Friday, July 12, 2019

Usia Bukan Alasan Keluar Dari GP Ansor

Usia Bukan Alasan Keluar Dari GP Ansor

Baca Juga

Pamekasan — Pasti Aswaja — Sejatinya, anggota Gerakan Pemuda (GP) Ansor ialah pemuda Nahdlatul Ulama (NU) yang berusia maksimal 40 tahun. Syarat ini berdasarkan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD-ART) NU.

Meski demikian, syarat tersebut tidak "berlaku" bagi Pimpinan Ranting (PR) GP Ansor Desa Rek Kerrek, Palengaan, Pamekasan. Pasalnya, di desa ini tidak sedikit anggota GP Ansor yang sudah melewati batas maksimal usia. Bahkan, ada yang lebih 50 tahun.

Sekalipun usianya tidak lagi muda, tapi mereka tampak semangat dan tetap aktif menghadiri pertemuan rutin bulanan yang dilaksanakan setiap Jumat awal di kediaman para anggota secara bergantian.

Sudarsono selaku Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor Palengaan mengatakan, mereka enggan pindah dari GP Ansor ke Lembaga atau Badan Otonom NU lainnya.


"Ansor ini punya Banser, badan khusus yang tidak ada batas maksimal usia. Tapi mereka tetap tidak mau disuruh gabung Banser. Mungkin karena faktor usia, mereka merasa tidak akan mampu melewati tantangan-tantangan untuk menjadi anggota Banser," jelas Darso, sapaan akrabnya, Jumat (12/07/19).

Selain itu, menurut Darso, alasan yang biasa diutarakan anggota GP Ansor Rek Kerrek ialah takut tua. "Mungkin yang mereka khawatirkan, kalau mereka keluar dari GP Ansor, otomatis mereka bukan pemuda lagi," kelakarnya.

Mantan aktivis PMII ini mengaku sudah berkoordinasi dengan kepengurusan PC GP Ansor sebelumnya. "Dan Cabang (GP Ansor Pamekasan. Red.) tidak mempermasalahkan hal itu," pungkasnya. (uki/ahn)
Share:

0 comments:

Post a Comment

Home Style

Contact Form

Name

Email *

Message *

Ads

Ads

Latest News

Popular Posts

Blog Archive