasa banyak amal, lalu menuntut surga kepada Tuhan. Ayo, kita coba berhitung berapa banyak nikmat yang Tuhan berikan dan berapa banyak ibadah yang kita lakukan, belum dipotong dengan kedurhakaan yang kita lakukan. Sejak kita lahir, berapa lama kita sehat dan berapa banyak kita beribadah kepada Tuhan sampai saat ini.

Dengan jumlah nikmat yang kita dapatkan, rasanya surga yang kita inginkan sudah Tuhan berikan di dunia ini. Mau surga seperti apalagi untuk ibadah dan nikmat Tuhan yang sudah kita rasakan. Jika seumur hidup tanpa henti beribadah, tetapi jantung kita masih berdetak; telinga masih mendengar; mata masih bisa melihat; lidah masih nikmat merasa; rasanya balasan Tuhan sudah cukup di dunia ini. 

Dengan tanda di jidat yang menghitam dan kapalan kita sudah merasa berhak mendapatkan surga. Tunggu dulu. Sementara, selama di dunia tanda sujud yang kita agungkan sudah sering kita banggakan, dan kebanggaan itu sudah kita terima dengan perasaan senang dan puas di dunia. Cukuplah di dunia ini balasannya untuk hal yang dibanggakan di hadapan orang lain itu. 

Dengan tanda ibadah, kita merasa bahwa orang sedang berasumsi tentang diri kita adalah ahli ibadah. Dan hati kita mengiyakan tentang asumsi itu. Tanda-tanda lain kita tunjukkan kepada orang lain bahwa kita adalah ahli ibadah, seperti pakaian yang kita kenakan atau akseaoris lainnya. Lalu, jadilah urusan Tuhan dengan kita menjadi kulit luarnya saja. Tuhan menjadi nomor dua setelah kita merasa puas dengan pujian manusia. 

Jejak ibadah itu kadang menjadi hal yang membahayakan bagi manusia minim ilmu, dan minim akhlak kepada Tuhan. Sebab orang yang minim ilmu lebih mengedapankan kuantitas ibadah, bukan kualitas ibadah. Apakah hal itu bermasalah? Jawabannya, "Tidak". Yang bermasalah ketika tidak mampu mengelola hati dengan baik dan benar. Yang semula ibadah urusan hamba dengan Tuhan, melebar menjadi urusan stratifikasi kemanusiaan. Menjadi urusan saya lebih banyak ibadah dengan yang lain.

Surga disiapkan oleh Allah untuk manusia dengan ibadah yang berkualitas. Kualitas ibadah tidak bisa diukur dengan berapa jumlah ibadah yang telah dilakukan, tetapi dinilai dari kesungguhannya dalam beribadah dan betul-betul mempersembahkan seluruh ibadahnya kepada Tuhan. Jika terasa hampa di dunia karena tidak ada jejak yang dapat orang lain lihat tentang ibadah kita, tidak berarti ibadah yang kita lakukan tidak berkualitas. Justru kehampaan di dunia ini akan berbanding terbalik dengan apa yang akan kita terima di akhirat. 

Ibadah kita yang rahasia dan berkualitas akan dibalas dengan sesuatu yang rahasia dan berkualitas juga. Ibadah yang disandarkan pada pengakuan manusia secara lahir, maka juga akan diterima secara lahir saat ini melalui kepuasan sesaat di dunia ini.

Ibadah puasa adalah ibadah rahasia, dalam arti tidak seorangpun dapat mengetahui kecuali Allah. Ketika orang mengaku puasa, dia benar puasa atau tidak, tidak ada yang mengetahuinya kecuali hanya Allah. Orang mengaku puasa, lalu masuk kamar, di dalam kamar itu ia makan dan minum, ketika keluar dari kamarnya ia mengaku masih berpuasa. Tidak ada orang yang mengetahuinya kecuali Allah. Berbeda dengan ibadah yang lain, seperti shalat, haji, dan shadaqah, ibadah-ibadah itu di samping ibadah batin yakni dalam aspek niatnya, juga ibadah lahir dalam arti dapat dilihat oleh orang lain.

Oleh sebab itu, pada bulan Ramadan ini adalah kesempatan bagi kita ibadah dengan sungguh-sungguh. Semoga kerahasiaan ibadah puasa ini yang mampu membawa kita ke surga Allah kelak. 

Wallahu a'lam.

Pamekasan, 09 Mei 2019
*Sekretaris LESBUMI (Lembaga Seniman Budayawan Muslimin Indonesia) PCNU Pamekasan.
Share:

Sunday, May 5, 2019

PBNU Ikhbarkan Besok Awal Ramadhan 1440 H

Jakarta — Pasti Aswaja — Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH. Said Aqil Siroj, mengeluarkan ikhbar resmi hasil pantauan Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama (LFNU) berkenaan awal Ramadhan 1440 H, Ahad sore (05/05/19), di Gedung PBNU, Jl. Kramat Raya, No. 164, Jakarta Pusat.

Ikhbar ini didasarkan hasil pantauan LFNU yang tersebar di seluruh Indonesia. Empat titik di Indonesia bagian barat menyatakan melihat hilal dan sudah disumpah oleh pengadilan agama setempat.

Hilal di empat titik tersebut, semuanya berada di ketinggian lima derajat. Posisi ini sesuai dengan hasil hisab Lembaga Falakiyah PBNU.

"Indonesia timur sama sekali tidak melihat hilal, karena mendung yang sangat tebal. Indonesia tengah juga sama (tidak melihat hilal. Red.)," tutur Kiai Said.

Hasil pantauan tim rukyatul hilal LFNU di Indonesia bagian barat ialah sebagai berikut: Pantai Condrodipo Gresik melihat hilal pada jam 17:24. Tanjung Kodok Lamongan melihat hilal pada pukul 17:29, Pelabuhan Ratu Sukabumi 17:58, juga Pantai Gebang Bangkalan mengaku melihat hilal.

"Oleh karena itu, kita bisa menyimpulkan bahwa berdasarkan rukyatul hilal yang berhasil dilakukan oleh empat titik Lembaga Falakiyah NU, kita bisa menyimpulkan bahwa, satu Ramadhan, awal Ramadhan tahun 1440 H. jatuh pada besok hari Senin tanggal 06 Mei tahun 2019 M," tegasnya. (mad/ahn)
Share:

Saturday, May 4, 2019

Ulama se-Nusantara Sepakat Ciptakan Kedamaian Pasca Pemilu

Jakarta — Pasti Aswaja — Seribu lebih ulama, kiai dan habaib dari seluruh daerah di Indonesia menghadiri Multaqo (pertemuan) Ulama, Habaib dan Cendikiawan Muslim di Hotel Kartika Chandra Jakarta, Jumat malam (03/05/19). Mereka berkumpul dan bersepakat menyebarkan kedamaian dan persatuan pasca Pemilu 2019.

Saat memberikan sambutan pada acara yang digagas oleh KH Maimoen Zubair ini, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH. Said Aqil Siroj, mengajak seluruh elemen kembali merajut persatuan dan memercayakan penghitungan hasil Pemilu 2019 kepada KPU.

Profesor Ilmu Tasawuf ini berharap, semua ulama, kiai dan habaib bergandengan tangan demi menciptakan persatuan umat, sehingga pertemuan tersebut dapat melahirkan kedamaian. Karena, lanjut Kiai Said, ulama harus menjadi contoh dan memiliki sifat-sifat rahmat, pengasih. Apa lagi menjelang Ramadhan yang harus disambut dengan penuh kedamaian.

KH Ahmad Fahrur Rozi selaku Ketua Ikatan Gus Gus Indonesia (IGGI) berharap, acara seperti ini dapat dilaksanakan di setiap daerah guna menebar kedamaian dan mencegah provokasi menjelang pengumuman KPU 22 Mei mendatang.

Kiai yang akrab disapa Gus Fahrur ini menilai, para ulama, kiai, maupun habaib yang hadir sangat antusias. Apalagi dalam forum tersebut terdapat sesi diskusi panel para ulama berbagai daerah yang menjelaskan kondisi daerah masing-masing serta keinginan mereka menjaga kedamaian.

Acara tersebut, lanjut Gus Fahrur, merupakan tindak lanjut gerakan yang telah di gagas KH Saifullah Yusuf atau Gus Ipul dengan mempertemukan beragam ulama baik pendukung pasangan 01 maupun 02 beberapa saat yang lalu. Karenanya, Gus Fahrur mengusulkan agar ada yang menjadi penghubung antar ulama, kiai dan habaib sehingga kedamaian bisa terjaga dengan baik.

Pengasuh pesantren An Nur I, Bululawang, Malang ini juga berharap, forum tersebut menjadi awal dalam mengakhiri segala perbedaan. Ia mengajak seluruh masyarakat, khususnya umat Islam agar menyambut Ramadhan dengan hati damai. (dur/uki)
Share:

Wednesday, May 1, 2019

Pernyataan Sikap Politik Cipayung Plus Jawa Timur

Surabaya — Pasti Aswaja — Sebanyak tujuh Organisasi kemahasiswaan yang tergabung dalam Cipayung Plus Jawa Timur mengeluarkan pernyataan sikap terkait kondisi politik tanah air usai Pemilihan Umum (Pemilu) serentak 2019, Selasa malam (30/04/2019) di Resto Agis, Surabaya.

Ketujuh organisasi tersebut ialah: Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI), Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI), Persatuan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI), Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) dan Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI).

Berikut pernyataan sikap Cipayung Plus Jawa Timur:
  1. Kami mengucapkan terima kasih kepada KPU, BAWASLU, TNI, POLRI dan semua elemen bangsa yang menyukseskan agenda Pemilu serentak 2019
  2. Kami mendukung dan mengharapkan kepada KPU tetap menjaga integritas dan profesionalismenya dalam menyelesaikan tugas-tugasnya dengan mengedepankan asas transparansi dan akuntabilitas kepada masyarakat.
  3. Kami menghimbau kepada semua pihak, terutama yang berkontestasi dalam politik untuk menempuh jalur hukum yang ada, apabila menemukan dugaan kecurangan atau pelanggaran dalam proses Pemilu yang sedang berlangsung.
  4. Kami menghimbau kepada elit-elit politik untuk memberikan suri tauladan kepada rakyat dengan menjunjung tinggi kaidah-kaidah demokrasi yang berkemanusiaan, beradab dan bermartabat.
  5. Kami menghimbau kepada semua pihak untuk bersabar menunggu hasil rekapitulasi resmi dari KPU dan berhenti saling klaim kemenangan demi menjaga kondusifitas di tengah-tengah masyarakat.
  6. Menyampaikan empati dan duka mendalam kepada penyelenggara Pemilu di tingkat TPS, Kecamatan maupun Kelurahan yang telah gugur dalam menjalankan tugas memastikan Pemilu berjalan dengan baik, aman dan lancar.
  7. Meminta kepada Pemerintah dan DPR untuk meninjau ulang UUndang-undang no. 7 tentang Pemilih Umum berkaitan dengan efektivitas dan efisiensi penyelenggaraan Pemilu. (bor/ahn)
Share:

MIF dan PMII STAI-MU Pamekasan Santuni Kaum Dhuafa

Pamekasan — Pasti Aswaja — Madura Idea Foundation (MIF) menggandeng Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Sekolah Tinggi Agama Islam Miftahul Ulum (STAI-MU) Pamekasan nenyantuni kaum dhuafa di Desa Potoan Daja, Kacok dan Rek Kerrek Kecamatan Palengaan, Rabu (01/05/19).

Fudoli, salah satu pendiri MIF mengatakan, kerja sama ini merupakan wujud terjalidnya hubungan yang solid antara PMII STAI-MU dengan MIF. Dalam hal ini, PMII bertindak sebagai penyalur, sedangkan MIF menyediakan logistik yang akan diberikan kepada kaum dhuafa.

"Saya sengaja undang semua sahabat-sahabat PMII STAI-MU, agar nama PMII juga terbaca di kalangan masyarakat, agar nama PMII tercatat baik di hati masyarakat, maka dengan ini saya mengundang sahabat-sahabat PMII,” ujar alumni PMII IAIN Sunan Ampel Surabaya ini.

Agenda rutin tersebut, lanjut Dosen Filsafat di STAI-MU ini, akan menjadi kegiatan rutin yang akan dilaksanakan setiap bulan guna membantu meringankan beban kaum dhuafa yang ada di Kabupaten Pamekasan.

"Apa lagi, sebentar lagi akan menghadapi bulan Ramadhan, kita membantu meringankan beban kau dhuafa,” imbuh Ketua Lembaga Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPTNU) Pamekasan ini.

Saat dikonfirmasi sumber dana kegiatan itu, Fudholi mengatakan, MIF merupakan yayasan sosial yang dananya bersumber dari hasil patungan anggotanya. MIF sudah terbentuk di seluruh kabupaten di Madura, bahkan sampai ke luar pulau. (ari/ahn)
Share:

62 Orang Ikuti UKT PSNU Pagar Nusa Pamekasan

Pamekasan — Pasti Aswaja — Sebanyak 62 orang mengikuti Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) Persatuan Pencak Silat Nahdlatul Ulama (PSNU) Pagar Nusa Pamekasan, Rabu (01/05/19), di Pantai Jumiang Pademawu Pamekasan.

Hadiriyanto selaku Guru Besar (Gubes) Pagar NU Pamekasan mengatakan, kegiatan ini merupakan tahapan bagi anggota baru yang sudah mengikuti pelatihan secara rutin. Dalam tahapan ini, materi latihan yang sudah diterima anggota ditest guna mengukur kemampuan murid dalam menyerap materi latihan.

Peserta yang lulus ujian, mereka akan mendapatkan sabuk dan sah sebagai anggota Pagar Nusa. 

Agenda ini diikuti oleh delegasi Rayon Pondok Pesantren (Pon. Pes.) Nurul Hikmah Blumbungan, Pon. Pes. Miftahul Ulum Kebun Baru dan Pon. Pes. Bustanul Ulum Sumber Anom Palengaan.

Ketua Cabang Pagar Nusa Pamekasan, Salman Al Farisi menjelaskan, rekrutmen anggota baru tetep akan selalu dilakukan guna menjaga kelestarian tradisi warisan asli Indonesia yakni Pencak Silat.

"Juga untuk menyiapkan kader-kader militan NU untuk sepuluh tahun ke depan, karena merekalah yang nantinya akan menjadi benteng dan Pagar bagi NU dan bangsa. Mohon doanya, semoga kami istikamah mendampingi kader-kader yang masih belia ini," pungkas Salman. (ahn/fiq)
Share:

Home Style

Contact Form

Name

Email *

Message *

Ads

Ads

Latest News

Popular Posts

Blog Archive