Saturday, August 17, 2019

Sampaikan Amanat Upacara 17 Agustus, Ketua PCNU Pamekasan Menangis

Sampaikan Amanat Upacara 17 Agustus, Ketua PCNU Pamekasan Menangis

Baca Juga

Pamekasan — Pasti Aswaja — Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Pamekasan, KH. Taufik Hasyim, tidak kuasa menahan tangis saat menyampaikan amanat pada pelaksanaan upacara bendera memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Indonesia di Pondok Pesantren Nurul Karomah, Buddagan, Pademawu, Pamekasan, Sabtu (17/08/2019).

"Ketika menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya, tenggorokan saya kering. Saya membayangkan betapa besar dan dahsyatnya perjuangan para kiai dan ulama kita saat melawan penjajah memperjuangkan kemerdekaan," ucapnya dengan suara parau menahan tangis.

Ia mengaku kehabisan kata-kata ketika dirinya membayangkan perjuangan para kiai, santri serta para pahlawan lainnya yang rela mengorbankam segalanya demi kemerdekaan Republik Indonesia dan tegaknya Sang Merah Putih.

Maka dari itu, alumni Ma'had Riyadhul Jannah Rosefah, Arab Saudi, ini merasa heran ketika ada kelompok yang mengharamkan dan mensyirikkan hormat kepada Bendera Merah Putih. Karena menurutnya, menghormati Merah Putih sebagai bentuk kecintaan terhadap tanah air.

"Mencintai tanah air, sama sekali tidak mengurangi kecintaan kita kepada Allah SWT. Sama seperti cinta kita ibu dan istri. Mencintai istri, sama sekali tidak mengurangi cinta kita kepada ibu. Begitu juga kita mencintai istri, tidak akan mengurangi cinta kita kepada ibu," tegasnya. (ahn/uki)
Share:

0 comments:

Post a Comment

Home Style

Contact Form

Name

Email *

Message *

Quotes

Quotes

Latest News

Popular Posts

Blog Archive