Tuesday, June 11, 2019

Ketua PCNU Pamekasan Kecam Perusak Baliho Ucapan Selamat Idul Fitri

Ketua PCNU Pamekasan Kecam Perusak Baliho Ucapan Selamat Idul Fitri

Baca Juga

Pamekasan — Pasti Aswaja — Beberapa hari menjelang datangnya Idul Fitri, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Pamekasan memasang baliho ucapan selamat Idul Fitri berukuran besar di beberapa titik, di antaranya ialah di Simpang Tiga Pakong. Tapi, berdasarkan laporan warga NU setempat, baliho tersebut dirobek oleh orang tidak bertanggung jawab tepat di bagian muka Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH. Said Aqil Siroj.

KH. Taufik Hasyim selaku Ketua PCNU Pamekasan menyesalkan tindakan tidak terpuji tersebut. Menurutnya, pelaku tindakan tersebut mencerminkan pribadi yang tidak berakhlaq dan tidak punya dasar iman. Karena, lanjut Kiai Taufik, orang yang beriman dan memiliki akhlak, tidak akan melakukan tindakan-tindakam 'tak terpuji.

"Apalagi kejadiannya bersamaan dengan momentum hari raya, sepanduknya juga tentang Idul Fitri. Mestinya hari raya Idul Fitri dijadikan sebagai momen untuk saling menjaga, menghormati dan silaturahmi. Ini malah diisi dengan merobek dan memancing serta memprovokasi untuk memulai saling benci dan saling curiga lagi. Mungkin pelakunya selama bulan Ramadhan nafsunya tidak berhasil diredam," lanjut Kiai Taufik, Selasa (11/06/19), saat ditemui di Kediamannya, Kompleks Pondok Pesantren Bustanul Ulum Sumber Anom, Palengaan, Pamekasan.

Alumni Ma'had Riyadhul Jannah Rosefah, Arab Saudi, ini juga menilai, pelaku bisa jadi orang yang memiliki keterbelakangan mental atau kelainan jiwa. Bisa juga pelakunya seseorang yang hatinya kotor dan dipenuhi kebencian terhadap NU. Atau bahkan, pelakunya orang yang iri melihat kebesaran NU, hingga batinnya penuh kedengkian, dendam dan hasud, akhirnya ia melampiaskan isi hatinya melalui cara yang tidak terpuji.

"Atau bisa jadi pelakunya orang yang ambisi jadi pemmpin organisasi, dan mau masuk NU, tapi dia malu karena sudah kadung benci pada NU, hingga dilampiaskan dengan cara bgitu. Dan bisa juga orang yang hatinya tidak tahan melihat dakwah dan gerakan NU yang diterima semua lapisan masyarakat sedangkan dirinya selalu gagal," tegas Kiai Taufik.


Meski ada segelintir orang yang benci terhadap organisasi yang digelutinya, Kiai Taufik merasa yakin NU akan tetap eksis dan semakin besar, serta terus berdakwah sesuai garis khitthah.

"Silahkan kalian membenci, silahkan kalian hasud, iri dan penuhilah hati kalian dengan sifat-sifat kotor itu. Karena saya yakin, semakin kalian benci, tidur kalian tidak akan nyenyak, makan kalian tidak akan nikmat, hidup kalian tidak akan tenang karena dipenuhi kebencian. Dan, Insya Allah NU akan tetap eksis dan terus berdakwah sesuai garis khitthah. Hati kalian akan dipenuhi rasa benci, sedang kami akan terus berkibar," ucapnya.

Selain itu, Kiai Taufik juga merasa heran. Pasalnya, di Pamekasan selalu ada orang yang berbuat onar, memancing emosi dengan sikap tidak terpuji seperti kasus di Pakong. Padahal, menurutnya, warga NU tidak pernah merobek sepanduk organisasi lain, tidak pernah menghujat, memfitnah, juga tidak pernah menolak tokoh orang lain, dan tidak pernah mengganggu acara organisasi lain. "Mugkin karena hati mereka sudah terlalu dipenuhi kebencian. Semoga diberi hidayah oleh Allah," harapnya.

Meski demikian, Kiai Taufik meminta warga NU tetap tenang dan tidak terprovikasi. Karena Allah, menurutnya, Maha mengetahui antara kelompok yang biasa berbuat kerusakan dengan kelompok yang senantiasa berpedoman pada akhlak karimah dan berbuat kebaika.

"Kepada aparat, mohon supaya lebih tegas. Tindak tegas pelaku provokasi. Kalau perlu, tangkap hingga ke aktor intelektualnya. Karena negara ini bisa hancur jika pelaku provokasi seperti itu dibiarkan," pungkasnya. (ahn/uki)
Share:

0 comments:

Post a Comment

Home Style

Contact Form

Name

Email *

Message *

Quotes

Quotes

Latest News

Popular Posts

Blog Archive