• This is default featured slide 1 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 2 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 3 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 4 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 5 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Wednesday, June 26, 2019

GP Ansor Pamekasan Dukung Pemkab Dirikan BNN Mandiri

Pamekasan — Pasti Aswaja — Salah satu upaya meminimalisir dan mencegah peredaran Narkoba jenis sabu-sabu di Kabupaten Pamekasan, diperlukan lembaga Badan Narkotika Nasional (BNN) yang sifatnya mandiri. Sedangkan di kabupaten berjargon Gerbang Salam itu masih Badan Narkotika Kabupaten (BNK) yang secara otomatis menjadi tugas dan tanggung jawab Wakil Bupati.


Pernyataan tersebut disampaikan oleh Wakil Bupati Pamekasan, Raja’e. Menurutnya, tugas dan wewenang hanya terbatas pada pencegahan, sosialisasi, komunikasi, dengan beberapa lembaga dan yang lainnya sehingga tidak langsung melakukan penindakan.

Syafiuddin, Ketua Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Pamekasan, mendukung dan berharap keinginan Wakil Bupati tersebut segera terrealisasi mengingat Pamekasan yang menurutnya "Darurat Narkoba".

"Kita mendukung penuh agar Kabupaten Pamekasan mempunyai BNN Mandiri dan berharap besar agar Wakil Bupati menjadi nakhoda dalam rangka jihad mencegah, menanggulangi dan melawan bahaya laten Narkoba," ucap Syafiuddin Rabu (26/06/19) di Sekretariat GP Ansor Pamekasan, Jl. R. Abd. Aziz, No. 95.

Di Ansor, lanjut Syafiuddin, ada Badan Ansor Anti Narkoba (BAANAR) yang khusus bergerak dan berjihad memerangi Narkoba.

"Mungkin, dengan adanya BNN Mandiri ini, tugas BAANAR akan semakin ringan," pungkasnya. (ahn/uki)
Share:

Pemuda Asal Bekasi Pilih Berislam Melalui NU

Jakarta — Pasti Aswaja — Sehari pasca mengislamkan lima warga Negara Jepang, Kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) kedatangan seorang pemuda asal bekasi, Nindito Adisuryo, guna meminta bimbingan mengucapkan dua kalimat syahadat, Selasa (25/06/19).



Dipilihnya PBNU sebagai tempat mengikrarkan keislamannya karena ia kagum terhadap NU. Menurutnya, warga NU mengayomi, merangkul umat beragama lain, menghargai keragaman, berpandangan visioner mengenai bangsa Indonesia.

"Dan saya rasa NU merupakan pilar yang sangat kokoh dan tidak bisa dipisahkan dari kebudayaan dan perkembangan bangsa Indonesia," ucapnya.

Selain itu, ia juga merasakan hal yang, menurutnya, tidak bisa diungkapkan melalui kata-kata, karena proses pengucapan kalimat syahadat dibimbing langsung oleh Ketua Umum PBNU, KH. Said Aqil Siroj, yang selama ini hanya bisa dilihatnya melalui media.

"Nggak nyangka juga. Tadinya saya pikir hanya (bersyahadat. Red.) dengan orang di NU saja," imbuhnya.

Setelah mengucapkan kalimat syahadat, Kiai Said menambahkan nama depan Akbar kepada Nindito, sehingga namanya menjadi Akbar Nindito Adisuryo.

Pemuda yang pernah hidup di Selandia Baru ini mengucapkan dua kalimat syahadat disaksikan oleh beberapa pengurus PBNU. (bor/ahn)
Share:

Tuesday, June 25, 2019

Lagi, Ketum PBNU Bimbing Lima Warga Jepang Bersyahadat

Jakarta — Pasti Aswaja — Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH. Said Aqil Siroj, membimbing lima warga negara Jepang mengucapkan kalimat syahadat, Senin (24/06/19), di Kantor PBNU, Jl. Kramat Jaya, No. 164, Jakarta Pusat. Kelima orang itu ialah: Kumiko Kojima, Shinya Konishi, Shiro Miyake Shigeto Saito, dan Kazuhiro Yano.

Mereka bersyahadat disaksikan oleh beberapa pengurus PBNU, dan KH. Miftahul Akhyar selaku Rais 'Aam PBNU mendoakan kelima warga asal Negeri Mata Hari Terbit itu.

Sebagaimana kebiasaannya, Kiai Said menambahkan nama depan bagi kelima orang tersebut: Sayyidah Kumiko Kojima, Abdullah Shinya Konishi, Aziz Shiro Miyake, Karim Shigeto Saito, dan Jabir Kazuhiro Yano.

Pasca prosesi pengucapan kalimat syahadat, Kiai Said menjelaskan secara singkat tentang Islam. Menurutnya, Islam berasal dari kata salam yang berarti damai, dan kata salamah yang berarti selamat. Sehingga, lanjut Kiai Said, pribadi muslim harus bisa memberikan keselamatkan di dunia, sebagaimana diutusnya Nabi Muhammad dengan misi perdamaian.

Kiai Said kemudian mengisahkan kehidupan Nabi Muhammad di Madinah yang plural. Meski demikian Rasulullah tidak membedakan penduduk Madinah. Muslim maupun non-Muslim diberlakukan sama dan adil. Nabi Muhammad juga berteman dengan raja-raja Kristen dan non-Muslim. Semua teman, semua saudara.

Islam yang datang ke Indonesia, lanjut Kiai Said, merupakan Islam yang ramah dan toleran. Sedangkan NU sebagai organisasi sosial keagamaan terbesar di Indonesia didirikan guna membangun hubungan persaudaraan.

Menurut Kiai Said, Islam sangat menentang tindakan radikalisme, terorisme, caci-maki, memaksa orang lain masuk Islam, atau membunuh. Namun, yang terpenting dalam ajaran Islam, ialah tauhid: meyakini Allah sebagai Tuhan, dan Muhammad sebagai utusanNya. (uki/ahn)
Share:

Sunday, June 23, 2019

Doa Bahasa Jawa: Karamah Syekh Nawawi Banten

Dahulu kala di wilayah Arab dilanda kekeringan yang teramat panjang. Untuk mengatasi masalah ini, raja Hijaz mengumpulkan dan membawa para ulama Makkah dan Madinah, mereka diminta berdoa di depan Kakbah agar segera diturunkan hujan.

Setelah semua sarjana dan para ulama berdoa, hujan tidak turun juga, malah menjadi lebih panas selama beberapa bulan. Membuat penduduk di negeri itu semakin susah.

Dalam kekalutanya, raja Hijaz tiba-tiba teringat akan seorang sarjana yang tidak diundang untuk berdoa.

Kemudian sang raja memerintahkan bawahanya untuk memanggil sarjana tersebut.

Sang sarjana diberitahu, setelah bertemu, penampilan cendekiawan itu pendek, kecil dan kulitnya hitam.

Sarjana itu adalah Syekh Nawawi bin Umar Tanara al-Bantani al-Jawi. ia adalah seorang ahli bahasa Arab dan memiliki karya lebih dari 40 judul, semuanya berbahasa Arab.

Kemudian, ulama asal dusun Tanara, Tirtayasa, Banten tersebut berangkat berdoa meminta hujan kepada Allah SWT di depan Kakbah.

Anehnya, meski Syekh Nawawi Banten mampu berbahasa Arab dengan fasih, di depan Kakbah beliau berdoa meminta hujan dengan memakai bahasa Jawa.

Para ulama Makkah dan Madinah yang berdiri di belakangnya menyadongkan tangan sambil berkata “aamiin”.

Mbah Nawawi berdoa:

“Ya Allah, sampun dangu mboten jawah, kawulo nyuwun jawah.”

(Ya Allah, sudah lama tidak turun hujan, hamba minta hujan).

Seketika itu juga mendung datang dan kemudian hujan turun dengan lebat. Semua yang menyaksikan kejadian itu pun heran. Ada beberapa orang bertanya, bahasa apa yang telah digunakan Syekh Nawawi berdoa, karena mereka tidak pernah mendengar bahasa itu sedangkan sebelumnya para ulama dan sarjana negeri itu telah berdoa dengan menggunakan bahasa Arab yang fasih namun tidak mujarab, sedangkan dengan bahasa Jawa malah justru ampuh.

Dalam hal ini bisa diambil pelajaran: yang menentukan mujarabnya doa adalah kualitas individu seseorang, bukan bahasa yang digunakan. Karena Allah Maha Mengetahui walau hanya sekedar bahasa daerah. Tak perlu susah payah mencari yang samar keberadaannya.

Mengenai doa dengan bahasa daerah, KH. Idris Marzuqi Lirboyo pernah menyampaikan:

“Kowe ki nek nompo dungo-dungo Jowo seko kiai sing mantep. Kae kiai-kiai ora ngarang dewe. Kiai-kiai kae nompo dungo-dungo Jowo seko wali-wali jaman mbiyen. Wali ora ngarang dewe kok. Wali nompo ijazah dungo Jowo seko Nabi Khidlir. Nabi Khidlir yen ketemu wali Jowo ngijazahi dungo nganggo boso Jowo. Ketemu wali Meduro nganggo boso Meduro.”

(Kamu jika mendapat doa-doa Jawa dari kiai yang mantap, jangan ragu. Kiai-kiai itu tidak mengarang sendiri. Mereka mendapat doa Jawa dari wali-wali jaman dahulu. Wali itu mendapat ijazah doa dari Nabi Khidir. Nabi Khidir jika bertemu wali Jawa memberi ijazah doa memakai bahasa Jawa. Jika bertemu wali Madura menggunakan bahasa Madura).
Sumber tulisan: Klik di sini 
Sumber gambar: Klik di sini
Share:

Khofifah Akan Bangun Kawasan Industri Garam dan Hasil Laut di Madura

Pamekasan — Pasti Aswaja — Petani dan pengusaha garam serta hasil laut di Madura boleh berbahagia. Pasalnya, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, akan membangun kawasan industri yang berfokus pada industri garam dan hasil laut.

Bahkan, Khofifah mengaku rencana itu sudah ia bahas di kementerian terkait dan disampaikan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) beberapa hari lalu di Istana Negara, karena diusulkan masuk dalam Rancangan Peraturan Presiden (Raperpres) tentang pengembangan wilayah Surabaya-Madura (Suramadu).

Hal ini disampaikan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muslimat NU ini melalui fans page resminya di Facebook, Ahad (23/06/19), beberapa jam lalu.

Menteri Pemberdayaan Perempuan era Gus Dur ini menuturkan, Presiden Jokowi merespon baik rencananya itu dan berharap rencana tersebut mampu membawa kesejahteraan seluruh masyarakaat Jawa Timur, khususnya di Pulau Madura.

Dalam unggahan itu, mantan aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Surabaya ini juga menyampaikan rencana pembangunan Indonesia Islamic Science Park yang akan dijadikan pusat keuangan syariah dunia yang dilengkapi dengan area wisata kreatif, edukasi, seni, kampung halal food, halal snack, kampung batik dan lain-lain. (bor/ahn)
Share:

GP Ansor Proppo Periode 2018-2020 Resmi Dilantik

Pamekasan — Pasti Aswaja — Sekitar 30-an pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kecamatan Proppo periode 2018-2020, Sabtu (23/06/19) malam, secara resmi dilantik di Lapangan Aryo Menak Senoyo Proppo.

Pelantikan tersebut dilangsungkan saat acara Halal Bihalal Warga NU Kecamatan Proppo yang dikemas dengan selawat bersama Majelis Pemuda Bersholawat At-Taufiq pimpinan KH. Khoiron Zaini, Pengasuh Pondok Pesantren Karangdurin yang juga menjabat sebagai Ketua PC GP Ansor Sampang.

Di bawah bimbingan Ketua PC GP Ansor Pamekasan, Syafiuddin, para pengurus baru itu tampak khusyuk dan khidmat mengucapkan ikrar disaksikan ribuan hadirin yang memenuhi lapangan.

Sesaat setelah berikrar, Subhan Maulana selaku Ketua PAC GP Ansor Proppo mengatakan, dikemasnya agenda itu dengan halalbihalal dan selawat bersama, agar pelantikan tersebut berkah, sehingga kepengurusannya dapat menjalankan amanah organisasi dengan lancar.

"Tadi kita juga bertawasul kepada para ulama, Wali Songo, para pendiri NU, agar berkah beliau-beliau itu mengalir kepada kita semua, sehingga kepengurusan PAC GP Ansor Kecamatan Proppo ini tetap berjalan dalam ajaran dan nilai-nilai Aswaja (Ahlussunnah wal Jama'ah. Red.) sebagaimana diajarkan ulama-ulama NU," terang Subhan.

Dalam kesempatan tersebut juga dilantik sebanyak 81 orang pengurus dari 27 Pimpinan Ranting di bawah koordinasi PAC GP Ansor Proppo

Hadir pada acara itu KH. Taufik Hasyim (Ketua PCNU Pamekasan), KH. Badrut Tamam (Bupati Pamekasan), jajaran Syuriah PCNU Pamekasan, pengurus MWCNU Proppo, Camat Proppo, Kepala Desa se-Kecamatan Proppo, Ketua PAC GP Ansor se-Pamekasan, dan undangan lainnya. (ahn/uki)
Share:

Saturday, June 22, 2019

Didukung Kiai, Buri Siap Maju di Pilkades Larangan Badung

Pamekasan — Pasti Aswaja — Sebanyak 93 desa di Pamekasan, 11 September mendatang akan menggelar Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak, di antaranya ialah Desa Larangan Badung, Palengaan, Pamekasan.

Buri Romadhon, salah satu pengurus Pimpinan Ranting (PR) Gerakan Pemuda (GP) Ansor desa setempat, disebut-sebut bakal mencalonkan diri sebagai Kepala Desa dalam kontestasi lima tahunan tersebut.

Saat dikonfirmasi Pasti Aswaja, pria yang juga pengurus di Pondok Pesantren (PP) Miftahul Ulum Sumber Panjelin, Akkor, Palengaan, Pamekasan ini membenarkan informasi tersebut.

"Iya, benar," jawabnya singkat, Sabtu (22/06/19) sore.

Bahkan menurutnya, ia mendapat dukungan pengasuh pesantren tempat dirinya mengabdi.

Ucapan Buri ini tidak hanya isapan jempol belaka. Berdasarkan penelusuran Pasti Aswaja, KH. Faruq Ishaq, Pengasuh Pon. Pes. Miftahul Sumber Panjalin, menyatakan dukungan tersebut melalui akun Facebook miliknya.

"Cakades (Calon Kepala Desa. Red.) Larangan Badung tahun 2019. Memohon kepada segenap santri dan wali santri dan alumni serta simpatisan PP. Miftahul Ulum Sumber Panjalin untuk bersama-sama mendukung dan memenangkan Buri R. sebagai Calon Kepala Desa Larangan Badung tahun 2019," tulis Kiai Faruq beberapa jam yang lalu.

Akh. Hadi Rafi'i, Ketua PR GP Ansor Larangan Badung juga mengapresiasi atas inisiatif pengurusnya itu. Menurutnya, sebagai ketua dirinya harus memberi peluang kepada kader GP Ansor Larangan Badung dalam mengaktualisasikan diri.

"Hal seperti itu merupakan hak setiap kader Ansor," tangkasnua. (ahn/uki)
Share:

Friday, June 21, 2019

Dibimbing Gus Miftah, Deddy Corbuzier Ucapkan Kalimat Syahadat

Sleman — Pasti Aswaja — Mantan pesulap yang juga host acara Hitam Putih, Deddy Corbuzier, Jumat siang (21/06/19), mengucapkan dua kalimat syahadat di bawah bimbingan Pengasuh Pondok Pesantren Ora Aji, Sleman, Yogyakarta, Gus Miftah, di Masjid Al Mbejaji, pesantren setempat.

Disaksikan para santri prosesi pengucapan dua kalimat syahadat itu berjalan lancar.

Pasca prosesi pengucapan syahadat, para saksi menyambut dengan suka cita. Ekspresi kebahagiaan tampak tergambar di wajah mereka.

Menurut Gus Miftah, Deddy Corbuzier mulai mempelajari agama Islam sejak delapan bulan lalu. Hingga akhirnya, ia mantap memngucapkan dua kalimat syahadat.

Deddy Corbuzier dan Gus Miftah merupakan sahabat dekat ketika mereka banyak berinteraksi mengisi konten YouTube. Mereka merasa cocok saat bertukar pikiran soal banyak hal, termasuk ilmu agama Islam. (ahn/uki)
Share:

PMII STAI-MU Pamekasan Gelar MAPABA Pesantren

Pamekasan — Pasti Aswaja — Pengurus Komisariat (PK) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Sekolah Tinggi Agama Islam Miftahul Ulim (STAI-MU) Pamekasan menggelar Masa Penerimaan Anggota Baru (MAPABA) Pesantren, Jumat (21/06/19), di Aula kampus setempat.

Kegiatan ini, kata Imam Syafi'i selaku Ketua PK PMII STAI-MU, guna memfasilitasi mahasiswa yang berstatus santri di Pondok Pesantren Miftahul Ulum Panyeppen agar keinginan berorganisasinya dapat tercapai tanpa harus keluar kompleks pesantren.

"Mereka (peserta MAPABA. Res.) ini kan tinggal di pesantren yang terikat dengan peraturan. Jadi, kami berinisiatif melaksanakan MAPABA Pesantren ini supaya mereka yang berminat gabung PMII tidak harus keluar pesantren," ungkapnya.

Sebagai kampus yang ada di kompleks pesantren, lanjut Imam, PK PMII STAI-MU dituntut supaya mampu menyesuaikan agar agenda-agenda organisasi tidak berbenturan dengan agenda anggotanya. Karena, tidak sedikit kader PMII STAI-MU yang masih berstatus santri aktif.

"Dengan begitu, anggota kami yang berstatus santri di pesantren ini tetap dapat menjalankan kewajibannya sebagai santri dan menjalankan kewajibannya sebagai mahasiswa anggota PMII STAI-MU," pungkasnya.

Kegiatan itu akan ditutup nanti malam dengan pembaiatan di maqbarah yang ada di kompleks pesantren tersebut. (bor/ahn)
Share:

Thursday, June 13, 2019

Mulai Juli, SMA dan SMK Negeri Di Jawa Timur Gratis

Pamekasan — Pasti Aswaja — Program sekolah gratis berkualitas (Tistas) bagi siswa SMA dan SMK Negeri yang digaungkan Khofifah Indar Parawansa saat kampanye Pemilu Gubernur nampaknya bukan sekedar isapan jempol belaka.

Melalui akun Instagramnya, Kamis (13/06/19), Khofifah mengaku menyiapkan dana sebesar RP. 1,8 Triliun guna merealisasikan program yang akan dimulai bulan Juli tersebut.

Tidak hanya itu, bagi siswa tahun ajaran baru akan mendapatkan dua setel seragam sekolah. Sedangkan pelajar yang bersekolah di SMA dan SMK Swasta akan mendapat subsidi SPP.

"Sedulur, mulai Juli SPP semua siswa  SMA dan SMK Negeri di seluruh Jawa Timur gratis. Juga akan diberikan dua setel seragam sekolah bagi siswa tahun ajaran baru . Sedangkan untuk pelajar yang bersekolah di SMA dan SMK Swasta akan mendapatkan subsidi SPP. Pemprov Jawa Timur sudah menyiapkan uang Rp1,8 Triliun untuk program ini," tulisnya.

Khofifah berharap, kebijakannya tersebut dapat membantu meringankan beban warga Jawa Timur di tahun ajaran baru 2019-2020. Sehingga, tidak akan ada lagi anak yang tidak melanjutkan sekolah karena alasan biaya.

"Kami ingin seluruh anak Jawa Timur jadi generasi cerdas dan hebat serta berakhlak mulia. Amin. Mohon do'a," tangkasnya. (ahn/uki)
Share:

Tuesday, June 11, 2019

Ketua PCNU Pamekasan Kecam Perusak Baliho Ucapan Selamat Idul Fitri

Pamekasan — Pasti Aswaja — Beberapa hari menjelang datangnya Idul Fitri, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Pamekasan memasang baliho ucapan selamat Idul Fitri berukuran besar di beberapa titik, di antaranya ialah di Simpang Tiga Pakong. Tapi, berdasarkan laporan warga NU setempat, baliho tersebut dirobek oleh orang tidak bertanggung jawab tepat di bagian muka Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH. Said Aqil Siroj.

KH. Taufik Hasyim selaku Ketua PCNU Pamekasan menyesalkan tindakan tidak terpuji tersebut. Menurutnya, pelaku tindakan tersebut mencerminkan pribadi yang tidak berakhlaq dan tidak punya dasar iman. Karena, lanjut Kiai Taufik, orang yang beriman dan memiliki akhlak, tidak akan melakukan tindakan-tindakam 'tak terpuji.

"Apalagi kejadiannya bersamaan dengan momentum hari raya, sepanduknya juga tentang Idul Fitri. Mestinya hari raya Idul Fitri dijadikan sebagai momen untuk saling menjaga, menghormati dan silaturahmi. Ini malah diisi dengan merobek dan memancing serta memprovokasi untuk memulai saling benci dan saling curiga lagi. Mungkin pelakunya selama bulan Ramadhan nafsunya tidak berhasil diredam," lanjut Kiai Taufik, Selasa (11/06/19), saat ditemui di Kediamannya, Kompleks Pondok Pesantren Bustanul Ulum Sumber Anom, Palengaan, Pamekasan.

Alumni Ma'had Riyadhul Jannah Rosefah, Arab Saudi, ini juga menilai, pelaku bisa jadi orang yang memiliki keterbelakangan mental atau kelainan jiwa. Bisa juga pelakunya seseorang yang hatinya kotor dan dipenuhi kebencian terhadap NU. Atau bahkan, pelakunya orang yang iri melihat kebesaran NU, hingga batinnya penuh kedengkian, dendam dan hasud, akhirnya ia melampiaskan isi hatinya melalui cara yang tidak terpuji.

"Atau bisa jadi pelakunya orang yang ambisi jadi pemmpin organisasi, dan mau masuk NU, tapi dia malu karena sudah kadung benci pada NU, hingga dilampiaskan dengan cara bgitu. Dan bisa juga orang yang hatinya tidak tahan melihat dakwah dan gerakan NU yang diterima semua lapisan masyarakat sedangkan dirinya selalu gagal," tegas Kiai Taufik.


Meski ada segelintir orang yang benci terhadap organisasi yang digelutinya, Kiai Taufik merasa yakin NU akan tetap eksis dan semakin besar, serta terus berdakwah sesuai garis khitthah.

"Silahkan kalian membenci, silahkan kalian hasud, iri dan penuhilah hati kalian dengan sifat-sifat kotor itu. Karena saya yakin, semakin kalian benci, tidur kalian tidak akan nyenyak, makan kalian tidak akan nikmat, hidup kalian tidak akan tenang karena dipenuhi kebencian. Dan, Insya Allah NU akan tetap eksis dan terus berdakwah sesuai garis khitthah. Hati kalian akan dipenuhi rasa benci, sedang kami akan terus berkibar," ucapnya.

Selain itu, Kiai Taufik juga merasa heran. Pasalnya, di Pamekasan selalu ada orang yang berbuat onar, memancing emosi dengan sikap tidak terpuji seperti kasus di Pakong. Padahal, menurutnya, warga NU tidak pernah merobek sepanduk organisasi lain, tidak pernah menghujat, memfitnah, juga tidak pernah menolak tokoh orang lain, dan tidak pernah mengganggu acara organisasi lain. "Mugkin karena hati mereka sudah terlalu dipenuhi kebencian. Semoga diberi hidayah oleh Allah," harapnya.

Meski demikian, Kiai Taufik meminta warga NU tetap tenang dan tidak terprovikasi. Karena Allah, menurutnya, Maha mengetahui antara kelompok yang biasa berbuat kerusakan dengan kelompok yang senantiasa berpedoman pada akhlak karimah dan berbuat kebaika.

"Kepada aparat, mohon supaya lebih tegas. Tindak tegas pelaku provokasi. Kalau perlu, tangkap hingga ke aktor intelektualnya. Karena negara ini bisa hancur jika pelaku provokasi seperti itu dibiarkan," pungkasnya. (ahn/uki)
Share:

Wednesday, June 5, 2019

Judul Bukunya Dikritik, Gus Nadir Sentil Shiddiq Al-Jawi

Pamekasan — Pasti Aswaja — Rais Syuriah Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Australia-Selandia Baru, KH. Nadirsyah Hosen atau yang akrab disapa Gus Nadir, 'menyentil' salah satu pengurus pusat organisasi terlarang Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), M. Shiddiq Al-Jawi.

M. Shiddiq Al-Jawi alias Sigit Purnawan Jati dalam cuitan di akun twitter miliknya melakukan kesalahan saat menganalogikan buku Gus Nadir yang berjudul "Islam Yes, Khilafah No", Sigit menilai, judul buku tersebut sama halnya mengatakan 'Sholat Yes, Sujud No' atau 'Haji Yes, Wukuf No'.

"Judul buku "Islam Yes, Khilafah No," itu contradictio in terminis. Sama dengan bilang,"Sholat Yes, Sujud No," atau "Haji Yes, Wukuf No." Khilafah itu bagian integral dari Islam, Bro. Awam boleh, tertipu jangan," tulis Shiddiq, Senin (03/06/19).

Menanggapi cuitan Sigit itu, Gus Nadir mengatakan, sujud merupakan bagian salat. Jadi, tanpa sujud, salat tidak sah. Begitu juga haji. Tanpa wukuf, haji tidak sah. Berbeda dengan khilafah. Khilafah bukanlah rukun Islam. Menolak khilafah, tidak lantas menjadikan seorang muslim keluar dari Islam.

"Om @ShiddiqJawi Sujud itu bagian dari rukun shalat. Tanpa sujud, shalatnya batal. Makanya gak boleh bilang “Shalat Yes, Sujud No”. Gitu jg wukuf dan  haji. Kagak wukuf, haji gak sah. Khilafah itu bukan termasuk rukun Islam dan rukun iman. Org lain boleh ketipu HTI, gue sih ogah," kicau Gus Nadir, Selasa pagi (04/06/19), diakhiri emoticon ketawa.


Sampai berita ini diturunkan, kicauan Gus Nadir itu ditwit ulang sebanyam  lima ribu kali lebih dan ditwit ulang oleh lima ribu lebih pengguna twitter. Sedangkan kicauan Sigit, disukai tiga ribu penggun twitter dan seribu lebih twit ulang. (ahn/uki)
Share:

Tuesday, June 4, 2019

Sambut Idul Fitri, PRNU Palengaan Daja 1 Gelar Gebyar Takbir dan Sholawat

Pamekasan — Pasti Aswaja — Menyambut datangnya hari raya Idul Fitri 1440 H, Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Palengaan Daja 1 bersama Majelis Sholawat Al-Murabba' Nurul Musthafa menggelar Gebyar Takbir dan Sholawat bersama masyarakat Palengaan Daja, Palengaan, Pamekasan, Selasa malam (04/06/19), di Dusun Taretah 1, desa setempat.

Kegiatan yang diselenggarakan tiap tahun oleh PRNU Palengaan Daja 1 itu diikuti oleh masyarakat setempat yang turut serta mengumandangkan takbir dan selawat bersama.

Rais Syuriah PRNU Palengaan Daja 1, KH. Abd. Barri Rahman menyampaikan perihal pelaksanaan kegiatan tersebut guna mengharap syafaat Rasulullah Muhammad melalui lantunan selawat. Selain itu, acara tersebut juga sebagai ungkapan rasa syukur atas raihan kemenangan setelah sebulan berpuasa.

"Alhamdulillah, di malam ini kita bersama-sama mengumandangkan takbir dan shalawat kepada Nabi Muhammad untuk mengharap syafaatnya, sehingga ibadah puasa yang telah kita laksanakan bisa diterima dan mendapatkan berkah," ungkap Kiai yang juga menjabat Mustasyar Majelis Wakil Cabang (MWC) NU Kecamatan Palengaan tersebut.

Selain takbir dan selawat, acara tersebut juga dimeriahkan dengan kembang api dan pelepasan sebanyak 200 lampion sebagai ekspresi kebahagiaan menyambut hari raya Idul Fitri. (nal/ahn)
Share:

IPK Berkarya Punya Nakhoda Baru

Sampang — Pasti Aswaja — Ikatan Pemuda Karangpenang (IPK) Berkarya memiliki ketua baru yang akan memimpin selama satu periode ke depan, yakni 2019-2020. Nakhoda baru tersebut terpilih dalam Rapat Tahunan IPK Berkarya, Senin (03/06/19), di Pendopo Kecamatan Karangpenang.

Samsul Arifin selaku Ketua IPK Berkarya demisioner berharap, agenda tahunan yang dirangkai dengan buka bersama ini dapat menumbuhkan semangat baru dalam berorganisasi, sehingga IPK Berkarya mampu melahirkan pemuda-pemuda hebat dengan karya-karyanya.

"Sebagaimana adagium Arab, bahwa pemuda hari ini adalah calon pemimpin di hari esok. Jika pemuda hari ini kreatif dan inovatif, itu artinya masyarakat akan memiliki calon pemimpin yang produktif," lanjut mantan Ketua Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Universitas Madura (Unira) Pamekasan ini.

Dalam agenda itu, forum menjatuhkan pilihannya kepada Rois sebagai Ketua IPK Berkarya baru yang akan memimpin selama satu periode ke depam, yakni 2019-2020. Rois terpilih setelah ia mengungguli 'rivalnya', Mufidul Islami, dengan peroleham suara 17 banding 5.

Di lain kesempatan, Rois menyampaikan terima kasih atas kepercayaan anggota IPK Berkarya yang menunjuk dirinya sebagai ketua. Menurutnya, ada dua program yang akan menjadi prioritas selama dirinya memimpin.

"Pertama, mengokohkan kembali dan siap memberikan kontribusi yang jelas bagi masyarakat umum, khususnya kepada masrakat Karangpenang; kedua, merawat betul-betul amanah yang sudah diberikan oleh anggota atau pengurus IPK Berkarya," tangkasnya. (ahn/uki)
Share:

Monday, June 3, 2019

Tim LF PWNU Jawa Timur dan PCNU Pamekasan Tidak Melihat Hilal

Pamekasan — Pasti Aswaja — Tim Rukyatul Hilal yang disebarkan oleh Lembaga Falakiyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (LF PWNU) Jawa Timur di 24 titik, tidak satupun melihat hilal. Hal itu dikarenakan hilal berada di bawah ufuk dan tidak memungkinkan dilihat.

Pernyataan tersebut disampaikan secara resmi oleh LF PWNU Jawa Timur melalui surat resmi bernomer 15/LFNU/L/V/2019, Senin sore (03/06/19), yang ditandatangani oleh KH. Sofiyullah selaku Ketua LF PWNU Jawa Timur.

"Sehubungan dengan dilaksanakannya Kegiatan Rukyatul Hilal Syawwal 1440 H di 24 titik lokasi rukyat se Jawa Timur pada tanggal 29 Ramadlan 1440 H / 3 Juni 2019 M, maka kami Lembaga Falakiyah PWNU Jawa Timur melaporkan bahwa hasil kegiatan rukyat hilal tersebut TIDAK BERHASIL MELIHAT HILAL karena Hilal rendah dibawah ufuk," tulis surat tersebut.

Hal serupa juga dialami oleh Tim Rukyatul Hilal Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (LF PCNU) Pamekasan yang melakukan pemantauan di dua titik: Gedung Observatorium lantai lima IAIN Madura dan Pantai Desa Ambat Pamekasan.

"Dari LF PCNU Pamekasan yang ikut memantau Rukyatul Hilal di Pantai Desa Ambat dan di Gedung Observatorium IAIN Madura melaporkan belum dapat melihat hilal," jelas KH. Abdurrahman Abbas, Sekretaris PCNU Pamekasan, Senin sore (03/06/19).

Maka dari itu, PCNU Pamekasan meminta kepada seluruh warga NU dan seluruh masyarakat di Bumi Gerbang Salam agar mengikuti ketetapan pemerintah melalui Kementerian Agama RI.

"PBNU (Pengurus Besar Nahdlatul Ulama. Red.) juga begitu (tidak melihat hilal. Red.). (Informasi. Red.) Berdasarkan ikhbar yang dikeluatkan oleh PBNU beberapa menit yang lalu. Artinya, Ramadan kali ini istikmal 30 hari," pungkas Kiai Abdurrahman. (dur/uki)
Share:

Akhiri Agenda Ramadan, PKC PMII Jatim Buka Puasa Bersama Anak Yatim

Surabaya — Pasti Aswaja — Pengurus Koordinator Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PKC PMII) Jawa Timur (Jatim) mengakhiri seluruh rangkaian kegiatan Ramadan, Ahad sore (02/06/2019).

Buka puasa bersama dan pemberian kado kepada 25 anak yatim di Sidosermo Dalem, Surabaya menjadi acara pamungkas seluruh agenda Ramadan.

Fadil, Sekretaris PKC PMII Jatim menuturkan, di antara esensi puasa pada bulan Ramadan ini ialah upaya mendekatkan diri kepada Maha Pencipta.

"Seperti namanya, puasa itu kan al-shiyam. Artinya, menahan diri dari segala tindak-takduk yang dapat membatalkan ibadah puasa," ujar Mantan Ketua Cabang PMII Pamekasan itu.

Agenda Ramadhan PKC PMII Jatim diawali Khatm al-Qur'an, santunan anak yatim dan tadarus pergerakan di kediaman pendiri PMII, KH. Moensif Nachrawi, Ahad (26/05/2019) lalu, bertepatan 21 Ramadhan 1440 H.

Acara lainnya, Sahur On The Road bersama tukang becak dan penjaga pasien di beberapa rumah sakit di Surabaya, Senin-Ahad (27/05-02/06) bertepatan 22-28 Ramadhan 1440 H. setiap malam.

"Semua agenda yang sudah dilaksanakan itu adalah bagian dari cara kami memaknai bulan yang suci ini," pungkas Fadil. (bor/ahn)
Share:

Sunday, June 2, 2019

MIF dan IKA-PMII Pamekasan Santuni Lansia Sebatang Kara

Pamekasan — Pasti Aswaja — Madura Idea Foundation (MIF) bersama Ikatan Keluarga Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA-PMII) Pamekasan, Ahad (02/06/2019), mendatangi Nenek Amur di Dusun Jenglateh Barat, Desa Campor, Kecamatan Proppo, Kabupaten Pamekasan.

Moh. Fudholi mengatakan, selain memanfaatkan momentum sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan, santunan kepada janda lanjut usia (Lansia) yang hidup sebatang kara itu merupakan bagian program utama MIF supaya bisa meringankan beban menjelang lebaran Idul Fitri.

"Alhamdulillah, kami memberikan santunan kepada Nenek Amur. Semoga kegiatan ini trus berkelanjutan sehingga mampu memberikan manfaat bagi masyarakat. MIF dan PMII merupakan lembaga yang akan terus bergerak bersama demi kesejahteraan masyarakat Madura," ucap Direktur Utama MIF itu.

Hal itu, lanjut Fudholi, karena dalam kelembagaan MIF sendiri banyak anggota PMII dan beberapa pengurus IKA-PMII di Pamekasan, bahkan di Madura. Sehingga, hubungan tersebut perlu ditingkatkan agar tetap mampu membantu dan mendampingi masyarakat, khususnya kaum dhuafa.

Dosen Fulsafat di STAI Miftahul Ulum Pamekasan itu juga meminta dukungan semua pihak agar MIF terus bergerak memabantu meringan beban kaum dhuafa di Madura. Memurutnya, tanpa dukungan semua elemen, MIF tidak mungkin bisa sebesar sekarang.

"Doa dari semua lapisan masyarakat sangat kami butuhkan demi keberlangsungan MIF ke depan," pungkasnya. (ahn/uki)
Share:

Momentum Nuzulul Quran, Ranting NU Taraban Santuni Kaum Dhuafa

Pamekasan — Pasti Aswaja — Sudah menjadi agenda rutin tahunan, Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Taraban, Kecamatan Larangan, Pamekasan menggelar peringatan Nuzulul Quran. Berbagai kegiatan mewarnai agenda kali ini mulai Khatm al-Qur'an, istigasah, santunan anak yatim dan janda dhuafa, serta buka puasa bersama, Sabtu (01/06/2019) di Musala Taraban.

Abdi Manaf selaku Rais Syuriah PRNU Taraban menuturkan, pelaksanaan kegiatan tahun ini sedikit berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya. Santunan yang biasanya hanya diberikan kepada anak yatim, kali ini juga diberikan kepada janda dhuafa.

Manaf menjelaskan, jumlah anak yatim yang diberikan santunan sebanyak delapan orang, sedangkan janda dhuafa sebanyak enam puluh orang.

"Atas nama pribadi dan organisasi, saya menyampaikan banyak terima kasih kepada semua donatur yang telah berpartisipasi dalam terselenggaranya kegiatan ini. Semoga kegiatan tahun selanjutnya juga dapat terlaksana lebih baik lagi," ungkapnya, usai acara.

KH. Syaifuddin, Rais Syuriah MWCNU Larangan, mengapresiasi agenda tersebut, karena menurutnya dapat membantu meringankan beban kaum dhuafa terlebih menjelang lebaran.

Kiai Syaifuddin berpesan kepada PRNU Taraban, tujuan yang harus dicapai tidak hanya bayaknya anak yatim dan janda dhuafa yang diberi santunan. "Lebih dari itu, Pengurus Ranting NU Taraban harus turut serta mengurangi tingkat kemiskinan di daerah sekitar, terutama di Desa Taraban, Kecamatan Larangan, Kabupaten Pamekasan ini," pesannya. (bor/ahn)
Share:

Saturday, June 1, 2019

Ketua PCNU Pamekasan: Pancasila Bukan Agama, Tapi Pemersatu Bangsa

Pamekasan — Pasti Aswaja — Setiap tanggal 1 Juni, Indonesia memperingati hari lahir Pancasila. Hal itu Mengacu pada pidato Soekarno dalam sidang Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan (BPUPKI) tanggal 1 Juni 1945 sebagai konsep dan rumusan awal Pancasila.

Peringatan hari lahir Pancasila ini disambut dengan antusias oleh masyarakat Indonesia sebagai refleksi pemersatu bangsa, khususnya warga Nahdlatul Ulama atau yang biasa disebut Nahdliyin.

KH. Taufik Hasyim, Ketua PCNU Pamekasan, pada momentum Hari Lahir Pancasila tahun 2019 mengungkapkan, keberadaan Pancasila di Indonesia ini atas kesepakatan pendiri bangsa sebagai dasar negara.

"Pancasila bukan agama dan tidak bertentangan dengan agama, tapi keberadaannya menjadi simbol pemersatu bangsa Indonesia dari Aceh sampai Papua yang terdiri dari ribuan suku, adat dan bahasa," jelas Kiai Taufik, Sabtu (01/05/2019) di kediamannya, Pondok Pesantren Bustanul Ulum Sumber Anom Angsanah Palengaan Pamekasan Madura.

Alumni Pondok Pesantren Lirboyo Kediri Jawa Timur itu menambahkan, Indonesia mampu bertahan di tengah keberagaman agama, suku, ras dan bahasa lantaran adanya Pancasila. Kiai muda itu membandingkan kondisi Indonesia dengan negara timur tengah yang sering terjadi konflik, karena tidak adanya simbol pemersatu seperti Pancasila.

"Karena adanya Pancasila juga, kita di Indonesia ini mau salat seribu rakaat setiap haripun tidak ada yang melarang. Mau umroh setiap bulan juga tidak ada yang melarang. Di situ bisa kita lihat, bahwa pancasila itu baik dan tidak bertentangan dengan agama," lanjut Ketua STAI Miftahul Ulum Pamekasan itu.

Bahkan, lanjut Kiai Taufik, Pancasila mengakomodasi umat Islam di Indonesia sehingga bisa mengekspresikan ajaran agama secara bebas. Bahkan, tidak sedikit ibadah umat Islam yang diakomodasi oleh negara seperti penentuan awal puasa, awal Syawal, waktu salat,.sehingga mempermudah umat Islam melaksanakn ajaran agama.

"Kita mengadakan acara keagamaan besar-besaran seperti haul, maulid nabi, dan semacamnya, bisa berjalan dengan lancar dan aman. Sekali lagi, Pancasila adalah konsep indah peninggalan leluhur bangsa ini," pungkasnya. (bor/ahn)
Share:

Home Style

Contact Form

Name

Email *

Message *

Ads

Ads

Latest News

Popular Posts

Blog Archive