Sunday, September 22, 2019

Gus Baha', Surah Al-Fatihah Perintahkan Supaya Bermazhab

Gus Baha', Surah Al-Fatihah Perintahkan Supaya Bermazhab

Baca Juga

Pamekasan — Pasti Aswaja — Tradisi bermazhab di kalangan Nahdlatul Ulama (NU) sering kali mendapatkan kritikan dari beberapa kelompol Islam sendiri. Mereka beralasan, tradisi bermazhab tidak pernah dilakukan oleh para sahabat, karena tidak pernah dicontohkan oleh Nabi Muhammad.

KH. Bahauddin Nur Salim atau yang biasa dipanggil Gus Baha', mematahkan anggapan tersebut. Menurutnya, tradisi bermazhab dijelaskan oleh Allah dalam Alquran surah Al-Fatihah ayat enam sampai ayat tujuh, yakni: "Ihdinâ al-shirâth al-mustaqîm, shirath al-ladzîna an'amta 'alayhim..." yang artinya: "Tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat..."

Hal ini diungkapkan Gus Baha' dalam sebuah video yang diunggah oleh channel YouTube Kalam - Kajian Islam. Dalam keterengan video yang diunggah Rabu (18/092019) itu dijelaskan, Gus Baha' sedang menjadi pembicara acara Ngaji Kitab Karya KH. Hasyim Asy'ari Bersama PCINU Korea Selatan di Masjid Al-Mujahidin, Incheon, Korea Selatan.

Alumni Pondok Pesantren Al-Anwar, Rembang, Jawa Tengah, itu menjelaskan, kedua ayat tersebut mengisyaratkan, ketika seseorang hendak menuju keberan, maka ia harus mengikuti jalannya orang-orang yang telah dineri nikmat oleh Allah. Artinya, lanjut Gus Baha', ayat ini memerintahkan umat Islam supaya bermazhab.

"Artinya, harus bermazhab. Harus ada yang diikuti. Siapa yang harus diikuti? 'Orang yang telah Engkau beri nikmat'. 'Shirath al-ladzîna an'amta 'alayhim...' 'An'amta' itu fi'il madli (kata kerja lampau. Red.). (Artinya. Red.) 'Yang telah Engkau beri nikmat.' Jangan orang yang potensi dapat nikmat, ndak nyampe jelas. Hanya orang yang punya otoritatif bermazhab, orang yang pintar, yang saleh, yang bahkan ketika meninggal dalam keadaan husnulkhatimah, yaitu imam-imam kita imam Ahlussunnah wal Jama'ah," papar pakar tafsir Alquran itu.

Dalam surah Al-Fatihah itu, lanjut Gus Baha', Allah tidak menggunakan kalimat "Shirathaka" yang artinya "JalanMu", tapi Allah menggunakan kalimat "Shirath al-ladzîna". Mengikuti "al-ladzîna an'amta 'alayhim" sama halnya dengan mengikuti Allah.

"Sebab itu di Alquran ada ayat: 'Man yuthi'i al-rasul faqad atha'a Allah'. Yang taat pada Rasul pasti taat pada Allah. Bukam dibalik, taat pada Allah. Karena kita ndak tahu caranya taat pada Allah tanpa ada Rasul," tambahnya.

Selain itu, keharusan bermazhab, lanjut Gus Baha', karena teks yang tidak manshus atau di luar ketetapan eksplisit akan melahirkan sudut pandang yang berbeda dan akan melahirkan kesimpulan berbeda pula. (ahn/uki)
Share:

0 comments:

Post a Comment

Home Style

Contact Form

Name

Email *

Message *

Quotes

Quotes

Latest News

Popular Posts

Blog Archive