Sunday, January 31, 2021

KPM STAI-MU POSKO VII Desa Rombuh Gelar Diklat Tajhizul Mayyit Mengundang Masyarakat Desa Setempat

 

Setiap manusia pasti mengalami yang namanya kematian seperti biasa umat muslim jika sudah meninggal pasti dimandikan, dikafani, disolati dan dikuburkan yang sesuai dengan hukum syariat Islam.

Melihat pentingnya mengetahui tatacara merawat jenazah yang tidak semua orang mengetahui cara merawatnya, Peserta Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Sekolah Tinggi Agama Islam Miftahul Ulum (STAI-MU) Pamekasan bergegas menggelar Diklat Tajhizul Mayyit sebagai upaya masyarakat paham bagaimana cara merawat jenazah yang benar dan sesuai dengan syariat Islam.

Acara tersebut mengundang seluruh perangkat Desa Rombuh Dan Masyarakat dengan mengundang pemateri yang sudah mahir dibidangnya yaitu Ustadz Mudzakkir yang juga guru aktif di Pondok Pesantren Taman Sari.

Koordinator Desa Posko VII Asy'ari mengatakan, kegiatan tersebut salah satu program yang sudah di agendakan oleh peserta KPM Desa Rombuh supaya masyarakat paham betul bagaimana cara merawat jenazah dengan benar.

"Acara ini sengaja kami gelar sebagai upaya masyarakat paham bagaimana cara merawat jenazah dengan benar, dan ini menjadi salah satu program kami di desa Rombuh ini supaya meskipun kami pulang dari sini nanti ilmu yang didapat oleh masyarakat tetap berjalan,"ungkapnya, 31/01/2021.

Ditempat yang sama Ustadz Mudzakkir menyampaikan, pentingnya belajar tatacara merawat jenazah, karena tidak semua orang tahu cara merawat jenazah mulai dari sakaratulmaut hingga selesai dikuburkan.

"Melihat dari sebagian orang banyak yang tidak faham dengan cara merawat jenazah ini, sedangkan ini sangat penting untuk kita pelajari dan terima kasih banyak kepada peserta KPM Yang telah menggelar acara Diklat ini,"jelasnya.

Masyarakat dan perangkat Desa Setempat sangat mengapresiasi penuh kepada peserta KPM yang telah menggelar acara tersebut, pasalnya banyak dari kalangan mereka yang dulunya sama sekali tidak faham menjadi faham.

"Kami sangat berterima kasih dan ini sangat sempurna, karena dulu kami sama sekali tidak tahu cara merawat jenazah dengan adanya Diklat ini kami bisa sangat faham, apalagi langsung diadakan praktek seperti tadi,"pungkasnya.


Reprter : Habib

Editor : As'ari


Share:

Monday, January 25, 2021

PCNU Pamekasan: "GP Ansor Pamekasan Harus Meningkatkan Militansi Kadernya Kepada organisasi"

 

PAMEKASAN - Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama  (PCNU) Kabupaten Pamekasan mengapresiasi langkah Pimpinan Cabang (PC) GP Ansor Pamekasan dalam mengupayakan kemandirian organisasi. 


Hal itu disampaikan langsung oleh KH. Ihyauddin Yasin, Wakil ketua PCNU Pamekasan, dalam Rapat Kerja Cabang (Rakercab) ke-3 di Aula PCNU Pamekasan Jl. Abd. Aziz No. 95 Pamekasan. 


"Ini kegiatan yang luar biasa dan PCNU mendukung penuh kegiatan hari ini karena sudah saatnya Ansor Pamekasan mandiri," tuturnya, Senin (25/01/2021).


Kiai Ihya' sapaan akrabnya juga memaparkan, ulama salafus shalih terdahul di Baghdad banyak yang  menjadi wali dalam keadaan kaya.


Pengasuh Pondok Pesantren Miftahul Anwar,  Kadur itu berharap, selain membangun kemandirian organisasi, GP Ansor Pamekasan juga harus meningkatkan militansi kadernya kepada organisasi. 


"Selain mandiri, kader Ansor harus energik mumpung masih di usia muda, tirulah ananda Syafik, dia pemimpin sangat energik dan mandiri," tegasnya. 


"Semoga kegitatan kali ini membawa manfaat bagi umat, dan kemandirian Ansor cepat tercapai," pungkasnya. 


Ditempat yang sama KH. Sahibuddin, Pembina PC GP Ansor Pamekasan memberikan gambaran dinamika GP Ansor Pamekasan dari masa ke masa. 


"Saya bangga sekali bisa melihat kekompakan kader Ansor hari ini, karena kehadiran di arena ini menunjukkan militansinya cukup tinggi," tegas Ketua Dewan Pendidikan Pamekasan itu. 



Kemudian ia berharap, agar seluruh Ansor-Banser harus lebih militan dalam berkhidmat kepada NU.


"Dulu kami membangun kader Ansor-Banser hingga ribuan, tapi entah ke mana. Makanya saya berharap Ansor-Banser hari ini harus lebih militan kepada organisasi ini," pungkasnya.


Reporter: Bibur

Editor: Asy'ari

Share:

Saturday, January 23, 2021

PR GP Ansor Tlambah Gelar Rapat Kerja Perdananya Den Mengahsilkan Berbagai Program

Sampang - untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) khususnya bagi warga Nahdliyyin Desa Tlambah dan masyarakat sekitar pada umumnya Pimpinan Ranting Gerakan Pemuda Ansor (PR GP ANSOR ) Tlambah menggelar rapat kerja pertama di Great Coffee Jl. Raya Karang penang Oloh Karang penang Sampang Madura, Jum'at (22/01/21) malam.

Dalam rapat kerja pertama tersebut menghasilkan banyak program, di antaranya akan diadakan pengajian dan shalawat oleh Ketua IV Majelis Dzikir dan Shalawat (MDS) dan Sosialisasi Bahaya Narkoba oleh Ketua V Badan Ansor Anti Narkoba (BAANAR) yang sasarannya adalah masyarakat awam dan Siswa/i SMA khususnya di Desa Tlambah dan masyarakat sekitar.

Ketua Umum Pimpinan Ranting Gerakan Pemuda Ansor Desa Tlambah Hasan Marwan dalam sambutannya ia mengajak para sahabat-sahabat tetap semangat dalam berkhidmat di Jam'iyah Nahdlatul Ulama (NU) terlebih di masa sekarang yang lagi gencarnya Hoax Hate Speech dan lain-lain.

"Jadi mari sahabat-sahabat fokuskan pada program kerja yang sudah kita susun bersama dan mengajak masyarakat untuk tetap berada di jamiyah ini," tuturnya

Selain itu, Hasan Berharap kepada seluruh pengurus PR GP Ansor Tlambah tetap semangat dalam berkhidmat di NU melalui Gerakan Pemuda  Ansor dan berdoa semoga mendapat barokah dari para Muassis jemiyah Nahdlatul Ulama.

"Saya berharap semoga sahabat-sahabat semua mendapat barokah para Muassis Nahdlatul Ulama (NU) sehingga Pimpinan Ranting Gerakan Pemuda Ansor Desa Tlambah , kedepan semakin progres," tambahnya.

Ditempat yang sama, Wakil Ketua IV Holis jugak menuturkan, tujuan akan diadakannya pengajian dan shalawat pada program kerjanya tidak lain untuk mengajak orang-orang awam mengenali Nahdatul Ulama dan memberi pemahaman kepada masyarakat dan mengajak untuk berkhidmat di dalamnya

"Banyak orang-orang awam di desa saya itu tidak tau apa itu Nahdlatul Ulama (NU) yang terkadang saking dari awamnya mereka menilai dari segi negatifnya saja, dan mereka mengira bahwa disini kami di bayar bukan atas mengabdi untuk Jam'iyyah ini," ucapnya.

Rapat Kerja tersebut didampingi oleh Fawaid Kepala BAANAR dan Mufid Sekretaris Umum Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda Ansor Karangpenang  untuk memberi pemahaman lebih jelas terkait dengan Rapat Kerja dan fungsi-fungsi di dalamnya jugak mensupport setiap kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh ranting.

Report : Iwan GM.
Editor : Asy'ari


Share:

Saturday, January 16, 2021

Perkuat Kaderisasi, PAC IPNU-IPPNU Pegantenan Gelar Makesta


Guna memperkokoh kaderisasi, PAC IPNU-IPPNU Pegantenan Menggelar Pelatihan pertama yang dikenal dengan Masa Kesetiaan Anggota (Makesta), di Pondok Pesantren Sekar Anom Desa Bulangan Timur Kecamatan Pegantenan Kab. Pamekasan yang dimulai sejak Kamis 14 Sampai Ahad 17 Januari 2021.

Kegiatan tersebut menjadi agenda PAC IPNU IPPNU Pegantenan setelah rampungnya pembentukan IPNU-IPPNU ditingkat Desa, Lembaga, dan Juga Pondok Pesantren di wilayah Kecamatan Pegantenan.

Terdapat tiga penanaman materi pokok yang menjadi asupan peserta Makesta berupa Ideologi, Skill Organisasi, dan Juga wawasan Kebangsaan dan Keislaman yang merupakan perpaduan dari materi wajib dan materi tambahan.

Habibur Rohman ketua PAC IPNU-IPPNU Pegantenan memaparkan, materi pilihan yang disajikan melalui musyawarah  yang cukup matang, untuk mencapai tujuan suatu tujuan yang diharapkan.

"Materi dalam kegiatan Makesta ini cukup banyak, besar harapan dapat diserap secara sempurna oleh para peserta Makesta I yang di selenggarakan oleh PAC IPNU-IPPNU Pegantenan kali ini," paparnya.

Aktivis PMII itu juga mengatakan, pihaknya sengaja mengkombinasikan materi wajib dan materi tambahan sebagai upaya agar peserta Makesta menjadi Kader NU yang militan.

"Dengan mengkombinasikan materi wajib dan materi tambahan yang tentunya diimbangi dengan pemateri yang cukup mumpuni dibidangnya," tambahnya

Pemuda yang pernah menimba ilmu di PPMU Panyeppen itu berharap semoga acara tersebut berjalan dengan baik tidak ada kendala.

"Mohon Do'anya semoga acara ini tidak menemukan kendala hingga akhir pelaksanaan," harapnya

Sebagai tambahan berita kegiatan tersebut dilaksanakan dengan tetap mematuhi protokol kesehatan.


Share:

PK, PKPP, Dan PR IPNU - IPPNU Sekecamatan Pegantenan Telah Resmi Dilantik


Pamekasan- Setelah dibentuknya Pimpinan Komisariat ( PK ) Pimpinan Komisariat Pondok Pesantren ( PPKPP) Dan Pimpinan Ranting ( PR ) Oleh Pimpinan Anak Cabang ( PAC ) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama ( IPNU ) Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama ( IPPNU ) Pegantenan Akhirnya resmi dilantik. Jum'at (15/02/2021)

Turut hadir dalam kesempatan tersebut, Ketua PAC Muslimat Pegantenan, Ketua Pergunu Pegantenan, Ketua Pagar Nusa, Ketua GP Ansor Pegantenan, dan seluruh PAC IPNU-IPPNU Se-Kabupaten Pamekasan.

Pelantikan Pengurus Komisariat ataupun Pengurus Ranting dibawah koordinasi PAC IPNU-IPPNU Pegantenan tersebut merupakan upaya dalam membumikan Ahlusunah Wal Jama'ah di tingkatan pelajar.

Habibur Rohman dalam sambutannya menyampaikan, ada tiga komponen yang harus di perjuangkan di tingkatan pelajar khususnya di kecamatan Pegantenan.

"Dengan Membumikan nilai-nilai Ahlusunah Wal Jama'ah di tingkatan pelajar sebagai perwujudan cita-cita Nahdlatul Ulama dan memperkuat Kaderisasi baik formal, non formal ataupun informal melalui doktrinasi kader" Ujarnya

Acara tersebut mendapat apresiasi penuh dari Ketua Tanfidziyah MWC NU Pegantenan Ahmad Fauzi,  langkah yang ditempuh oleh PAC IPNU-IPPNU Pegantenan dalam menyiapkan kader-kader NU di masa yang akan datang khususnya di Kecamatan Pegantenan.

"Saya mendukung penuh atas langkah yang tentunya disertai semangat PAC IPNU-IPPNU Pegantenan dalam membumikan Aswaja di kecamatan Pegantenan Melalui pembentukan Komisariat dan Ranting yang merupakan wadah daripada pelajar muda NU," ungkapnya.


Reporter : Bibur

Editor : Asy'ari

Share:

Friday, January 15, 2021

KPM STAI-MU Mengajak Pemuda Komitmen Keaswajaan Dan Kebangsaan




Pamekasan- Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Sekolah Tinggi Agama Islam Miftahul Ulum (STAI-MU) Panyeppen Pamekasan Mengajak seluruh pemuda agar tetap komitmen mempertahankan Akidah Ahlusunah Wal Jamaah  dan faham Kebangsaan.

Acara tersebut dilakukan oleh peserta KPM POSKO VII Desa Rombuh disaat mereka menggelar program rutinan yaitu Khotmil Qur'an setiap hari jum'at di desa setempat, mereka mengundang seluruh pemuda dan tokoh masyarakat supaya ikut serta dalam kegiatan itu.

Koordinator Desa (Kordes) Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Desa Rombuh Asy'ari menyampaikan, Ada dua hal yang menjadi karakter pokok dari kita semua selaku umat islam di negara ini, yaitu komitmen dan konsistensinya yang sangat tinggi terhadap Ahlusunah wal jamaah dan sekaligus terhadap kebangsaan.

"Karena ini sudah menjadi tugas kita sebagai pemuda di negeri ini yang akan melanjutkan dan menjaga Negara ini agar tidak faham Radikal dan orang-orang yang suka merongrong keutuhan negara yang kita cintai ini,"ungkapnya. Jum'at, 15/01/2021.

Selain itu Aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) itu juga menyampaikan, pentingnya menjaga Ahlusunah Wal Jamaah karena akhir-akhir ini banyak kaum islam keras yang sudah mengharamkan Tahlil, Ziarah Kubur dan Maulid Nabi.

"Tradisi yang seperti inilah yang harus kita lestarikan, meskipun dari kelompok sebelah mengatakan perbuatan ini bid'ah, tapi para wali songo bahkan Ulama NU tidak pernah mengharamkan kegiatan seperti ini,"pungkasnya.


Reporter : Bibur
Editor : Asy'ari
Share:

Sunday, January 3, 2021

PK PMII STAI-MU Menggelar Sekolah Pembebasan Sosial



Pamekasan-Setelah pelaksanaan Pelatihan Kader Dasar (PKD) Ke 14 Pengurus Komisariat (PK) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Sekolah Tinggi Agama Islam Miftahul Ulum (STAI-MU) Yang digelar pada tanggal 16-20 Desember 2020 lalu, kini menggelar Sekolah Pembebasan Sosial sebagai Rencana Tindak Lanjut (RTL) Di Pantai Camplong, Sampang, minggu 03/01/2021.


Acara tersebut mendatangkan Gus Mufid sebagai pemateri, ia juga pernah menjabat sebagai sekretaris umum PC PMII Pamekasan Masa Khidmat 2019-2020 dan dihadiri oleh seluruh alumni peserta PKD Ke 14 yang telah digelar oleh PK PMII STAI-MU Kemaren.


Ketua Komisariat PMII STAI-MU Muhammad Sabri mengatakan, Seluruh Kader PMII yang sudah mengikuti PKD harus mampu bertindak dan membawa perubahan, baik ditatanan kampus maupun di masyarakat.


"Teori saja tidak cukup jika tidak dilanjut dengan tindakan, maka kami harap kalian harus bertanggung jawab terhadap ilmu yang kalian dapat selama PKD,"ungkapnya.


Di tempat yang sama, Gus Mufid mengharap, agar seluruh kader PMII Mampu membawa perubahan sosial masyarakat terutama dari segi perekonomian.


"Kalian semua sangat dibutuhkan oleh masyarakat terutama di saat pandemi seperti ini, mereka yang sedang terpuruk dalam perekonomian sangat membutuhkan ide kalian, maka dari itu kalianlah yang menjadi agen perubahan bagi mereka,"harapnya.


Reporter : bibur

Editor : Asy'ari


Share:

Home Style

Contact Form

Name

Email *

Message *

Quotes

Quotes

Latest News

Popular Posts

Blog Archive