Thursday, July 16, 2020

Ra Hamid, Manusia Memang Diciptakan Berbeda

Ra Hamid, Manusia Memang Diciptakan Berbeda

Baca Juga

Pamekasan - Pasti Aswaja - Dalam Alquran Allah menegaskan, manusia memang diciptakan tidak sama: bersuku-suku, berbangsa-bangsa. Hikmah di balik perbedaan ini agar manusia dapat saling mengenal, bersilaturrahim dan saling mengasihi tanpa memandang latar belakangnya.

Pernyataan ini disampaikan oleh tokoh muda Nahdlatul Ulama (NU), RKH. Hamid Muayyad Hasan, dalam agenda rutin bulanan Majelis Dzikir dan Sholawat Rijalul Ansor (MDS-RA) Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kecamatan Proppo, Rabu malam (15/07/2020), di Desa Campor, tepatnya di kediaman Ediy Trisatrio, Sekretaris PAC GP Ansor Proppo.

Dalam hal ini, menurut kiai yang akrab disapa Ra Hamid itu, bisa mencontoh akhlak Rasulullah kepada masyarakat non-muslim yang memusuhinya.

"Biarkan orang lain, siapapun selalu caci-maki, yang penting kita tidak. Walapun orang selalu memfitnah dan buruk sangka, yang penting kita tdak seperti itu. Yang dicontohkan oleh baginda kita nabi besar Muhammad SAW, walaupun beliau ketika mau ke masjid selalu diludahi, tapi beliau selalu sabar mengahadapi, sehingga orang yang meludahi itu dapat hidayah berkat nabi kita," paparnya.

Pengasuh Pondok Pesantren Al-Hasan Srambah Proppo itu melanjutkan, warga NU memiliki karakteristik yang khas dalam berdakwah. NU dikenal anti kekerasan, lemah lembut, dan santai. Karakter ini, menurutnya, yang membedakan antara NU dengan komunitas lain.

"Semoga kita tergolong sntrinya Kiai Hasyim (Asy'ari. Red.) dan bisa dimasukkan ke surganya Allah, serta bisa mengikuti jejak langkah Rasulullah sebagaimana ajaran Ahlussunnah wal jamaah," pungkas penasehat Generasi Muda Nahdlatul Ulama (GMNU) Pamekasan itu. (bor/fiq)
Share:

0 comments:

Post a Comment

Home Style

Contact Form

Name

Email *

Message *

Quotes

Quotes

Latest News

Popular Posts