Monday, October 21, 2019

Gus Mus Akan Hadiri Puncak Peringatan HSN 2019 PCNU Pamekasan

Pamekasan — Pasti Aswaja — Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2019 yang digelar oleh Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pamekasan nampaknya akan lebih meriah dibanding tahun-tahun sebelumnya. Pasalnya, pada puncak peringatan HSN tahun ini  yang akan berlangsung 26 Oktober mendatang akan dihadiri oleh Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH. Mustofa Bisri atau yang akrab disapa Gus Mus.

Hal itu disampaikan oleh Ketua PCNU Pamekasan, KH. Taufik Hasyim, saat memberikan sambutan pada acara istigasah menyambut HSN 2019, Ahad malam (20/10/2019) di Aula Kantor PCNU Pamekasan, Jl. R. Abd. Aziz, No. 95, Kelurahan Jungcangcang.

Menurut Kiai Taufik, peringatan HSN di Pamekasan setiap tahun berlangsung meriah. Dan tahun ini, lanjut Kiai Taufik, tidak akan kalah meriah, karena akan dihadiri oleh Gus Mus.

"Alhamdulillah, di Pamekasan peringatan Hari Santri Nasional sangat meriah. Tahun ini, puncak peringatannya menghadirkan Gus Mus. Harapan besar, agar semua lembaga, Banom dan MWC-MWCNU (Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU. Red.) se-Kabupaten Pamekasan mengajak Nahdliyin turut serta meramaikan," ungkap Kiai Taufik, seperti dikutip laman resmi PCNU Pamekasan.

Sebelumnya, Kiai Taufik menyampaikan, keterlibatan NU bersama pemerintah dalam setiap pelaksanaan peringatan HSN merupakan hal yang harus disyukuri bersama.

Sejak tanggal 22 Oktober ditetapkan sebagai HSN oleh pemerintah hingga saat ini, semua agenda peringatannya selalu dipercayakan kepada NU. Menurut Kiai Taufik, hal itu karena adanya Resolusi Jihad yang dikeluarkan oleh KH. Hasyim Asy'ari, pendiri NU.

Kegiatan yang dimulai jam 20:30 WIB itu diikuti oleh seluruh Lembaga dan Badan Otonom di lingkungan PCNU Pamekasan serta Ketua dan Sekretaris MWCNU se-Kabupaten Pamekasan.

Setelah melaksanakan istigasah dan doa bersama, kegiatan dilanjutkan dengan tausiah keagamaan yang disampaikan KH. Kholilurrahman, Musytasyar PCNU Pamekasan. (dur/uki)
Share:

Sunday, October 20, 2019

MIF Bagi-bagi Sembako Kepada Kaum Dhuafa di Desa Durbuk

Pamekasan — Pasti Aswaja — Yayasan Madura Idea Foundation (MIF) kembali menyalurkan bantuan sembako kepada masyarakat dhuafa, dan lansia yang tidak mampu di Desa Durbuk, Pademawu, Pamekasan, Ahad (20/10/2019).

Gerakan ATAS (Alengleng Trebung Abhento Staretanan) itu merupaka agenda wajib bulanan yang dilaksanakan setiap Minggu ketiga. Agenda ini disambut antusias dan senyum bahagia oleh warga. Sebanyak 15 paket sembako diberikan kepada kaum dhuafa dan lansia di desa tersebut.

“Alhamdulillah bulan ini para pengurus kembali memberikan bantuan di Kecamatan Pademawu, tepatnya Desa Durbuk. Masyarakat yang menerima bantuan sangat berterima kasih dan mendoakan MIF ke depan bisa tambah maju," ucap Teguh Setiawan Putra, Koordinator Gerakan Atas.

Senyum sumringah terpancar dari raut wajah warga.

Agung yang juga menjabar Sekretaris Pusat MIF menyampaikan, sembako yang dibagikannya murni sedekah teman-temannya di MIF.

"Ini sedekah dari teman-teman MIF, yang setiap bulan kami mencoba menyalurkan bantuan-bantuan kepada masyarakat yang tidak mampu dan lansia," ungkapnya 

Kegiatan serupa tidak hanya di gelar MIF di Pamekasan, MIF di tiga kabupaten lain di Madura juga melaksanakan kegiatan serupa. Bedanya, di Babupaten Bangkalan dan Sampang memberikan bantuan berupa air bersih kepada masyarakat yang terdampak kekeringan, Pamekasan dan Sumenep memberikan bantuan berupa sembako.

Dalam setiap bakti sosial yang digelarnya, MIF menyasar kaum dhuaga yang tidak pernah menerima bantuan dari pemerintah. (nal/ahn)
Share:

Saturday, October 19, 2019

PC PMII Pamekasan Gelar Sekolah Riset

Pamekasan — Pasti Aswaja — Guna mengembangkan minat dan bakat kader dalam bidang penelitian, Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Pamekasan periode 2018-2019 menggelar Sekolah Riset di Yayasan Taufiqus Shibyan, Talangoh, Proppo, Pamekasan, Jumat malam (18/10/2019).

Kegiatan yang dijadwalkan berakhir Ahad (20/10/2019) itu diikuti perwakilan Rayon dan Komisariat se-Pamekasan.

Lian Fawahan mengungkapkan, agenda yang digagas oleh Bidang Internal PC PMII Pamekasan tersebut dimaksudkan melahirkan peneliti andal dalam membangun Pamekasan.

Menurut Ketua PC PMII Pamekasan itu, kader PMII Pamekasan harus terlibat aktif dalam dunia penelitian, sehingga organisasi yang dipimpinnya menjadi sumber data dan informasi yang dibutuhkan masyarakat.

Dalam sambutannya, Muhammad Abror, Sekretaris Lembaga Semi Otonom (LSO) Pengembangan Kaderisasi, mewakili Abdul Ghoni, Ketua PKC PMII Jawa Timur, mengapresi terlaksanya Sekolah Riset tersebut.

Atas nama PKC PMII Jawa Timur ia berharap agar kegiatan tersebut tidak hanya selesai dalam forum saja. Menurutnya, pasca pelatihan itu, peserta harus benar-benar bisa menerapkan ilmu yang akan diperoleh. (ahn/uki)
Share:

Tuesday, October 15, 2019

Kiai Misbah, Orang yang Memiliki Jiwa Seni Lembut Perangainya

Pamekasan — Pasti Aswaja — Alquran yang menjadi mukjizat terbesar Nabi Muhammad menyiratkan nilai seni yang agung nan anggun. Bahkan, Walid bin Mughirah, musuh besar Islam pada masa itu, mengakui keindahan kandungan seni Firman Allah yang terdapat di dalamnya.

Hal ini diungkapkan oleh KH. Misbahul Munir, Wakil Rais Syuriah PCNU Pamekasan, Selasa dini hari (15/10/2019), melalui akun Facebook pribadinya.

Kiai Misbah, dalam statusnya itu, mengutip pujian Walid terhadap keindahan seni Alquran.

إن له لحلاوة، وإن عليه لطلاوة، وإن أعلاه لمثمر، وإن أسفله لمغدق، وما هو بقول بشر

"Sungguh Ia (Alquran) mengandung kelezatan, Ia membawa keindahan, puncaknya lebat berbuah, akarnya berderai subur. Dan semua itu bukanlah ucapan manusia."

Bahkan, lanjut Pengasuh Pondok Pesantren Miftahul Ulum Kebun Baru, Kacok, Palengaan, Pamekasan, ini, manusia merupakan salah satu karya seni dengan nilai seni tertinggi, sebagaimana difirmankan oleh Allah dalam surah al-Tin ayat empat.

"Maka, orang yang memiliki jiwa seni akan halus perasaannya, lembut perangainya, serta tidak mudah mengumbar caci-maki," tulisnya diakhiri hashtag #MariBerseni. (ahn/uki)
Share:

Monday, October 14, 2019

Hadrah Al-Banjari Jadi Pembuka Parade Lomba HSN Pamekasan 2019

Pamekasan — Pasti Aswaja — Sebanyak 38 grup delegasi Pesantren se-Kabupaten Pamekasan mengikuti lomba Hadrah Al-Banjari sebagai rangkaian kegiatan memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2019 yang dilaksanakan PCNU Pamekasan bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat.

Menjadi pembuka parade lomba HSN 2019, lomba Hadrah Al-Banjari tersebut dilaksanakan di halaman Kantor PCNU Pamekasan, Senin malam (14/10/2019) dan diperkirakan berakhir Selasa (14/10/2019).

Taufikurrahman Khafi, Koordinator Lomba dalam sambutannya menyampaikan, berbagai agenda lomba, termasuk hadrah al-Banjari, dimaksudkan merajut silaturahmi antar pesantren se-Kabupaten Pamekasan.

Pihaknya mengimbau, jika ada hal yang kurang berkenan, lebih baik berkoordinasi dengan panitia, tanpa harus teriak-teriak, apa lagi sampai mengumpat.

“Kegiatan ini merupakan peringatan hari santri, maka perlu mengedepankan nilai-nilai kesantrian," ungkap Ketua Lembaga Kajian, dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (LAKPESDAM) PCNU Pamekasan itu.

Dalam kesempatan yang sama, RPA. KH. Najibul Khoir selaku Wakil Rais PCNU Pamekasan, sesaat sebelum membuka acara, mengajak semua hadirin agar tetap menjaga ukhuwah dan tali silaturrahim. Karena, menurutnya, silaturrahim dapat menjadi penyambung antara Khaliq dan makhluq.

“Aku Maha Rahman. Dan kalimat rahim (dalam kata silaturrahim. Red.), Allah menyejajarkan kalimat rahim dengan salah satu namaNya. Oleh karena itu, siapa yang menyambung silaturrahim, maka Allah akan bersambung dengannyab barang siapa memutus silaturrahim, maka Allah akan memutuskan diri darinya,” ucapnya, usai mengutip hadis qudsi.

Sampai berita ini diturunkan masih berlangsung lomba Hadrah Al-Banjari. (bor/ahn)
Share:

Saturday, October 12, 2019

Pagelaran Seni-Budaya Lesbumi Sambut HSN 2019

Pamekasan — Pasti Aswaja — Lembaga Seniman Budayawan Muslimin Indonesia (Lesbumi) PCNU Pamekasan, Sabtu malam (12/10/2019), melaksanakan Pagelaran dan Bincang Seni-Budaya, di Kafe 9, Kompleks Kantor PCNU Pamekasan, Jl. R. Abd. Aziz, No. 95, Kelurahan Jungcangcang.

RPA. Wazirul Jihad selaku Ketua Lesbumi PCNU Pamekasan mengatakan, agenda tersebut merupakan rangkaian perayaan Hari Santri Nasional (HSN) 2019. Melalui momentum ini, ia mengajak kaum santri agar senantiasa mendoakan dan mengenang jasa para ulama yang berjuang merebut kemerdekaan.

"Karena dengan semangat jihad meperjuangkan kemerdekaan yang digelorakan oleh para masyaikh kita terdahulu, tanggal 22 Oktober kemudian ditetapkan sebagai Hari Santri Nasional," lanjut Ra Wazir, sapaan akrabnya.

KH. Zainul Hasan, Wakil Ketua PCNU Pamekasan, dalam sambutannya menyampaikan, di antara metode dakwah Wali Songo ialah melalui pendekatan seni dan kultur. Oleh karena itu, lanjut Desen IAIN Madura itu, NU sebagai penerus dakwah ulama Nusantara, membentuk lembaga yang khusus membidangi kesenian dan kebudayaan.

Meski dikonsep secara sederhana, tidak sedikit komunitas serta pemerhati seni dan budaya yang turut hadir memeriahkan acara tersebut. Pantauan Pasti Aswaja, tampak turut serta dalam kegiatan itu: Teater Kaged IAI Al-Khairat, Teater Rato Bhangsa STIEBA, Teater Fataria IAIN Madura, Teater Akura Unira, Teater Pangestu UIM, Musik Daul SMAN 1 Pademawu, Komunitas Ataretan: Santre Gus Dur, Komunitas Seni dan Budaya Paddhang Bulan. Tidak hanya itu, beberapa warga dan kader NU juga turut ambil bagian.

Sedangkan sebagai pembicara, KH. Zainul Hasan, KH. Ja'far Shodiq Fauzi, Fadhoil, Novi Chamelia.

Sampai berita ini diturunkan, kegiatan bertema "Senyum Untuk Indomesia dari Santri" tersebut masih berlangsung. (ahn/uki)
Share:

LPM Revolusi STAI-MU Gelar Pelatihan Karya Tulis Ilmiah

Pamekasan — Pasti Aswaja — Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Revolusi Sekolah tinggi agama islam Miftahul Ulum (STAI-MU) Pamekasan menggelar pelatihan kepenulisan karya ilmiah terhadap calon anggotanya, Sabtu (12/10/2019) di Aula STAI-MU lantai 1.

Pelatihan kepenulisan karya ilmiah tersebut merupakan hal pertama yang harus dikuasai oleh calon anggota sebelum memasuki dunia jurnalistik.

"Sebelum calon anggota ini kami berikan materi terkait dengan jurnalistik, inisiasi kepengurusan untuk terlebih dahulu memberikan materi kepenulisan karya ilmiah agar bisa langsung diaplikasikan di lingkup kampus," ungkap Mahrus selaku Pimpinan Umum (PU) LPM Revolusi.

Pengurus PMII STAI-MU ini berharap kegiatan tersebut menjadi stimulus bagi sahabat-sahabatnya agar kelak aktif di UKM yang dipimpinnya.

"Saya berharap untuk sahabat-sahabat yang hadir bisa tetap aktif ke depanya untuk mengembangkan ilmu pengetahuan melalui LPM ini, sehingga dapat menjadi insan pers yang handal," imbuhnya.

Kegiatan tersebut diikuti oleh puluhan mahasiswa dari enam Program Studi (Prodi) yang ada di STAI-MU Pamekasan. Mereka tampak fokis mendengarkan materi yang disampaikan oleh Muhammad Ahnu Idris, Sekretaris Redaksi Pasti Aswaja, yang juga dosen di kampus tersebut. (nal/uki)
Share:

Thursday, October 10, 2019

Sambut HSN 2019, Himaprodi BPI STAI-MU Gelar Da'wa Lecturing Series

Pamekasan — Pasti Aswaja — Himpunan Mahasiswa Program Studi (Himaprodi) Bimbingan dan Penyuluhan Islam (BPI) Sekolah Tinggi Agama Islam Miftahul Ulum (ATAI-MU) Pamekasan menggelar Da'wa Lecturing Series, Kamis pagi (10/10/2019) di Aula Kampus lantai 1.

Acara yang digelar guna menyambut Hari Santri Nasional (HSN) 2019 itu diikuti oleh 88 mahasiswa Jurusan Dakwah, Program Studi (Prodi) BPI dan Manajemen Dakwah.

Abd. Rohim selaku Ketua Himaprodi BPI mengatakan, selain menyambut HSN 2019, acara bertajuk "Tantangan Dai di Era Post-Truth" itu bertujuan mencetak calon dai handal yang siap menghadapi semua tantangan yang semakin kompleks.

"Setelah mengetahui roadmap dakwah di era Post-Truth ini, diharapkan sahabat-sahabat mahasiswa bisa memilih dan menentukan strategi dakwah kelak ketika terjun di masyarakat," lanjut aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) STAI-MU itu.

KH. Musleh Adnan, Wakil Ketua Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Pamekasan, bertindak sebagai pembicara dalam kuliah tersebut. (ahn/uki)
Share:

Wednesday, October 9, 2019

Sambut HSN 2019, Gang Dolly Akan Ngaji Bareng Gus Miftah

Surabaya — Pasti Aswaja — Menyambut Hari Santri Nasional (HSN) 2019, Lembaga Kesejahteraan Keluarga Nahdlatul Ulama (LKKNU) Jawa Timur menggelar acara “Gang Dolly Ngaji dan Bershalawat” namti malam Rabu, (09/10/2019) pukul 19.00 WIB, di kawasan Putat Jaya Surabaya.

Mohammad Hidayatullah, Selasa (08/09/2019), selaku Sekretaris Panitia mengatakan, acara yang digelarnya akan mendatangkan Gus Miftah Maulana Habiburrahman dari Jogjakarta.

Ia berharap, kedatangan Gus Miftah dapat meningkatkan kesadaran beragama dan bermasyarakat warga bekas kompleks lokalisasi tersebut.

Hidayatullah melanjutkan, pihaknya sedang melakukan kontak dengan Wali Kota Surabaya, Tri Rismahari, agar turut hadir di lokasi pengajian.

Menurut Hidayatullah, dr. Ivan Rofian, Ketua LKK NU Jatim, mengatakan, Wali Kota Surabaya memiliki peran besar membangun citra kawasan Dolly yang dulu dikenal sebagai pusat lokalisasi pelacuran, hingga akhirnya praktik prostitusi itu ditutup oleh Risma.

Dikutip dari wbsite resmi PWNU Jawa Timur, panitia tidak hanya mendatangkan Gus Miftah, acara itu juga akan dihadiri olej Gus Wahid dari Jogjakarta, yang terkenal dengan komunitas Shalawat Ahbabul Musthofa.

Didatangkannya Gus Wahid, lanjut Hidayatullah, karena ia merupakan idola para Syekhermania setelah Al Habib Syekh Abdul Qodir Assegaf dari Solo. Setiap shalawat yang dibawakannya, pasti membuat trenyuh setiap jamaah yang hadir. Hal ini terbukti saat lagu Turi Putih dilantunkan. Gus Wahid mampu membawakannya dengan irama langgam. Karena, Gus Wahid sebelumnya dikenal pernah berkecimpung di campursari.

Tidak hanya itu, Gus Wahid juga dikenal sangat fasih membawakan Shalawat Al Madad. Suluknya, lanjut Hidayatullah, bisa membuat bulu kuduk merinding.

Vokalis Ahbabul Musthofa idola para Syekhermania Muslimah ini memang dikenal dengan suaranya yang menawan, paras tampan. Sehingga, Gus Wahid menarik perhatian kaum hawa. (fiq/uki)
Share:

Tuesday, October 8, 2019

Pemprov Jatim Luncurkan 80 Samsat Keliling "Cettar"

Surabaya — Pasti Aswaja — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) meluncurkan 80 Samsat Keliling (Samling) Cettar, Senin (07/10/2019), di Surabaya, bertepatan dengan HUT ke-57 Badan Pendapatan Daerah (Bapeda) Jatim.

Melalui fanspage Facebook miliknya, Khofifah Indar Parawansa selaku Gubernur Jatim mengatakan, program tersebut guna menghemat energi dan memudahkan masyarakat membayar pajak kendaraan bermotor.

"Buat yang mager (malas gerak. Red.) ke Kantor Samsat untuk bayar pajak kendaraan bermotor dengan alasan hemat energi, mulai sekarang Pemprov Jawa Timur menyiapkan samling alias Samsat Keliling. Ada 80 unit Samling yang akan muter-muter nyamperin kamu di sejumlah titik yang sudah ditentukan. Cukup kamu dan dia yang berjauhan dan menumpuk rindu, jangan dengan Samsat," candanya, Selasa (08/10/2019).

Ketua Umum Muslimat NU itu juha mengajak warganya agara memanfaatkan program lainnya, yakni pembebasan biaya denda pajak kendaraan bermotor dan bea balik nama yang masih berlangsung sampai 14 Desember mendatang.

"Oh ya, mumpung pembebasan biaya denda pajak kendaraan bermotor dan bea balik nama kendaraan bermotor masih berlangsung sampai 14 Desember 2019 mendatang, jangan sampai tidak dimanfaatkan. Lumayan kan uangnya bisa buat nyicil beli seserahan dan mahar untuk dia. Semoga lancar semuanya, tulisnya diikuti tagar #jatimcettar. (dur/ahn)
Share:

Saturday, October 5, 2019

Jelang Satu Abad NU, NU Madura Gelar Konsolidasi dan Dialog Kebangsaan

Bangkalan — Pasti Aswaja — Pengurus Nahdlatul Ulama (NU) Koordinasi Daerah (Korda) Madura menggelar Konsolidasi dan Dialog Kebangsaan, Sabtu (05/10/2019) siang, di Pendopo R. Pratanu, Jl. Soekarno-Hatta, Bangkalan.

Dalam sambutannya, KH. Makki Nasir selaku Ketua PCNU Bangkalan yang juga menjabat sebagai Ketua NU Korda Madura mengatakan, digelarnya kegiatan tersebut bertujuan membahas hal aktual dan faktual guna meningkat berkhidmat warga NU Madura.

"Meski kegiatan ini tanpa pemberitahuan secara resmi, dan (pemberitahuannya. Red.) hanya melalui grup WA, tapi alhamdulillah semua pengurus NU Madura kompak dan solid," lanjut Kiai Makki.

Lebih lanjut, Kiai Makki mengatakan, kegiatan bertema "Mempersatukan Potensi Untuk NU dan NKRI" juga bertujuan merevitalisasi menjelang satu abad usia NU. Acara itu, jelas Kiai Makki, merupakan hal yang sangat penting dilakukan dilaksanakan. Karena antara NU dan Madura, khususnya Bangkalan, tidak bisa dilepaskan.

"NU menjadi organisasi terbesar di dunia, karena AD-ART (Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga. Red.) NU menjabarkan Qanun Asasi KH. Hasyim Asyari. Dan Qanun Asasi KH. Hasyim Asyari menjabarkan isyarat Syaikhana Kholil Bangkalan. Isyarat tongkat dari Syaikhana Kholil itu artinya NU diciptakan untuk menyatukan potensi," paparnya.

Hadir dalam kesempatan yang diikuti oleh seluruh delegasi PCNU se-Madura itu: Bupati dan Kapolres Bangkalan, KH. Marsudi Syuhud (Ketua PBNU), KH. Nuruddin Ar-Rahman (Syuriah PWNU Jawa Timur), KH. Jazuli Nur (Wakil Ketua PWNU Jawa Timur). (ahn/uki)
Share:

Friday, October 4, 2019

Koloman Malem Sabto Wadah Kader PMII STAI-MU Belajar Jurnalistik

Pamekasan — Pasti Aswaja — Pengurus Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PK PMII) Sekolah Tinggi Agama Islam Miftahul Ulum (STAI-MU) Pamekasan membentuk forum diskusi jurnalistik yang diberi nama Koloman Malem Sabto (Bahasa Madura: forum malam Sabtu). Sesuai namanya, forum diskusi tersebut dilaksanakan setiap malam Sabtu.

Moh Zainal selaku Sekretaris PK PMII STAI-MU Pamekasan mengatakan, forum tersebut dibentuk sebagai wadah bagi kader-kader PMII STAI-MU yang memiliki minat dan mengembangkan bakatnya di dunia jurnalistik.

Lebih lanjut, Zainal mengatakan, dibentuknya forum tersebut guna mencetak calon-calon jurnalis berhaluan Ahlus Sunnah wal Jamaah (Aswaja) an-Nahdliyah. Karena, menurutnya, saat ini tidak sedikit media massa yang kontennya menyudutkan Aswaja.

"Kalau kita searching di Google dan memasukkan kata kunci yang berkaitan dengan keislaman atau keagamaan, maka yang akan muncul di bagian atas (di Google. Red.) itu media-media milik Salafi-Wahabi yang isinya banyak bertentangan dengan paham Aswaja, dan tidak jarang isinya provokatif," papar mahasiswa Ekonomi Syariah itu, Jumat (04/10/2019) malam, di kediaman Wasil, salah satu anggota Koloman Malem Sabto.

Guna menyampaikan materi-materi jurnalistik, Koloman Malem Sabto menggandeng Muhammad Ahnu Idris, Sekretaris Redaksi Pasti Aswaja.

"Kebetulan Kak Ahnu itu dosen di STAI-MU. Beliau juga senior kita di PMII. Dan ketika kita sowan pertama kali, Kak Ahnu mintanya setiap malam Sabtu, karena biasanya tidak ada agenda. Ya, akhirnya kita sepakati supaya koloman ini dilaksanakan setiap malam Sabtu," tangkas Zainal.

Di tempat yang sama, Mahrus, Ketua Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Revolusi STAI-MU Pamekasan, mengaku dirinya sangat terbantu dengan keberadaan Koloman Malem Sabto.

"Di LPM kita biasanya cuma mempelajari teori dan kaidah-kaidah seputar jurnalistik. Nah, di forum (Koloman Malem Sabto. Red.) ini kita bisa memperdalam ilmu yang kita dapat di LPM," ujar mahasiswa Pendidikan Agama Islam yang juga aktivis PMII itu, usai mengikuti forum. (bor/uki)
Share:

Home Style

Contact Form

Name

Email *

Message *

Quotes

Quotes

Latest News

Popular Posts

Blog Archive