Wednesday, July 10, 2019

Empat 'Harimau' Muda NU

Empat 'Harimau' Muda NU

Baca Juga

Oleh: Muhammad Abror*

Mengutip pernyataan Gus Dur, sebagaimana yang diceritakan oleh Nyai Shuniyya Ruhama, bahwa anak muda NU akan bangkit melawan radikalisme.

Melihat perkembangan dakwah Islam di Indonesia beberapa tahun terakhir, prediksi Gus Dur itu benar-benar terjadi. Terbukti, terus bermunculan Kiai Muda Nahdlatul Ulama yang semakin gencar menyuarakan dan menebar ajaran Islam Ahlussunnah Wal Jamaah an-Nahdliyah.

Saya menyebut para Kiai Muda ini dengan 'Harimau' Muda NU. Beliau-beliau ini tidak pernah gentar sedikitpun untuk menangkal paham radikal dan menghadapi kelompok trans-nasional yang menginginkan Indonesia menjadi negara khilafah.

1. Sayyid Seif Alwi
Nama lengkap beliau adalah Seif Alwi Iskandar bin Muhammad Misbah bin Muhammad Ali Hasan bin Ahmad bin Muhammad Syarif. Beliau merupakan keturunan Sunan Gunung Jati ke-19. Sayyid Seif Alwi merupakan salah satu Kiai Muda NU yang tegas menyatakan, bahwa tidak ada yang namanya NU garis lurus, NU garis bengkok atau garis-garis yang lain. Bagi beliau, NU adalah NU yang ada di bawah komando Rais Aam dan Ketua Umum PBNU.

2. Gus Muwaffiq
Pernah menjabat sebagai asisten pribadi Gus Dur, Kiai asal Sleman, Yogyakarta ini memiliki nama asli Ahmad Muwaffiq. Mantan aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) ini dikenal sebagai Kiai dengan pemahaman sejarah yang sangat mendalam, mulai sejarah peradaban manusia secara umum, sejarah Agama Islam pada masa kenabian, hingga sejarah Nusantara. Begitu pun sejarah agama Islam di Indonesia, mulai awal perkembangan hingga saat ini.

3. Gus Miftah
Kiai muda yang memiliki nama lengkap Miftah Maulana Habiburahman, Pengasuh Pondok Pesantren Ora Aji, Sleman, Yogyakarta ini dikenal sebagai ulama muda yang gencar berdakwah bagi kaum marjinal. Akhir-akhir ini, nama Gus Miftah menjadi topik hangat netizen Indonesia. Hal itu tidak lepas dari peran beliau menuntun Deddy Corbuzier mengucap kalimat syahadat.

4. Gus Baha'
Kiai muda Alumni Pondok Pesantren Al-Anwar Karangmangu, Sarang, Rembang di bawah asuhan KH. Maimoen Zubair ini memiliki nama lengkap Ahmad Bahauddin Nursalim. Pemahaman Gus Baha tentang ragam keilmuan di dalam Islam dan ilmu-ilmu al-Quran telah diakui oleh penulis kitab Tafsir Misbah, Prof. Dr. Muhammad Quraish Shihab.

Masih banyak Kiai-kiai muda NU lainnya yang turut serta berperan aktif dalam menangkal paham dan gerakan radikal. Semoga beliau semua diberkahi oleh Allah, sehingga tetap semangat mengawal dan menjaga keutuhan NKRI.
*Reporter Pasti Aswaja
Share:

0 comments:

Post a Comment

Home Style

Contact Form

Name

Email *

Message *

Quotes

Quotes

Latest News

Popular Posts

Blog Archive