Monday, November 18, 2019

Khofifah Pastikan Telur yang Beredar di Jawa Timur Aman Dikonsumsi

Pamekasan — Pasti Aswaja — Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menepis isu tentang telur yang beredar di Jawa Timur mengandung racun dan tidak aman dikonsumsi.

Khofifah menjamin seluruh telur yang beredar di Jawa Timur berasal dari peternakan ayam yang telah menerapkan pola good farming practices alias benar-benar terjaga dalam perawatannya sehingga memiliki kualitas telur yang tinggi dan baik.

Hal ini disampaikan Khofifah melalui fans page miliknya, Senin (18/11/2019) siang.

Melalui unggahannya itu, Ketua Umum Muslimat NU itu meminta masyarakat agar tidak khawatir dan kembali mengkonsumsi telur. Karena isu yang beredar hanyalah kasus di salah satu daerah di Sidoarjo.

"Jadi, plis jangan khawatir berlebihan dan tiba-tiba enggan menyantap telur ayam hanya karena berita yang menyebut telur ayam dari Jatim beracun. Itu adalah case di satu daerah di Tropodo, Sidoarjo dan bukan ayam ternakan, melainkan ayam kampung yang dilepas dan dipelihara secara umbaran," tulisnya.

Khofifah melanjutkan, pihaknya meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo dan lainnya supaya mengandangkan semua ayam piaraan agar terjaga dan terhindar dari polusi yang membahayakan kesehatan.

Sampai berita ini diturunkan, status tersebut mendapatkan 600 lebih tanggapan, 27 komentar dan 19 kali dibahikan. (ahn/uki)
Share:

Sunday, November 17, 2019

Perdalam Aswaja, PMII Abu Hanifah Unira Datangkan Reporter Pasti Aswaja

Sampang — Pasti Aswaja — Menindak lanjuti Masa Penerimaan Anggota Baru (MAPABA) benerapa waktu lalu, Pengurus Rayon (PR) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Abu Hanifah Komisariat Universitas Madura (Unira) Pamekasan menggelar Follow Up, Ahad pagi (17/11/2019) di Pantai Wisata Camplong, Sampang, Jawa Timur.

Diikuti anggota baru PR PMII Abu Hanifah, follow up kedua ini memdatangkan reporter Pasti Aswaja, Muhammad Abror, guna memperdalan pembahasan materi Ahlussunnah Wal Jamaah (Aswaja) waktu MAPABA.

Sebelumnya, kata Habibi selaku Ketua PR PMII Abu Hanifah, Follow Up pertama difokuskan pada materi Ke-PMII-an. Pertemuan kedua dan ketiga difokuskan pada materi Aswaja.

Bibi, sapaan akrabnya menambahkan, penting bagi anggota baru mendalami materi-materi ideologis yang ada dalam organisasi PMII.

Aswaja sebagai salah satu aspek dominan yang ada dalam PMII, kata Bibi, harus diperkuat di kalangan anggota dan kader.

"Hal itu sesuai dengan amanah yang tertuang dalam peraturan organisasi PMII," jelasnya. (fiq/ahn)
Share:

PAC GP Ansor Palengaan Akan Gelar DTD Bulan Depan

Pamekasan — Pasti Aswaja — Pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Palengan, Sabtu (16/11/2019) malam, menggelar rapat persiapan Diklat Terpadu Dasar (DTD) di Dusun Nagasari, Desa Palengaan Laok, Palengaan, Pamekasan, tepatnya di kediaman Burawi, salah satu pengurus PAC GP Ansor Palengaan.

DTD meruapakan perpaduan antara Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) sebagai syarat menjadi anggota GP Ansor dan Pendidikan dan Pelatihan Dasar (Diklatsar) sebagai syarat menjadi anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser). Lulusan DTD bisa memilih antara menjadi kader GP Ansor atau anggota Banser.

"DTD ini terdiri dari 50 persen materi Ansor dan 50 persen materi Banser. Jadi, pasca mengikuti DTD peserta tinggal pilih mau jadi Ansor apa mau jadi Banser. Anggota Ansor itu belum tentu Banser, tapi Banser sudah pasti Ansor. Tinggal dipilih," jelas Sudarsono, Ketua PAC GP Ansor Kecamatan Palengaan usai rapat.

DTD ini, menurut mantan aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) ini, digelar guna membentengi para pemuda di kecamatan setempat agar tidak mudah terpengarus gerakan kelompok-kelompok radikal yang saat ini gencar menyasar kalangan pemuda.

"Sebagai calon pemimpin di masa mendatang, para pemuda harus memiliki wawasan kebangsaan yang luas dan memiliki pemahaman agama yang komprehensif. Dengan demikian, maka ruang gerak kelompok radikal ini akan sempit," lanjut Darso, sapaan akrabnya.

Darso mengaku, akan berkoordinasi dengan tokoh-tokoh masyarakat di 12 desa yang ada di Kecamatan Palengaan agar mendorong para pemuda di desanya mendaftarkan diri pada kegiatan yang akan ia digelar.

"Kami juga akan sowan kepada para kiai di pesantren-pesantren agar turut serta mendelegasikan santrinya menjadi peserta DTD," imbuhnya.

Lebih lanjut, pemuda kelahiran Sumenep ini mengatakan, DTD akan dilaksanakan bulan depan di Pondok Pesantren Sumber Kuning, Larangan Badung, Palengaan, Pamekasan, mulai tanggal enam sampai tanggal delapan. (bor/ahn)
Share:

Saturday, November 16, 2019

Kader PMII Jatim Torehkan Prestasi Internasional

Malang — Pasti Aswaja — Novita Kristiani dan Andhika Nur Afandi, dua kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jawa Timur (Jatim) berhasil menorehkan prestasi Internasional pada ajang The Chinese Innovation and Invention Society organized "International Innovation and Invention Competition", Kamis (14/11/2019) di Taipei Ambassador Hotel, Taiwan.

Sebagai koordinator tim, Novita Kristiani mengaku senang atas prestasi yang dicapai bersama teman-temannya. Ia tergabung dalam tim penelitian Universitas Brawijaya Malang yang berjumlah enam orang, dan tiga di antaranya dipercaya berangkat ke Taiwan.

Dara kelahiran Purworejo, Jawa Tengah tersebut menuturkan, motivasi ikut lomba ke luar negeri, karena ingin melihat peluang wirausaha, beasiswa, dan saling bertukar ide dan gagasan dengan mahasiswa negara lain, serta berbagi masalah yang tengah dihadapi negaranya.

"Alhamdulillah, senang sekali. Bagi saya, mengikuti lomba tidak sekedar kompetisi untuk mengembangkan diri, tapi juga mencari pengalaman dalam berbagai bidang lain," ungkapnya, saat dihubungi via Whatsapp, Jumat (15/11/2019).

Lebih lanjut, mahasiswi Ilmu Pemerintahan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politim (FISIP) Universitas Brawijaya Malang, Jawa Timur tersebut menjelaskan, proses mengikuti lomba diawali dengan mengirimkan abstrak, dilanjutkan presentasi dan dinilai juri dari berbagai negara.

"Ada 418 penemuan luar biasa dari tiga belas negara yang berpartisipasi dalam acara ini. Mereka dari Taiwan, Jepang, China, Korea, Indonesia, Malaysia, Thailand, Kroasia, Russia, Ukraina, Kazakhstan, Macedonia dan Canada," papar Mantan Ketua Korp PMII Putri (KOPRI) Pengurua Rayon (PR) PMII Pancasila Komisariat Brawijaya Cabang Kota Malang tersebut.

Selama di Taiwan, Novita bersama Sahabat-sahabatnya dijamu oleh Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Taiwan. Ia juga berterima kasih atas support penuh Pengurus Koordinator Cabang (PKC) PMII Jawa Timur.

"Semoga PMII terus berjaya, tumbuh subur dan terus berkibar, baik di kancah nasional maupun internasional. Jangan takut mencoba, sahabat kita ada dimana saja. Mari bersinergi," harapnya. (bor/ahn)
Share:

Wednesday, November 13, 2019

Ataretan 'Santri Gus Dur' Pamekasan Kutuk Pengeboman Polresta Medan

Pamekasan — Pasti Aswaja — Ledakan yang diduga bom bunuh diri di Markas Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Medan, Jalan HM Said, Medan, Sumatera Utara, Rabu pagi (13/11/2019), menghebohkan masyarakat.

Tidak hanya itu, peristiwa ini juga membuat beberapa elemen masyarakat geram dan mengecam, salah satunya Komunitas Ataretan Santri Gus Dur Pamekasan.

Muhammad Abror, Koordinator Komunitas Ataretan Santri Gus Dur mengungkapkan, tindakan semacam itu tidak bisa dibenarkan dalam konteks apapun.

"Bisa dibilang, itu tindakan yang biadab dan tidak bisa dibenarkan dalam konteks apapun, apalagi yang jadi target operasi di sini adalah pihak kepolisian," ungkap pria yang akrab disapa Abong itu, Rabu siang (13/11/2019), di Cafe 9, Jl. Jungcangcang Pamekasan.

Lebih lanjut, Abong mendorong pemerintah agar bertindak tegas mengusut tuntas jaringan pelaku pengeboman tersebut.

"Mudah-mudahan pelaku segera teridentifikasi jaringannya, sehingga semua komplotannya ditangkap," pungkasnya.

Dari data yang dikumpulkan Pasti Aswaja, saat ini kepolisian daerah (Polda) Sumatera Barat sedang melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). (ahn/uki)
Share:

Monday, November 4, 2019

Ribuan Peserta Ikuti Kursus MIQ PPMU Panyeppen

Pamekasan — Pasti Aswaja — Madrasah Ilmu Al-Qur'an (MIQ) Pondok Pesantren Miftahul ulum (PPMU) Panyeppen, Desa Potoan Laok, Kecamatan Palengaan, Pamekasan, menggelar kursus se- Madura. Rutinan yang dilaksanakan setiap dua tahun ini dibuka Sabtu (02/11/2019) malam dan diagendakan berakhir Selasa (05/11/2019).

Ada beragam kursus dalam kegiatan tersebut; Tahsin al-Khath (kaligrafi Alquran), Tartil Al-Qur’anQiro’at bi al-Ghina, Dekorasi Mushaf dan Metode Cepat Baca Kitab Kuning Al-Miftah Lil Ulum.

Lebih dari 2.000 peserta, dari lembaga pendidikan dan pesantren yang berafiliasi kepada PPMU Panyeppen, terdaftar dalam kegiatan tersebut.

Pantau Pasti Aswaja, santri dan peserta tampak sangat antusias saat Ustaz Abdullah, tutor Tartil Al-Qur'an dari Pondok Pesantren Pendidikan Ilmu Al-Qur'an (PIQ) Singosari Malang, saat menyampaikan materi metode dan praktek membaca Al-Qur'an.

Tayyibul Umam, salah satu panitia dan pendamping kursur tarltil Al-Qur'an mengatakan, materi tersebut bertujuan mencetak generasi qur'ani.

Lebih lanjut, Tayyib mengatakan, materi itu juga bertujuan meningkatkan pemahaman, penghayatan dan pengamalan isi Al-Qur'an.

"Yang tidak kalah pentingnya adalah meningkatkan ukhuwwah islamiyah antara madrasah-madrasah ranting Pondok Pesantren Miftahul Ulum Panyeppen, khususnya dan umat Islam se-Indonesia pada umumnya. Serta melestarikan seni dan budaya Qur'ani bangsa Indonesia," tangkasnya. (rohim/uki)
Share:

Friday, November 1, 2019

NU Perjuangkan Berlakunya Aswaja di NKRI

Pamekasan — Pasti Aswaja — Tujuan para ukama mendirikan Nahdlatul Ulama (NU) ialah memperjuangkan berlakunya paham Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) dan menerapkan syariah Islam di Indonesia secara konstitusi yang tidak bertabrakan dengan wadahnya, yakni NKRI.

Hal ini disampaikan oleh KH. Abdullah Syamsul Arifin atau Gus Aab saat menyampaikan ceramah agama pada kegiatan pelantikan Pengurus Ranting (PR) NU Branta Pesisir, Tlanakan, Pamekasan, Kamis (31/10/2019) malam di Dermaga kelas 3 Branta.

"Yang ditolak NU bukan penerapan syariatnya, tapi penerapan syariat Islam dalam bingkai khilafah islamiyah atau di luar konstitusional dalam wadah NKRI," jelas Ketua PCNU Jember.

Penerapan syariat Islam, lanjut Dosen IAIN Jember itu, merupakan cita-cita KH. Hasyim Asy'ari, ketika mendirikan NU.

Akhir-akhir ini banyak upaya pelemahan terhadap NU. Di antaranya, kelompok yang mengatakan tidak perlu lagi ikut NU, karena sudah tahlilan, selawatan dan semacamnya. Padahal, menurut Gus Aab, NU tidak hanya sekedar amaliah. Lebih dari itu, pentingnya bersama-sama ada di dalam jam'iyah, yakni menyatukan langkah umat Islam mencapai tujuan bersama yang ada di Indonesia.

"Sejak KH. Hasyim Asy'ari, tahlilan sudah ada, selawatan sudah ada. Kenapa NU masih didirikan, karena penting , sehingga ada yang ngurus, khawatir ada yang keluar dari prinsip Aswaja," tangkasnya. (bor/ahn)
Share:

Pelantikan PRNU Branta Pesisir, Dermaga Jadi Lautan Manusia

Pamekasan — Pasti Aswaja — Dermaga kelas 3 Branta Pesisir menjadi lautan manusia. Mulai anak-anak, remaja dan dewasa dengan berbagai profesi berkumpul dalam satu majelis. Mereka ialah warga Nahdlatul Ulama (NU) Branta Pesisir, Tlanakan, Pamekasan bersama jemaah Majelis Pemuda Bersholawat (MPB) At-Taufiq yang datang dari berbagai daerah se-Madura.

Mereka berkumpul di lokasi acara guna mengikuti prosesi pelantikan Pengurus Ranting (PR) NU Branta Pesisir yang dikemas dengan Ranting NU Branta Lesisir Bersholawat bersama MPB At-Taufiq. Acara itu dihadiri KH. Taufik Hasyim, aelaku Ketua PCNU Pamekasan.

Turut hadir juga KH. Abdullah Syamsul Arifin atau yang akrab disapa Gus Aab, Ketua PCNU Jember, yang bertindak sebagai penceramah.

Dalam ceramahnya, Gus Aab berpesan kepada seluruh pengurus yang baru dilantik agar tidak ada niatan membesarkan NU, karena NU sudah besar.

"Yang ingin saya sampaikan kepada semua pengurus yang baru saja di lantik ini, agar tidak berfikir untuk membesarkan NU, karena NU sendiri sudah besar. Maka kalian semua harus merawat NU yang sudah besar ini," tutur Dosen di IAIN Jember itu.

Selain Gus Aab, hadir juga KH. Hariri Abdul Adhim, Komandan Dakwah Banser, yang juga bertindak sebagai penceramah. (Bibur/ahn)
Share:

Pengajian dan At-Taufiq Meriahkan Pelantikan PRNU Branta Pesisir

Pamekasan — Pasti Aswaja — Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Desa Branta Pesisir periode 2019/2024 secara resmi dilantik oleh Ketua PCNU Pamekasan, KH. Taufik Hasyim, Kamis (31/10/2019) malam di Dermaga Pantai Pesisir Branta, Tlanakan, Pamekasan. Pelantikan tersebut dikemas dengan pengajian umum dan dimeriahkan oleh Majelis Pemuda Bersholawat At-Taufiq dari Sampang.

Sekitar 5000 jemaah dari bernagai daerah hadir memadati lokasi acara.

Ustaz Nurul Hamdalah menyampaikan komitmennya supaya nahdliyin betul-betul merasakan kehadiran NU di tengah-tengah masyarakat, sehingga NU diterima di tengah masyarakat dan memberikan dampak positif kepada mereka.

"Sehingga kecintaan masyarakat terhada NU begitu besar seiring pengabdian dari pengurus Ranting untuk kemaslahatan masyarakat," ucap Ketua PRNU Branta Pesisir itu.

Ia berharap kepengurusan yang baru bisa lebih baik dibanding kepengurusan sebelumnya, serta lebih giat dan fokus melayani keinginan dan kebutuhan masyarakat.

"Program kami selain melanjutkan program yang lama, yaitu santunan anak yatim, santunan kematian, dan bantuan subsidi pada kegiatan Banom (Badan Otonom. Red.). Untuk lima tahun ke depan, selain menekankan di bidang keagamaan, dan pendidkan, terlebih juga bisa memberi bantuan bidang kesehatan. Dan juga sumbangan dan dukungan kepada kegiatan-kegiatan masyarakat sesuai kemampuan dan kapasitas kami," lanjutnya.

Ustaz Nurul menjelaskan, program di bindang kesehatan kepengurusannya akan memberikan pelayanan kesehatan gratis bagi masyarakat, khususnya nahdliyin.

"Kami akan membeli mobil pelayanan warga Nahdlatul Ulama, untuk bisa digunakan berobat ke rumah sakit dan lain sebagainya, yang bisa digunakan oleh masyarakat untuk berobat secara gratis dan itu dananya melalui koin NU," paparnya.

Sementara itu, KH. Taufik Hasyim mengatakan, PRNU Branta Pesisir merupakan ranting yang paling aktif programnya, baik program ekonomi, pendidikan, majelis taklim dan memiliki pebgurus Banom lengkap. Terbukti, lanjut Kiai Taufik, PCNU Pamekasan belum mencetak kalender, PRNU Branta Pesisir lebih dulu mencetak.

"Mudah-mudahan di bawah Duet Kiai Zuhri sebagai Rais Syuriah dan Ustaz Nurul Hamdlah sebagai Ketua Tanfidziah, NU Branta Pesisir semakin maju, manfaat dan barokah," harapnya.

Hadir dalam acara tersebut Perwakilan Bupati Pamekasan, Camat Tlanakan, Danramil , Kapolsek Branta. Muslimat NU, Kepala Pelabuhan kelas 3 Branta Peisisir, Kepala desa setempat, PCNU, MWCNU Tlanakan. Uturut hadir juga KH. Hariri selaku Komandan Dakwah Banser, dan KH. Abdullah Samsul Arifin ketua PCNU Jember. Keduanya bertindak sebagai penceramah. (iis/ahn)
Share:

Home Style

Contact Form

Name

Email *

Message *

Quotes

Quotes

Latest News

Popular Posts

Blog Archive