Monday, June 29, 2020

Tagih Janji Bupati, PMII Pamekasan Beri Waktu 7x24 Jam Soal Galian C Ilegal

Pamekasan - Pasti Aswaja - Pengawalan tambang Galian-C ilegal oleh Pengurus Cabang (PC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Pamekasan terus berlanjut.

Hal itu disampaikan melalui press release "PC PMII Pamekasan Menagih Janji Bupati Pamekasan", No: 009.PC-XXX.V-04.08.02.A-1.6.2020 tertanggal 29 Juni 2020.

Dalam rilis itu disebutkan, PC PMII Pamekasan melakukan rapat koordinasi dan evaluasi bersama Ketua Komisariat dan Rayon, Ahad malam (28/06/2020) di Sekretariat PC PMII Pamekasan, Jl. Brawijaya No. 52 Jungcangcang, Pamekasan.

Pada rapat yang membahas tindak lanjut PMII Pamekasan dalam mengawal tuntutan massa aksi yang sebelumnya disampaikan kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan menghasilkan tiga poin berikut:

1. Bahwa PC PMII Pamekasan berkomitmen untuk terus mengawal tambang Galian-C ilegal
2. Mendesak kepada Pemerintah Kabupaten Pamekasan (Bupati) untuk segera menindak tambang Galian-C ilegal sekurang-kurangnya 7x24 jam pasca demonstrasi
3. Meminta DPRD Kabupaten Pamekasan bersikap kooperatif dalam menyelesaikan kasus tambang Galian-C ilegal.

Sebelumnya, PMII Pamekasan melakukan aksi tolak tambang Galian-C ilegal di depan kantor Bupati Pamekasan, Kamis (25/06/2020). (bor/nal)
Share:

Saturday, June 27, 2020

Tindak Lanjuti Aksi Tolak Tambang, Puluhan Aktivis PMII Pamekasan Temui Bupati

Pamekasan - Pasti Aswaja - Usai menggelar aksi tolak tambang Galian C liar Kamis lalu (25/06/2020), puluhan aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Pamekasan mendatangi rumah dinas Bupati, Sabtu (27/06/2020) di Pendopo Ronggosukowati, Jl. Kabupaten, Bugih, Pamekasan.

Kedatangan mereka didampingi Majelis Pembina Cabang (Mabincab), jajaran Ikatan Alumni (IKA) PMII Pamekasan dan Abdul Ghoni, Ketua Pengurus Koordinator Cabang (PKC) PMII Jawa Timur, serta puluhan Pengurus Cabang (PC) PMII Pamekasan serta perwakilan setiap Komisariat.

Turut terlibat pada pertemuan tersebut, Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Pamekasan, Djoko Lestari.

Lutfi, Ketua Cabang PMII Pamekasan mengungkapkan, pertemuan tersebut dilakukan guna membicarakan tindak lanjut aksi tolak tambang Galian C liar dan tindakan represif aparat kepolisian terhadap peserta aksi.

"Jadi, pada pertemuan barusan, Bupati Pamekasan bersama Forkopimda dan sahabat-sahabat PMII membangun komitmen dan bersepakat untuk menindak tegas tambang Galian C liar di Pamekasan," jelasnya, usai pertemuan.

Sementara itu, pada persoalan tindakan represif aparat kepolisian terhadap peserta aksi, Bupati bersama Kapolres Pamekasan bersedia mengusut tuntas tindakan itu.

"Akan tetap kami proses secara hukum. Rekan-rekan PMII bisa sambil lalu memantau perkembangannya seperti apa," ucap Djoko Lestari. (bor)
Share:

Friday, June 26, 2020

Rumuskan Sikap Pesantren Menghadapi Covid-19, Kiai Sepuh NU Bertemu di Lirboyo

Kediri - Pasti Aswaja ‐ Kiai-kiai sepuh (senior) Nahdlatul Ulama (NU), Kamis (25/06/2020), bertemu secara khusus di Aula Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur guna membahas sikap pesantren dalam menghadapi situasi pandemi Covid-19. Pertemuan tersebut digelar mengingat saat ini masuk masa penerimaan santri baru, bahkan beberapa pesantren mulai membuka kembali aktivitasnya. 

Rapat penting yang dimoderatori oleh Katib Am Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH. Yahya Cholil Staquf, itu dihadiri oleh beberapa kiai khash dari Jawa Timur dan Jawa Tengah. Di antara kiai yang hadir dari Jawa Timur ialah Rais 'Am PBNU, KH. Miftahul Akhyar, KH. Anwar Mansur, KH. Kafabihi Mahrus, KH. Hasan Mutawakil Alallah, KH. Idris Hamid, KH. Agus Ali Masyhuri, KH. Anwar Iskandar, KH. Ubaidilah Faqih dan KHR. Azzaim Ibrahimy. Adapun dari Jawa Tengah tampak KH. Ubaidilah Shodaqoh dan KH. Muadz. 

Rapat yang dimulai siang hari itu sebagai respon atas situasi di lapangan, ketika banyak pesantren memulai aktivitasnya secara mandiri, meski masih banyak pula pesantren yang belum beraktivitas karena beberapa hal, seperti kesiapan secara mandiri pesantren dalam menjalankan protokol Covid-19 serta masih adanya kebijakan oleh beberapa pemerintah daerah.

KH. Anwar Iskandar dalam pertemuan tersebut menjadi kiai pertama yang memberikan pandangannya atas situasi pesantren terkini. Menurutmya, krisis kesehatan berupa pandemi Covid-19 merupakan pelajaran bagi umat manusia yang merembet pada aspek ekonomi dan ancaman resesi.

"Ketika manajemen kesehatan dan ekonomi tidak teratasi maka ancamannya adalah kerusuhan (chaos). Di lapangan, pesantren juga mengalami ancaman ekonomi. Maka perlu disuarakan dengan bijak dan arif agar kebijakan anggaran pemerintah berpihak pada pesantren," tegasnya, dalam rilis yang diterima Pasti Aswaja.

Lebih lanjut Kiai Anwar menyampaikan harapannya agara pondok pesantren segera membuka aktivitasnya dengan memperhatikan protokol kesehatan. Yang lebih penting, menurut Kiai Anwar, ialah adanya keberpihakan pemerintah kepada pesantren yang memang sangat terdampak.

"Saya merasa itu hal yang wajar dan hak kita (pesantren) untuk menerima fasilitas dari pemerintah," tuturnya.

Kegamangan akan pesantren yang harus membuka semua aktivitasnya direspon oleh KH. Hasan Mutawakil Alallah. Pengasuh pondok pesantren Zainul Hasan Genggong tersebut menyampaikan, hendaknya pesantren diberikan kebijakan independen.

"PWNU Jawa Timur telah memberikan wewenang otonom kepada masing-masing pesantren apakah membuka atau masih menutup aktivitas pesantrennya", jelasnya.

Rais Am PBNU KH. Miftahul Akhyar memberikan pandangan usai menyimak secara seksama berbagai pandangan hadirin.

"Bagi pesantren yang akan kembali membuka kegiatan belajarnya harus mendapat dukungan semua pihak. Maka relasi hubungan dengan pemerintah harus saling percaya, saling memberi dan mendukung," harap pemimpin tertinggi NU itu.

Yang tak kalah penting, menurut Kiai Miftah, ialah memaksimalkan potensi internal NU. Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (Lazisnu), misalnya, selama pandemi bergerak baik, tinggal memunculkan muharrik baru.

Sementata itu, KH. Yahya Cholil Staquf merespons forum melalui beberapa kesimpulan pada pertemuan tersebut. 

Ada tiga hal penting yang disepakati oleh para kiai sepuh yang hadir. Pertama, memberikan dukungan penuh kepada pesantren yang membuka kembali aktivitas pesantrennya dengan petunjuk protokol kesehatan yang ketat. 

Kedua, meminta Lazisnu yang selama ini bergerak dengan gerakan filantropinnya agar menciptakan skema bantuan yang fokus membantu pesantren dalam menerapkan protokol kesehatan. 

Ketiga, mendorong pemerintah supaya lebih menekankan pada kebijakan kuratif dalam program penangan Covid-19, seperti membangun sarana fasilitas kesehatan yang lebih baik. 

Kepada wartawan KH. Yahya Cholil Staquf menjelaskan, pesantren secara ketat menerapkan protokol kesehatan. Jadi, keputusan beberapa pondok pesantren membuka aktivitasnya tidak beresiko menciptakan cluster baru.

"Pesantren telah menerapkan protokoler kesehatan dengan ketat, dimulai isolasi mandiri santri sebelum ke pondoknya, juga rapid tes mandiri yang banyak dilakukan ponpes secara mandiri. Kita jangan hanya bicara cluster tapi bicaralah tentang dukungan fasilitas kepada pesantren. Itu yang kita upayakan," pungkasnya. (fiq/ahn)
Share:

PMII Jatim Datangi PMII Pamekasan Minta Pengawalan Tambang Liar Diteruskan

Pamekasan - Pasti Aswaja - Rombongan Pengurus Koordinator Cabang (PKC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jawa Timur (Jatim) mendatangi Kantor Pengurus Cabang (PC) PMII Pamekasan di Jl. Brawijaya No. 52b Jungcangcang, Kamis malam (25/06/2020).

Dipimpin langsung oleh Abdul Ghoni, Ketua PKC PMII Jatim tersebut, rombongan tersebut bertujuan memberi dukungan moral kepada kader PMII Pamekasan yang menerima tindakan represif aparat kepolisian, saat melakukan aksi demonstrasi di depan kantor Bupati Pamekasan menolak tambang Galian C liar.

Berdasarkan rilis yang diterima Pasti Aswaja, rombongan ditemui oleh pengurus dan Majelis Pembina Cabang (Mabincab) PMII Pamekasan.

Dalam kesempatan itu, Ghoni menyampaikan turut berduka atas insiden yang menimpa kader PMII. Ia juga meminta agar pengawalan terhadap tambang Galian C liar terus dilakukan.

"Kami akan terus kawal persoalan tindakan represif aparat terhadap kader PMII Pamekasan, namun saya minta sahabat-sahabat PMII Pamekasan terus fokus dalam mengawal persoalan tambang Galian C liar ini sampai tuntas," tutue Ghoni.

Dalam kesempatan yang sama, Lutfi, Ketua PC PMII Pamekasan menegaskan, pihaknya akan terus mengawal isu tambang Galian C liar sampai tuntutannya dipenuhi oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab).

"Sementara ini kami fokus merawat anggota kami yang menjadi korban tindakan represif aparat, setelah itu kami akan melakukan aksi kembali, jika tuntutan yang kami sampaikan tidak dipenuhi," tegasnya.

Dalam aksi yang dilakukan di depan Kantor Bupati, PMII Pamekasan menuntut: Pertama, tindak tegas tambang ilegal di Pamekasan; kedua, segera laksanakan pemurnian tambang; ketiga pertegas keberpihakan pemerintah pada rakyat dan keberlangsungan hidup; keempat, Pemkab Pamekasan harus turun langsung dalam menuntaskan persoalan tambang liar. (nal/bor)
Share:

Satgas Tanggap Covid-19 PCNU Pamekasan Dampingi UT-D PPMU Panyeppen Rapid Test

Pamekasan - Pasti Aswaja - Satuan Tugas (Satgas) Tanggap Covid-19 Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Pamekasan dampingi tiga puluh Ustadz Tugas dan Da'i (UT-D) Pondok Pesantren Miftahul Ulum (PPMU) Panyeppen ikuti rapid test di Puskesmas Larangan Badung, Palengaan, Pamekasan Kamis (25/06/2020).

Rapid test tersebut dilakukan sebelum mereka diberangkatkan ke Kalimantan, Batam, Sumatera, Jambi dan beberapa daerah lain di luar Madura guna menjalankan tugas yang diamanahkan oleh pesantren, Sabtu (27/06/2020) mendatang.

Sebagaimana rilis yang diterima Pasti Aswaja, Ahmad Rofiqi Tanzil, Koordinator UT-D PPMU Panyeppen menuturkan, Satgas Tanggap Covid-19 PCNU Pamekasan mendampingi rapid test gratis tersebut mulai dari pengurusan administrasi hingga pelaksanaannya.

"Atas dasar perintah Badkom (Badan Komunikasi) UT-D Pusat Pondok Pesantren Miftahul Ulum Panyeppen (KH. Mohammad Nor Hidayat, Red.), yang 'tak lain merupakan Wakil Ketua PCNU Pamekasan, kami melakukan koordinasi dengan Satgas Tanggap Covid-19 PCNU Pamekasan," jelasnya.

Rofiqi menambahkan, rapid test kali ini merupakan gelombang pertama. Gelombang kedua akan dilaksanakan bagi UT-D yang akan diberangkatkan ke Kepulauan Riau dan Manado.

Sementara itu, Muhammad Abror menuturkan, giat tersebut merupakan bentuk komitmen Satgas Tanggap Covid-19 PCNU Pamekasan guna mengawal pesantren dalam menerapkan protokol kesehatan Coronavirus Disease 2019 (Covid-19).

"Ini merupakan bakti kami untuk pesantren. Jadi, segala kebutuhan pesantren dalam upaya pencegahan pandemi Covid-19 sebisa mungkin kami penuhi, termasuk protokol new normal pesantren dalam menjalankan aktivitas pendidikan," ucap Sekretaris Satgas Tanggap Covid-19 PCNU Pamekasan, yang juga Alumni PPMU Panyeppen tersebut. (nal/fiq)
Share:

Sekretaris GP Ansor Jatim Kutuk Kekerasan Oknum Polisi Terhadap Kader PMII Pamekasan

Pamekasan — Pasti Aswaja — H. Ahmad Ghufron Sirodj atau yang akrab disapa Ra Gopong angkat bicara terkait tindakan represif oknum Polisi terhadap kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Pamekasan saat berlangsungnya aksi demonstrasi menolak pertambangan Galian C, Kamis (25/06/2020), di kantor Bupati setempat.

Sekretaris Pimpinan Wilayah (PW) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jawa Timur (Jatim) itu menilai, kekerasan atas nama apapun merupakan tindakan terkutuk. Apalagi kekerasan itu bertujuan "membungkam" suara mahasiswa.

"Rupanya banyak yang perlu belajar sejarah tentang gerakan mahasiswa, tentang sejarah PMII. Bahwa Polisi dan aparatur negara saat ini adalah penikmat perjuangan gerakan mahasiswa sejak mulai kemerdekaan hingga masa di mana pengembalian kewenangan sipil secara penuh kepada kepolisian," tulis Ra Gopong melalui akun Facebook miliknya, Kamis malam (26/06/2020).

Ironisnya, lanjut Ra Gopong, dalam insiden berdarah di kabupaten Gerbang Salam itu, Polisi terkesan "amnesia" pada perjuangan demokrasi mahasiswa yang selama ini dinikmatinya. Oleh karenanya, perlu ada evaluasi total terhadap Polres pamekasan.

"Hayo lawan sahabat.. Jangan pernah mundur. Saya Ahmad Ghufron Sirodj, kader PMII, mengutuk berat atas insiden ini," pungkas pemuda berdarah Madura itu. (nal/bor)
Share:

Thursday, June 25, 2020

Demo Tolak Galian C Ilegal, PMII Pamekasan Bentrok Dengan Polisi

Pamekasan — Pasti Aswaja — Pengurus Cabang (PC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Pamekasan menggelar aksi demonstrasi, Kamis (25/06/2020), di kantor Bupati setempat. Para aktivis mahasiswa itu meminta ketegasan Bupati agar menghentikan pertambangan Galian C ilegal.

Moh. Lutfi, Ketua PC PMII Pamekasan menilai, banyaknya Galian C ilegal di Pamekasan merusak lingkungan dan dapat membahayakan bagi generasi di masa mendatang. Oleh karenanya, ia meminta Badrut Tamam, Bupati Pamekasan agat segera melakikan pemurnian.

"Segera laksanakan pemurnian tambang!" teriak pemuda asal Larangan Badung, Palengaan, Pamekasan itu dalam orasinya.

Tidak ditemui Bupati, massa aksi memaksa masuk ke Pendopo Ronggosukowati, hingga akhirnya mereka bentrok dengan pihak keamanan.

Akibat bentrokan itu, tiga orang peserta aksi harus dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Slamet Martodirdjo Pamekasan. Satu orang mengalami luka di bagian belakang kepalanya dan harus dijahit, sedangkan dua orang lainnya mengalami luka ringan dan lemas. Ketiganya, menurut Lutfi, mengalami luka-luka lantaran tindakan represif oknum Polisi.

Ketiga mahasiswa tersebut ialah: Ficky, kader PMII IAIN Madura; Yasin, kader PMII IAI Al-Khairat; Khairul Umam, kader PMII UIM.

"Ficky bocor kepalanya, Yasin luka di dada, Khairul Umam hanya lemas setelah diamuk Polisi," jelas Lutfi. (nal/bor)
Share:

Tuesday, June 23, 2020

Palestina Minta Ketum PBNU Suarakan Penolakan Penjajahan Israel

Jakarta — Pasti Aswaja — Duta Besar (Dubes) Palestina untuk Indonesia, Zuhair al-Shun, menemui Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH. Said Aqil Siroj, Selasa (23/06/2020), di kantornya, Jl. Kramat Raya, No. 164, Jakarta Pusat.

Kepada awak media, Kiai Said menuturkan, Kehadiran Zuhair ke Kantor PBNU guna memohon keterlibatannya bersama seluruh elemen Nahdlatul Ulama dalam menolak aksi penjajahan yang dilakukan Israel, karena menurut Zuhair, Palestina merupakan negara yang sah atas kepemilikan tanah di sekitaran Masjid Al-Aqsha.

Tidak hanya itu, pertemuan tersebut juga membahas hubungan antara umat Islam Indonesia, khususnya warga Nahdlatul Ulama, dengan masyarakat Palestina.

"NU sejak dulu sampai seterusnya akan selalu bersama masyarakat Palestina. Qulubuna ma'ahum (hati kita selalu bersama rakyat Palestina)," tegas Kiai Said.

Bukan tanpa alasan. Dukungan itu, menurut Kiai Said, lantaran Palestina merupakan ashabu al-haq atau pemilik kebenaran dalam polemik teritorial yang selama ini terjadi. Bahkan, lanjut Kiai Said, Israel justru datang menyerobot tanah air Palestina.

Meski demikian, Palestina membuka diri membangun perdamaian dengan Israel, tapi negara Zionis itu justru menutup pintu perdamaian tersebut, sehingga upaya perdamaian yang akan dibangun Palestina menjadi sia-sia.

"PBNU selalu bersikap tidak pernah berubah, mengutuk dlidd al-ihtilal, mengutuk yang namanya pendudukan, penyerobotan tanah, walaupun satu jengkal, walaw withran wahidan, apa lagi sampai satu wilayah," ucap Pengasuh Pesantren Luhur Al-Tsaqafah tersebut.

Tujuan lain kedatanagan Zuhair, guna mengundang Kiai Said menjadi pembicara Diskusi Virtual pada Senin (29/06/202) mendatang untuk menyampaikan pesan perdamaian sebagai respon atas serangan tentara Israel kepada masyarakat Palestina beberapa waktu lalu. (bor/ahn)
Share:

Sunday, June 21, 2020

Jalankan Amanat Muktamar Jombang, PBNU Bentuk Wadah Bagi Nelayan NU

Jakarta — Pasti Aswaja — Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Jumat (19/06/2020) membemtuk badan otonom (Banom) baru yang menangani profesi nelayan. Melalui surat bernomer 523/A.II.04.d/06/2020 tentang "Pengesahan Pimpinan Pusat Serikat Nelayan Nahdlatul Ulama" PBNU menunjuk seorang profesional dan pengusaha muda Witjaksono sebagai Ketua Serikat Nelayan Nahdlatul Ulama (SNNU).

Surat tertanggal 19 Juni 2020 itu ditandatangani oleh Pejabat Rais Aam, KH Miftachul Akhyar, Katib Aam, KH Yahya Cholil Staquf, Ketua Umum PBNU, KH Said Aqil Siroj, dan Sekretaris Jenderal, H A Helmy Faishal Zaini.

Usai surat pengesahan pimpinan SNNU itu terbit, PBNU menginstruksika Witjaksono agar segera melaksanakan tugas-tugas keorganisasian. Witjak juga diberi mandat supaya membentuk kepengurusan SNNU di semua tingkatan, mulai wilayah sampai cabang.

"Melaksanakan Rakernas setelah pembentukan Wilayah dan Cabang lebih dari 60 persen. Melaksanakan Kongres Serikat Nelayan NU paling lambat 6 bulan kedepan dan melaporkan hasilnya kepada PBNU," demikian mandat PBNU kepada Witjaksono, sebagaimana dikutip nu.or.id, Sabtu (20/06/2020).

Sementara itu, Witjaksono mengaku terharu atas amanah yang dipercayakan kepada dirinya. Sebagai aktivis muda berlatar belakang pengusaha profesional di bidang perikanan dan pertanian, ia akan bekerja keras guna memberikan kontribusi yang maksimal.

Pengalaman merintis usaha mulau nol hingga berhasil Go public di pasar saham beberapa tahun lalu, menurut Witjak, setidaknya dapat menjadi modal pengalaman dalam memajukan SNNU. Apalagi masalah kehidupan nelayan di Indonesia yang sebagian besar merupaka nahdliyin. Kehidupan nelayan akan menjadi basis kelompok sosial yang akan diurusnya.

Witjak melanjutkan, tugas menjadi Ketua SNNU merupakan kehormatan sekaligus tantangan dakam berkhidmat pada Nahdlatul Ulama, bangsa, dan negara.

"Kita akan bekerja keras untuk menjadi bagian perjuangan NU menciptakan kemaslahatan khususnya para nelayan nahdliyin yang masih hidup di bawah garis kemiskinan," kata Witjak, Sabtu (20/06/2020).

SNNU dibentuk sebagai hasil tindak lanjut Keputusan Muktamar Ke-33 Nahdlatul Ulama tahun 2015 di Jombang, Jawa Timur dan Keputusan PBNU pada 10 Maret 2020 lalu. (fiq/bor)
Share:

Ditetapkan Sebagai 'Pesantren Tangguh', PPMU Panyeppen Sampaikan Terima Kasih Kepada Kepolisian

Pamekasan — Pasti Aswaja — Pondok Pesantren Miftahul Ulum (PPMU) Panyeppen, Palengaan, Pamekasan, Jawa Timur melalui sebuah video menyampaikan terima kasih kepada Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur usai ditetapkan sebagai 'Pesantren Tangguh' Coronavirus Disease 2019 (Covid-19), Sabtu (20/06/2020).

Ucapan tersebut disampaikan oleh KH. Muhdlar Abdullah, Ketua Umum Yayasan Al-Miftah PPMU Panyeppen atas nama majelis keluarga PPMU Panyeppen, Ikatan Keluarga Besar Alumni dan Simpatisan (IKBAS) PPMU Panyeppen kepada Irjen. Pol. Muhammad Fadil Imran selaku Kapolda Jawa Timur, AKBP. Djoko Lestari selaku Kapolres Pamekasan dan Ipda. Sri Sugiarto selaku Kapolsek Palengaan.

Pemasangan gerbang bertuliskan "Pesantren Tangguh" di pintu masuk pesantren yang diasuh oleh KH. Muhammad Muddatstsir Badruddin, Mustasyar PCNU Pamekasan sekaligus Mustasyar PWNU Jawa Timur itu menjadi simbol penetapan tersebut.

"Semoga dengan predikat ini, kami, jajaran pondok pesantren, senantiasa ikut serta ambil bagian dalam rangka mengatasi kerumitan nasional yang sedang dialami oleh bangsa Indonesia," ucap Kiai Muhdlar.

Ia juga berharap, kerja sama yang terbina selama ini antara pondok pesantren tersebut dengan pihak pemerintah tetap terjalin baik serta bisa memberikan kontribusi dalam memajukan dan memakmurkan bangsa Indonesia di masa mendatang. (bor/ahn)
Share:

Saturday, June 20, 2020

Sekjen PBNU Minta Masyarakat Hati-Hati Gunakan Logo NU Pada Produk Konveksi

Jakarta — Pasti Aswaja — Sekretaris Jenderal (Sekjen) Pengurus Nesar Nahdlatul Ulama (PBNU), H. Helmy Faishal Zaini meminta agar masyarakat berhati-hati menggunakan lambang NU pada setiap produksi tekstil. Pasalnya, sebagai simbol organisasi, semestinya harus dijaga agar terhindari dari pelbagai tindakan yang merendahkan.

"Kita bersama harus menjaga martabat dan kesakralan simbol organisasi yang kita cintai," kata mantan Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ini, Jumat (19/06/2020) di Jakarta, sebagaimana dikutip situs resmi PBNU, nu.or.id, Sabtu (20/07/2020).

Ia menegaskan, lambang NU merupakan sebuah simbol organisasi hasil upaya lahir batin ulama-ulama Nahdlatul Ulama. Banyak riwayat menjelaskan, segala ikhtiar, baik lahiriah maupun batiniah ditempuh para ulama, termasuk oleh KH. Ridwan Abdullah, dalam meriyadahi pembuatan logi NU.

Penggunaan logo NU pada produk-produk konveksi, khususnya pada produk berupa sarung harus dihindari, karena dalam praktiknya sering menempatkan logo NU pada posisi di bagian bawah atau bagian kaki.

Akhlak dan etika menjadi pertimbangan bagi penulis buku "Nasionalisme Kaum Sarungan" ini. Menurutnya, tidak etis menaruh logo organisasi yang diciptakan oleh para ulama pada bagian yang kurang sopan.

Sedangkan penggunaan logo NU pada produk lain, seperti peci, kaos, dan baju, sepanjang ditaruh pada tempat yang etis, maka hal itu sah-sah saja.

“Ini murni karena pertimbangan akhlak kita,” pungkasnya. (fiq/bor)
Share:

Thursday, June 18, 2020

Grebek Pesta Narkoba, PCNU Pamekasan Apresiasi Polres

Pamekasan — Pasti Aswaja — Kepolisian Resor (Polres) Pamekasan mengamankan 15 pemuda yang diduga sedang melakukan pesta narkoba di ruangan karaoke salah satu cafe and resto yang ada Jalan Raya Tlanakan, Kecamatan Tlanakan, Kabupaten Pamekasan pada Selasa (16/06/2020).

Langkah pihak kepolisian tersebut diapresiasi oleh KH. Taufik Hasyim, Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Pamekasan. Kiai Taufik juga berterima kasih kepada aparat keamanan yang berupaya maksimal memberantas narkoba di kabupaten berjargon Gerbang Salam itu. 

Meski demikian, pengasuh Pondok Pesantren Bustanul Ulum Sumber Anom, Angsanah, Palengaan itu menilai peristiwa tersebut merupakan kejadian yang sangat memalukan dan memprihatinkan, mengingat penutupan tempat hiburan malam oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan bersama para ulama beberapa bulan lalu. 

"Kejadian ini mencederai itikad baik kita bersama. Berarti, pasca penutupan (tempat hiburan malam. Red.) beberapa bulan lalu kurang adanya pengawasan, khususnya oleh pihak aparat dan Satpol PP (Satuan Polisi Pamong Praja. Red.)," ucap Kiai Taufik, seperti dikurip NU Online Pamekasan, Kamis (18/06/2020). 

Yang lebih disesalkan, menurut Kiai Taufik, penggrebekan tersebut terjadi saat seluruh elemen masyarakat sedang berjuang melawan pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19). 

Mantan Aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kediri, Jawa Timur itu meminta, agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan tidak kecolongan lagi, agar kejadian serupa tidak terulang kembali. 

Selain itu, Kiai Taufik juga minta agar aparat tetap mengawasi semua tempat yang ditengarai mengarah pada kemaksiatan, serta memberikan hukuman kepada para pelaku, sesuai undang-undang yang berlaku. (bor/ahn)
Share:

Wednesday, June 17, 2020

Putri Ketiga Ketum PBNU Raih Predikat Sangat Memuaskan Dalam Promosi Doktoralnya

Jakarta — Pasti Aswaja — Rihab Said Aqil, putri ketiga KH. Said Aqil Siroj Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), berhasil mempertahankan disertasinya yang berjudul: "Intuisi dalam Kepemimpinan: Studi Fenomenologi terhadap Para Pemimpin Indonesia" di hadapan enam Profesor penguji.

Rihab berhasil mempertanggungjawabkan penelitiannya di hadapan Prof. Dr. Phil. Asep Saepudin Jahar, MA, Prof. Dr. Achmad Mubarok, MA, Prof. Dr. Abdul Mujib, M.Ag, M.Si, Prof. Dr. Asep Usman Ismail, M.Ag, Prof. Dr. Amsal Bakhtiar, MA dan Prof. Drs. Subandi, MA, Ph.D. berkat bimbingan Prof. Dr. Achmad Mubarok, MA dan Prof. Dr. Abdul Mujib, M.Ag, M.Si.

Tidak hanya itu, Rihab juga berhasil meraih predikat sangat memuaskan dalam sidang promosi doktoral bidang Psikologi Islam yang berlangsung di Auditorium Sekolah Pasca Sarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Rabu (17/06/2020), 

Ketum PBNU dan Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBNU, Ahmad Helmy Faishal Zaini, yang 'tak lain merupakan ipar Rihab, tampak hadir dalam sidang tersebut.

Melalui akun Instagram pribadinya, Sekjen PBNU mengucapkan selamat atas capaian yang berhasil diraih Rihab.

"Selamat atas kelulusan @rihab2318 Sidang Promosi doktor bidang psikologi Islam di UIN Syarif Hidayatullah Ciputat. Semoga menjadi ilmu yang bermanfaat. @fariz_jazzivity," tulis Helmy.

Ucapan selamat juga disampaikan oleh Ketua Lembaga Dakwah (LD) PBNU, KH. Agus Salim. Ia juga mendoakan, raihan Rihab tersebut dapat memberikan manfaat dan mengantarkannya menuju kesuksesan.

“Selamat dan sukses atas promosi Doktor Rihab Said Aqil dalam Bidang Konsentrasi Psikologi Islam UIN Syarif Hidayatullah jakarta. Semoga Ilmunya bermanfaat,” ungkap Kiai Agus, seperti dikutip situs resmi LD-PBNU, lembagadakwahpbnu.com. (fiq/bor)
Share:

Monday, June 15, 2020

PCINU Malaysia Gelar Webinar Dampak Covid-19 Di Indonesia-Malaysia

Kuala Lumpur — Pasti Aswaja — Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Malaysia mengadakan web-seminar (Webinar) Internasional membahas dampak pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19), Ahad (14/06/2020), via aplikasi Zoom.

Muhammad Abdullah Rois, Ketua Tanfidziyah PCINU Malaysia mengatakan, acara bertema “Dampak Covid-19 Terhadap Aktualisasi Keberagamaan di Indonesia dan Malaysia" tersebut merupakan webinar yang mengangkat topik Covid-19 pertama kali yang diadakan oleh PCINU Malaysia.

"Semoga hal ini akan memberikan manfaat kepada keberagamaan di Indonesia dan Malaysia, yang saat ini sedang sama-sama berjuang melawan wabah ini," harapnya.

Bertindak sebagai pembicara: Muhammad Ayman Al-Akiti, Ketua Lembaga Bathsul Masail Nahdlatul Ulama Malaysia (NA’AM); M. Mahbubi Ali, Rais Syuriah PCINU Malaysia; Rumadi Ahmad, Ketua Lakpesdam NU, dan Dosen UIN Jakarta; Yon Mahmudi, Sekolah Kajian Stratejik dan Global, Universitas Indonesia. Bertindak sebagai moderator, Muhammad Taufiq Ahaz, Wakil Ketua PCINU Malaysia, Dosen Fakultas Syariah IAIN Madura yang juga kandidat Ph.D Universitas Islam Internasional Malaysia.

Mahbubi Ali dalam penyampaiannya menjelaskan dampak Covid-19 berdasarkan sudut pandang maqashid al-syariah, terutama tentang perbandingan antara hifdz al-din (melindungi agama) dengan hifdz al-nafs (melindungi jiwa).

"Kehadiran Covid-19 memberikan peluang kepada kita untuk mempelajari kembali teks-teks dalam menghadapi wabah. Agama telah memberikan solusi dan jalan keluar, baik yang disampaikan oleh Alquran, hadis, maupun melalui kajian-kajian cendikiawan muslim," ujar peneliti di Research Fellow IAIS Selangor ini mengawali pembahasan, sebagaimana rilis yang diterima Pasti Aswaja.

Sedangkan Ayman memaparkan perbedaan definisi antara tha'un dan wabah. Ia memaparkan awal mewabahnya Covid-19 di Malaysia. Malaysia, menurutnya, termasuk negara yang lambat dalam merespon datangnya wabah ini. Baru ketika klaster baru dideteksi melalui pertemuan Jemaah Tabligh Dunia, negeri jiran mulai membatasi pergerakan rakyatnya agar penularan tidak meluas.

"Adanya klaster-klaster baru bermunculan, menyebabkan pemerintah mengambil langkah berjaga-jaga. Salah satu contohnya adalah penutupan masjid oleh uli al-amri atas nasehat mufti untuk menghindari klaster-klster baru terbentuk," imbuh dosen Universitas Islam Internasional Malaysia itu.

Pembicara selanjutnya, Rumadi Ahmad, melihat keberadaan Covid-19 ini perspektif paradigma agama dan sains, baik paradigma independen, pendukung, integrasi, dan paradigma dialisis.

"Di Indonesia dalam minggu terakhir ini, terjadi perdebatan saling menundukkan antara pro agama dan pro sains. Semestinya agama dan sains saling mengintegrasikan dalam menghadapi wabah ini, sains ada keterbatasan dan agama juga begitu. Mau tidak mau, akhirnya manusia harus mengadaptasikan kebiasaan baru, termasuk di dalamnya hal ibadah, seperti jarak shaf dalam salat," jelas Staf Ahli Kepresidenan itu.

Pernyataan Rumadi Ahmad di atas, ditimpali oleh Yon Mahmudi. Kaprodi Pascasarjana Kajian Timur Tengah dan Islam Universitas Indonesia ini mengatakan, agama dan pengetahuan harus adaptif, fleksibel terhadap adanya perubahan.

"Menjauhi wabah jauh lebih baik, untuk menghindari penyebaran yang lebih besar. Kita perlu jaga diri dan keluarga. Di saat kita begitu perhatian dengan kehidupan akhirat, maka semestinya juga kita harus memberikan perhatian yang sama kepada kehidupan dunia," ujarnya menutup pemaparanya dalam giat tersebut.

Webinar yang diikuti sekira 200 orang ini, memakan waktu sekitar tiga jam. Kemudian ditutup dengan pembacaan doa oleh Mustasyar PCINU Malaysia, KH. Liling Sibromilisi. (bor/ahn)
Share:

Saturday, June 13, 2020

MIF Pamekasan Buatkan Kamar Mandi Dua Dhuafa di Palengaan Daja

Pamekasan — Pasti Aswaja — Madura Idea Foundation (MIF) Pamekasan membuatkan kamar mandi bagi dua dhuafa di Desa Palengaan Daja, Palengaan, Pamekasan, tepatnya di Dusun Lon Dalem, Sabtu (13/06/2020).

Koordinator MIF Pamekasan, Teguh Setiawan Putra mengatakan, dipilihnya kedua warga Palengaan Daja dalam giat yang ia gelar bersama teman-temannya itu terlaksana setelah melalui survei yang ia lakukan beberapa waktu lalu.

"Ada beberapa data yang masuk, kemudian kami turun langsung ke lapangan untuk melakukan survei bersama teman-teman MIF. Kemudian, disepakati bantuan ini diberikan untuk Pak Sanah dan Bu Wabi," jelas Teguh saat ditemui Pasti Aswaja.

Sementara itu, Pak Sanah merasa mendapatkan bantuan berupa kamar mandi semi permanen. Ia juga berterima kasih kepada MIF, lantaran dirinya merasa diperhatikan oleh yayasan sosial yang didominasi oleh pemuda tersebut.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Bu Wabi. Tidak hanya berterima kasih, Lansia yang hidup sebatang kara itu juga mendoakan anggota MIF.

"Semoga apa yang telah bapak-bapak berikan kepada saya mendapatkan balasan yang lebih besar dari Allah, rezekinya semakin bertambah, dimudahkan rezekinya," ucap Bu Wabi haru, dalam bahasa Madura.

Usai memberikan bantuan kamar mandi kepada Pak Sanah dan Bu Wabi, para pemuda itu juga memberikan paket Sembako kepada Rasbiya, Lansia dhuafa. (bor/ahn)
Share:

Alasan Pengasuh Muda PP Al-Hasan Pamekasan Mencintai NU


Pamekasan — Pasti Aswaja — Pengasuh muda Pondok Pesantren (PP) Al-Hasan Tenggina, Proppo, Pamekasan mengaku mencintai jam'iyah Nahdlatul Ulama (NU) lantaran organisasi yang berdiri tahun 1926 tersebut mencintai kedamaian dan lebih mementingkan persaudaraan sesama muslim serta sesama anak bangsa.

Hal ini ia sampaikan di sela-sela mengawasi para santrinya yang kembali ke pesantren usai libur Ramadhan bersama Satuan Tanggap (Satgas) Tanggap Covid-19 Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Pamekasan, Jumat (12/06/2020).

Selain alasan tersebut, kesamaan paham antara NU dengan pesantren yang dipimpinnya juga menjadi pendorong bagi founder Pemuda Muslim Moderat (PMM) itu menggandeng Satgas Tanggap Covid-19 dalam mengawal santri dalam penerapan protokol kesehatan di masa 'New Normal'.

"Pondok Pesantren Al-Hasan mengikuti himbauan protokol kesehatan Covid-19 dari pemerintah, khususnya Pemerintah Kabupaten Pamekasan, sehingga kami menghubungi salah satu organisasi yang menurut saya fahamnya sama dengan Pondok Pesantren Al-Hasan, yaitu lebih mencintai kedamaian dan lebih mementingkan persaudaraan sesama muslim dan sesama bangsa. Itu yang sangat saya suka dari NU," paparnya.

Selain itu, Gus Hamid, sapaan akrabnya, juga mengapresiasi kinerja Satgas Tanggap Covid-19 PCNU karena mampu bersinergi dengan semua pihak dalam menyukseskan agenda santri kembali ke pesantren, sehingga dapat berjalan dengan lancar.

"Alhamdulillah kegiatan pengembalian santri di Pondok Pesantren Al-Hasan berjalan dengan lancar, berkat keterlibatan pemerintah kecamatan, Puskesmas dan saudara saya dari Satgas Tanggap Covid-19 PCNU Pamekasan yang sangat kompak dalam menjalankan tugasnya," ungkapnya. (nal/bor)
Share:

Monday, June 8, 2020

Perkuat Hubungan Emosional Dengan Anggota, IPNU-IPPNU Pragaan Gelar Silaturrahim

Sumenep — Pasti Aswaja — Sebagai upaya memperkuat hubungan emosional dengan anggota, pengurus Pimpinan Ranting (PR) Ikatan Pelajaran Nahdatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Desa Pragaan Daya, Kecamatan Pragaan, menggelar silaturrahim, Ahad sore (07/06/2020), di kediaman salah satu pengurus PC IPNU Sumenep, Farid, di desa setempat.

Ketua PR IPNU Pragaan Daya, Alfin Maulana, mengaku dirinya akan selalu mendukung setiap kegiatan serupa yang digelar oleh rekan-rekannya di kepengurusan. Ia menilai, silaturrahim dapat menjadi perantara bagi para anggota supaya bisa mengenal senior-seniornya yang ada di kepengurusan PR IPNU-IPPNU Pragaan Daya.

“Serta menyemangati para anggota untuk saling menyambung (silaturrahim. Red.) dalam organisasi NU yang ada di Pragaan daya,” imbuhnya, seperti dikutip NU Online Pamekasan.

Serupa dengan Alfin Maulana, Dewi Ithma’anna, Ketua PR IPPNU Pragaan Daya, turut mengapresiasi upaya rekan-rekannya menggelar giat tersebut. Tidak hanya itu, dirinya juga mengaku salut terhadap antusiasme pelajar-pelajar putri NU yang hadir pada kesempatan itu.

“Semoga anggota bisa meniru apa yang di lakukan senior IPNU- IPPNU di Pragaan Daya dulu,” ungkap Dewi, sapaan akrabnya. (rik/ahn)
Share:

Home Style

Contact Form

Name

Email *

Message *

Quotes

Quotes

Latest News

Popular Posts

Blog Archive